NovelToon NovelToon
"STERILIZED SECRETS: MY HYGIENIC MAFIA HUSBAND"

"STERILIZED SECRETS: MY HYGIENIC MAFIA HUSBAND"

Status: tamat
Genre:Mafia / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: RAYAS

Arkan Alesandro Knight adalah seorang King Mafia dari organisasi Black Eclipse yang memiliki reputasi mematikan, namun ia menyimpan satu rahasia konyol: ia menderita Mysophobia akut. Baginya, kuman lebih berbahaya daripada peluru. Hidupnya yang steril dan kaku berubah total ketika ia terjebak dalam sebuah perjodohan dengan gadis pilihan ayahnya, Evelyn Valentina Grant.

​Evelyn tampil sebagai sosok "My Nerdy Wife"—gadis culun dengan kacamata tebal, daster bunga-bunga yang aneh, dan sifat ceroboh yang luar biasa. Namun, di balik penyamaran konyolnya, Evelyn sebenarnya adalah Queen EVG, seorang peretas kelas dunia dan pemimpin organisasi spionase yang sangat tangguh. Ia sengaja berakting bodoh untuk melindungi identitasnya sekaligus memata-matai Arkan.

penasaran dengan cerita mereka jangan lupa mampir yapp🥰🥰

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RAYAS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29

Kantor pusat Knight Company di Zurich pagi ini terasa lebih dingin dari biasanya. Arkan Alesandro Knight berdiri di balik meja kerjanya yang terbuat dari kaca anti-noda, menatap lurus ke arah pintu ganda berbahan baja. Di sampingnya, Kenan Miller sudah menyiapkan botol semprotan disinfektan level industri, seolah-olah mereka sedang menunggu serangan wabah, bukan tamu bisnis.

"Dia sudah di depan, Bos. Membawa lima pengawal dan bau cerutu yang sangat kuat," lapor Kenan dengan ekspresi masam.

"Nyalakan penyaring udara di level maksimal. Aku tidak ingin ada satu pun molekul asap cerutunya menempel di paru-paruku," perintah Arkan dingin.

Di sisi lain mansion, Evelyn mondar-mandir di dalam kamar mandi. Ia sudah berganti pakaian—bukan daster, melainkan seragam pelayan kantor Knight Company yang ia "pinjam" secara ilegal dari ruang laundry. Ia harus berada di ruang rapat itu. Jika **Dmitri Volkov** membuka mulutnya soal masa lalu Evelyn sebagai Queen EVG, maka pernikahan "steril" ini akan berubah menjadi pertumpahan darah.

"Edward, pastikan semua kamera di ruang rapat mengalami glitch setiap kali aku mendekati Dmitri," bisik Evelyn pada alat komunikasi di balik telinganya.

"Siap, Queen. Tapi hati-hati, Arkan sedang dalam mode 'anjing pelacak'. Dia mencurigai setiap inci ruangan itu," balas Edward.

Pintu terbuka. Dmitri Volkov melangkah masuk dengan setelan jas abu-abu yang mahal namun terlihat "kotor" di mata Arkan karena kancingnya terbuka satu. Ia tidak menunggu izin untuk duduk. Ia langsung menghempaskan tubuhnya di kursi kulit yang baru saja disemprot alkohol oleh Kenan.

"Arkan Alesandro Knight. Pangeran yang terlalu takut pada dunia hingga harus mengurung diri di balik botol alkohol," Dmitri tertawa, suaranya berat dengan aksen Rusia yang kental.

Arkan menyandarkan punggungnya, matanya menyipit tajam. "Dmitri Volkov. Kau menempuh jarak ribuan kilometer hanya untuk mengomentari kebersihanku? Itu sangat tidak efisien untuk seorang pebisnis."

Dmitri mengeluarkan selembar kertas tua yang dilaminating. "Aku ke sini untuk menjemput kontrak yang tertunda. Evelyn Valentina Grant. Dia adalah milik keluarga Volkov berdasarkan perjanjian sepuluh tahun lalu."

Braakk!

Arkan menggebrak meja kacanya (tapi segera mengelap bekas telapak tangannya dengan tisu). "Evelyn adalah istriku. Secara sah, secara hukum, dan secara kesterilan."

Tepat saat itu, pintu terbuka kecil. Evelyn masuk sambil menunduk dalam, mendorong troli berisi teko kopi. Kacamata tebalnya miring, dan ia sengaja menjatuhkan beberapa sendok untuk menarik perhatian—tapi bukan perhatian Arkan.

"P-permisi... kopi untuk Tuan-tuan yang ganteng..." cicit Evelyn dengan suara yang dibuat-buat cempreng.

Dmitri menoleh. Matanya yang tajam langsung menangkap sosok pelayan itu. Ia tertegun sejenak. Meski Evelyn memakai wig pendek dan kacamata yang menutupi setengah wajahnya, Dmitri mengenal gerak-gerik itu. Gerak-gerik seorang predator yang sedang menyamar jadi mangsa.

"Kau..." Dmitri berdiri, mendekati Evelyn.

Arkan langsung berdiri, menghalangi jalan Dmitri. "Jangan terlalu dekat dengannya. Dia... pelayan baru. Dia belum divaksinasi untuk menghadapi kuman dari Rusia."

Evelyn berpura-pura gemetar. Saat ia menuangkan kopi untuk Dmitri, ia menggunakan jari kelingkingnya untuk mengetuk cangkir dengan kode Morse: 'Buka mulutmu, dan kau akan mati sebelum keluar dari gedung ini.'

Dmitri tersenyum tipis. Ia mengerti kode itu. Ia mengambil cangkir kopi itu, lalu menghirup aromanya. "Aroma yang menarik. Seperti... sabun bayi yang dicampur dengan mesiu. Benar begitu, Nona Pelayan?"

Evelyn nyengir bodoh. "Ini kopi luwak, Tuan! Luwaknya mandi pakai sabun bayi dulu!"

Arkan merasa ada sesuatu yang aneh. Ia melihat cara Dmitri menatap Evelyn. Ada semacam "bahasa rahasia" di antara mereka yang tidak bisa Arkan pahami. Rasa panas yang lebih membakar daripada alkohol 90% mulai menjalar di dada Arkan. Itu adalah kecemburuan yang murni.

"Evelyn... maksudku, pelayan! Keluar sekarang!" bentak Arkan.

Evelyn segera mendorong trolinya keluar, namun Dmitri sengaja menjatuhkan sapu tangan sutranya tepat di kaki Evelyn. Evelyn secara refleks mengambilnya dengan gerakan yang sangat cepat dan luwes—gerakan yang tidak mungkin dimiliki oleh seorang pelayan ceroboh.

Arkan melihat gerakan itu. Matanya melebar.

"Dmitri," ucap Arkan, suaranya kini kembali tenang namun sangat mematikan. "Evelyn bukan barang yang bisa kau klaim. Jika kau berani mendekatinya lagi, aku akan memastikan seluruh asetmu di Rusia dianggap sebagai limbah medis yang harus dimusnahkan."

Dmitri tertawa keras. Ia berdiri dan merapikan jasnya. "Kau mungkin bisa membersihkan kuman di sekitarnya, Arkan. Tapi kau tidak akan pernah bisa membersihkan masa lalu yang sudah mendarah daging di dalam dirinya. Dia bukan kelinci kecilmu. Dia adalah serigala yang sedang bermain-main dengan sabunmu."

Setelah Dmitri pergi dengan pengawalnya, Arkan tetap berdiri diam di ruang rapat yang kini terasa terkontaminasi.

"Kenan," panggil Arkan.

"Ya, Bos?"

"Panggil pelayan tadi. Sekarang juga."

"Tapi Bos, dia sudah pergi ke arah ruang laundry—"

"CARI DIA!"

Arkan berlari menuju ruang laundry di lantai bawah. Ia membuka pintu dengan kasar. Di sana, ia menemukan Evelyn sedang duduk di atas mesin cuci yang sedang berputar, melepas wignya, dan sedang membersihkan pistol kecil yang ia sembunyikan di balik rok seragamnya.

Evelyn membeku. Arkan membeku.

Suara mesin cuci yang berputar menjadi satu-satunya suara di ruangan itu.

"Evelyn," panggil Arkan pelan. "Kenapa pelayan kantorku... mahir membersihkan Glock 17?"

Evelyn perlahan memakai kacamata tebalnya kembali, mencoba tersenyum culun. "I-ini... ini bukan pistol beneran, Tuan! Ini pemantik api bentuk pistol untuk bakar sampah kuman!"

Arkan melangkah mendekat. Ia tidak peduli pada bau deterjen yang menyengat atau lantai yang mungkin penuh bakteri. Ia memojokkan Evelyn di mesin cuci, meletakkan kedua tangannya di sisi tubuh Evelyn.

"Jangan berbohong lagi. Siapa Dmitri bagimu? Dan kenapa dia bilang kau adalah serigala?"

Evelyn menatap mata Arkan. Ia melihat rasa takut kehilangan yang besar di sana. Arkan bukan takut pada kuman, dia takut kehilangan dunianya.

"Tuan Arkan," bisik Evelyn, suaranya kini berubah menjadi tenang dan dingin. "Ada hal-hal di dunia ini yang tidak bisa dibersihkan dengan alkohol. Dan Dmitri... adalah salah satu noda yang seharusnya sudah kuhapus sepuluh tahun lalu."

Evelyn menarik kerah baju Arkan, membawa wajah pria itu sangat dekat dengannya. "Tuan mau tahu rahasia Eve? Rahasia Eve jauh lebih kotor dari semua kuman yang Tuan takuti."

Arkan tidak mundur. Ia justru semakin mendekat hingga hidung mereka bersentuhan. "Kalau begitu, biarkan aku menjadi kuman yang menempel padamu selamanya. Aku tidak peduli seberapa kotor masa lalumu, selama kau adalah milikku sekarang."

Arkan mencium Evelyn. Bukan ciuman yang ragu-ragu seperti sebelumnya, tapi ciuman yang penuh tuntutan dan kepemilikan. Di antara deru mesin cuci dan aroma deterjen, sang Pangeran Higienis akhirnya menyerah pada "kuman" paling indah dalam hidupnya.

Sementara itu, di luar ruangan, Lana Knight sedang merekam kejadian itu lewat celah pintu. "Gila... Kak Arkan ciuman di ruang laundry?! Ini harus masuk headline Black Eclipse!"

Namun di luar gedung, Dmitri Volkov masuk ke mobilnya sambil menelepon seseorang. "Sebastian. Rencananya berhasil. Arkan mulai terobsesi pada rahasianya. Saat mereka saling menghancurkan, kita akan mengambil alih keduanya."

1
Hikam Sairi
🤣🤣🤣🤣
Hikam Sairi
😩😩😩😩
Hikam Sairi
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 Gatot Misi wortel layu nya 🤣🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!