NovelToon NovelToon
Cinta Terlarang

Cinta Terlarang

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Teen / Single Mom
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: zhafira nabhan

Naura hanya seorang gadis yang jatuh cinta terlalu dalam… dan harus membayar semuanya dengan kehilangan.

Ditinggalkan oleh lelaki yang ia cintai 'tanpa pernah tahu bahwa itu semua hanyalah kebohongan kejam'. Naura memilih pergi, membawa luka dan kehidupan baru yang tumbuh dalam rahimnya sendirian.

Selama delapan belas tahun, ia bertahan di tengah kemiskinan, mengorbankan segalanya demi satu alasan: anaknya, Genesis.

Namun saat dunia Genesis hanya tersisa ibunya… takdir kembali merenggut satu-satunya alasan ia bertahan hidup.

Kini, di antara sepi, kehilangan, dan batas tipis antara kewarasan dan kegilaan…

Satu minggu kemudian, Alexa datang menyelamatkan Genesis yang sedang terpuruk setelah Naura meninggal.

Namun ternyata, Alexa adalah Naura...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon zhafira nabhan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 29

Malam turun pelan di kawasan villa itu, membawa hawa dingin yang menembus sampai ke tulang. Lampu-lampu taman menyala temaram, memantulkan cahaya di jalan setapak yang basah oleh embun.

Dari kejauhan, bangunan itu terlihat megah dan tenang, seperti tempat yang aman bagi siapa pun yang tinggal di dalamnya. Tapi tidak untuk semua orang.

Di balik deretan pohon pinus di sisi belakang, Genesis berdiri diam. Jaketnya menahan dingin seadanya, rambutnya sedikit berantakan, tapi matanya tetap tajam menatap ke arah jendela lantai atas—kamar tempat Alexa berada.

Ia belum benar-benar pergi.

“Aman… tapi dingin banget rasanya,” gumamnya pelan, napasnya terlihat samar di udara. “Lo di dalam sana… sendirian, ya…”

Tangannya masuk ke saku jaket, menggenggam ponselnya erat, menahan diri agar tidak kembali bertindak gegabah. Tadi siang ia sudah cukup nekat. Masuk, ketemu, dan nyaris bikin semuanya kacau. Kalau ia ulang lagi, bukan cuma dirinya yang kena masalah—Alexa juga bisa kena dampaknya.

Genesis menghela napas panjang, lalu duduk di batu besar di dekatnya tanpa melepas pandangan dari villa itu.

“Gue nggak bisa pake cara lama lagi…” katanya pelan. “Ini bukan sekadar orang yang bisa gue lawan pake tenaga atau nekat doang.”

Pikirannya mulai menyusun ulang semuanya. Dari bodyguard, sistem penjagaan, sampai siapa saja orang yang punya kuasa di dalam sana.

Nama itu kembali muncul di kepalanya.

Genta Mahardika.

Genesis menggeser rahangnya pelan, menahan emosi yang langsung naik setiap mengingatnya. “Calon suami lo…” ucapnya lirih, tapi penuh tekanan. “Orang gede, punya segalanya… pantes aja mereka gampang banget ngambil lo.”

Tapi ada sesuatu yang mengganjal. Setiap kali ia mengulang nama itu di kepalanya, ada rasa aneh yang tidak bisa ia jelaskan. Seolah-olah bukan benar-benar asing.

“Kenapa kayak… familiar…” gumamnya, alisnya berkerut. “Padahal gue yakin gue nggak pernah kenal…”

Ia menggeleng pelan, lalu menegakkan tubuhnya lagi.

“Nggak penting sekarang,” katanya tegas pada dirinya sendiri. “Yang penting satu… gue bawa lo keluar dari sini.”

Tatapannya kembali ke jendela itu, lebih fokus, lebih dingin.

“Lo tunggu gue, Lex…” bisiknya pelan. “Gue nggak bakal asal narik lo lagi. Gue bakal pastiin… pas gue bawa lo pergi, nggak ada yang bisa ngejar kita.”

Di dalam villa, suasana hangat justru terasa menekan.

Alexa duduk di tepi ranjang, tubuhnya sedikit membungkuk, kedua tangannya saling menggenggam erat di pangkuan. Gaun yang ia pakai masih rapi, tapi wajahnya jelas lelah. Matanya merah, bukan hanya karena menangis, tapi karena terlalu banyak hal yang ia tahan sendirian.

Pertemuan tadi siang masih terasa jelas di tubuhnya.

Cara Genesis memeluknya. Cara dia memanggil namanya. Cara dia berdiri di depannya, seolah dunia boleh runtuh tapi dia tidak akan mundur.

“Gen…” bisiknya pelan.

Dadanya terasa penuh. Tapi bukan hanya karena rindu. Ada sesuatu yang lain, sesuatu yang lebih lama, yang ikut bergerak setiap kali ia merasakan perasaan itu.

Alexa berdiri perlahan, berjalan menuju cermin besar di sudut kamar. Ia menatap pantulan dirinya sendiri cukup lama.

Wajah Alexa Wijaya.

Cantik. Bersih. Terlihat sempurna.

Tapi ia tahu persis siapa dirinya.

“Aku Naura…” bisiknya lirih, suaranya serak. “Aku ibu Genesis… aku yang melahirkan dia… aku yang nunggu dia tumbuh…”

Tangannya naik ke dadanya, menekan pelan, seolah ingin memastikan jantungnya masih berada di tempat yang sama.

“Aku nggak lupa… aku nggak pernah lupa…”

Napasnya bergetar.

“Justru karena aku ingat semuanya… ini jadi makin sakit…”

Air matanya jatuh lagi, tapi kali ini tidak panik. Lebih dalam. Lebih tenang.

“Yang satu… masa laluku…” lanjutnya pelan. “Yang satu… anakku sendiri…”

Ia menutup mata.

Dan kenangan itu datang.

Hujan deras. Jalanan becek. Tangan seorang pria menggenggam tangannya erat sambil tertawa kecil. Hangat, familiar, dan terasa sangat nyata.

Alexa langsung membuka mata, napasnya tercekat.

“Aku ingat…” bisiknya pelan. “Aku pernah di sana… aku pernah hidup di situ…”

Bibirnya bergetar.

“Genta…”

Nama itu bukan asing. Bukan sekadar cerita orang lain. Itu bagian dari dirinya.

Ketukan pintu terdengar.

Tok. Tok.

Alexa tersentak kecil, buru-buru mengusap air matanya. “Masuk…”

Pintu terbuka perlahan. Genta masuk dengan langkah tenang, rapi seperti biasanya. Ia tidak langsung bicara, hanya berdiri beberapa detik memperhatikan Alexa dari kejauhan.

“Aku ganggu?” tanyanya akhirnya.

Alexa menggeleng pelan. “Nggak… aku cuma lagi mikir.”

Genta mendekat beberapa langkah, tetap menjaga jarak. Tatapannya meneliti, tapi tidak berlebihan.

“Kamu kelihatan capek,” katanya. “Hari ini terlalu banyak kejadian.”

Alexa tersenyum tipis. “Iya… bisa dibilang gitu.”

Hening sebentar, tapi terasa padat.

“Aku dengar kamu ribut sama orang tua kamu,” lanjut Genta santai.

Alexa menarik napas. “Aku cuma ngomong apa yang aku rasain.”

“Termasuk soal laki-laki itu?” tanya Genta, masih dengan nada datar.

“Namanya Genesis,” jawab Alexa cepat, suaranya lebih tegas. “Dan dia bukan seperti yang kalian pikir.”

Genta mengangguk pelan, tapi matanya tidak lepas dari Alexa.

“Kamu berubah,” katanya tiba-tiba.

Alexa mengernyit. “Maksudnya?”

“Dari semua yang aku tahu tentang kamu sebelumnya… kamu bukan tipe yang akan membela seseorang sekeras ini,” jawab Genta. “Cara kamu ngomong, cara kamu lihat orang… beda.”

Alexa diam. Tangannya mengepal pelan di sisi tubuhnya, menahan sesuatu yang hampir keluar.

“Orang bisa berubah,” katanya akhirnya.

“Bisa,” sahut Genta. “Tapi biasanya nggak secepat ini.”

Kalimat itu menggantung.

Genta kemudian sedikit menoleh ke arah jendela, seolah mengalihkan topik.

“Aku dulu pernah kenal seseorang,” katanya pelan. “Dia keras kepala. Kalau sudah percaya sama sesuatu, dia bakal bela mati-matian, bahkan kalau semua orang bilang dia salah.”

Alexa tidak menjawab, tapi jantungnya mulai berdetak lebih cepat.

“Cara kamu barusan… mirip,” lanjut Genta.

Alexa menatapnya. “Mirip siapa?”

Genta tersenyum tipis. “Seseorang dari masa lalu.”

Hening lagi.

Dan tanpa sadar—benar-benar tanpa ia kontrol—

“Dia… suka hujan, ya?” ucap Alexa pelan.

Begitu kalimat itu keluar, tubuhnya langsung kaku.

Tangannya refleks menutup mulut sendiri, matanya membesar.

“Aku…” napasnya tersendat. “Kenapa aku bisa—”

Genta langsung menoleh. Tatapannya berubah, tajam, fokus.

“Itu bukan tebakan, kan?” tanyanya pelan.

Alexa mundur setengah langkah, panik. “Aku cuma—”

“Nama dia Naura.”

Kalimat itu jatuh begitu saja.

Dan menghantam langsung ke dalam dirinya.

Alexa tidak bergerak. Napasnya tertahan. Dadanya terasa seperti ditarik paksa oleh sesuatu yang tidak terlihat.

Matanya perlahan terangkat, menatap Genta. Tidak bingung. Tidak kosong.

Tapi terlalu mengenal.

“Jangan…” bisiknya lirih, suaranya gemetar. “Jangan sebut nama itu…”

Karena kalau nama itu terus diucapkan…

Maka semua yang selama ini ia tahan… akan runtuh.

1
Mak e Tongblung
insting gen hebat👍
Mak e Tongblung
kukira genesis itu perempuan 😄
zhafira: laki kak.. 😁
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!