~takdir itu lucu yah, kita tidak akan tau takdir kita sendiri termasuk jodoh ~
Alita gadis SMA yang memiliki sifat tomboy, pintar dan cantik membuat dirinya menjadi primadona sekolah.
hingga suatu hari statusnya berubah menjadi istri pengganti dikala ia membantu sahabat ayahnya, Ivan yang ditinggal pergi saat acara pernikahan.
Ivan, sosok pria dingin membuat dirinya menjadi penggemar banyak wanita namun nasib percintaan nya selalu gagal. hingga suatu hari dirinya akan menikah namun disaat pertengahan acara pernikahan calon istrinya meninggalkan dirinya, yang membuat Ivan dengan memberanikan diri meminta Alita yang merupakan anak sahabatnya untuk menikah dengannya.
bagaimana kehidupan pernikahan mereka? akankah Ivan dapat beradaptasi dengan sifat anak sahabatnya itu?
#perhatian#
ini kisah klasik yang bikin para pembaca tertawa, sedih dan marah jangan dibawa ke hati
happy reading🤗
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon wdy_k26, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
part 29
aku sendiri gak menyangka bahwa aku mencium mas ivan
astaga alita kok berani banget sih lo.
"pak aqua nya 2"
"pak aquanya 1"
aku menoleh ke arah seseorang yang sudah ku hapal benar suaranya siapa lagi kalau bukan iren.
"iren?"
"astaga alita, lo kesini sama siapa?"
ayoo alita ayo jawab alita jawab
"hmmm...sama orang lain" ucapku gugup
"orang lainnya siapa woi"
"alah lo dikasih tau pun gk taunya" ucapku berusaha santai.
"serah dah serah ta" ucap iren kesal.
"oh ya ren gue duluan ya" ucapku setelah menerima aqua yang sudah kubeli
"okee... sip boss"
hampir aja gue keceplosan ya rabb..
"gimana mas keadannya? udah mendingan?" tanyaku khawatir. pasalnya mas ivan saat ini wajah nya sangat merah.
"ah, mas gpp kok"
"minum dulu mas" ucapku sambil memberi air mineral yang telah kubeli.
"makasih ya sayang"
blush...
astaga kenapa wajah ku panas gini dah.
"sayang?"
"iya mas?"
"kamu cantik"
udah tau nih gue ujung ujung nya 'kamu cantik tapi bohong' udah ketebak kalii
"dan saya bersyukur menikah dengan kamu yah meskipun kamu tomboy"
yaelah udah terbang gue dengarnya eh malah dijatuhkan.
"harus kali kata tomboy itu di perjelas?" ucapku kesal.
"hahahaha, jangan marah dong"
"siapa yang marah cak"
cup
"jangan marah ya sayang, ayo kita pulang" ucap mas ivan sambil berlari
deg
deg
deg
deg
"astaga pipi gue astaga" ucapku sambil mengusap pipi ku yang sudah pasti merah bukan main.
******
"ta"
"iya?"
"kita ke rumah sakit dulu ya?"
"lah mas kenapa? mas sakit gara gara lita suruh naik wahana uji nyali itu ya?"
"hahahaha, wajah kamu lucu"
"isss, lita serius mas"
"bukan, rekan kerja saya istri nya baru melahirkan"
"jadi mas mau langsung ke rumah sakit gitu?"
"lah iya, jadi mau kamu"
"astaga kenapa suami aku gini amat ya allah"
"gini amat cemana maksud kamu?" tanyaku bingung.
"belikan hadiah lah mas untuk baby nya gimana sih"
"ya udah ayo kita ke mall beli hadiah yang seperti kamu bilang itu"
****
"permisi mas, mbak mau cari apa ya?"
ucap pelayan toko yang ingin saja kucolok mata nya itu. gimana enggak? bisa bisanya mbak mbak pelayan itu menatap mas ivan dengan pandangan menggoda
"saya mau cari baju bayi" ucapku
"untuk perempuan atau laki laki mbak?"
"mas anaknya laki laki atau perempuan?" tanyaku kepada mas ivan.
"katanya sih laki laki"
yaelah suami gue cuek amat, eh gak papa deng cuek cuek gini kan bagus
"mari mbak ikutin saya"
"sayang, aku keluar dulu ya" bisik mas ivan yang hanya kuangguki.
"ini mbak baju bayi laki laki terbaik di toko kami"
aku menatap baju bayi itu satu satu dengan teliti
astaga bajunya imut imut semua
"oh ya mbak, mas tadi itu siapanya mbak?"
kan gue bilang apa nih cewek kesemsem sama suami gue.
"kenapa mbak?" tanyaku.
"ganteng soalnya mbak, kalau mas itu belom ada yang punya saya mau dong jadi istrinya"
gue istrinya woi
"mbak yakin mau sama mas tadi?"
"iya dong mbak.. kalau boleh saya minta nomor teleponnya ya"
bah bah... enak aja nih cewek mintak nomor telepon lakik gue.
"sayang udah siap semua?" tanya mas ivan tiba tiba sambil mencium puncuk kepalaku.
dan kalian tau reaksi tuh mbak mbak pelayan toko? terkejut gaess terkejut
"oh ya mbak, saya dan suami saya milih baju yang ini aja" ucapku dengan menekan kata suami dan menunjuk sebuah baju bayi berwarna biru.
"iya-a mbak. saya permisi dulu"
Baca nya sdh lama bangett, tapi Bru ingat blm ngasih bintang.😁😂🤭👍👍👍👍👍👍