Mauren Putri Khadijah gadis bercadar berusia 21 tahun ia menolong seorang lelaki yang terluka akibat kecelakaan.
Kesucian Mauren direnggut secara paksa oleh lelaki yang tidak dikenalinya bahkan rupanya sekalipun ia tidak mengetahuinya.
Ia terperosok kedalam lubang hitam paling dasar membuat ia menjadi wanita yang lebih pendiam.
"Hiks hikss,, Ya Allah aku wanita kotor, kehormatan ku direnggut secara paksa, cadar yang ku pertahankan selama ini telah ternodai."
Bahkan ia hamil diluar nikah? Apakah Mauren bisa menerima keadaannya dengan ikhlas? Apakah ia mengetahui Ayah dari bayi yang dikandungnya?
***
Dilarang plagiat karya, CCTV 24 JAM mode on.
Ingat! Allah maha mengetahui setiap apa yang dilakukan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Baiti Jannati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 29
Sedari bangun tidur senyum merekah tercipta di bibir nya Leo, ia seperti orang yang mendapatkan jackpot besar.
Bahkan Alfa dan supir yang memperhatikan kelakuan Leo pun keheranan di buat nya. Dari awal keluar rumah sampai ke perusahaan bahkan pergi lagi menuju tempat rapat senyum Leo tidak pudar bahkan mereka akan pergi kumpul bersama dengan sahabat mereka. Ia begitu bahagia.
Kesambet apa itu anak cengar cengir gak jelas.
"Tuan muda!!" panggil Alfa, tapi tidak di jawab sama sang empu nya.
Krik..Krikk..
"Tuan muda!!" panggil Alfa sekali lagi, sama dengan panggilan pertama tetap tidak di jawab Leo.
"Leo!!!!" teriak Alfa.
"Berisikkkk...."
"Kita akan pergi ke Restoran Delisha." jelas Alfa cepat tanpa memperdulikan ucapan Leo.
"Ngapain?"
"Kumpul bareng sama duo curut.." ketus Alfa, ia sedari tadi sudah jengkel di buat Leo.
"Gak sadar diri nih bilang mereka curut." sindir Leo.
"Kalau gue curut, berarti lu induk curut. Hahahaha.." Alfa tertawa tanpa memperdulikan tatapan tajam Leo.
Cih, berani banget dia.
Setelah itu, hanya kesunyian yang tercipta dalam mobil itu. Sang supir hanya terdiam, ia takut mengeluarkan suara apa lagi sampai melakukan kesalahan yang berakibat fatal bagi pekerjaan nya.
Jarang-jarang ada yang mau menggaji tinggi seperti tuan nya ini, maka dari itu ia berusaha tidak melakukan kesalahan sekecil apapun.
Di lain sisi, mobil Honda Jazz putih melesat membelah jalanan.
Mauren yang berada di kursi penumpang, merasa begitu gelisah.
Ya allah ada apa ini, mengapa hati ku tidak tenang.
"Semoga hanya firasat ku." gumam Mauren sambil menatap keluar jendela.
Beberapa saat Mauren pun sampai, ia turun dan mobil melaju pergi karena Mauren menyuruh pak Diman mencarikan buku tentang kehamilan.
Ia melangkah ke dalam kampus. Mauren selalu menyapa orang yang di temui nya, tapi bukan nya menjawab malah mereka memandang Mauren dengan tatapan menghina dan menjijikan.
Ada apa ini mengapa mereka seperti itu memandang ku.
Mita yang sedari tadi duduk di bawah pohon melihat kedatangan Mauren yang berjalan melewati lapangan basket. Ia langsung berlari ke arah Mauren.
"Ren, kita harus pulang!!" ucap Mita tersengal.
"Kenapa harus pulang Ta? Sebentar lagi masuk kelas kan." Mauren bingung mengapa sahabat nya ini mengajak nya pulang padahal ia baru saja tiba di kampus.
"Ayo, gak usah banyak tanya Ren. Cepetan.." sambil menarik tangan Mauren pergi dari kampus.
Tapi hanya beberapa langkah mereka berjalan sudah di hadang Nina dan yang lain nya.
Nina berdiri bersedekap dada di ikuti beberapa kawan nya yang memang tidak menyukai Mauren.
Bagi mereka Mauren itu sosok yang mencari perhatian ke semua orang. Mauren selalu menyapa seakan Mauren yang selalu menggoda para lelaki atau pun wanita yang di temui nya.
Padahal dalam islam setiap kali bertemu dengan sesama saudara mereka di wajibkan mengucap salam walau terkadang banyak yang tidak mengetahui nya.
"Lihat guys, wanita so suci dan seorang wanita kutu buku.." sinis Nina.
"Apa kamu bilang?" Mita marah mendengar sahabat nya di hina begitu. Walau banyak pertanyaan di benak Mita tentang kebenaran nya. Ia tidak mau memojokkan sahabat nya itu, biar Mauren yang cerita kepada diri nya.
"Apa kata gue? Wanita yang di samping lu itu so suci, cih padahal hanya seorang j*l*ng yang menjual tubuh nya." menunjuk Mauren dengan tatapan jijik.
Mereka sudah menjadi pusat perhatian, ada yang penasaran yang memang tidak tau apapun dan ada yang memang melihat pengumuman pagi tadi.
Mereka memandang seperti mau menguliti. Mauren meneteskan air nya.
"Jaga bicara mu Nina.." teriak Mita melihat tubuh Mauren bergetar, ia yakin sahabat nya ini sakit hati mendengar ucapan keji dari orang di depan nya ini.
"Orang seperti kalian ngapain juga masih merasa tidak bersalah.. Sahabat lu itu hamil di luar nikah 2 bulan lagi. Mikir dong!! Gak cocok dia pakai hijab apa lagi bercadar. Malah menodai cadar nya sendiri.." bentak Nina.
Nina mengkodei kawan nya yang lain memegang kedua tangan Mita.
"Apaan kalian, lepas!!!" teriak Mita sambil memberontak.
"Kamu jangan macam-macam Nina!!" teriak Mita lagi.
"Sampai sahabat gue terluka.. AWAS KAU!!!" peringatan Mita yang sudah tidak menggunakan kesopanan nya. Ia begitu marah.
Mauren hanya terdiam, bibir nya kelu tidak bisa berucap apapun. Ia melihat ke seliling, melihat mereka memandang jijik.
Ya Allah apakah mereka tidak merasakan bagaimana diri ku? Bagaimana aku yang dulu harus bangkit dari keterpurukan? Mereka menghina cadar ku? Apakah aku terlalu buruk untuk menggunakan cadar ini? Ini adalah simbol ku sebagai wanita muslimah yang menjaga kehormatan ku, tapi mengapa?
Nina berjalan di ikuti dua kawan nya yang lain, mereka cepat ke arah Mauren. Kedua tangan Mauren di pegang. Nina yang memang sudah dendam terhadap Mauren begitu puas nya ia mempermalukan Mauren di hadapan seluruh kampus.
Rasakan wanita menjijikkan.
"Apa yang kalian lakukan? Jangan...!!" ucap Mauren tapi mereka tidak memperdulikan nya.
Sekali tarik cadar yang Mauren kenakan terlepas.
"Astagfirullah..." Mauren refleks menundukkan kepala nya.
Mereka semua memang tidak pernah melihat wajah Mauren, mereka penasaran seperti apa wajah Mauren.
Nina mengangkat dagu Mauren dengan kasar. Mauren memejamkan mata nya.
Untuk kedua kali nya ia di perlakukan seperti ini, ia merasa di lecehkan.
Air mata Mauren menetes.
Mas Leo.
Hanya itu doa nya, harapan nya, semoga suami nya mengetahui hal ini. Ia berharap ada yang menolong diri nya.
Sahabat nya Mita sudah tidak bisa berkutik karena ia melihat Mita juga di pegang kedua tangan nya.
Mereka yang melihat bagaimana wajah Mauren tercengang, mereka tidak menyangka kecantikan yang sempurna terbungkus dengan indah nya.
Sialan dia lebih cantik dari ku.
"Untuk apa cantik kalau hanya seorang penjaja tubuh."
"Cantik wajah nya belum tentu hati nya juga cantik.."
"Menjijikan.."
Ucapan yang keluar dari para penghuni kampus menghina Mauren, seakan tikaman belati hinggap di di ulu hati nya.
"Dengarkan Ren, ini balasannya karena lu sudah mempermalukan gue di kelas kemarin." bisik Nina.
"Harusnya lu sadar Ren, jangan cari masalah sama gue.. Lu itu gak cocok pake cadar ini menodai agama aja.." memegang cadar Mauren di tangan nya. Mauren melihat Nina ingin membuang cadar nya ke tanah, napas nya tersengal sungguh ini sangat begitu menyakitkan untuk diri nya.
"Na, jangan di buang!!" teriak Mauren.
Tapi Nina yang sudah kalap dengan permainannya tidak memperdulikan peringatan Mauren, ia buang cadar nya itu di dekat kaki nya.
Nina menginjak cadar itu berulang kali di depan Mauren, Mauren memberontak dengan keras. Ia pun sengaja menginjak kedua kaki orang yang memegang nya itu.
Mauren berlari mengambil cadar itu, tapi siapa sangka dengan keji nya Nina menginjakkan kaki nya di tangan Mauren.
"Aaarghhhhhh...." teriak Mauren, ia kesakitan tangan nya di injak dengan sepatu Nina yang berhak itu.
"Mauren!!" teriak Mita tak kalah histeris nya, ia begitu tidak berdaya melihat sahabat nya di perlakukan seperti itu.
***
Imam Ibnu Katsir rahimahullah menjelaskan Allah Ta’ala melarang dari perbuatan sikhriyyah terhadap manusia, yaitu sikap merendahkan orang lain dan menghina mereka.
Hal ini sebagaimana terdapat pula dalam hadits Nabi tatkala beliau bersabda:
"Sombong itu adalah menolak kebenaran dan merendahkan orang lain."
Maksudnya adalah menghina dan menganggap orang lain lebih rendah, dan ini adalah perbuatan haram. Boleh jadi orang yang dihina lebih tinggi kedudukannya di sisi Allah dan lebih Allah cintai. Oleh karena itu Allah berfirman:
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki mencela kumpulan yang lain, boleh jadi yang dicela itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan mencela kumpulan lainnya, boleh jadi yang dicela itu lebih baik. Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertaubat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.“ (QS. Al Hujuraat :11)
Allah SWT mengharamkan perbuatan mencela orang lain, karena termasuk dosa besar, wajib seorang muslim untuk menjauhinya dan mengingatkan orang lain dari dosa ini. Dan sifat ini merupakan di antara sifat orang munafik dan orang kafir.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Gimana para Readers? komen ya gimana sikap nya kita tentang kejadian di atas. maaciw^^.
Tbc*