Novel dalam revisi,
mohon maaf atas ketidaknyamanannya dalam membaca, Author sedang proses revisi novel ini, terima kasih
Aku menikahi seorang wanita cantik yang selama ini aku kejar.
aku harus banting tulang demi memenuhi kebiasaan hidup mewah istriku termasuk memaklumi kebiasaan buruknya yang suka menghambur-hamburkan uang , Shopping, nongkrong di cafe atau ke club malam
Mataku sudah terkunci rapat oleh cinta nya.
Sampai suati hari, Aku di paksa istriku menjadi suami sewaan untuk mantan pacarku sendiri.
Permintaan yang sangat gila, bagaimana mungkin aku bisa melakukannya, hanya dia wanita yang aku cintai selamanya.
Entah alasan apa yang membuat istriku terus membujukku untuk menikahi mantan pacar ku.
Hingga...
Keadaan dimana aku tak bisa lagi menolak.
Di lain sisi aku ingin membantu wanita itu, tapi di lain sisi aku tak ingin menyakiti istriku
Dan Akhirnya aku menikahi wanita itu, hingga sesuatu yang tak pernah ku duga terjadi.....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Desire pooh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Anakmu
Bobby beranjak pergi sambil bersenandung riang
"Sepertinya dalam beberapa bulan kedepan gue akan banyak uang, Widya akan ikutin apa yang gue bilang, ternyata anak itu bawa hoki juga buat gue hahahhaa"
Bobby mengendarai motor sportnya dan pergi
sementara di dalam rumah, tepatnya di kamar tidur, Widya masih pulas tertidur ia kemakan perangkap Bobby, matanya sudah buta akan cemburu dan sakit hati hingga tak menyadari Bobby memanfaatkan dirinya.
Satu jam kemudian Widya terbangun, ia melihat ke sisi sebelah tempat tidurnya Satria belum kembali, Widya makin marah dan benci. Jam dinding di kamarnya sudah menunjukkan jam delapan malam, Widya duduk di sisi tempat tidur, nampak ia sedang berfikir keras. Wajahnya penuh dengan amarah.
Kini ia tidak peduli lagi dengan Satria, baginya Satria kini hanya suami diatas kertas.
Perasaan yang sebelumnya bersemi kini sudah hilang, yang ada hanya balas dendam.
Widya menghapus air matanya, dia harus kuat demi anak yang di kandung nya, walaupun anak Bobby. Widya akan membuat Satria tetap disisinya dengan adanya anak ini, agar Widya bisa menguras semua uang Satria, sampai ia merasa cukup untuk tabungan masa depannya, lalu ia akan pergi dari kehidupan Satria untuk menikah dengan Bobby.
”Aku tidak akan pernah memaafkan mu mas, tidak akan pernah" geram Widya sambil mengepalkan kedua tangannya
Sudah selarut ini namun Satria belum menampakan batang hidungnya membuat Widya makin di gerogoti rasa cemburu dan marah
Tak selang lama, terdengar kendaraan yang memasuki halaman rumah mereka, Widya menduga itu adalah suaminya, Satria.
"Assalamu'alaikum " salam Satria ketika masuk rumah
"Wa'alaikum salam" ucap Widya tanpa menoleh ke arah Satria
"Sayang maaf aku telat pulang, ada keperluan mendadak" ucap Satria beralasan.
Widya masih berharap Satria akan jujur, namun ini pertama kalinya ia tahu suaminya berbohong.
Sebenarnya Satria tidak ingin berbohong pada Widya, ia ingin menjelaskan kejadian sebenarnya, tapi melihat sikap Widya yang terlihat marah, Satria mengurungkan niatnya, khawatir Widya akan semakin marah dan salah paham dengannya.
"Huh urusan pacaran dengan mantan pacarmu. Beraninya kamu mas berbohong demi wanita itu"gumam Widya dalam hati, ia terbakar api cemburu
"Sayang kok diem aja? marah ya?
mas minta maaf gak sempat kabari kamu" rayu Satria berusaha memeluk Widya, namun Widya langsung bangkit dan berjalan ke kamar, lalu membanting pintu kamar dengan keras
"Gak punya waktu karena kamu lupa sama aku mas, jelas aku marah, kamu lebih mementingkan wanita sialan itu dibandingkan aku???? Tunggu saja mas pembalasanku. Aku benci kamu. " ucap Widya dalam hati, air matanya merembes keluar
"Sayang mas minta maaf ok??? mas tahu kalau salah. please sayang jangan marah ya.
mas juga udah bawain kamu makanan kesukaan kamu. Pasti kamu belum makan, mas suapi ya sayang. Setelah makan kamu mau marah sama mas atau apapun mas terima" ucap Satria membelai rambut Widya penuh kasih sayang
"Jadi kau mau nyogok aku mas. aku gak sudi"jawab Widya dalam hati, lalu bangkit menjauhi Satria
"Ya tuhan lunakkan lah hati istri hamba yang keras ini. hamba tau, jika hamba salah dan berbohong,
ini semata-mata karena hamba tidak mau menyakiti hati istri hamba tercinta" Satria mengelus dadanya seraya beristighfar menghadapi istrinya yang sedang merajuk
"uhmmm apa besok kamu mau kita jalan-jalan sayang? besok kan weekend.
sudah lama kan kita gak traveling, kamu tentukan tempatnya, kamu pilih sesuka hati kamu, sebagai permintaan maaf mas, gimana kamu mau kan??" tanya Satria lembut
Widya terlihat melirik sekilas kearah Satria dan nampak terdiam ragu
"Ah aku masih kesel tapi,...
aku memang mau refreshing juga, mas Satria sangat tahu apa yang aku mau. sial"gumam Widya melirik ke arah Satria yang masih tersenyum menunggu jawaban Widya
Widya bangkit lalu menyerahkan test pack
"Sayang apa ini? kamu positif?? Alhamdulillah ya Robb, engkau mengabulkan doaku. terima kasih sayang" Satria memeluk Widya dan mengecup keningnya
" Kamu sudah buat aku kesal menantimu sejak siang tadi, tapi sepertinya kamu melupakan aku dan calon anakmu" ucap Widya manja
"Maafkan papa ya sayang" ucap Satria mengelus perut rata Widya
"Maafkan mas ya sayang, lain kali mas gak akan membuat kamu kesal lagi, sudah jangan ngambek lagi ya??? gak baik buat kesehatan anak kita" ucap Satria mengecup kening Widya.
"Maafkan aku mas, aku butuh ayah buat anakku, yang pasti bukan Bobby ayah biologisnya"gumam Widya dalam hati, Widya menghapus air matanya melihat Satria yang sedang menunduk membelai dan mencium perutnya
"Sayang besok kita ke dokter kandungan aja ya? pulangnya aku belikan kamu apa yang kamu mau. rencana liburan kita bisa nanti-nanti saja karena usia kandunganmu masih muda, mas takut kamu masih di awal kehamilan berbahaya perjalanan jauh"
"Tapi mas... ????" Widya tak senang karena rencana liburannya gagal
"Mas janji kita pasti akan liburan nanti setelah kandungan kamu kuat" Satria berusaha meyakinkan Widya
"Sebagai gantinya kamu bisa minta apapun" rayu Satria agar Widya tak merengek lagi
"Beneran mas apapun? "tanya Widya dengan wajah berbinar senang
Satria tersenyum lebar dan mengangguk, Widya bersorak kegirangan, ia hampir lupa jika ia hamil, ia loncat-loncatan seperti anak ABG mendapatkan uang saku.
Satria hanya bisa menggeleng melihat kelakuan istri nya yang terlihat lucu dan menggemaskan, ia tak tahu kapan Widya bisa belajar dewasa dan berprilaku sebagai istri sesungguhnya
Selama ini Satria melayani dirinya sendiri dan Widya, seharusnya Widya yang melayani semua kebutuhan Satria.
Satria hanya berharap suatu saat nanti Widya bisa menjalani perannya sebagai istri dan ibu untuk anak-anaknya.
Kini Satria sangat bahagia, ia terus tersenyum sambil mengelus perut rata Widya, Ada nyawa kecil dalam perut istrinya, membuat Satria sangat bersyukur atas karunia yang di berikan.
Hi para reader ku yang baik hati
terima kasih sudah mampir ke karyaku
jangan lupa like and coment ya
terima kasih
tapi dengan Ridwan dan kakek nenek dia ingat.
padahal yg kenal lebih dahulu dengan satria itu kan dengan Anggi.
Mungkin novelku tidak kalah menarik bacalah Pesona Putri Kayla
💪💪💪 thor
Dulu orangtuanya yang disia²kan, sekarang satria yg digituin, emang benar sifat manusia kalo masih ada di sia²kan, kalo sudah meninggal di tangisain dan disesalLin😥😥😥😥😥