Novel ini nggak lanjut! Ada banyak kesalahan!! Jangan dibaca!
Xiao Chen, pemuda malang yang hidup sebatang kara di pinggiran Kota Yan. Dia tidak tau asal usulnya, yang dia ketahui bahwa, dirinya hanya seorang anak malang yang diasuh oleh seorang kakek tua beberapa tahun lalu.
Kenyataan itulah yang membuat hidupnya cukup menderita. Takdirnya begitu pilu saat tinggal disana, bagaimana tidak? Jika tubuhnya saja, dijadikan sarana pelatihan oleh para pemuda Kota Yan.
Hingga pada suatu hari, Xiao Chen melihat rumahnya telah menjadi puing-puing reruntuhan. Tentu Xiao Chen dibuat marah karnanya, terlebih lagi, satu-satunya peninggalan orang tuanya telah direbut oleh anak penguasa Kota.
Xiao Chen, dibuat muak oleh takdir pilu itu. Ia pun pergi meninggalkan Kota Yan, dan berjanji akan membalas semua hinaan yang ia terima selama ini dalam waktu 3 tahun kedepan.
Akankah Xiao Chen berhasil membalas dendamnya dan merebut kembali peninggalan orang tuanya?
Simak terus perjalanan Xiao Chen disin
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Chen Xuan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 29 : Bertarung
Dia yang sudah berada didalam Kekaisaran berbalik badan sambil menatap Gerbang. Xiao Chen melangkahkan kakinya berjalan dari sana hingga akhirnya dia menghentikan langkahnya karena ada suara yang terdengar olehnya.
"Bocah! Apa yang kau lakukan disana? "
Xiao Chen berbalik menoleh mencari asal suara tersebut dan menemukan seorang pemuda.
"Ada apa? " Jawab Xiao Chen datar.
Pemuda itu adalah Fan Bai Ji, dia baru saja mendaftarkan diri untuk bergabung dengan Sekte Pedang, namun malah ditolak karena karena dirinya belum memenuhi syarat penerimaan murid. Tentu saja dia merasa kesal karena hal itu. Fan Bai Ji yang sedang kesal pun ingin melampiaskan kekesalannya, namun tidak tahu kepada siapa.
Disitulah dia melihat Xiao Chen yang akan melewati Gerbang Kekaisaran. "Kau bukan orang Kekaisaran, siapa kau? Apakah kau adalah mata mata? "
Xiao Chen menggeleng pelan, ternyata hanya orang bodoh yang berlagak. Tanpa menghiraukan perkataannya, Xiao Chen melangkah pergi dari sana.
Tidak mendapatkan respon dari Xiao Chen, Fan Bai Ji tentu saja menjadi semakin kesal. Tidak diterima di Sekte Pedang dan sekarang dia malah diabaikan oleh pemuda yang entah berasal dari mana membuatnya semakin kesal.
"Berhenti bajingan! Atau aku akan membunuhmu! " Pekiknya kesal. Melihat pemuda itu hanya diam saja dan terus berjalan tanpa menghiraukan perkataannya membuatnya semakin kesal.
"Bajingan! " Umpat nya. Dia menerjang kearah Xiao Chen dengan cepat, sebilah pedang muncul ditangannya. Dia mengarahkan ujung pedangnya kepada Xiao Chen.
"Matilah! "
"Xiao Chen! Dibelakangmu! " Yuan Ma berkata dengan keras.
Xiao Chen melirik kebelakang, tepat saat ujung pedang Fan Bai Ji mengenainya, dia menghindar dengan cepat. Tatapan tajam terlihat jelas dimata Xiao Chen, dia yang ingin pergi dengan tenang saja malah dihentikan oleh orang yang menjengkelkan.
"Apa yang salah denganmu? Jika ingin bertarung katakan saja! Aku akan meladenimu! " Ucap acuh tak acuh. Dia tentu tidak akan tinggal diam jika ada orang yang mengganggunya.
Xiao Chen mengeluarkan pedangnya, tatapannya begitu tajam, membuat siapapun yang melihatnya akan merasa tertekan. Ditambah dengan Aura dari pedangnya, membuat kombinasi yang sempurna.
Fan Bai Ji menggertakkan giginya, tangannya jelas terlihat gemetar karena ketakutan 'Ada apa ini? Mengapa aku merasa takut dengannya? ' batin Fan Bai Ji. Dia yang biasanya selalu arogan didepan semua orang, kini merasa ketakutan oleh orang yang baru ditemuinya.
Sudut bibir Xiao Chen terangkat, membuat senyuman indah tampak diwajahnya yang tampan. "Kenapa? Tidak ingin bertarung? " Ucap Xiao Chen sinis, dia jelas melihat kalau sekujur tubuh Fan Bai Ji sedang gemetar entah itu karena ketakutan atau ada hal lain yang membuat sekujur tubuhnya bergetar.
"Bertarung! Kau pikir aku takut kepadamu! " Fan Bai Ji berkata dengan kesal. Dengan pedang yang masih ditangannya, dia kembali menerjang kearah Xiao Chen.
Ting!
Kedua pedang itu bertemu hingga menciptakan suara yang nyaring. Kedua pemuda itu bertatap muka, yang satu masih dengan tatapan tajamnya, sedangkan pemuda lainnya yaitu Fan Bai Ji menunjukkan ekpresi ketakutan yang tidak dapat dijelaskan.
Hiakkk!
Xiao Chen mengerahkan tenaga menebaskan pedangnya, hingga membuat Fan Bai mundur kebelakang dengan tangannya yang gemetar. 'Aku merasakannya, dia hanya Pengumpulan Spiritual tingkat 4. Tapi kenapa Aura nya terasa begitu mencekam? Aku bahkan lebih kuat 4 tingkat darinya! ' Fan Bai Ji membatin.
Dia jelas tidak terima dibuat mundur oleh seorang Pengumpulan Spiritual tingkat 4. Dia kembali menggertakkan giginya "Aku akan membunuhmu bajingan! " Umpat nya.
"Tebasan Kematian! " Teriak Fan Bai Ji sambil menebaskan pedangnya.
Swusss
Sebuah serangan menerjang kearah Xiao Chen dengan cepat. Sudut bibir Xiao Chen jelas terlihat sedikit terangkat, tepat saat serangan Fan Bai Ji berada didepannya. Dia mengangkat pedangnya, lalu menebas serangan Fan Bai Ji.
Bammm!
Kabut tebal menyelimuti Xiao Chen, membuat Fan Bai Ji berfikir bahwa Xiao Chen tidak akan selamat dari serangannya itu. "Huh, ingin menahan seranganku! Kau pikir kau siapa! " Ucapnya sinis. Kabut tebal itu secara perlahan mulai menghilang, memperlihatkan Xiao Chen yang masih berdiri tegap dengan seutas senyuman yang terukir diwajahnya.
Ekspresi Fan Bai Ji seketika berubah, dia terbelalak kaget melihat Xiao Chen baik baik saja dan masih berdiri disana. Ketakutan melanda dirinya, hanya saja dia selalu keras kepala dan merasa kuat tidak juga lari dari sana. Dia malah menggertakkan giginya sambil bersiap untuk melakukan serangan kedua.
Dia mengangkat pedangnya keatas lalu berteriak keras "Kemarahan Iblis! " Teriaknya "Serang! " sebuah Qi bewarna merah yang berbentuk Banteng dengan kedua tanduknya yang tajam terlihat jelas keluar dari pedangnya dan melaju kepada Xiao Chen.
Xiao Chen tentu saja tidak akan tinggal diam. Dia juga langsung mengeluarkan tekniknya.
"Putaran Pedang! "
Wuusss!
Bammm!
Kedua serangan itu bertemu hingga menciptakan ledakan besar. Membuat tanah yang tepat berada dibawah kedua serangan berlubang. Mereka berdua bertatap muka dari jauh, Xiao Chen terlihat tersenyum bangga, sedangkan Fan Bai Ji terlihat semakin ketakutan.
"Kenapa? Tidak ingin lanjut? Aku masih bisa bertarung 100 putaran denganmu! " Ucap Xiao Chen sinis.
Mendengar perkataan Xiao Chen, Fan Bai Ji hanya bisa menelan salivanya. Dia berbalik pelan lalu berlari sambil berteriak-teriak keras.
"Pembunuh! Ada pembunuh! "
Ada Apa Dengan Author Chen Xuan...
Apa mungkin Beliaunya sudah pindah alam... coba deh cek di karyanya yg lain .. gimana kawan- kawan...🙏🙏🙏