NovelToon NovelToon
Lima Tahun Setelah Perceraian

Lima Tahun Setelah Perceraian

Status: tamat
Genre:Penyesalan Suami / Lari Saat Hamil / Single Mom / Tamat
Popularitas:136.6k
Nilai: 5
Nama Author: Jalur Langit

Viola dan Rasta dipertemukan kembali setelah lima tahun perceraian mereka. Rasta pikir, Viola telah bahagia bersama selingkuhannya dan anak dari hasil perselingkuhan mereka dulu. Namun ia dibuat bertanya-tanya saat melihat anak perempuan berusia empat tahun yang sangat mirip dengannya.
Benarkah dia anak dari hasil perselingkuhan Viola dulu, atau justru anak kandungnya Rasta?

Instagram : @jalur_langitbiru13

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jalur Langit, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29

Setelah permintaan aneh yang Naren katakan malam itu, dia tidak pernah menghubungi Viola lagi. Seolah sengaja menghilang bak ditelan bumi, nomornya pun tidak aktif.

Viola tidak suka dengan cara Naren. Di saat tanggal pernikahan sudah ditentukan, Naren malah mempermainkan hubungan mereka. Bersaing dengan Rasta dan memberinya kesempatan? Apa maksud dari semua ini?

Tidak sadarkah Naren jika sikapnya itu malah membuat Viola meragukan keseriusannya?

Beberapa hari berlalu, Rasta pun tak pernah kelihatan. Dia tidak mengantar jemput Vita ke sekolah seperti biasa. Sosoknya baru muncul beberapa hari kemudian sambil membawakan buket bunga tulip kuning.

Rasta terlihat berbeda. Senyumnya, tatapannya, cara bicaranya, dan ketenangannya, semuanya terlihat lebih baik. Berhasil membuat Viola tidak mampu mengabaikan bunga yang Rasta berikan.

"Makasih," ucap Viola.

Rasta tidak bisa menahan senyumnya, melihat Viola mau menerima bunga darinya. Dan semoga Viola juga tidak menolak ajakannya kali ini.

"Aku mau ngajak kamu sama Vita ke suatu tempat. Tolong, jangan menolak ya, Vi. Untuk terkahir kali ini saja, aku mohon kamu mau ikut."

Rasta tidak memaksa seperti biasa, tetapi ia memohon dan berharap.

"Mau ke mana?" tanya Viola.

"Nanti kamu juga bakalan tau." Rasta tidak mengatakan akan mengajaknya pergi ke mana. "Pokoknya tempatnya aman, kamu tenang aja."

Viola akhirnya menyuruh Rasta masuk ke dalam rumah. "Aku sama Vita siap-siap dulu, ya?"

"Oke." Rasta mengangguk.

Viola mengganti pakaiannya dan juga bajunya Vita. Mengetahui akan diajak pergi oleh papanya yang sudah beberapa hari tidak dilihatnya, Vita sangat senang. Hanya membutuhkan waktu lima belas menit untuk mereka selesai bersiap-siap.

Bunga tulip kuning itu Viola simpan di kamarnya, kemudian dia bersama Vita menghampiri Rasta.

"Papa!" sapa Vita.

"Hai, Sayang!"

Rasta dan Vita langsung berpelukan erat.

"Papa kenapa jarang datang?" tanya Vita, sudah berani merajuk pada papanya.

"Maaf, ya? Papa sibuk akhir-akhir ini. Nah, pergi sekarang?"

Mereka pun memutuskan untuk langsung berangkat. Di jalan, Rasta lebih banyak mengoceh dengan Vita. Sesekali dia tersenyum dengan Viola.

Semakin lama, Viola mengenali jalan yang mereka lalui. Ini adalah jalan menuju rumah Rasta yang mereka tempati dulu, saat masih menjadi suami istri.

"Kita mau ke rumah kamu, Ta?" tanya Viola memastikan.

"Iya," Rasta membenarkan.

Lima menit kemudian mobil meluncur masuk, dan berhenti tepat di depan rumah itu. Lima tahun Viola tidak melihat rumah ini lagi, dia kira mungkin rumah itu akan dipenuhi semak belukar. Namun rumah nampak bersih dan rapi seperti telah ditempati.

"Aku udah bersihin rumahnya. Pokoknya udah layak kalau mau ditempati," ucap Rasta setelah memastikan mesin mobil. "Ayo turun."

Viola bergeming, kelihatan ragu untuk menginjakkan kaki di rumah itu lagi.

"Kenapa?" tanya Rasta.

"Kamu sebenarnya ngapain ngajakin aku ke sini?"

"Nggak apa-apa, Vi, ayo .... "

Rasta keluar lebih dulu. Selama beberapa hari kemarin, dia membersihkan rumah itu dan merenovasinya tipis-tipis. Dia kemudian melirik Viola yang akhirnya keluar dari mobil bersama Vita.

Mungkin apa yang ada di kepala Viola sama seperti yang dipikirkan Rasta. Sedang merekam kembali kenangan pahit lima tahun yang lalu.

"Ayo masuk," ajak Rasta.

"Rumah siapa, Pa?" Vita bertanya.

Rasta meraih tangan Vita. "Rumahnya Vita," jawabnya, kemudian menggandeng Vita menaiki tangga di terasnya.

Rasta membuka pintu, mengucapkan salam, kemudian masuk lebih dulu bersama Vita. Viola mengikuti mereka di belakang dengan langkah ragu-ragu.

Rumah ini .... Viola langsung merasa dejavu begitu menginjakkan kaki di rumah itu.

"Waalaikumsalam." Viola terkejut saat ada suara yang menjawab ucapan salam mereka.

Siapa?

"Kalian udah datang?" Liana, wanita itu muncul dari tangga sambil menampilkan senyumnya.

Rasta memperkenalkan mamanya kepada Vita. "Vita, ini Omanya Vita. Salim dulu sama Oma."

"Selamat siang, Oma?" Vita menurut, dia cium punggung tangan Liana dengan sopan. Meskipun dia belum mengenal Liana, bahkan baru pertama kali bertemu.

"Ya ampun, jadi ini Vita, anak kamu, Ta?" Liana mengusap rambut kepala Vita.

"Iya, Ma."

"Mirip banget ya sama kamu," Liana menatap Vita lekat dengan sorot mata yang hangat. "Cantik .... "

Vita tersenyum malu-malu setelah dipuji cantik. Dia beberapa kali menyembunyikan wajahnya di balik lengan papanya.

Dan selanjutnya, tatapan Liana terpaku pada wanita yang sejak tadi hanya memperhatikan mereka beberapa langkah di belakang. Viola.

"Viola," Liana tersenyum.

Viola memalingkan wajahnya. Entah, rasanya sulit untuk membalas senyum dari seseorang yang pernah membuat hidupnya hancur. Wanita ini, kan, yang dulu menjebaknya dan membuat Rasta salah paham?

"Vi, mama mau ngomong sama kamu," bisik Rasta tiba-tiba, Viola sedikit terkejut sebab sebelumnya Rasta berada agak jauh darinya.

Viola diam, tak merespon apapun.

"Tolong ya, dengerin penjelasan Mama," pinta Rasta.

Rasta tahu, Viola tidak akan bisa menolak. Rasta mengajak Vita pergi ke taman belakang, memberikan Liana waktu untuk bicara dengan Viola.

Di sana sudah ada ayunan dan beberapa permainan lainnya.

Vita naik ke salah satu ayunan, kemudian Rasta mendorongnya pelan-pelan dari belakang.

"Yang kencang dong, Pa!" pinta Vita.

"Enggak ah," tolak Rasta. "Nanti kamu jatuh."

"Enggak, Pa, nggak bakalan jatuh. Vita pegangan kok."

Rasta terkekeh, kemudian mendorong ayunan sedikit lebih kencang sesuai dengan permintaan Vita.

Vita tertawa-tawa.

"Vita udah kenal banget ya sama Om Naren?" tanya Rasta.

"Om Naren? Vita kenal."

"Menurut Vita, Om Naren itu orangnya seperti apa?"

Vita menjawab, "Om Naren baik banget. Suka ngajak mama sama Vita pergi jalan-jalan, sering beliin Vita mainan, sering beliin jajan juga. Om Naren juga pernah ngajakin Vita naik kereta. Katanya, kapan-kapan Vita mau diajak naik pesawat."

Rasta menghentikan ayunan. Dia kemudian berjongkok di hadapan Vita. "Vita sayang nggak sama Om Naren?"

Vita langsung mengangguk. "Sayang. Vita sayang sama Om Naren. Om Naren juga sayang sama Vita. Om Naren pernah bilang seperti itu."

Jawaban itu membuat Rasta merasa ... entah.

Rasta tersenyum tipis.

...****************...

Kalian tim Viola-Rasta atau Viola-Naren. Komen di bawah yaaaaa ☺️

1
Lilis Yuanita
y kok udhan kiraain blum
ya Allah masih ga jelas aja ini hubungan nya Rasta n Arum
Harwanti Jambi
𝑠𝑒𝑑𝑖ℎ 𝑏𝑎𝑛𝑔𝑒𝑡
Yunita Sophi
mungkin itu jodoh nya Rasta yg udah di siapin othor 🤭😀
Yunita Sophi
thor 👍🏻😍😍
Yunita Sophi
aq tdk setuju maaf ya tante... ada yg lebik baik untuk Viola kok
Yunita Sophi
Viola Naren lah... buat apa suami yg gak percayaan dan ngusir istri malam malam dgn hujan deras
Yunita Sophi
untuk apa balik lg dgn Rasta... ada yg lebih kok malah mau balik dgn mantan..
Yunita Sophi
semoga Naren laki laki yg tulus mencintai ... gak percaya fitnah
Yunita Sophi
di selingkuhin itu sangat sakit luka yg tak berdatah... sampai kapa pun gak akan bisa di lupakan..
Yunita Sophi
ayo Naren di percepat nikah nya yah.. semoga aja Naren menjadi suami dan ayah sambung yg baik dan setia
Yunita Sophi
nah gitu dong Vio... aq suka klo perempuan yg tegas... emang gak ada laki laki lg selain Rasta🌹
Yunita Sophi
readerdi sini semua nya wanita tentu aja gak ada yg setuju klo mereja mau bakinan
Yunita Sophi
gombal bin modus... gak bisa hidup tanpa kamu... selama 5 thn sehat dan normal normal aja tuh...
Yunita Sophi
klo Viola masih mau balikan dgn si Rasta...males banget kaya gak ada laki laki lain yg lebih baik dari dia aja
Yunita Sophi
Liana orang tua yg kurang akhlal...
Yunita Sophi
jgn bodoh kamu Vio kamu balikan lg sama si Rasta... 5 thn dia berbuat apa dan waktu pertama kerja kamu di kerjain habis habian... gak luci aja
Yunita Sophi
semangat thor dan tetap sehat sll....
Yunita Sophi
sangat wsaar klo ibu nya Vita membenci Rasta...
Yunita Sophi
cemburu boleh Rasta... tp selidiki dulu lah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!