WARNING!!!
- Harap bijak dalam menyikapi cerita ini.
- Cerita ini mengandung kekerasan fisik.
- Terdapat beberapa bagian kata yang terdengar kasar.
Menceritakan seorang gadis bernama Aurora Lexa Antonius yang dibesarkan di keluarga yang cukup berpengaruh. Suatu hari dia di usir oleh keluarganya hanya karna fitnah dari ibu tiri dan saudari tirinya.
Mampukah Aurora membalaskan dendamnya pada mereka?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Della Avista, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Resmi Jadi Pemimpin Mafia
Ia pun segera melangkah keluar dari ruangan itu, dan tidak lupa ia menekan kembali patung kepala serigala yang berukuran sedang yang memang sebagai lambang dari klan mafianya. dan lemari itu pun tertutup dengan sendirinya dan kembali ke posisi sedia kala.
Aurora pun berlari kecil ke arah pintu dan membukanya, di sana terdapat satu wanita yang memiliki wajah yang cukup cantik.
" Permisi nona, nona muda sudah di tunggu oleh tuan besar di halaman belakang markas ini nona." ucap wanita itu yang termasuk dalam anggota mafianya.
" Baiklah, terimakasih. aku akan segera ke sana, kau bisa pergi terlebih dulu." ucap Aurora dengan wajah datarnya.
setelah wanita mafioso itu pergi, Aurora segera menutup pintu kamarnya dan melangkah ke arah walk in closet untuk berganti pakaian. karna ia sudah membersihkan tubuhnya sedari ia masuk ke kamar ini.
Setelah Aurora selesai berpakaian, ia pun keluar dari kamarnya dan melangkah menuju halaman belakang dimana semua orang berada saat ini. sesampainya di halaman tersebut, ia melihat semua orang sedang sibuk dengan kegiatannya masing - masing. Aurora pun berjalan ke arah dimana Opa dan Omanya berada saat ini.
" Hai Opa, Oma, paman dan juga Ken." ucap Aurora menyapa mereka semua.
" Oh hai sayang." ucap sepasang paruh baya itu sambil tersenyum manis ke arah Aurora.
" Halo nona muda." ucap Ken dan paman Marko dengan menundukkan kepalanya.
" Paman, dengar ya. kalo kita sedang duduk bersama seperti ini panggil aku Aurora saja. tidak terima penolakan atau protes sama sekali." ucap Aurora dengan tatapan tajamnya saat melihat mereka berdua hendak melayangkan protesnya pada Aurora.
Dan mereka berdua pun hanya bisa pasrah dan menuruti keinginan nona mudanya itu. sedangkan Oma dan Opanya hanya bisa tertawa sekencang - kencangnya. karna melihat Marko dan Ken yang tidak bisa berkutik di depan sang cucu.
mereka semua para mafioso yang mendengar tawa para pemimpin itu pun sudah tidak heran lagi dengan tingkah ketua mereka. karna di balik sifat bengis pasangan paruh baya itu, mereka termasuk orang - orang yang hangat.
Bahkan mereka semua juga sudah di anggap keluarga oleh ketua mereka dan bukan bawahannya. itu yang membuat mereka semua merasa di hargai sebagai manusia, dan semua mafioso tidak ada yang berani berkhianat pada pemimpin mereka.
" Oh iya Opa, kenapa ini sangat meriah sekali kalo hanya pesta barbeque saja." tanya Aurora dengan keheranan tapi wajahnya tetap saja datar.
" Ini memang bukan hanya pesta barbeque sayang. ini adalah pesta penyambutan dan peresmian untuk mu." ucap Opa dengan penjelasan panjang lebar.
" Peresmian?" ucap Aurora menaikan salah satu alisnya.
" Malam ini, opa akan menyerahkan kepemimpinan Opa padamu sayang. karna kamu sudah berhasil menjalankan tantangan opa." ucap Opa Damian dengan muka mimik yang mulai serius.
Dan semua mafioso yang sedang melakukan aktivitas nya pun berhenti. para mafioso itu mulai berdiri tegak dengan rapi. Opa Damian yang melihat semua orang sudah berhenti dari kesibukannya tadi pun mulai berkata.
" Nak mulai sekarang kepemimpinan Opa di klan werewolf ini opa serahkan padamu." ucap opa sambil menatap lekat wajah datar cucunya.
" Semua tanggung jawab yang Opa punya, mulai malam ini akan menjadi tanggung jawab mu. Opa dan Oma akan tetap memantau semuanya, jika kamu memiliki kesulitan nantinya di masa mendatang bilang saja pada kami sayang." lanjut Opa dengan tersenyum tipis.
" Dan mulai sekarang kau bebas memerintahkan mereka semua. mereka semua adalah milikmu mulai malam ini. tapi ingat, jangan menyalahkan mereka tanpa tau penjelasan yang sebenarnya dari mereka. jangan pernah merendahkan mereka semua jika kamu ingin di hargai, bisa sayang?" ucap Oma pada Aurora, dan Aurora pun mengangguk kan kepalanya.
" Semoga kamu menjadi pemimpin yang membanggakan untuk semua mafioso mu. dan asal kamu tau sayang, semua mafioso yang kita miliki sudah di tanamkan chip berukuran kecil dalam tubuh mereka. jika mereka berani berkhianat pada kita, chip itu akan dengan sendirinya meledakkan tubuh orang yang berkhianat itu." ucap opa panjang lebar, Aurora yang mendengar itu cukup terkejut.
" dan mendiang ibumu adalah seorang wanita yang cukup ahli dalam racun dan penawar nya. kau sudah membuka ruang rahasia yang ada di dalam kamar ibumu bukan." ucap Oma pada Aurora dan ia pun mengangguk.
" Pelajari semua buku yang ada di sana, dan di ruangan itu ada berkas rumah lelang Grand Sky milik mendiang ibumu yang juga di wariskan untuk mu. carilah sayang berkas itu di sana nanti." ucap Oma pada Aurora
Aurora yang mendengar rumah lelang Grand Sky adalah milik ibunya pun merasa sangat syok. ia tidak tahu sama sekali tentang hal itu. setau Aurora, rumah lelang Grand Sky adalah rumah lelang yang melelangkan barang - barang langka, dan barang ilegal non ilegal pun ada di situ serta rumah lelang itu juga memiliki penghasilan yang sangat - sangat fantastis.
Oma dan Opanya yang melihat reaksi Aurora yang sangat terkejut pun hanya tersenyum ke arahnya.
" Kamu bisa ke sana dengan Ken atau Will untuk menandatangani berkas pemindahan itu sayang." ucap Opa pada Aurora.
" Baik Opa, besok - besok aku akan ke sana." ucap Aurora setelah sadar dari rasa terkejutnya dan Opa pun menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.
" Sekarang kamu resmi menjadi pemimpin mafia ini sayang. selamat ya nak." ucap Opa dan Oma secara bersamaan.
" Terimakasih Opa Oma." ucap Aurora dengan senyuman tipis.
" Selamat datang Queen." ucap semua mafioso yang ada di sana termasuk Ken dan paman Marko.
Sedangkan untuk para mafioso yang ada di luar negri mengirimkan satu atau dua orang sebagai perwakilan untuk acara malam ini.
Saat Aurora sedang mencerna situasi tersebut, Ken pun datang ke hadapannya dan mengajak Aurora ke sudut ruangan.
" Mari nona kita keruangan itu untuk membuat satu gambar atau tatto pada punggung nona sebagai tanda bahwa nona adalah Queen atau pemimpin kami yang baru." ucap Ken sambil membungkukkan badannya dan di samping ada William yang juga sedang menundukkan badannya pada Aurora.
Aurora yang mendengar perkataan yang keluar dari mulut Ken pun, memalingkan wajahnya menatap ke arah sepasang paruh baya yang sedang duduk di samping kanannya. Oma dan Opa Damian yang mengerti maksud dari tatapan itu pun menganggukkan kepalanya.
" ikutlah dengan Ken dan Will sayang. mereka para mafioso pun memiliki tatto sebagai tanda bahwa mereka merupakan anggota klan mafia werewolf." ucap Opa pada Aurora.
" Tatto itu tidak akan bisa di tiru oleh sembarang orang karna terdapat nomer kode sebagai nama mereka saat sedang menjalankan misinya nanti." lanjut opa dengan penjelasan yang cukup panjang.
kmna aja dirimu lma mnghilang????
ada ssuatukah?????mga cpt up lg y.....smnggttt.....😘😘😘
SEMANGAT/Good//Good//Good/✊✊👍👍💪😊