Shafiya Alifa gadis manis dan shalehah yang terlahir di keluarga sederhana. Kerja kerasnya yang tinggi menjadikan ia karyawan di sebuah perusahaan besar. Namun siapa sangka itu awal dari hujan ujian hidup baginya. Pertemuan dengan Fatih menjadi awal mendung baginya. Namun yakinlah tidak semua hujan itu buruk, akan ada pelangi setelahnya. Warna warni perjalanan cinta Shafiya hadir di sini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon shakila kanza, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Merindu
Awan putih bergerombol seperti kapas putih menghiasi langit yang biru. Angin semilir berhembus membawa kedamaian, namun tidak dengan pemuda yang tengah duduk di kursi roda, dia nampak gelisah karena sudah satu minggu setelah kembali ke Jakarta, pesan yang di kirimnya tak mendapat balasan, nomor yang di hubunginya setiap hari pun tidak pernah aktif. Seandainya kondisinya saat ini tidak seperti sekarang tentu ingin rasanya segera terbang menuju ke sana.
Fatih berkali-kali mengecek Hpnya, sudah satu minggu ini dia uring-uringan karena Shafiya tidak bisa di hubungi, pesannya pun tak mendapat balasan.
Fatih mencoba kembali menghubungi nomor Shafiya.
Tut tut tut
nomor yang anda hubungi sedang tidak aktif atau berada di luar jangkauan.
Suara operator yang menjawab telfonnya, semakin membuat Fatih kesal.
" Aist..... kenapa kamu ndk bisa di hubungi sih Fiy... Kamu kemana? Hpmu kenapa? " Gerutunya.
" Apa jangan-jangan..... aist.... kenapa aku tidak minta nomor si Ade itu sih... kalau lagi kaya ginikan jadi bingung sendiri. " Omelnya lagi.
Pembantu Fatih datang membawa sarapan, namun Fatih tak berselera makan.
" Maaf Tuan ini sarapannya... " Kata Pembantunya.
" Iya Bik... taruh situ aja. " Kata Fatih tanpa menoleh.
" Di makan Tuan, Anda harus minum Obat.. " Kata Pembantunya lagi.
" Saya bantu ya Tuan? " Lanjut Sang Pembantu.
" Ndak usah Bik... Aku bisa sendiri... " Kata Fatih malas.
" Tapi Tuan... tangan Anda baru sakit... " Sanggah Sang Pembantu.
" Sudah pergilah... jangan buat Aku marah Bik... Moodku sedang tidak baik... " Kata Fatih sedikit dingin.
akhirnya Pembantu pun menyerah dan mengalah pergi , tidak berani mengganggu lagi.
***
Di sudut kota lain, nampak seorang gadis tengah di Counter Elektronik di daerahnya, untuk mengambil Hpnya karena kemarin sempat jatuh saat pulang dari Rumah Sakit dan mengakibatkan LCDnya rusak.
Saat perjalanan dari Rumah Sakit tiba-tiba dari arah belakang ada mobil sedang latihan menyetir kemudian menyalip dan sedikit menyenggol motornya akibatnya dia terjatuh dari motor dan mengalami luka-luka di tangan serta kakinya, Shafiya sempat di larikan ke Rumah Sakit karena kebetulan belum terlalu jauh dari Rumah Sakit. Luka yang di alami tidak memerlukan penanganan serius jadi dia boleh pulang.
Saat mau mengabari orang rumah ternyata Hpnya rusak sepertinya karena tertimpa dia saat jatuh di jalan saat kecelakaan itu posisi Hpnya di saku jaketnya.
Dengan di antar Ade kemarin Shafiya menserviskan Hpnya, sengaja tidak mau ganti yang baru karena semua kontak orang penting di situ.
Hari ini adalah hari Hp itu di janjikan sudah selesai diservis jadi Shafiya mengambilnya sendiri, karena kondisinya sudah baik.
" Bagaimana mas sudah jadi? " Tanya Shafiya.
" Sudah Mbak ini ya... " Kata Pemilik Counter.
" Ah... Alhamdulillah... Makasih mas, sudah saya bayar kemarin ya..." Kata Shafiya lalu menyalakan Hpnya.
Shafiya begitu terkejut saat melihat pesan begitu banyak masuk dari Fatih dan panggilan masuk dari Fatih di Hpnya.
Shafiya memutuskan pulang terlebih dahulu dan berniat menghubungi Fatih nanti sesampainya di rumah.
" Ah... Pasti dia marah-marah ndk jelas gara-gara ini... " Batin Shafiya saat di perjalanan pulang.
***
Di rumah yang megah di dalam kamar nampak Fatih sedang berbaring di kamarnya, hatinya gelisah menunggu kabar dari Shafiya. Saat sedang berbaring tiba-tiba Hp di gengamannya berdering ada panggilan masuk, saat di lihat rupanya dari Shafiya hatinya senang tapi kesal dan marah, namun buru-buru dia segera mengangkat panggilan Video dari Shafiya.
" Assalamualaikum..." Kata Shafiya melalui panggilan video.
" Walaikumsalam... kemana aja sih Fiy... kenapa kamu ingkar janji endak balas pesanku, nomormu tidak aktif terus... " Cerocos Fatih.
Shafiya tersenyum melihat ocehan Fatih, seperti dugaannya, Fatih akan bersikap seperti ini.
" Maaf , bagaimana keadaan Anda sekarang? " Tanya Shafiya.
" Aku buruk, kamu tidak bisa di hubungi membuatku kesal... " Jawab Fatih ketus.
Shafiya terkekeh melihat perubahan sikap Fatih, 180 ° berbeda dengan yang dulu dia kenal Bos CEO yang dingin, kejam, arogan dan angkuh.
" Kenapa malah ketawa sih, Jawab...! " Fatih tambah kesal.
" Maaf ya, HP saya rusak, baru jadi hari ini... " Kata Shafiya.
" Kenapa bisa rusak? " Tanya Fatih
" Kemarin jatuh. " Jawab Shafiya.
" Kenapa bisa jatuh sih...? " Fatih mengerutu.
" Kapan Jatuhnya? " Tanya Fatih lagi.
" Sepulang dari Rumah Sakit itu. " Jawab Shafiya.
" Kau membuatku nyaris gila.... " Fatih masih saja menggerutu.
Namun akhirnya dia luluh saat melihat Wajah gadis yang di rindukan seminggu ini, namun saat melihat tangan Shafiya Fatih terkejut. Saat Fatih melihat Shafiya tangannya membenarkan hijabnya, namun ada beberapa bekas luka menghitam di punggung tangan, dan lengan dekat mata tangannya.
" Fiy... "
" Hemm ya..." Jawab Shafiya.
" Kenapa dengan tanganmu itu? bagaimana kau bisa mendapat luka itu? " Tanya Fatih kawatir.
" Saat pulang dari Rumah Sakit Saya terserempet mobil yang tengah belajar menyetir, ya itu... yang membuat Hp Saya rusak... " Kata Shafiya.
" Kok bisa sih... Apamu yang terluka? Parahkah? Apa kau sempat periksa? Apa si mobil itu bertanggung Jawab?" berondong Fatih pada Shafiya.
" Hay... banyak sekali tanyanya, satu satu lah... " Shafiya tersenyum melihat sikap Fatih.
" Saya tidak papa hanya luka - luka sedikit, tidak separah Anda. Ini juga sudah mulai sembuh." Jawab Shafiya.
" Kemarin belum terlalu jauh dari lokasi Rumah Sakit, jadi si pemilik mobil membawaku ke Rumah Sakit tempat Anda di rawat... " Jelas Shafiya.
" Ah... kau lain kali hati-hati ya... jangan bawa motor lagi. " Kata Fatih.
" Ini hanya luka biasa, Anda terlalu lebay... Anda sendiri apa Anda juga akan berhenti menyetir mobil. " Jawab Shafiya sambil tersenyum kecil.
" Huuuuft... " Fatih mendengus sebal, dan Shafiya hanya terkekeh kecil.
" Maaf sudah ya, Hp Saya mau mati... " Kata Shafiya.
" Uh... baru juga telfon sudah mau mati aku masih rin...
tut tut tut
Sambungan terputus belum juga tuntas Fatih mengutarakan kerinduannya Hp Shafiya sudah terlajur mati duluan.
" Ah.... kenapa sudah mati sih... " Gerutu Fatih membanting Hpnya di kasur.
" Akukan masih rindu... " Katanya lagi pada dirinya sendiri.
Namun sudah berhasil bercakap dengan Shafiya sudah cukup mengobati kerinduannya. Fatih membanting tubuhnya ke kasur saking senangnya sampai lupa jika tangan dan kakinya masih sakit.
" Awwww.... " Rintihnya sambil meringis kesakitan.
***
Di kota lain Shafiya juga membanting tubuhnya bahagia. Shafiya memegang dadanya yang berdebar-debar, hatinya bahagia setelah melihat Fatih. Tidak di pungkiri sebenarnya dia mulai merindukan sosoknya, ternyata ada yang kurang di harinya ketika tidak mendengar ocehan pemuda itu.
" Ya ampun.... kenapa hatiku rasanya begini... " Batin Shafiya.
" Aist... bagaimana bisa aku mulai merindukannya. " Batinnya lagi.
Shafiya tersenyum lalu menutup wajahnya, membalik badannya dan menyembunyikan wajahnya di bantal,
kakinya di pukul-pukulkan ke kasur.
" Kenapa aku jadi begini sih... udah kaya Abg baru jatuh cinta aja. " Batinnya lagi.
Shafiya bangkit dan mencarjer Hpnya, lalu berjalan menuju luar di benaknya masih berputar obrolannya dengan Fatih
barusan.
Dua insan yang tengah jatuh cinta, dan jarak memisahkannya membuat kerinduan pada keduanya besar.
.
.
.
.
Biarkah rindu ini menjadi pupuk cinta kita, Biarlah rindu ini menjadi air yang menyejukan cinta kita, Biarlah ini menjadi seni dalam hubungan kita, Jika waktu dan saat tepat yang Allah restui maka rindu ini pula akan membersamai cinta kita di ikatan suci.
____ Shafiya Alifa ____
.
.
.
.
.
Dukung terus karyaku ya teman-teman....
Jangan lupa like, koment kalian...
itu buat aku semangat nulisnya...
Makasih yang udah setia baca... 🙏💖💖💖
merajok tuee..
restu sudah didapat tidak ada yg merintangi...
tinggal hati yg belum mantap