TAMAT SINGKAT 02 NOVEMBER 2023
Sebuah trauma menjadikan Casey menjadi pribadi yang lain. Trauma masa lalu, membuat Casey tak ingin lagi membuka mata indahnya.
Bukan buta permanen, Casey sendiri yang memilih untuk tak mau melihat dan selalu menutup mata hazel miliknya dengan kain hitam.
Mellan, gadis sandera yang bisa membuat perubahan dalam hidup putra tampan milik Ellard yang notabennya seorang Mafia.
"Kau sudah tahu tugas mu di sini hmm?"
Di bawah hunusan pistol Mellan mengangguk dengan cepat. "Bagus, bertugas menjadi istri ku tanpa menggoda ku. Mengerti?"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pasha Ayu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PBMM DUA DELAPAN
"Casey harus bisa lawan rasa takut Casey, Casey anak Mommy yang pemberani, kalau Casey mau Mommy tetap di sini. Casey harus bisa lindungi Mommy, mengerti!"
Mellan terus yakinkan Casey jika anak itu tidak perlu takut, tidak harus trauma, tidak boleh menciut. Mellan mengenal Erick, Mellan tahu di balik sikap arogan Erick ada figur ayah yang hangat.
Mellan yakin Erick takkan pernah mau menyakiti cucunya. Mellan yakin Erick akan memiliki rasa sayang pada Casey, sama seperti dirinya yang juga sangat menyayangi anak itu meski bukan putra kandungnya.
"Mengerti!" Casey menganggukkan kepalanya, dia ingin membuktikan jika ibunya tidak salah menilai. Casey Myles memang bukan anak yang penakut.
Mellan mencium pipi anak itu. Lalu memakaikan baju hitam, celana hitam, sepatu hitam persis Ellard Myles, juga tak lupa coretan di pipi dengan eye shadow miliknya.
"Casey harus hentikan pertempuran di lantai bawah, Casey tidak boleh trauma. Casey sudah besar, kelak Casey yang akan jaga adik Casey juga," ucap Mellan.
"Iya..." Casey mengangguk tegas.
Sekali lagi Mellan mencium kening putra Carolline. "Casey turun ke bawah bersama Uncle Daley, Grandpa Erick sangat suka permainan, Casey ajak dia main permainan yang Casey sukai, dia akan suka nanti..."
"Benarkah?" Mendadak, Casey sumringah mendengar permainan. "Baiklah, Casey akan turun ke lantai bawah, Casey akan satukan dua Grandad Casey yang berantem. Casey berani, Casey putra Ellard Myles yang berani."
"Bagus Sayang." Melihat dari raut tegas Casey, Mellan yakin betul jika anak itu begitu berani menghadapi tantangan darinya.
Daley mengokang senjata, dia bersiap untuk menjaga putra tampan Ellard Myles. Casey melangkah pasti untuk keluar dari kamarnya.
Mellan menatap punggung Casey dengan iringan doa yang terus dia panjatkan. "Tuhan, semoga engkau selalu berikan kedamaian."
Trauma Casey harus dilawan, dan salah satunya dengan cara yang mungkin menurut sebagian orang Mellan gila. Tapi, Mellan yakin Casey tidak akan celaka oleh Erick.
^^^*/*/*/*/*/*^^^
*/*/*/*/*/*
^^^*/*/*/*/*/*^^^
Lantai marmer itu dipenuhi orang-orang Erick dan orang-orang Dave yang semula mereka berseteru menjadi duduk bersama. Masih ada yang tak terima karena barusan tangannya dibekuk sampai sakit oleh pemuda di sisinya.
Namun, karena Tuan mereka menyuruh mereka untuk menyudahi perang. Maka mereka pun menurut untuk saling berbagi tempat dan menyaksikan pertandingan.
Casey Myles melawan Erick Brighton, harusnya ada spanduk yang ditebar agar lebih meyakinkan lagi. Namun, Erick rasa ini hanya akan menjadi hal paling memalukan karena skor sudah 10 : 0 untuk Casey.
"Kau kalah lagi, Tuan!" ucap Casey tenang.
Ellard dan Dave benar-benar tidak habis pikir, Casey yang dikenal begitu manja, penakut, bahkan pada cahaya saja dia menciut. Kini, anak itu menjadi lugas dalam berkata-kata.
"Satu kali lagi!"
Erick masih penasaran, kenapa saat dia main selalu mengisi lubang congklak milik Casey, sedang dirinya tak menyisakan satupun butiran yang berbentuk biji kopi itu di lubang congklak miliknya?
Casey selalu saja mendapatkan biji kopi lebih banyak darinya. Erick yakin dia bisa hanya saja belum cukup menguasai permainan ini.
"Kau sudah kalah 10 kali Erick. Kapan kau menerima kekalahan mu hah?" Dave mencibir besannya dengan terkekeh remeh.
"Aku yakin Casey curang!" sanggah Erick.
Dave terperangah. "Anak ini terlalu polos untuk curang!" ketusnya kemudian.
"Lalu aku harus bagaimana?" Erick menyela ketus sambil menggaruk kepala. "Aku tidak sudi menjadi besan pria arogan seperti mu!"
"Kau pikir kau tidak arogan?!" sela Dave. Erick memang tidak tahu malu. Bicara seolah dia manusia paling sempurna.
"Kalian manis sekali..." Casey menopang dagu demi menatap kedua kakeknya bergantian.
Erick tertawa fals. "Ayolah, kami ini ketua mafia, kata manis itu seperti ejekan, Casey!"
"Tapi memang kalian romantis sekali," sela Casey kembali. "Kalian tahu, dulu saat Mommy Mellan baru pulang, Daddy juga ketus. Tapi sekarang, dia sangat lembut."
"Aku lembut padanya?" Erick menunjuk ujung hidung mancungnya sendiri. "Cih! Tidak sudi!"
"Aku apa lagi!" Dave lebih ketus. Bahkan tak segan untuk berdecih ke samping.
"Pulanglah!" usirnya pada Erick.
"Aku masih mau main dengan Casey!" tolak Erick semaunya sendiri.
"Dia cucuku, kau dengar?!" Dave mengklaim.
Erick tertawa ringan. "Dia lahir dari putriku yang artinya dia cucuku juga! Kau jangan serakah!" potongnya.
"Fyuh..." Casey mendengus. "Jangan berantem!" katanya. Membuat Erick dan Dave beralih fokus pada anak itu.
"Ada satu cucu lagi untuk kalian, tapi sssttt, dia masih di perut Mommy." Casey bahkan memicingkan matanya gemas.
"Dia akan tinggal di istana ku!" Erick membusung dada yang lekas dia tepuk dengan bangga.
"Jangan mimpi!" sela Dave, tak kalah ketusnya. "Casey dan adiknya, mereka calon pewaris ku!"
"Kau pikir cuma kamu yang punya harta warisan?! Kau tidak tahu ada berapa triliun uang di rumahku hmm?" Erick tentu tak mau kalah dari Dave. "Kau masih punya Calvin dan satu putri lagi, jadi biar Casey dan adiknya bersama ku!"
"Jangan berebut!" Casey menyela. "Casey mau ikut kalian berdua. Satu bulan bersama Grandad Dave, dan satu bulan ikut Grandad Erick. Gimana?" tawarnya..
"Satu bulan bersamanya, dua bulan bersama ku, itu baru adil Casey!" kata Erick seenaknya.
"Kau ini licik sekali!" Dave lagi-lagi tak mau dikalahkan. Erick yang semula tak peduli pada Casey, kenapa sekarang ngotot untuk bisa bersama Casey, bukankah itu gila!
"Ekm Ekm..."
Semua atensi kini terarah pada wanita yang berjalan mendekati mereka. Mellan tersenyum setelah berhasil membuat Erick menurunkan senjatanya lewat Casey.
"Jadi apa Daddy mau merestui hubungan Mellan dengan Ellard?" Mellan menatap Erick yang agaknya mulai bimbang.
"Lihat, kalian saja tidak mau pisah dengan cucu cucu kalian, apa lagi kami yang sebagai orang tua? Mereka cucu kalian juga butuh orang tua yang lengkap, Mellan dan Ellard."
"Putrimu lebih bijak darimu!" Dave berbisik di telinga besannya. "Dia pasti mirip ibunya!"
Erick melotot dan Dave hanya tertawa.
Ellard datang untuk mendekati calon mertua dan mantan mertua. Erick memang memiliki dua status bagi dirinya.
"Aku sudah menceraikan Carolline seperti yang kau minta dulu. Tapi, melepas Mellan, aku tidak sanggup, aku siap mati jika kau menginginkan nyawa ku, asal biarkan Casey, Mellan dan calon bayi kami hidup bersama."
Ellard menyodori pistol pada Erick. "Tembak aku, asal jangan pisahkan Mellan, Casey dan adiknya dengan orang tua ku."
Erick mematung di tempatnya. Bagaimana cara dia membunuh di hadapan cucu, dan juga putri yang sedang hamil anak lelaki muda itu? "Aku mencintaimu, Ellard."
Sial bukan? Mellan bahkan seperti sedang meyakinkan dirinya bahwa lelaki itu sangat teramat dicintainya. "Aku juga mau mati jika Daddy menembak mu."
Erick semakin tertegun.
trm kasih thor, semangat & teruslah berkarya..
Lacak & segera temukan mommy mellan..