Aluna terpaksa menikahi muridnya bernama Keenan. Seorang siswa yang terkenal nakal di sekolah tempatnya mengajar.
Semuanya berawal saat keduanya kepergok warga ketika berteduh di sebuah gubuk dekat hutan lindung. Aluna dan Keenan dipaksa menikah karena kedapatan berpelukan.
Pernikahan keduanya harus disembunyikan hingga Keenan lulus sekolah.
Bagaimanakah mereka akan menjalani rumah tangga, jika keduanya berbeda prinsip dan gaya hidup?
Jangan lupa tinggalkan jejak setelah membaca. Like dan koment. 💓💓
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mama reni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 28. Kedatangan Papi dan Istrinya
Aluna sedang memasak saat terdengar suara bel berbunyi. Wanita itu berjalan ingin membuka pintu, tapi urung ketika melihat Keen yang sudah terlebih dahulu berjalan menuju pintu.
Cowok itu terkejut mengetahui Papi yang datang bersama dengan ibu tirinya. Keen mempersilakan keduanya duduk. Mata Novi, memandangi apartemen tanpa kedip. Mengamati semua perabot dan interior dari apartemen.
"Mana istrimu?" tanya Papi saat akan duduk.
"Lagi masak. Sebentar aku panggilkan," jawab Keen. Cowok itu berjalan ke dapur. Dia melihat istrinya yang sedang mencuci piring.
Keenan berjalan pelan menuju istrinya, lalu memeluk dari belakang. Dia mengecup tengkuk Aluna yang terbuka karena rambutnya yang diikat.
"Siapa tamu yang datang itu, Keen?" tanya Aluna sambil tetap membersihkan dapur.
"Papi dan Novi," jawab Keen. Mendengar jawaban Keen, Aluna menghentikan kegiatannya. Membalikkan badan menghadap suaminya dan menatap dengan wajah tidak percaya.
"Kamu serius itu, Papi?" tanya Aluna lagi. Keen hanya menjawab dengan menganggukan kepalanya. Aluna lalu melepaskan pelukan Keen.
"Kenapa kamu tidak ngomong dari tadi. Aku mau ganti baju dulu. Baju ini sudah kotor dan lusuh!" ucap Aluna. Tanpa menunggu jawaban dari suaminya, wanita itu berjalan cepat menuju kamar. Mengganti pakaiannya dan sedikit berdandan. Keen mengambil tiga kaleng minuman di kulkas dan membawa sepiring camilan yang tadi dibuat Aluna.
Saat Keen menghidangkan makanan dan minuman, mata Novi tidak berkedip memandangi wajah anak tirinya itu. Seperti tidak percaya jika Keen mau melakukannya. Begitu juga papi, pandangannya tidak berkedip saat Keen meletakan makanan tersebut dihadapannya.
"Hebat ya istrimu, Keen. Bisa menjadikan kamu babu," ucap Novi dengan suara mengejek.
Keenan memandangi Novi dengan tatapan mematikan. Tidak terima dengan ucapan ibu tirinya itu. Keen tersenyum miring ke arah wanita yang menjadi ibu tirinya tersebut.
"Aluna tidak pernah menjadikan aku babu. Kami saling membantu dalam pekerjaan rumah. Aku juga melakukan semua dengan senang hati. Dapat membantu Aluna membuatku bahagia. Aku saja yang ingin menjadikan dia ratu!" Keen menjawab dengan tersenyum sinis.
Novi tampak cemberut, tidak suka dengan jawabannya Keen. Dia berharap suaminya marah karena melihat putranya dijadikan babu. Namun, Bramantyo hanya diam tidak bersuara membuat Novi makin cemberut.
Lima belas menit kemudian, Aluna keluar dari kamar dengan pakaian yang telah rapi. Novi memandangi Aluna tanpa kedip. Istri Keen itu membalas dengan tersenyum.
Aluna mendekati Bramantyo dan mencium tangan pria paruh baya itu. Lalu dia juga mendekati Novi dan melakukan hal sama. Mata ibu tiri Keen itu terus saja menatap Aluna.
"Aku akui, dia sangat cantik. Pantas Jack masih belum bisa melupakannya. Namun, aku tidak suka, kau lebih memilih Keen dari Jack. Dasar matre. Jack kau tolak karena tidak sekaya Keen pastinya. Wajah lugu ternyata suhu." Novi bergumam dalam hatinya.
"Apa kabar kalian? Apa di sekolah aman saja?" tanya Bramantyo.
"Ada sedikit masalah. Murid-murid sudah mulai curiga hubungan aku dan Keen, Pi," jawab Aluna.
Novi tersenyum miring mendengar jawaban Aluna. Terlihat dari wajahnya jika wanita itu tidak menyukai Aluna. Dia memandangi wajah Aluna dengan tatapan tajam. Istri Keen itu bukan tidak menyadarinya. Namun, dia berusaha bersikap tenang.
"Bagaimana murid bisa curiga? Apa kamu dan Keen selalu memperlihatkan kemesraan? Apa pikiran mereka seandainya tahu kalian telah menikah?" Novi berkata dengan suara sumbang.
"Menurut Papi jika memang sudah banyak yang mencurigai hubungan kalian, lebih baik umumkan saja. Kalian nikah resmi, jadi mereka mau apa?"
Ucapan Bramantyo itu sepertinya kurang disukai Novi. Wajahnya makin cemberut mendengarnya. Dia lalu memandangi suaminya.
"Gimana sih pikiran Papi ini? Tentu saja akan memalukan jika hubungan mereka terbuka dan diketahui semua warga satu sekolah. Apa yang akan murid Aluna pikirkan, seorang guru menikahi muridnya? Pasti mereka berpikir ternyata selama ini sang guru menggoda muridnya. Seusia Keen yang seharusnya hanya memikirkan pelajaran," ucap Novi dengan penuh penekanan.
"Maaf Mbak Novi, aku dan Keenan tidak pernah memperlihatkan kemesraan di sekolah. Sebagai guru aku sudah mencoba bersikap sewajarnya. Jika memang ada yang tahu hubunganku, pasti ada seseorang dari keluarga atau teman dekat Keen yang menyebarkan, karena aku tidak memiliki keluarga," ucap Aluna dengan suara lembut, walau sebenarnya hatinya sakit.
Papi Bramantyo tampak mengerutkan dahinya, dia seperti berpikir dengan apa yang Aluna katakan. Papi lalu memandang ke arah Keen.
"Apa temanmu yang menyebarkan berita ini?" tanya Papi dengan putranya.
"Temanku tidak ada yang sekolah di sana. Papi pikirkan saja. Hari ini berita itu tersebar. Pasti ada seseorang yang mengatakan, dan orang itu baru muncul sekarang," ucap Keen dengan tersenyum miring.
Wajah Novi tampak memerah menahan amarah. Dia menarik napas dalam sebelum bicara. Tangannya terkepal seperti ingin meninju seseorang.
"Jadi kau ingin menuduh Jack? Apa untungnya dia menyebarkan berita ini? Jangan ge-er kamu Aluna, Jack tidak memiliki perasaan apa pun denganmu lagi. Dia telah tahu sifat aslimu. Kau mau dengan Keen juga karena tahu dia anak orang kaya. Cewek matre!" ucap Novi.
Keen tidak bisa terima atas ucapan ibu tirinya. Cowok itu berdiri menghadap Novi. Dia juga tampak menarik napas. Tenggorokan nya terasa tercekat mendengar ucapan wanita yang telah lima tahun dinikahi Papinya.
"Siapa yang menuduh Jack? Kau saja yang merasa begitu. Atau emang benar dia yang menyebarkan semua ini? Aku harap jaga mulutmu dan tanyakan dengan adikmu itu, kenapa dia masih terus mengejar Aluna? Jika bukan karena cinta!" Keen bicara dengan suara lantang.
Aluna yang merasa tidak enak hati dengan Bramantyo, karena Keen dan Novi bertengkar karena dirinya. Wanita itu berdiri dan meminta Keen kembali duduk.
"Kamu lupa dengan apa yang aku katakan? Tolong kontrol emosi, karena itu akan merugikan diri kamu sendiri!" Aluna berusaha menenangkan suami kecilnya itu.
Bramantyo hanya memandangi Keen dan Aluna. Entah apa yang ada dipikirannya melihat menantunya mencoba menenangkan cowok itu.
"Atau sebaiknya umumkan saja. Papi tidak keberatan. Asal kamu dan Aluna masih tetap menjaga batas selama berada di sekolah," ujar Papi akhirnya.
Novi tampak gusar mendengarkan ucapan suaminya. Dia memandangi pria itu dengan mata tajam. Tidak suka dengan keputusan Bramantyo.
"Apa Papi tidak berpikir akibat semuanya? Ini tentang nama baik Papi. Apa kata guru dan murid di sekolah jika tahu mereka telah menikah. Pasti akan menyeret nama Papi. Orang-orang akan enggan memasukan anaknya ke sekolah kita itu jika tahu ada guru yang merayu muridnya." Novi mengatakan dengan suara yang cukup keras.
Keen tampak ingin berdiri lagi, tapi Aluna menahannya. Dia menggelengkan kepala, melarang suaminya itu. Tidak mau Keen bertambah emosi.
"Sekolah itu milikku! Bukan milik Papi. Jika saat ini dikelola Papi, itu hanya menunggu aku berusia 20 tahun. Jadi Papi tidak ada hak atas sekolah itu, apa lagi kau! Aku bisa memecat siapa yang tidak aku suka, termasuk Jack!" ucap Keen dengan bentakan.
Novi tampak terkejut mendengar ucapan Keen. Dia pikir selama ini, sekolah itu milik suaminya yang akan jatuh ke tangan dia suatu saat nanti.
...----------------...
dari yg awalnya saling menolak tapi harus menikah dg terpaksa, tapi berakhir saling mencintai satu sama lain, bahkan jadi bucin..
happily ever after Keenan dan Aluna, gak ketinggalan Jeca jg..
makasih mama, udah nyuguhin novel ini.
semoga sehat terus ya mam..
tetap semangat dan semoga sukses selalu..
🙏🏻💪🏻😘🥰😍🤩💕💕💕