Renita Rakhwati Putri, Gadis yang sudah siap menikah, namun tak kunjung ada laki-laki yang datang kepada nya. Hingga akhirnya, adiknya yang telah memiliki pasangan berniat untuk menikah muda.
Namun niat adik nya terhalang restu sang ayah. Karena ayah dari Renita masih percaya hal-hal kuno, dan menganggap adik yang menikah melangkahi kakak nya adalah suatu aib yang sangat memalukan dan melanggar adat.
Renita akhirnya di paksa menikah secepat nya, karena laki-laki calon suami sang adik sudah tidak mau menunggu lama lagi. Renita harus berkorban menikah cepat dan kilat demi sang adik.
Cerita lengkapnya akan temen-temen baca di naskah novel Ini
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Noktafia Diana Citra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 29
Belum lama aku berada di kamar adikku Adel, tiba-tiba Ibu memanggilku dan Suamiku mas Hamzah untuk keluar dan menuju ruang tamu. Entahlah, masih banyak hal yang sangat ingin aku ketahui pastinya mengenai Zaskia yang tiba-tiba pulang lagi kerumah.
"Adel...?!,". Suara ibu terdengar dari dalam kamar Adelia.
"Iyah Bu". Jawab Adel singkat.
"Adel, apa Kak Renita ada didalam kamar kamu?, ".
Aku melihat adel melirik ke arahku yang masih bingung dan penuh dengan rasa penasaran.
"Iyah Bu, kak Re ada di dalam kamar Adel,". Jawab Adel sekena nya sambil memandangku lagi.
Aku mengerti arah maksud tatapan Adelia padaku, apalagi jika tidak menyuruh ku secara tidak langsung, untuk membuka pintu kamar dan mendatangi arah panggilan Ibu. Aku hanya bisa menghela nafas panjang sembari berjalan dengan sungkan ke arah pintu kamar Adelia.
"Kreekkk..., ". Suara pintu kamar Adel yang terbuka olehku.
Tepat di depan pintu, muncul wajah wanita yang sangat aku cintai seumur hidupku. Benar saja, Ibu berada pas di depan pintu kamar Adelia. Aku melihat senyuman Ibu yang entah dipaksakan atau memang tulus menyambut ku begitu aku membuka pintu kamar.
" Renita?,". Panggil Ibu dengan sangat pelan.
"I-iyah Ibu,". Jawabku terbata.
"Ayok ikut ke depan bersama Ibu,". Pinta Ibu padaku.
" Ke-Kedepan?. Untuk apa Bu?., ".
Aku diminta Ibu untuk datang kedepan, atau mungkin lebih tepatnya ikut ke ruang tamu depan. Entah apa maksudnya, apa peran dan penting nya aku sehingga aku di ajak berkumpul diruang tamu depan. Sejujurnya, aku masih shock dan belum ingin apa-apa, selain mengetahui banyak hal mengenai adik tiriku Zaskia. Kemana dia pergi?, tidur dimana?, dengan siapa?, dan banyak sekali pertanyaan yang terus mendesak dipikirkan Ku.
"Renita sayang?, kenapa malah bengong?. Ayok ikut Ibu ke ruang tamu depan,".
Suara Ibu membuyarkan lamunanku. Benar saja aku sedari tadi hanya bengong dan diam.
"Tapi untuk apa Ibu?, ". Tanyaku masih tidak mengerti.
"Renita, kamu adalah anak tertua. Jadi kamu harus hadir dan menyaksikan hal penting dalam hidup adik-adikmu. Dan untuk saat ini adalah untuk Zaskia, ". Jelas Ibu padaku.
"Ibu mengerti, ada banyak hal yang berkecamuk dalam pikiran mu, ada banyak hal yang sangat ingin kamu ketahui tentang semua ini, atau mungkin semua yang kamu lihat hari ini sangat membuatmu bingung dan merasa tidak adil,". Lanjut Ibu lagi.
Ah, Ibu memang wanita paling baik. Ibu sepertinya bisa menangkap gelagat aneh padaku. Bahkan Ibu sangat bisa mengerti perasaan ku saat ini. Aku sangat beruntung dilahirkan dari perempuan seperti Ibu.
"Hmmmm...., ". Aku hanya bisa menghela nafas panjang.
Aku digandeng oleh Ibu menuju ruang tamu depan. Dengan sungkan dan sangat terpaksa aku membuntut dibelakang Ibu menuju ruang tamu depan. Langkahku rasanya sangat berat, seperti ada rantai besar yang mengikat kakiku. Aku masih belum mampu melihat wajah Zaskia dan laki-laki yang sangat dicintai nya itu. Sungguh, kenapa semua ini terjadi dengan sangat begitu cepat?. Ini hari pertama aku berkunjung ke rumah Ayah dan Ibu setelah pernikahan ku dengan Mas Hamzah, dan hari ini pula, aku melihat Zaskia dan Calonnya ada di dalam rumah. Entahlah, aku harus bahagia atau bersedih atas kepulangan Zaskia kerumah. Pada intinya, aku masih merasa bahwa semua ini tidak lah adil untukku.
"Renita, kau duduklah disamping Hamzah,". Perintah Ayah padaku, begitu melihatku datang diruang tamu.
Aku tidak menjawab apapun, dan langsung mengambil posisi lalu duduk disamping suamiku. Sedang Ibu, mengambil tempat dengan duduk di samping Ayah.
"Andre, ini Renita dan itu Hamzah suaminya, ". Jelas Ayah kepada laki-laki yang sangat dicintai oleh Adikku Zaskia.
Aku dan Mas Hamzah hanya menganggukkan kepala saja dan memaksakan senyum. Sebenarnya hanya aku yang memaksakan untuk tersenyum. Sedangkan suamiku tersenyum dengan sangat tulus. Pastinya, karena mas Hamzah tidak tahu dengan apa yang telah dan sedang terjadi.
"Baik, langsung saja. Pertama untuk Andre, Kira-kira kapan akan melamar Zaskia putri kandung saya?,".
Tenggorokan ku rasanya tercekat mendengar kata-kata "Putri Kandung". Entahlah apa maksud Ayah berkata demikian. Yang jelas itu sangat menyakiti hatiku. Aku melirik ke arah Ibu, ku lihat wajah Ibu pun berubah menjadi sendu setelah mendengar ucapan Ayah barusan. Sedang Zaskia, dia tidak berani memandangku. Sedari tadi, Zaskia menghindar dari bertatapan denganku. Apakah Zaskia merasa bersalah setelah semua yang terjadi padaku?. Bagus jika emang dia merasa bersalah atas apa yang sudah dia lakukan. Setidaknya dia memiliki perasaan.
"Aa... aa..-Apah?!!, ". Jawab laki-laki yang bernama Andre.
Semua orang yang berada diruang tamu sangat tercengang mendengar jawaban laki-laki yang sudah membuat Zaskia tergila-gila padanya. Jawaban apa yang barusan aku dengar?. Bukankah seharusnya dia sangat senang ditanya demikian oleh Ayah?. Tapi kenapa malah kata-kata seperti itu yang keluar dari mulutnya?.
"Ma.. Maaf, Maksud saya bagaimana. Oh.. eh tidak. maaf tadi saya tidak fokus,". Jawab kekasih Zaskia lagi.
Aku semakin merasakan gelagat aneh dari laki-laki Ini. Sepertinya benar apa yang dikatakan oleh Adelia. Laki-laki ini seperti terbebani sekali dengan semuanya. Ada apa sebenarnya?, bukankah ini yang dia sangat inginkan?.
"Tolong Fokus?!,". Ayah sedikit menghardik calon menantu anak kesayangannya.
" Maafkan saya,".
"Jadi, kapan kamu akan melamar Zaskia?,". Tanya ayah lagi.
" Saa.. saya belum bisa memastikan kapan akan melamar Zaskia Pak,". Jawab laki-laki itu dengan terbata.
"Hah?!. Mas Andre, maksudnya apa sih?!,". Kali ini Zaskia yang mulai angkat bicara. Sepertinya Zaskia sangat marah dengan jawaban kekasihnya itu.
" Zaskia sabar,". Ibu mengingatkan Zaskia.
"Saya butuh waktu, untuk memastikan kapan akan melamar Zaskia,". Tandas laki-laki berbaju kotak-kotak itu lagi.
" Baik, saya akan beri kamu waktu satu minggu saja, untuk menentukan tanggal dan hari lamaran kamu ke putri saya,". Jawab Ayah.
Aku benar-benar tidak habis pikir dengan laki-laki ini. Laki-laki yang telah membuat adikku Zaskia kabur dari rumah karena tidak sabar mendapatkan restu untuk menikah. Dan sekarang?!, dia seperti menghindar dari Zaskia. Terlihat jelas di wajahnya, bahwa dia sangat belum siap untuk melamar Zaskia. Lalu apa semuanya ini?, Bukankah dia sangat ngotot untuk secepatnya menikah dengan Zaskia?. Tapi kenapa jadi seperti ini?, apa yang terjadi sebenarnya. Bahkan Zaskia pun sekarang meneteskan air mata mendengar jawaban laki-laki yang mengisi hatinya itu.
"A.. apa tidak bisa di tambah lagi waktu nya pak?, ". Kali ini Andre menegosiasi perihal waktu yang diberikan oleh Ayah padanya.
" Mas Andre?!!,". Detik ini Zaskia benar-benar marah dan kecewa. Zaskia berdiri dan beranjak pergi dari ruang tamu sembari menangis.
Ah, seandainya laki-laki ini tau, bahwa Zaskia adalah putri kesayangan Ayah. Ayah tidak akan terima jika melihat Zaskia tersakiti. Bahkan Ayah akan berbuat apa saja demi Zaskia. Calon adik iparku ini telah memulai perang besar dengan Ayah. Mas Hamzah, aku melirik ke arah suamiku. Suamiku sangat kebingungan dengan semua yang terjadi di depan matanya. Secara, saat dia ditanya kapan akan melamar ku, suamiku ini dengan sigap langsung memberikan hari, tanggal, bahkan lengkap dengan jam acara nya.
"Kamu Lihat?!, Putriku menangis setelah mendengar jawaban darimu. Bukankah ini yang sudah lama kamu tunggu?. Aku tidak bisa memberikan waktu lebih dari seminggu. Titik.!!,". Ucap Ayah lagi.
"Eehh.. Baa... Baik Pak. Saya akan memikirkan nya. Kalau begitu saya pamit untuk undur diri,". Ucap kekasih Zaskia.
Andre pergi setelah berpamitan dengan semua orang. Sedang Ibu dan Ayah langsung menyusul Zaskia dalam kamar nya. Dan Suamiku, masih sama. Yaa.., masih sama dengan yang tadi aku lihat. Wajah nya yang bersahaja penuh dengan kebingungan dan pertanyaan.
" Dek..?, ". Tanya mas Hamzah padaku. Aku mengerti kemana arah pertanyaan suamiku. Bahkan sebelum suamiku bertanya pun aku sudah paham betul apa yang akan dia tanyakan padaku.
" Iya Mas, nanti saja ya ceritanya. Kalau kita sudah pulang kerumah. Sekarang Mas Istirahat saja dulu di kamar ya. Renita ijin mau ke kamar Zaskia dulu. Sepertinya Zaskia sangar sedih,".
"Baiklah sayang.., ". Jawab Mas Hamzah sembari mengelus lembut kepalaku.
Hatiku berdetak kencang, mendengar kata-kata sayang yang keluar dari mulut Mas Hamzah. Apalagi dengan sentuhan lembut tangannya di kepalaku.
Belum apa" banyak bawangnya 😭
sukses
semangat