NovelToon NovelToon
Belunggu Pernikahan

Belunggu Pernikahan

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / CEO
Popularitas:9.6k
Nilai: 5
Nama Author: Maya sabir

"Dia hanya memiliki aku, Maya. Sedangkan kau? Kau punya segalanya. Berhentilah bersikap menjijikkan dengan menuduhnya yang bukan-bukan!"

Kata-kata itu menjadi cambuk harian bagi Maya. Di rumah itu, dia adalah orang asing di tengah keluarga yang "sempurna". Arlan, suaminya, telah memindahkan seluruh pusat dunianya kepada Sarah dan anak almarhum adiknya.

Setiap kali Maya mencoba membela diri dari fitnah halus yang disebarkan Sarah, Arlan akan menatapnya dengan kebencian murni. Bagi Arlan, Maya adalah beban, sedangkan Sarah adalah amanah suci. Ketidakadilan itu semakin kelam ketika Arlan mulai memperlakukan Sarah layaknya seorang istri, dan membuang Maya ke sudut tergelap dalam hidupnya.

Ini bukan lagi tentang cinta, melainkan tentang pengabdian yang salah arah dan kehancuran seorang istri yang dipaksa menyaksikan suaminya mencintai bayangan orang lain.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Maya sabir, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Draft

"Jangan berani-berani mengarang cerita!" gertak Arlan, ia turun dari ranjang dan segera mengenakan celananya dengan gerakan kasar. "Aku tidak pernah menyentuh wanita lain selain istriku. Kamu pasti bagian dari rencana kotor untuk menjatuhkanku!"

" Aku tidak mengarang cerita,semua yang ku katakan adalah kebenaran."

Tak ingin berdebat lebih lama dan merasa muak saat melihat wanita itu. Arlan mengambil dompetnya di saku celana nya ,ia lalu mengeluarkan sebuah kartu dan melemparkannya tepat di wajah wanita itu.

" Dengar ambil kartu itu,dan lupakan kejadian ini. Aku adalah pria yang beristri dan sangat mencintai istriku." Tanpa menunggu jawaban dari wanita itu ,Arlan bergegas keluar dari kamar itu meninggalkan sang wanita yang masih mencerna setiap ucapan Arlan.

" Bos ...anda kemana saja,sejak semalam aku mencari anda , jadwal penerbangan sebentar lagi." Ujar Dafa saat berpapasan dengan Arlan di lobi hotel.

Arlan tidak menjawab. Wajahnya pucat pasi, matanya merah karena kurang tidur dan amarah yang meledak-ledak. Ia berjalan dengan langkah lebar, hampir berlari menuju pintu keluar hotel, mengabaikan tatapan heran dari staf hotel dan tamu lainnya yang melihat penampilannya yang agak berantakan.

Dafa, asisten pribadinya, segera menyadari ada sesuatu yang sangat salah. Ia mengikuti Arlan dengan langkah tergesa-gesa. "Bos? Anda baik-baik saja? Wajah Anda... Anda tampak seperti baru saja melihat hantu."

"Dafa, cari tahu siapa yang memesan kamar itu untukku semalam," suara Arlan terdengar berat, penuh penekanan, dan sangat dingin. "Dan pastikan tidak ada satu pun foto atau rekaman yang keluar dari hotel ini. Beli hotel ini kalau perlu!"

Dafa terbelalak. "Apa? Kamar mana? Bos, semalam Anda bilang ingin istirahat di kamar yang sudah dipesan klien setelah jamuan makan malam, dan..."

"Aku tidak memesan kamar itu! Aku dijebak!" Arlan berhenti mendadak di depan mobil yang sudah menunggu mereka, membuat Dafa hampir menabrak punggungnya. " Pastikan tidak ada berita apapun yang sampai pada Maya!"

" Apa terjadi sesuatu semalam, bos.." Tanya Dafa ragu dan takut.

Arlan menghela nafas berat." Ada seorang wanita di tempat tidurku."

Dafa mematung di tempat, wajahnya berubah pucat pasi seolah darah baru saja disedot habis dari tubuhnya. Ia tahu betul siapa Arlan, dan lebih penting lagi, ia tahu seberapa besar arti Maya dalam hidup bosnya itu.

"Wanita? Maksud Anda... Semalam anda tidur dengan seorang wanita?" suara Dafa tercekat.

Arlan terdiam tak menjawab ,tapi diam artinya benar. kaki Dafa terlihat begitu lemas..jika dulu hubungan Arlan dan Maya rusak karena sebuah kesalahan pahaman saat Sarah dan Dion tinggal di rumah mereka,tapi kali ini bukan hanya salah paham tapi sebuah kenyataan skandal yang jika terkuak maka sudah di pastikan Arlan akan kehilangan Maya untuk kedua kalinya tapi kali ini mungkin Maya tidak akan kembali lagi meski Maya lupa pada masa lalunya.

Dunia seakan runtuh bagi Dafa. Ia tahu konsekuensinya. "Ya Tuhan... Bos, kalau begitu kita harus segera ke bandara. Kita harus pulang sekarang.kita tidak punya waktu untuk bernegosiasi dengan waktu!"

Arlan melompat ke dalam mobil, diikuti oleh Dafa yang langsung memberi instruksi pada sopir untuk memacu kendaraan secepat mungkin. Di dalam mobil, Arlan tidak berhenti memejamkan mata, mencoba menenangkan detak jantungnya yang berpacu liar. Ia membayangkan wajah kecewa Maya, terluka, dan hancur. Bayangan itu lebih menyakitkan daripada tusukan pisau mana pun.

Suasana di dalam mobil pribadi itu terasa sangat sesak, meski pendingin ruangan bekerja maksimal. Arlan terus mencengkeram ponselnya, menatap layar yang menunjukkan status offline pada kontak Maya. Setiap detik yang berlalu di Tokyo terasa seperti sebuah vonis hukuman mati bagi pernikahannya.

Dafa, yang duduk di sampingnya, terus mengetik dengan cepat di tabletnya, mencoba menghubungi jaringan orang kepercayaan mereka di Jakarta untuk membendung desas-desus yang mungkin mulai beredar.

"Bos," panggil Dafa dengan suara pelan namun gemetar, "Saya sudah mendapatkan akses ke rekaman CCTV lobi hotel dari tim IT kita. Ada seseorang yang menyuap staf resepsionis untuk mengganti nomor kamar Anda di sistem setelah jamuan makan malam selesai. Dan..." Dafa berhenti sejenak, ragu untuk melanjutkan.

"Katakan saja, Dafa!" sentak Arlan.

Rahang Arlan mengeras. Matanya berkilat penuh amarah dan kesadaran pahit. Jika ini adalah kerjaan orang dalam, berarti rencananya bukan hanya sekadar untuk menghancurkan namanya, tetapi memang bertujuan untuk menargetkan Maya.

"Maya..." gumam Arlan, suaranya parau. "Dia pasti berpikir aku mengkhianatinya setelah semua perjuangan kami untuk memperbaiki hubungan ini."

"Dafa," Arlan menatap asistennya dengan tatapan yang sangat tajam. "Jika saat kita sampai di Jakarta nanti, Maya menolak untuk menemuiku, atau jika dia sudah pergi dari rumah... aku ingin kamu melacak lokasinya. Tidak perlu dengan paksaan, cukup pastikan dia aman. Aku akan menghadapinya sendiri."

"Bos, bagaimana jika media sudah tahu? Rumor skandal bos besar Dirgantara Group di Tokyo bisa membuat saham kita anjlok dalam hitungan jam," tanya Dafa cemas.

Biarkan saham itu anjlok!" teriak Arlan. "Aku tidak peduli dengan uang, perusahaan, atau tender bodoh itu! Yang aku pedulikan hanyalah Maya! Kalau aku kehilangan dia, untuk apa semua harta ini?"

Di sisi lain, Maya yang nampak sibuk mengatur jadwal Devan , tiba-tiba merasakan firasat buruk,ia tidak tahu kalau Arlan akan pulang lebih cepat dari jadwalnya dan Arlan pun tidak memberitahu Maya.

" Hai...Maya , lagi ngapain,temani aku ngopi yuk.." tiba-tiba suara cempreng seorang wanita mengagetkan Maya. Suara itu sudah begitu ia kenal.

"Aku nggak ada waktu untuk menemani gadis manja seperti kamu,aku sibuk..sangat sibuk."

Clara yang sudah terbiasa dengan sikap Maya ,bukannya kesal ia malah tersenyum lalu menarik kursi yang ada di depan meja kerja Maya. " Aku lagi kesepian,mommy sama daddy di luar negeri ,kak Devan juga lagi sibuk banget,aku gak punya teman di Jakarta ini,jadi aku hanya punya kamu...kak Maya."

Maya hampir saja tersedak saat mendengar Clara memanggilnya dengan sebutan kakak.

Maya meletakkan pulpennya di atas meja dengan dentuman pelan. Ia menatap Clara dengan dahi berkerut, seolah sedang memeriksa apakah anak di depannya ini baru saja mengalami benturan di kepala.

"Clara, ada apa denganmu?" tanya Maya hati-hati. "Biasanya kamu akan mengancam akan menyita kursiku kalau aku tidak menuruti maumu. Sekarang, tiba-tiba memanggilku 'Kak'? Kamu sedang sakit, atau ini salah satu cara licikmu untuk meminta bantuan lain?"

Clara memutar bola matanya, namun senyumnya kali ini terasa jauh lebih tulus dan tanpa beban. "Tidak ada maksud apa-apa, Maya. Aku... entahlah. Sejak pesta kemarin, aku merasa lebih... tenang? Dan sejujurnya, setelah kamu membantu dekorasi itu, aku merasa kamu adalah satu-satunya wanita yang bisa kuajak bicara tanpa harus berpura-pura menjadi 'Nona Muda Alister' yang angkuh."

Maya menghela napas panjang. Ia melirik jam di pergelangan tangannya. Pikirannya masih kacau oleh email yang diterimanya tadi pagi, foto-foto Arlan yang terus menghantuinya. Namun, melihat Clara yang tampak benar-benar kesepian seperti dirinya membuat pertahanan diri Maya sedikit goyah.

"Oke," jawab Maya akhirnya, suaranya melembut. "Sepuluh menit. Aku akan menemani kamu minum kopi, tapi setelah itu, aku harus kembali bekerja karena aku tidak mau kakak mu yang kaku itu memotong gajiku karena aku lambat menyelesaikan laporan."

Clara tersenyum lebar, tampak sangat senang. "Tenang saja, Kak Devan tidak akan berani memotong gajimu. Aku yang akan menghajarnya kalau dia berani!"

Sementara itu Arlan baru saja tiba di bandara, ia dan Dafa berjalan menuju mobil yang sudah siap di depan bandara.

" Kita langsung kerumah saja,aku ingin memberikan surprise untuk Maya."

Arlan melangkah masuk ke dalam mobil dengan perasaan yang tidak menentu. Kata "kejutan" yang ia ucapkan kepada Dafa terdengar begitu getir di telinganya sendiri.

"Jalan, Pak. Cepat," perintah Arlan kepada sopirnya.

Di sepanjang perjalanan dari bandara menuju rumah mereka di kawasan Jakarta Selatan, Arlan hanya menatap kosong ke arah jendela. Tangannya berkali-kali meremat ponsel yang masih membisu. Ia merasa seperti seorang terpidana mati yang sedang menghitung mundur waktu eksekusinya.

"Dafa," panggil Arlan tanpa menoleh.

"Ya, Bos?"

"Apakah kamu sudah memastikan siapa wanita itu? Aku ingin namanya, latar belakangnya, dan siapa yang membayarnya sudah ada di mejaku besok pagi. Aku tidak akan membiarkan satu orang pun lolos jika mereka berani menyentuh ketenangan keluargaku."

"Sedang diproses oleh tim di Tokyo, Bos. Sejauh ini, indikasi kuat mengarah pada kompetitor kita di proyek energi terbaru itu.

1
cinta semu
MC ny Cemen ...lagian Dion bukan anak kandung ...yg paling berhak itu Sarah ....payah....😂😂
cinta semu
tak kasih semangat Maya ..buat Arlan menyesal ....
putmelyana
maya lebih cocok dengan devan
Thewie
maya bodoh
Rini Yuanita
hadwch...udh bgus...maya mw pergi...ech mlah d bikin amnesia....skip dech thor...ujung² ny ttp balikan sm arlan😄😄😄
Bang Ipul
Cerita gak bermutu
Bang Ipul
jadi laki sok percaya diri sekali lo
Bang Ipul
bikin emosi deh
Nessa
hadeuhh 🤦🏻‍♂️🤦🏻‍♂️🤦🏻‍♂️
Nessa
baru awal bab udah menguras emosi
ㄒ丨乇
misi
partini
🙄🙄🙄🙄🙄
partini
wah Maya very good,,bikin Arlan kering kerontang biar mamposs
partini
enak benar nyalahi orang lain ,ayo Maya be strong be smart jadi wanita tangguh dan sukses bikin dunua mereka jungkir balik
maya: makasih KK sudah mampir
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!