Regina, memilih bercerai dari sang suami yang telah menikahinya selama 5 tahun.
Dia selalu tidak terlihat di depan sang suami karena perempuan lain yang dicintai suaminya.
Namun setelah bercerai, ternyata malah menjadi awal dari kisah cintanya bersama sang adik ipar.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon To Raja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
29. Wajah pelaku tertangkap kamera
Gion kembali ke rumah pada tengah malam dengan wajah yang tampak geram dan beberapa luka di bagian tubuhnya gara-gara kecelakaan yang mereka alami,
Hal itu membuat istrinya langsung menghampirinya dan bertanya, "Bagaimana hasilnya? Perempuan itu sudah mati 'kan?"
"Hah,,,, kami yang hampir mati! Jangan bicara denganku dulu!" kesal Gion mengeluarkan ponselnya, segera menghubungi seseorang yang bisa membantunya menyelesaikan masalah mereka.
Setelah beberapa saat, panggilan telepon itu terhubung, "Aku butuh bantuan pembunuh bayaran, untuk menyerang seseorang yang dekat dengan keluarga Taliban. Pembunuh bayaran internasional jauh lebih baik, akan kubayar berapapun harganya, siapkan dalam 2 hari ini, Aku akan mengirimkan foto perempuan itu pada kalian!" Ucap Gion pada pria di seberang telepon dengan tatapan dingin.
Setelah Gion mematikan panggilan teleponnya, telepon Narita juga berdering memperlihatkan panggilan telepon dari Sang Putri.
Saat itu, Selena sedang berada di toilet, dengan Kevin menunggunya di depan toilet.
Dengan suara yang dipelankan, Selena berkata dengan penuh kecemasan, "ibu, Apakah Ayah sudah bergerak? Barusan aku melihat berita yang baru saja keluar, katanya Arvin dan Regina diserang? Video mereka tersebar di mana-mana, dan wajah salah satu pria yang menyerang mereka tertangkap kamera. Itu bukan teman-teman ayah 'kan?! Kita dalam masalah besar kalau sampai itu ayah dan teman-temannya, apalagi kalau mereka ketahuan!"
"Apa?!" Narita sangat terkejut, "kau bilang salah satu wajah pria yang menyerang Regina barusan tertangkap kamera?" Narita berbicara sambil menatap suaminya membuat Gion juga terkejut mengambil remote TV dan segera menyalakan siaran berita nasional untuk mengecek situasi.
Pada saat itu, siaran berita nasional sedang menyoroti sebuah adegan menegangkan yang baru saja dilaporkan oleh seorang wartawan, di mana saat itu terjadi penembakan yang melibatkan tiga mobil.
Sementara itu, di akhir video tersebut, terlihat jelas wajah salah seorang pria yang langsung melepaskan topengnya ketika mobil mereka terpental keluar dari jalur karena ban mobil mengalami ledakan di saat-saat mobil melaju dalam kecepatan tinggi.
Gion terdiam, akan buruk bagi mereka jika keluarga Taliban sampai menangkap salah satu rekannya itu dan kemudian menginterogasinya.
Bisa-bisa namanya juga ikut terseret.
"Sial!" Gion berdecak kesal sambil mengeluarkan ponselnya, kembali menghubungi salah satu rekan kerjanya.
"As tertangkap kamera, cepat bunuh dia!" Perintah Gion pada rekan kerjanya.
"Apa? Dia tertangkap kamera? Kalau begitu,,, kita tidak akan bisa lolos dari mereka," kata pria dari seberang telepon dengan sedikit rasa takut sebab saat ini mereka baru saja mencari masalah dengan keluarga Taliban.
Akan baik-baik saja kalau rupa mereka tidak terungkap, namun sekarang tampaknya kesialan sedang berada di atas kepala mereka.
"Itu sebabnya kau bunuh dia malam ini juga!" Perintah Gion sambil mematikan teleponnya dan berbalik menatap Narita yang telah selesai berbicara dengan Selena.
"Katakan pada Selena untuk tidak memikirkan masalah ini, Aku Yang akan mengatasi semuanya," ucap Gion berlalu ke kamar mandi.
Meski Narita mengangguk, tetap saja dia masih merasa cemas, perempuan itu duduk di sofa dengan rasa kantuk yang telah menghilang.
"Lawan kali ini tidak mudah, perempuan itu benar-benar dilindungi oleh keluarga Taliban. Hah,,, Bagaimana aku akan menyelesaikan masalah ini?" Narita berusaha berpikir, mencari solusi lain untuk masalah yang sedang mereka hadapi.
*tulisan rapi dan mudah dibaca
*alur cerita bagus dan menantang
*memonnya dapat
ciri2 novel bermoral adil
*salah yang salah dan benar ya benar
*ketika suami tegas itu salah dan ketika istri salah tegas juga itu salah
*memperlakukan sama pelakor dan pebinor, jika pelakor dilaknat maka pebinor juga dilaknat
ciri novel tidak bermoral
*membela dan membenarkan perselingkuhan (istri)
*membela dan membenarkan kelakuan menjijikan (istri dan pebinor)
ciri novel munafik dan tidak bermoral
*suami selingkuh dilaknat tapi istri selingkuh dibela
*pelakor dilaknat tapi pebinor dipuja2
*suami salah dilaknat tapi kesalahan menjijikan istri dibela
*interaksi suami x pelakor dilaknat tapi interaksi istri x pebinor dibela bahkan istri berhubungan intim dengan pebinor dianggap benar
ingat novel adalah hasil pola pikirmu jadi novel sangat2 menunjukan karaktermu
mimpi lu pada kesiangan sih, makanya masih ileran 🤣
MAMPUUSSSS KAU
selamat,,, sebentar lagi kau akan dimutilasi😈😈😈
wkwkkwkwkwkwkwkwkkkkk
kluarga taliban malah ga ada apanya dr kluarga hallweis(salah ga ya penyebutan nya)😁😁😁😁
dan sialnyaaaa si kepin dapat wanita kriminal🤣🤣🤣, tapiiiiiii masih aja kecintaan cuma modal lemah dan air mata kudanil langsung luluh si kepin🤣🤣
istri yg dia sia siakan ternyata keluarga bangsawan dunia🤣🤣
kapoooooooooookkkkkk
biar lah buta lah kau selamanya pin.
kasihaaaaaan nya kau pin...pin. ditipu mentah-mentah sama lenong🤣
hati2 Arvin masih ada si kepin dan yg lebih diwaspadai si lenong dan kluarga kriminal nya. jaga selalu regina.
udah kayak sampah kau dianggap selenong tak bermanfaat lagi🤣🤣
makan noh cinta🤣
pengen taunya apakah kepin akan JD gila🤣🤣 semoga aja yaa