NovelToon NovelToon
Ning Moza

Ning Moza

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Perjodohan / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:517
Nilai: 5
Nama Author: blue_era

Ning Moza yang mendapatkan biasiswa sampai ke jenjang atas dan semuanya terasa tiba tiba ketika Gus Alvaro hadir mengkhitbahnya dan menghalalkan dalam ikatan sakral. Dan masalah seketika menjadi ombak dalam iktan sakral, dengan hadir nya masa lalu keduanya. Gus Alvaro dan Ning Moza.
Bagaimanakah kisah tentang Ning Moza dan Gus Alvaro?!.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon blue_era, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

39

Gus Alvaro Pov

Setelah mengajar ngaos di pondok Putra segera kulangkahkan kakiku untuk segera balik ke ndalem. sampainya di Ndalem tak kutemukan Neng Moza, di kamar, di dapu,r sampai di Pondok Putri pun aku tak melihat yang Moza

"Kang lihat Neng Moza mboten ?"Tanyaku dengan kang-kang yang berlalu-lalang

"mboten sumerep Gus "jawabnya kang santri

"Nggh mpun kalo gitu"kataku

lalu ku hampiri Mbak Mbak yang kebetulan lewat di depan koperasi putri dan ku tanya Mbak Mbak tidak ada yang tahu ning Moza ke mana.

"kisno Ning Moza di man? "Tanyaku dengan khawatir.sungguh aku sangat khawatir dengan ning Moza

"Kiano juga tidak tahu Mas, mbak Moza ada di mana" jawabnya kiano

"Bilang sama pengurus santri Putra sama santri putri untuk ke ndalem "kataku pada kiano

"baik Mas "lalu kiano menghampiri Pondok Putra untuk mengumpulkan Para pengurus untuk ke ndalem

"kang-kang diminta Gus Alvaro kedalam nggh sudah ditunggu Gus Alvaro"kata kiano

Sedangkan di Pondok Putri Mbak Via yang bertanggung jawab untuk mengumpulkan pengurus Putri untuk ke ndalem

mbak-mbak pengurus minta waktu sama kerjasamanya ya,untuk ke ndalem" kata Mbak Via lalu pengurus Putri segera ke ndalem.

*****

Sampainya Para pengurus Putra dan pengurus Putri berkumpul, segera ka angkat bicara untuk menanyakan perihal tentang Neng Moza

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh"ucapku

"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh" jawab para santri serempak

"Untuk Para pengurus baik pengurus Putra ataupun pengurus Putri, Saya minta waktu Sebentar, saya mau tanya perihal tentang Ning Moza. Apakah ada yang melihat Ning Moza di mana ?atau kemana? "jelas ku dengan berharap semoga mereka ada yang memberikan jawaban. dan mereka saling tatap karena tidak ada yang tahu tapi ada salah satu santri Putra berjalan menghampiri kami.

pikiranku Sepertinya dia bukan pengurus melalinkan seperti santri baru

"Assalamualaikum Gus "ucapnya dengan sopan

"Waalaikumsalam, Ada apa kang? Tanyaku

"sak dereng Ipun kulo nyuwun ngapunten Ipun bilih kulo mengganggu "katanya dengan sopan

"Iya,lalu? "kataku

"Jadi ngenten Gus, tadi saya lihat Ning Moza sedang naik mobil bersama Kang Syahrul dengan membawa koper dan tadi nggih wonten mbak-mbak ndalem kaleh juga ikut masuk mobil Gus. "beritahu nya Kang santri itu

"kang kamu Beneran? tanya kiano

"Njih saestu Gus"yakinnya membuatku percaya dengan jawaban Kang santri itu, karena dari raut mukanya terlihat keseriusannya.

"Apa sampeyan tahu Kemana perginya Kang? "Tanyaku

"kulo mboten ngertos jelas Gus, tapi tadi kan Syahrul waktu bertanya mau kemana? neng Moza bilang balik gitu Gus "jawabnya Kang santri dengan meyakinkan

" ya sudah terima kasih atas informasinya Kang dan juga Para pengurus Terima kasih sudah berkenan ke ndalem sepisan maneh maaf jika mengganggu waktu sampeyan sampeyan" kataku

"Njih Gus.kalau gitu kami pamit balik ke pondok "tkata kang Salman selaku ketua pengurus pondok Putra

"nggih Monggo" kataku

lalu satu persatu dari mereka berpamitan hingga tidak ada santri di Ndalem.

*****

Pikiranku dipenuhi oleh Ning Moza. sebenarnya di mana Neng Moza? Apa benar yang dimaksud Kang santrį tadi balik itu maksudnya balik pulang ke Semarang? pikiranku Penuh dengan tanda tanya. Ku bangunkan tubuhku, lalu ku ambil koper yang Neng Moza letakkan di pojok lemari untuk menyusul Ning Moza ke Semarang

"aku sangat yakin sekali Jika Ning Muzadi Semarang"

lalu kumasukkan pakaianku ke dalam koper. aku segera mandi dan salat setelah salat. magrib dan menderas Alquran ku lipat sajadah Sajadah yang tadi kukenakan tanpa berganti celana dan kemeja aku langsung menggeret koper dan mengambil kunci mobil

"Mas Varo mau kemana ?"tanya kiano yang sedang duduk di sofa ruang Santai

"Mas mau susul Ning Moza" jawabku, namun perkataan kiano membuat langakahku terhenti

"Mas tahu kenapa Mbak Moza balik ke Semarang? karena tadi pagi waktu mau ngajar. Mbak syifa teman kesayangan Mas datang kesini "kata kiano membuat langkahku terhenti

"Syifa?"

"ya.Mbak Syifa teman yang mau Mas nikahi, dengan datangnya Syifa adalah awal konflik dari rumah tangga Mas Varo "kata kiano dengan tidak suka

"Jangan menyalahkan Syifa "

"Jangan menyalahkan Syifa ?!apa Mas audah tidak sehat ?!tadi Mas tau Syifa berkata apa kepada Mbak Moza?, Syifa bilang ia meminta Mbak Moza untuk berbagi Mas Varo dengannya" bentaknya Kiano dengan marah

"Tidak mungkin Syifa seperti itu "sangkal ku

"mas Varo itu sudah terhipnotis dengan perlakuan Syifa.bahkan Syifa yang bilang sendiri kalau anak yang Syifa Kadung adalah anak mas Varro dengannya."

"Kenapa kamu baru bilang ?!" bentak ku

"karena mas Varo tidak peduli dengan mbak Moza semenjak Syifa datang ke sini !!."marahnya kiano" Bahkan Saya tidak sekedar tahu kalau mbak Moza pulang ke Semarang, justru saya melihat sendiri Mbak Moza dengan Syifa yang sedang berargumen dan saya juga melihat waktu kepergian Mbak Moza aku memang sengaja aku pura-pura tidak tahu! "Kata kiano membuat Kuingin marah

"terserah Mas Varro kalau mau kalau akan menyusul Mbak Moza sekarang! "kata kiano lalu pergi meninggalkanku yang tengah terpaku dengan pengakuan kiano

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!