Raka Alfareza (23) seorang OB diam-diam mencintai Akira, Boss ditempatnya bekerja.
Sedangkan Akira (33) seorang janda beranak 2 pemilik perusahaan dimana Raka bekerja. Akira masih mencintai mantan suaminya dan berharap bisa bersama lagi.
"Saya mencintai anda, Bu." Raka.
Akan kah cinta Raka pada Akira terbalaskan?
Atau kah Akira justru rujuk dengan mantan suaminya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tri Haryani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB. 27 END
Zaskia langsung bangkit dari duduknya dan pergi dari sana meninggalkan Akira dan Raka yang menunggu makanan mereka datang.
Raka memberanikan diri menatap Akira yang berada di hadapannya. Ia ingin sekali mengutarakan perasaannya namun merasa tidak pantas melakukan itu.
Tapi bila tidak ia utarakan selamanya Akira tidak akan pernah tahu bila ia mencintainya.
"Bu Akira."
"Ya." Akira langsung menatap Raka.
"Maaf kalau saya lancang mengatakan ini pada anda. Tapi saya ingin Bu Akira tahu bila saya mencintai Anda," ucap Raka membuat Akira terperangah.
"Yang benar saja kamu mencintai saya, Raka. Emm, maksud saya bukan karena kamu OB tapi ini karena saya janda dua anak dan usia saya juga lebih tua darimu," ucap Akira.
"Saya tahu itu semua, Bu. Saya hanya mengutarakan saja dan saya tidak berharap anda membalas cinta saya," ucap Raka.
Akira menganggukkan kepala mengerti apa yang Raka maksud.
"Sepertinya gadis yang tadi bersamamu itu mencintaimu, kenapa kamu tidak membuka saja hatimu untuknya?" tanya Akira.
"Karena saya tidak bisa menentukan pada siapa cinta saya akan berlabuh. Saya tahu Zaskia mencintai saya, tapi saya pura-pura tidak tahu karena saya mencintai anda," ucap Raka.
"Saya tidak akan melarang kamu mencintai saya, tapi saya sarankan buka hatimu untuk Zaskia karena dia lebih cocok untukmu. Dia muda, cantik dan juga masih perawan," ucap Akira membuat Raka tersenyum kecil.
"Apa anda masih mencintai pak Aarav?" tanya Raka.
Akira mengangguk. "Ya, saya masih mencintainya, terlebih lagi setelah saya tahu penghianatan yang dia lakukan itu ternyata skenario dari wanita yang ingin merebutnya. Saya juga tahu kebenaran itu baru-baru saja," ucapnya.
"Seandainya Pak Aarav mengajak anda rujuk lagi, apa anda mau kembali dengannya?" tanya Raka lagi.
"Entahlah, saya terlanjur mengatakan tidak mau rujuk dengannya. Tapi sungguh saya menyesali berkata seperti itu," jawab Akira.
"Ternyata kamu menyesalinya ya."
Suara bariton itu sontak saja membuat Akira mendelik kemudian membalikkan tubuh dan ternyata sejak tadi ada Aarav duduk di belakangnya sembari membaca koran.
"Aarav," panggil Akira.
Aarav melipat koran yang sedang ia baca kemudian meletakkannya di meja. Kacamata hitam yang ia kenakan juga ia lepas kemudian memasukkan ke saku jas bagian dalam.
Pria tampan dengan sejuta pesona itu menghampiri Akira yang sedang duduk bersama dengan Raka.
Aarav menggenggam kedua tangan Akira.
"Aku sudah mendengar semua yang kalian bicarakan. Kamu masih mencintai aku, dan aku juga masih mencintaimu. Kita terpisahkan karena kesalah pahaman, jadi ... mau kah kamu rujuk kembali denganku, memulai hidup baru bersama dengan anak-anak kita?" tanya Aarav.
Akira tersenyum kemudian menganggukkan kepala. Tidak bisa ia pungkiri bila selama ini dirinya terasa hampa tanpa Aarav disisinya. Namun karena rasa kecewa telah dihianati pria itu membuat Akira terus menguatkan hatinya bila ia bisa hidup tanpa Aarav.
Setelahnya Aarah menatap Raka yang berada di hadapannya. Tatapan yang semula bahagia saat menatap Akira kini berubah menjadi sendu.
Aarav mengambil sesuatu dari dalam saku jasnya kemudian menyerahkan pada Raka.
"Aku sudah menyelidiki ternyata kamu adalah adik kandungku yang hilang, maaf aku baru bisa menemukanmu," ucap Aarav penuh sesal.
Hal itu tentu saja membuat Raka dan Akira terkejut karena tak percaya bila Raka adik kandungnya Arrav.
"Kalau kamu tidak mempercayainya kamu bisa tanyakan pada kedua orang tua angkatmu dikampung," titah Aarav.
Raka mengangguk. Tidak banyak bicara, pria itu segera menghubungi orang tuanya dikampung, dan benar saja bila ternyata selama ini ia hanya anak angkat.
"Kembalilah ke rumah, kamu tidak sepantasnya bekerja sebagai OB. Kamu adikku, aku akan memberikan semua hakmu sebagai seorang Adiputro," ucap Aarav.
Raka mengangguk lagi. Ia sangat bersyukur bisa bertemu dengan keluarga kandungnya, ia juga bersyukur wanita yang ia cintai bersama dengan pria tepat seperti Aarav Adiputro kakak kandungnya. Ia akan bahagia bila Akira bahagia.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=END\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Ikuti akun author juga, supaya bisa terus menikmati karya terbaru dari author.
Terima kasih, salam sayang dari author untuk pembaca tercinta.
Ikuti akun author juga, supaya bisa terus menikmati karya terbaru dari author.
Terima kasih, salam sayang dari author untuk pembaca tercinta