Sebuah cerita cinta yang didambakan oleh semua orang yaitu, berakhir dengan bahagia bersama untuk menua namun tidak dengan pasangan dua sejoli Elnara dan Bobby. Kisah cinta mereka harus berakhir tanpa kepastian , tanpa ada kata perpisahan namun masih menyimpan perasaan satu sama lain.
Sekuat apapun kita bertahan dan berkorban demi seseorang jika memang bukan takdir untuk bersama tidak ada yang bisa mengalahkan ketentuan dari-NYA.
Nara yang memilih untuk pergi meninggalkan Bobby dan harus menikah dengan seorang laki-laki yang tidak pernah ia cintai ditambah laki_laki tersebut sudah memiliki istri dan anak. Nara yang harus rela menjadi istri ke dua, mampu kah Nara bertahan di dalam pernikahan yang didasari dengan keterpaksaan ??
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon listi Sabran, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Cinta yang dipaksa
Pagi itu Keenan dan Elis sudah siap untuk berangkat untuk pertemuan di acara kantor Keenan karena kedatangan para investor dari Indonesia.
Elis pun menghampiri Nara yang sedang memasak di dapur bersama bu Rus.
"Ra, aku sama mas Keenan mau pergi dulu ya, kamu gak apa-apa aku tinggal sebentar?" tanya Elis.
"Ya gak apa-apa lah,Lis.Oiya kamu gak sarapan dulu?"
"Gak ah soal nya keburu nih Ra, nanti disana juga dapet makan kok jangan khawatir, aku pergi ya,"ucapElis lagi.
"Oke, hati-hati ya."
Elis dan Keenan pun pergi ke kantor diantar oleh sopir pribadi mereka.
Bu Rus yang dari tadi terus saja memandang Nara dia penasaran dengan kehidupan Nara, dan dia memberanikan diri untuk bertanya kepada Nara.
"Mbak Nara,,,kok akhir-akhir ini saya lihat mbak sering melamun?''tanya bu Rus.
"Ah masa sih ,Bu?'
"Iya mbak, apa ada masalah?"tanya bu Rus lagi yang masih penasaran.
"Gak ada masalah apa-apa kok bu, masalah kecil aja lah ."
"Justru dari masalah yang kecil itu mbak di hati ini nanti semakin tambah besar rasa sakit nya kalau
keterusan dipendam,"sahut bu Rus.
Nara pun langsung terdiam sejenak meresapi ucapan bu Rus.
"Emang bu Rus pernah ngalamin hal semacam itu?"
''Ya pernah lah mbak, manusia mana coba yang gak pernah sakit hati."
"Terus cara bu Rus menghadapinya gimana?"
"Dulu ya mbak, saat saya sedang hamil anak pertama ,suami saya selingkuh dengan sahabat saya sendiri, eh ternyata mereka pacaran sudah lama sebelum saya nikah sama suami saya itu."
"Terus? kenapa bisa nikah nya sama bu Rus kan sebelum nya suami ibu sama sahabat bu Rus pacaran, kan?"
" Karena pada saat itu saya gak tahu kalau mereka menjalin hubungan dibelakang saya, sahabat saya itu tahu kalau saya juga suka sama suami saya , sampai suatu ketika mereka jujur dengan saya kalau mereka ada hubungan, saat itu saya sangat kaget mbak, saya syok ditambah mereka pacaran sudah lama sekali. Tapi saya gak terima saya terus saja memaksakan diri untuk merebut suami saya dulu, bagaimana pun cara nya saya harus dapatkan , dan saya mengancam mereka dengan mau bunuh diri dan pada akhirnya sahabat saya memaksa suami saya untuk menikahi saya mbak."
"Terus bu, terus,"sahut Nara yang makin penasaran dengan kisah bu Rus.
"Kami pun menikah, dan punya anak dan waktu saya hamil 6 bulan, saya mengetahui suami saya kembali menjalin hubungan dengan sahabat saya, betapa hancur nya hati saya pada saat itu, ingin menyalahkan mereka tapi saya pikir bukan kah dari awal yang membuat kesalahan adalah saya, saya yang memaksakan semua nya, dan saya pun sadar kalau cinta memang tidak bisa dipaksakan, seiring berjalan nya waktu saya kira suami saya bisa mencintai saya sepenuhnya, ternyata tidak.Saya pun pasrah mbak, saya minta untuk pisah dan suami saya pun mengiyakan tanpa menahan saya setidaknya demi darah daging nya yang saya kandung,"ucap bu Rus sambil berlinang air mata nya mengenang kisah pahit hidup nya.
Seketika Nara berpikir, ternyata ada yang lebih sakit dari sakit yang ia rasa, dia belajar dari kisah bu Rus, kalau kita memaksa untuk mencintai dan dicintai itu tidak akan pernah berakhir bahagia, karena hubungan berdasarkan suatu keterpaksaan tidak akan menghasilkan cinta tulus, yang ada hanya iba.
"Loh sekarang anak bu Rus dimana?"tanya Nara.
"Dia ikut sama ayah nya."
"Mantan suami ibu sudah berkeluarga?"
"Iya sudah mbak, dia nikah dengan sahabat saya itu, dan anak saya di asuh oleh ibu tirinya."
"Kenapa ibu rela anak ibu di asuh oleh mereka?"tanya Nara lagi sambil melihat wajah bu Rus yang terlihat sedih mengenang masa lalu nya dulu.
"Daripada dia hidup sama saya mbak, serba kekurangan, mending dia hidup sama ayah nya dengan ibu tirinya yang serba berkecukupan."
"Sekarang ibu sering mengunjungi anak ibu?"
"Jarang mbak, saya kan kalau pulang ke indonesia ya kadang 2 tahun sekali atau 5 tahun sekali.Lagian anak saya juga gak tahu kalau saya ini ibu kandung nya."
"Kenapa bu?"
"Lebih baik dia tidak tahu lah mbak,"ucap bu Rus lirih.
"Kalau suatu saat dia tahu, gimana,bu? apa mungkin dia bisa terima?"
"Saya kalau nengok anak saya cuman dari kejauhan aja sih ,mbak.Sekarang dia sudah besar mungkin seumuran dengan mbak Nara."
"Terus kok bisa bu Rus di sini?"
''Disaat saya kesusahan, untung nya saya ketemu dengan bu Elis, saya dibawa kesini dan di beri pekerjaan, saya sudah menganggap Bu Elis seperti keluarga saya sendiri."
Ketika mereka asik mengobrol,tiba-tiba telpon rumah berbunyi.
Kring,,,kring,, kring,, Nara pun bergegas mengangkat telpon nya.
"Hallo, Nara? ini aku Elis."
"Oh iya Lis ada apa?"
"Bilangin sama bu Rus ya,Ra nanti sore masak yang banyak buat makan malam soalnya malam nanti kita kedatangan tamu rekan kerja nya mas Keenan, nanti siang kamu bisa gak Ra temenin bu Rus ke pasar?"
"Oke Lis,"sahut Nara.
'Nanti sopir dirumah yang antar kalian ke pasar, maaf ya Ra aku jadi merepotkan kamu."ucap elis.
"Gak kok, sama sekali gak merepotkan ,Lis."
"Oke, aku tutup telpon nya dulu ya, makasih ya,Ra."
"Telpon dari bu Elis ya,Mbak?"tanya bu Rus?"
"Iya bu, nanti kita disuruh ke pasar buat beli keperluan masak nanti malam soalnya ada teman mas Keenan mau kesini."
"Oh ya sudah kita sekarang saja mbak ke pasar nya, nanti kalau kesiangan sudah pada habis semua sayur nya."
Dan mereka pun pergi ke pasar diantar oleh pak Andi supir pribadi Elis. Kebetulan pak Andi juga keluarga nya bu Rus.
Setiba di pasar mereka berbelanja keperluan untuk masak, dan saat mereka diperjalanan pulang mobil yang mereka tumpangi ban nya bocor.
"Loh ada apa pak Andi? kok tiba-tiba berhenti?"
"Ini mbak ban nya sepertinya bocor, sebentar saya cek dulu."
Pak Andi pun turun dari mobil nya untuk mengecek ban mobil tersebut.
"Ya elah pakai bocor segala lagi nih mobil,"ucap pak Andi sambil memeriksa ban mobil.
"Ya sudah kita telpon bengkel berjalan aja,mas."sahut bu Rus.
Mereka pun keluar dari mobil dan menunggu mobil bengkel berjalan datang.
Nara pun membeli minum di sebuah mini market yang berjarak tidak jauh dari mereka berhenti.
Saat Nara mengambil minuman di lemari pendingin tiba-tiba ada seseorang laki-laki yang juga ingin mengambil minuman yang sama, Nara pun terkejut .
"Eh, sorry,please take it "ucap Nara dengan bahasa inggris kepada laki-laki yang bertubuh tinggi besar dan dilihat wajah nya seperti orang indonesia.
"Do you come from Indonesia?" tanya laki-laki itu kepada Nara.
"Yes, ,"sahut Nara.
"Saya juga dari indonesia , baru beberapa hari disini."
"Oh, iya bang,salam kenal ,aku Nara,"sambil memberikan tangan nya untuk bersalaman.
"Nara, nama yang bagus, aku Alvian."Sambil memandang wajah Nara dan tersenyum.
"Oh iya silahkan bang kalau mau ambil minuman nya," ucap Nara sambil mencoba melepaskan genggaman tangan laki-laki itu.
"Maaf , saking senang nya saya ketemu dengan orang indonesia disini,'sahut laki-laki itu.
Nara pun langsung menuju ke kasir untuk membayar 3 botol minuman dan beberapa roti untuk bu Rus dan pak Andi.Tiba-tiba laki-laki itu menghampiri Nara dikasir dan membayar semua belanjaan nya Nara.
"Mbak, biar semua belanjaan nya mbak ini saya yang bayar (Dalam bahasa Turki),"ucap laki-laki itu.
Nara pun langsung terkejut dan berkata kepada laki-laki tersebut."Gak usah bang ,biar saja aku yang bayar."
"Gak apa-apa mba."Memberikan uang kepada kasir tersebut.
atau yg bunuh kekasih si Alvian dulu juga Siska haduh ntar Nara juga dibunuh heh benera iblis muka dua tuh