Mohon bijak untuk menanggapai sebuah karya
jangan lakukan boomlike ya jika tidak dibaca🙏🏼😁
Bantu dukung dengan cara Like, Komen, Hadiah dan Vote ya Readers.
Ini kisah dibuat dari pikirin saya sendiri, no plagiat apapun 🙏.
Kisah Keluarga yang pindah kewarganegaraan, karena sebuah pekerjaan yang berada di Indonesia.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pitriyani Calam, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Persiapan
Deenra mencerna semua ucapan adiknya, sebenarnya ada rasa kangen dengan Rudy dan ingin bercerita banyak padanya.
Setelah berpikir akhirnya Deenra mengikuti keinginan Maudy untuk menghubungi Rudy.
Deenra harap perasaan Rudy pada adiknya segera hilang dan berlalu, dan dia juga berharap kalau itu semua hanya cinta monyet masa-masa remaja.
Maudy senang karena bisa merayu kakaknya untuk memperbaiki hubungan pertemannya kembali, mengingat pertemanan mereka sudah sangat dalam dan seperti keluarga sendiri, jadi rasanya sangat tidak nyaman jika ada selisih paham tanpa diselesaikan secara baik-baik.
Sebelum menelpon Deenra menatap Maudy dan Maudy hanya menganggukkan kepalanya, Maudy tau jika kakaknya masih ragu tapi hati nya harus segera berdamai.
...*****☟☟☟*****...
"Kak, meminta maaf lebih dulu tidak akan membuat dirimu hina, jadi apa salahnya jika kakak yang meminta maaf duluan pada kak Rudy, inshaallah, Allah melihat niat tulus kakak untuk meminta maaf" ucap Maudy senyum
"Bismillah" lirih Deenra mencari nama Rudy di kontaknya
📱Deenra
Halo, Assalamualaikum, Rud.
📱Rudy
Waalaikumsalam
📱Deenra
Apa aku ganggu kamu, Rud?
📱Rudy
Tidak, aku hanya lagi santai saja sekarang, ada apa?
📱Deenra
Aku mau minta maaf pada mu, karena beberapa hari ini aku mengabaikan panggilan dari mu
📱Rudy
Lupakan saja, aku tau bagaimana perasaan mu, mungkin hal itu akan aku lakukan juga apabila Shifa ada yang menembaknya sebagai kekasih (Tertawa pelan)
📱Deenra
Apa aku masih bisa menjadi teman mu seperti dulu
📱Rudy
Jelas saja bisa, aku tidak marah padamu, jadi jangan diambil pusing
📱Deenra
Ya aku pusing, karena memikirkan mu, gara-gara sikap ku yang tidak bersahabat padamu
📱Rudy
Jangan dibahas lagi ya, aku juga minta maaf dengan lancang mengungkapkan perasaan ini pada Maudy, mungkin aku juga terlalu gegabah dalam bertindak, tolong sampaikan permintaan maaf ku pada Maudy, aku tidak mau menghubungi nya tanpa izin darimu
📱Deenra
Maudy ada disamping ku, kamu mau bicara padanya?
📱Rudy
Tidak, cukup kamu sampaikan saja pesan ku tadi
📱Deenra
Baiklah, oh iya tujuan aku menelpon mu selain meminta maaf, aku juga ingin memberikan kabar, bahwa aku akan menikah dalam waktu dekat ini
📱Rudy
APA, AKU TIDAK SALAH DENGAR (teriak)
📱Deenra
Sakit telinga ku dengar suara mu
📱Rudy
Eh maaf, aku kaget
📱Deenra
Tapi Ali dan Gunawan belum tau, kamu jangan info dia dulu ya, biar nanti aku yang memberikan kabar ini
📱Rudy
Ok siap, terus kabari ya, jangan mendadak
Deenra merasa tenang telah berbaikan dengan Rudy.
"Terima kasih ya Dek" ucap Deenra memeluk adiknya
"Deenra, kamu sudah info Aergul, tentang undangan, harus segera loh supaya langsung proses cetak" sahut mama ikut bergabung dengan kedua anaknya
"Ini masih dipilih, mam" jawab Deenra senyum
"Kirim saja semua gambarnya ke Aergul, suruh dia memilih 3 yang terbaik, dan kamu juga pilih 3, baru nanti di diskusikan lagi" ucap mama sudah tidak sabar
"Hilih repot, mendingan kakak temui deh kak Aergul, dan pilih langsung bersama, lagi pula kak Aergul juga sekarang lagi memilih gaun pengantin" timpal Maudy memberi saran
"Ide bagus, tapi kamu izin dulu pada mama nya Aergul jika kamu mau menemui Aergul" ucap mama
"Kok izin pada mama nya" tanya Deenra bingung
"Dia itu masih anak gadis orangtuanya, alangkah baiknya kamu izin pada mama nya dulu" jawab mama gemas dengan anak lakinya
"Baiklah akan Deenra telepon" ucap Deenra
📱Deenra
Selamun Aleyküm
📱Ayshe (mama Aergul)
vealeykümselam
📱Deenra
Üzgünüm Teyze, Aergul ile görüşmek için izin istiyorum.
(Tante maaf, aku mau izin menemui Aergul)
📱Ayshe (mama Aergul)
Gel oğlum Aergul elbise seçiyor
(Datanglah kesini nak, Aergul sedang memilih gaun)
📱 Deenra
Teşekkürler, şimdi oraya gidiyorum
(Terima kasih, aku jalan sekarang ke sana)
📱Ayshe (mama Aergul)
Yolda dikkatli olun, arabayı çok yükseğe çıkarmayın.
(Hati-hati dijalan, jangan terlalu tinggi bawa mobilnya)
Wajah Deenra semakin terlihat bahagia karena dia diizinkan berkunjung menemui Aergul.
"Jangan senang dulu" ucap mama tanpa melihat anaknya
"Maksud mama apa?" tanya Deenra tidak paham
"Kamu kesana bersama Maudy" jawab mama
"Maudy tidak mau, mam" sahut Maudy cemberut
"Iya kenaoa harus sama Maudy" jawab Deenra
"Selagi kamu belum menikah, maka kamu harus ditemani Maudy, apalagi untuk menemui Aergul" ucap mama
"Ya sudah, ayo dek bersiap, jangan lama-lama" jawab Deenra berlari ke kamarnya untuk mengganti pakaian
"Mam, aku dirumah aja ya" bujuk Maudy
"No, temani kakak mu, mama tidak mau dibantah" jawab mama
Maudy kembali cemberut, dan ikut masuk kamar untuk bersiap menemani kakaknya.
Kakak beradik itu sudah diperjalanan menuju rumahnya yang lama, yang sekarang di tempati oleh keluarga Aergul.
Memakan waktu hingga 1 jam kurang lebihnya, jalannya juga sedikit macet disetiap lampu merah pastinya.
Mereka tiba dan sudah disambut oleh mama Aergul dan juga Aergul, tidak lupa Deenra dan Maudy mencium tangan mama Aergul.
Mama Aergul mengeluarkan album gaun pengantin.
"İşte bir gelinlik albümü, siz ikiniz bir bakın" ucap mama Aergul memberikan album berwarna hitam
(Ini album gaun pengantin, kalian lihatlah berdua)
Deenra membuka, dan dia tersenyum melihat gaun yang begitu indah serta elegan.
"Güzel" ucap Deenra pelan menatap gaun-gaun pengantin
(Cantik)
"Deandra da davetler hakkında konuşmak için buraya geldi, Deandra hangisini seçeceği konusunda kafası karışmıştı" ucap Deenra menggaruk kepalanya yang tidak gatal
(Deenra juga kesini ingin membicarakan tentang undangan, Deenra bingung pilihnya)
Deenra jadi salah tingkah dudul disamping Aergul, jantungnya berdetak begitu kencang dan keringat dingin mulai terasa ditubuh Deenra.
"Önce davetiyeyi seç, sonra elbiseyi tartış" sahut mama Aergul
(Pilih saja dulu undangan, baru bahas gaun)
Maudy hanya menjadi nyamuk mengikuti kakaknya, sedangkan Deenra dan Aergul asik berdua memilih undangan dan gaun.
Sesekali Deenra menatap Aergul yang sedang fokus pada gambar gaun.
"Uhukkk" suara batuk Maudy
"Sen hastasın tatlım?" tanya Aergul khawatir pada Maudy
(Kamu sakit, sayang?)
"Hayır abla, sadece boğuluyorum" jawab Maudy nyengir
(Tidak kak, hanya tersedak saja)
Deenra tau adiknya hanya pura-pura batuk untuk mencari perhatian
"Ilık su istersen, senin için getiririm" ucap Aergul menatap Maudy
(Kamu mau air hangat, akan kakak ambilkan)
"Maudy suyu kendisi getirebilir mi?" tanya Maudy
(Boleh Maudy yang ambil sendiri airnya)
"Lütfen burası sizin de eviniz yani izne ihtiyacınız yok yetki tamamen sizde" jawab Aergul senyum
(Silahkan, ini juga rumah mu, jadi kamu tidak perlu izin, kekuasaan sepenuhnya ada pada mu)
Maudy meninggalkan kakak-kakaknya, dia juga mulai bete, kakaknya ini seperti sengaja mengulur waktu agar bisa berlama-lama dengan Aergul.
"Sengaja banget dia, pakai dilamain pilih undang" ucap Maudy cemberut kesal
...*****☛☛☛*****...
...Bersambung🙏😊...
bs memainkan berbagai macam akat musik
mang olang kaya gk kaleng2an , buat les main alat musik sekali pertemuan aja 500rb, begitu mudah y buang uang