Desebuah desa terpencil hidup lah seorang bocah laki-laki yang di rawat oleh sepasang pendekar pedang anak laki-laki tersebut di temukan oleh sepasang pendekar itu di tepian sungai yang di mana orang tua telah tewas terbunuh oleh perampok
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Laut asin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pertempuran Gumbara
Dua hari sudah Gumbara memulai perjalanannya menyusuri hutan, setelah dia meninggal jurang persembunyian.
Saat dia berjalan dia mendengar suara seperti ada keributan, sebenarnya dia tidak ingin ikut campur tapi rasa penasaran akhirnya membuat dia menuju tempat suara tersebut.
Dia langsung menuju tempat keributan tapi hanya menyaksikan dari balik pepohonan saja, dia melihat ada empat orang pendekar yang terdiri dari satu wanita dan tiga pria.
Gumbara terus melihat dan memahami apa yang sedang mereka perebutkan, sepertinya tiga pria itu menyerang wanita tersebut. wanita itu terlihat sudah lumayan dewasa karena ada beberapa rambut yang memutih tapi wajah masih terlihat cantik dan kencang, dan Gumbara juga belum tau apa yang permasalahan mereka.
Mereka terus bertarung membuat pendekar wanita itu mulai terpojok dan tak berapa lama pendekar wanita itu terkena pukulan dari salah satu pendekar pria,l dan pendekar itu seperti sangat puas setelah pukulannya mengenai pendekar wanita itu
Lalu salah satu pendekar pria berbicara.
"Hari ni adalah hari terakhir kau hidup nyonya dan nama besar mu yang di kenal sebagai pendekar wanita terbaik akan berakhir hari ini.
"Kami akan mengakhiri nyawa mu seperti kau telah membunuh Guru kami.
"Guru kalian memang pantas di bunuh karena kekejian yang telah menghancurkan perguruan ku.
"Membunuh dan memperkosa murid-murid di perguruan teratai putih.
Meskipun aku harus terbunuh di sini paling tidak aku harus membunuh salah satu dari kalian bertiga.
"Apa kau bilang kau ingin membunuh kami, dengan kondisi mu yang sekarang, aku rasa kau hanya bermimpi nyonya.
"Tunggu kakak ucap salah satu pendekar pria, dari pada kita membunuhnya sekarang apa lebih baik kita mengajaknya bersenang-senang dulu sebelum kita bunuh.
"Meskipun dia sedikit tua tapi wajahnya masih begitu cantik dan tubuhnya masih sangat menawan.
"Diam kalian semua, pikiran kalian sama seperti guru kalian sama-sama busuk.
Pendekar wanita itu pun bersiap untuk menyerang menggunakan pedangnya tapi dia terasa sudah tidak kuat lagi karena dia berdiri bertopang pada pedagangnya, kemudian tiga pendekar pria juga bersiap menyerang dengan golok mereka.
Tapi tiba-tiba Udara di sekitar menjadi dingin, daun-daun pun ada yang membeku.
Tiga pendekar pria itu merasakan aura yang sangat besar dan mengerikan dan itu pun di rasa pendekar wanita tersebut.
Tak lama kemudian Gumbara sudah berdiri di hadapan mereka semua, kemudian tiga pendekar pria itu melihat Gumbara dan tak pernah bertemu dan melihat Gumbara sebelumnya.
"Jangan ikut campur tuan, ini bukan urusan mu dan Jangan pernah kau mencari masalah dengan kami.
"Lalu kenapa kalau aku mencari masalah dengan kalian memangnya kalian siapa yang hanya berani dengan wanita yang sudah tidak berdaya, ucap Gumbara.
Kemudian ke tiga pendekar itu langsung menyerang Gumbara dan saat bersama Gumbara mengeluarkan pedangnya dari sarung seketika mereka pun bertarung tiga pendekar itu benar-benar kuat. Begitu pun dengan gerakan pedang Gumbara sangat cepat dan mematikan.
Saat salah satu pendekar itu kehilangan keseimbangan Gumbara langsung merapal jurus dan sekitar aura aneh keluar dari pedangnya, tiba-tiba ada suara.
"Siapa yang telah berani mengunakan kekuatan ku, ucap iblis dalam pedang Gumbara, dan Gumbara langsung menyerang dan dalam sekejap salah satu pendekar terbelah menjadi dua bagian dengan tubuh yang membeku.
saat ke dua pendekar yang lain melihat mereka langsung mundur dan menjauh, mereka tak dapat melihat Gerakan Gumbara begitu cepat, mereka merasakan ketakutan yang tidak pernah mereka rasakan.
kaki mereka bergetar melihat salah satu dari mereka terbunuh dengan cara yang mengenaskan.
"kakak, ucap salah satu pendekar itu, dengan wajah penuh ketakutan.
"lebih baik kita mundur dulu adik, mungkin pendekar itu adalah salah satu pendekar yang telah menghilang dari dunia persilatan.
Kemudian kedua pendekar yang tersisa ingin kabur tapi saat yang bersamaan kaki mereka tidak bisa di gerakkan, lalu dengan satu serangan cepat mereka tumbang dan terbunuh oleh tebasan pedang Gumbara.
Gumbara kembali berbalik badan ke arah pendekar wanita itu, lalu kemudian dia langsung bersiaga karena dia tidak mengenal Gumbara.
kemudian Gumbara memasukan pedang, sebelum pedang itu masuk ke sarung dia mendengar lagi suara iblis yang ada di dalam pedang.
"Siapa kau anak muda seenaknya menggunakan kekuatan kenapa aku berada di tangan mu kemana Sutasoma
"Maafkan aku tuan, Ucap Gumbara pada iblis itu.
"kurang ajar kau Sutasoma memberikan ku pada anak ingusan seperti ini.
"Akan ku buat kau menyesal telah memberikan ku pada bocah ini.
"Lain kali kau akan membayar apa yang telah aku berikan bocah.
Gumbara tidak menggubris omongan iblis itu dan langsung memasukkan ke dalam sarung. Gumbara langsung menghampiri dan menenangkan pendekar wanita itu yang merasa Gumbara adalah musuh.
"Tenang lah nyonya, aku tidak akan menyerang mu.
"Aku hanya kebetulan lewat dan melihat ada keributan jadi aku membantu nyonya.
"Seperti nyonya terluka, bisakah aku membantu mu.
Pendekar wanita itu langsung mengangguk dan Gumbara langsung membantu pendekar wanita itu berjalan.
"Sebaiknya kita cari tempat yang aman untuk beristirahat dan mengobati luka nyonya.
"Ohh iya bagai mana dengan pendekar yang terbunuh itu, ucapan Gumbara.
"Biarkan saja dia membusuk dan jadi makan hewan di hutan.
Lalu mereka pun pergi menjauh dan mencari tempat untuk beristirahat, tak lama kemudian mereka menemukan sebuah gubuk reyot.
Mereka pun menuju ke sana dan Gumbara pun langsung menyuruh pendekar wanita itu untuk duduk.
"Nyonya seperti luka dalam mu harus segera di obati dan ada beberapa luka sayatan juga di tubuh mu.
"Apa lebih baik anda membuka pakaian ada, biar aku bisa mengobati lukamu ucapan Gumbara,
Pendekar wanita itu awalnya ragu tapi tidak ada pilihan lain memang dia harus membuka pakaiannya, lalu pendekar itu membuka pakaiannya dan Gumbara langsung mengunakan tenaga dalam untuk mengobati luka dalamnya.
Setelah selesai dengan luka dalam pendekar wanita itu berbalik badan menghadap Gumbara.
karena ingin mengobati beberapa Luka sayatan di tubuh wanita itu, Awal ia sedikit malu. Karena dia harus melihatkan gunung kembarnya ke pada Gumbara, kemudian dia tidak bisa menolong karena ada beberapa luka sayatan yg harus di obati.
ia hanya bisa pasrah merelakan gunung kembarnya di lihat Gumbara, berlahan dia menurutkan ke dua tangannya dan Gumbara mulai mengobati lukanya.
saat ada luka di Dekat area sensitif wanita itu di bagian dekat gunung kembarnya Gumbara yang melihat itu benar-benar bingung, tapi tiba-tiba pendekar wanita itu mengizinkannya untuk di obati Gumbara.
"Silahkan anak muda kau bisa membantu ku mengobati luka itu juga asal kau jangan melakukan hal yang aneh.
Pendekar wanita itu hanya bisa pasrah dan Gumbara pun melihat gunung kembar pendekar itu, langsung teringat dengan Lastri karena ukuran hampir sama dengan Lastri tapi punya pendekar wanita ini sedikit besar.
Gumbara berbicara dalam hati.
"Wanita ini meski dia sudah dewasa dan sedikit tua mungkin umur lebih tua dari mama.
Tapi dia masih memiliki tubuh yang bagus dan wajah yang belum ada keriput sedikit pun apa semua pendekar wanita awet muda ucapan Gumbara dalam hati.
ga ada dialog, kyk ringkasan cerita
ohhh... Yesss....
Gas Polll
MC nya ngga BSA op ya Thor kyaknya lemah bangat Thor
klau urusan ranjang aja kuat😂😂😂🙏🙏