Kosuke Arashi adalah seorang anak yang tinggal disebuah desa dengan malas dan tak memiliki ambisi apapun
Kehidupannya berubah ketika ia diketahui memiliki energi naga dalam tubuhnya kemudian sebuah tawaran datang padanya untuk bergabung dengan Akademi Red Eagle
Dan setelah itu melalui beberapa petualangan dan pertarungan ia memperoleh julukan "Si Pengacau"
Season 1 : Chapter 1-42
Season 2 : Chapter 43-102
Season 3 : Chapter 103-143
Season 4 : Chapter 144-247
Season 5 : Chapter 248-289
Season 6 : Chapter 290-393
Season 7 : Chapter 394-481
Season 8 : Chapter 482-575
Season 9 : Chapter 576-697
Season 10 : Chapter 698-887
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Basiroh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 29 : Bangkit Dan Bertarung
"Hahaha... Bagaimana kau takut bukan, bocah??" Ucap Hiro dengan congkak.
"Sial!!" Entah kenapa tubuh Arashi tak dapat digerakan tangan dan kaki gemetar tiada henti, semangat yang Arashi miliki seakan-akan semuanya menghilang.
"Hahaha... Mana kepercayaan dirimu yang tadi? Apa kau sudah menyerah?"
"Sial... tubuhku tak bisa berhenti bergemetar..." guman Arashi, "apa ini yang namanya rasa takut??"
"Hahahaha... Takutlah padaku!! Dan akanku beri kau kematian tanpa rasa sakit!!" Tawa Hiro dalam mode raksasa air.
"Wuussh... Dyyeess..." sebuah pukulan raksasa air menghantam Arashi, tanpa dapat dihindari olehnya karena tubuh yang terus bergetar.
Arashi terpental jatuh ke dasar air, membuatnya tenggelam tak sadarkan diri.
"Kita harus segera menolongnya!!" Teriak panik Misaki yang melihat Arashi berhasil dikalahkan.
"Tunggu dulu!!" Masamune menghentikan Misaki dengan cara memegang tangannya
"Misaki, seharusnya kau tahu lawan yang tak dapat dikalahkan Arashi tidak mungkin kita dapat mengalahkannya, disana berbahaya!!"
"Mengingat Arashi satu-satunya pemilik elemen api saat ini..."
"Lagi pula aku pencaya pada Arashi." Ucap Masamune sambil tersenyum.
"Hah... kurasa kau benar!! Dia memang bodoh dan sembrono tapi dia kuat." kecemasan Misaki sedikit berkurang.
"Tapi kau jangan senyam-senyum padaku seperti itu ya?? kau jadi terlihat bodoh tau!!" Misaki mencoba menghilangkan ketegangan.
"Huh... Padahal tadinya aku mau menghiburnya." gerutu Masamune kesal.
"Dia benar-benar wanita iblis." Ucap Masamune pelan.
"Apa kau bilang?" Misaki kesal mendengar perkataan Masamune.
"Hahahaha... tidak ada apa-apa!!" Dalam hati Masamune bergumam, "sial!! jika dia mendengar mati aku."
"Yang bisa kita lakukan sekarang hanya percaya padanya." Layla mencoba menenangkan Misaki juga.
"Ya... percaya adalah hal terbaik yang bisa kita lakukan saat ini." Misaki mulai tenang.
"Kau harus menang Arashi!!" guman Masamune dalam hati
Disisi Arashi yang tenggelam dan perlahan kehilangan kesadarannya, "apa aku akan mati?"
"Uhuk... Uhuk..." Arashi mulai kehabisan napas dan mulai putus asa
"Ya... waktu itu aku juga pernah mengalami kejadian yang sama..." Arashi teringat kenangan waktu kecil.
"Benar... waktu itu aku ketakutan!!"
Sebuah kenangan dimasa lalu...
Saat itu sedang terjadi badai yang hebat, petir menggelegar Arashi berteduh disebuah gua karena terjebak badai.
"Dhuuuuaaar..." terdengar suara petir yang mengglegar berulang kali, bahkan cahaya membuatnya merinding
"Hihihi... apa kau takut Arashi?" tanya teman perempuan Arashi semasa kecil, seorang gadis berambut putih panjang
"Jangan tertawa!! aku tidak takut kok!!" Bantah Arashi kecil walau tubuhnya terus gemetaran.
"Bhuft... hahahaha..."
"Jangan tertawa!!" Bentak Arashi kecil karena tersinggung
Lalu teman kecil Arashi mendekat kemudian memegang kedua tangan Arashi
"Kau kedinginan ya, Arashi?" tanya gadis kecil teman Arashi.
"Eh... Anu... Ada apa? jangan dekat-dekat denganku." wajah Arashi memerah tersipu malu.
"Emm..."
"Arashi, kau tau..."
"Rasa takut tidaklah buruk, aku berfikir rasa takut memberitahu kelemahan kita..."
"Jika kita bisa melawannya, aku yakin kita akan bertambah kuat..." ucap gadis kecil itu dengan senyuman manis.
"Huh... mudah bagimu berkata begitu, karena kau tak punya rasa takut!!" jawab Arashi.
"Kau salah!! Setiap orang pasti punya rasa takut..."
"Aku pun juga takut kehilangan orang yang kucintai..." sambil mencium pipi Arashi.
"Hey, apa yang kau lakukan!!"
"Hahaha... lihat sekarang wajahmu memerah!!" Gadis kecil itu pun malah tertawa
"Dasar!!"
"Hey, Arashi!! Berjanjilah untuk melawan rasa takutmu." pinta gadis kecil teman Arashi dulu.
"Hah... baiklah!! aku berjanji untukmu." Jawab Arashi kecil dengan semangat.
"Hihihi... seharusnya anak laki-laki memang seperti itu..." gadis kecil itu tertawa pelan.
"Apanya yang lucu?" Arashi kecil kesal.
"Aku sedang menggodamu tau!!" gadis kecil itu pun tersenyum manis.
"Ciih... jangan bercanda!! Jika dadamu lebih besar mungkin aku akan suka padamu!!"
"Hahaha... kalau begitu aku akan membesarkannya mulai dari sekarang!!"
"Jangan bodoh!! Aku hanya bercanda!!" Teriak Arashi kecil
Flasback selesai...
"Aku mengingatnya, dulu Aoi selalu menghiburku..."
"Ya... aku tak boleh menyerah! Karena aku telah berjanji!!" guman Arashi dalam hati yang semakin tenggelam.
"Aku telah berjanji!! aku tak akan kalah!!!" Arashi mulai semangat.
"Hiiiiaaa... Dyyeess..."
Kobaran api menjulang tinggi menguapkan semua air yang berada di sekitar Arashi.
Arashi muncul dari kobaran api membuat Hiro terkejut tak percaya, "Apa dia masih hidup?"
Sekarang tubuh Arashi terselimuti api, sepasang sayap api berada dipunggung Arashi
Arashi terbang menggunakan sebuah sayap api dipunggungnya, "Ketakutan membuatku lebih kuat!!"
"Cih... sombong sekali kau! Akan ku beritahu kau tentang ketakutan!!" teriak Hiro sambil memukul dengan tangan raksasa.
"Gerakanmu lambat!!" Arashi menghindar dan melawan pukulan air dengan sebuah bola api yang menguapkan tangan sang raksasa.
"Jangan sombong dulu bocah!!" tangan yang diupakan Arashi beregenerasi, Hiro kemudian memukul dengan dua tangan Raksasa air.
"Jbbllast...!!!" Saking cepatnya pukulan sang raksasa hingga Arashi tak dapat menghindar. Arashi terpental jatuh, menabrak pepohonan.
"Cih...!! Dia menyerap semua air di rawa-rawa ini, seranganku jadi tak berguna!!" gerutu Arashi sambil berusaha bangkit.
"Wuussh..." Arashi terbang mengitari raksasa air tersebut dan melempar beberapa bola api.
"Hahahaha... Serangan seperti itu tak berguna!!" ejek Hiro.
"Sekarang giliranku!!"
"Teknik Air : Ribuan Tangan" sekarang sang raksasa tidak hanya memiliki dua tangan melainkan seluruh tubuh raksasa dipenuhi oleh lengan.
"Sial... ini takkan mudah!!" Gerutu Arashi kesal melihat teknik air milik Hiro.
Disisi lain
"Salah satu dari enam jalan kehidupan, jalan hidup naga." gumam Misaki yang melihat kegagahan sayap naga api Arashi.
"Woiy... Misaki!! jangan bengong! Ini waktunya untuk kita beraksi...!!" Teriak Masamune.
"Eh...??" Misaki bingung dengan perkataan Masamune.
"Tanganku sudah gatal dari tadi..." ucap Masamune dengan penuh semangat.
Bersambung Ke Kosuke Arashi Chapter 30 :
Saatnya Rewatch... Lupa kemarin sampe mana🤣