NovelToon NovelToon
Kaya Dengan Seribu Akun

Kaya Dengan Seribu Akun

Status: tamat
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Mengubah Takdir / Sistem / Tamat
Popularitas:240.1k
Nilai: 4.7
Nama Author: tompealla kriweall

Reo Onsi, seorang anak Yatim yang tinggal bersama Ibunya. Mereka terpaksa terusir dari rumahnya sendiri setelah rumah tersebut disita Debt Collector atau lintah darat.

Walau Begitu, ternyata rumah tersebut tidak mampu menutup hutang keluarga mereka pada Lintah Darat.

Suatu saat, Reo mendapatkan Sistem Seribu Akun dari sebuah Layar Komputer terbengkalai yang ada di gudang. Dari sistem inilah Reo akhirnya mendapatkan misi tantangan yang akan memberinya kekayaan.

Ikuti terus kisah Reo Onsi yang berjuang untuk mendapatkan kekayaan dari sistem Seribu Akun, hingga akhirnya dia bisa menjadi seorang yang paling kaya di dunia tanpa harus diketahui identitasnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tompealla kriweall, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29

Reo yang baru saja keluar dari dunia game petualangan bersama Monster akhirnya tertidur selama 10 jam lamanya karena kelelahan. Untungnya sang ibu sedang tidak berada di rumah. Begitu terbangun dia kaget dengan keadaannya sendiri, yang seperti baru saja terbangun dari mimpi.

"Hahhh... apa aku bermimpi?"

"Wow, apa yang terjadi? Rasanya seperti aku baru saja terbangun dari mimpi. Apakah ini benar-benar mimpi?"

"Tidak-tidak. Aku tertidur selama 10 jam, setelah keluar dari dunia game. Hhhh, aku benar-benar lelah setelah bermain game selama berjam-jam."

Reo mengambil nafas dalam-dalam dan mencoba merenungkan apa yang telah terjadi selama beberapa jam terakhir. Ia ingat bahwa dia telah memasuki sebuah dunia game yang penuh dengan petualangan dan monster. Ia mengingat bagaimana ia berkeliling di dalam dunia game tersebut dan menaklukkan setiap monster yang ia temui.

"Ya, aku ingat sekarang. Aku bermain game petualangan dan mengalahkan monster-monster di dalamnya. Tapi, semakin lama aku bermain, semakin sulit untuk membedakan antara dunia nyata dan dunia game. Apa sistem akan membantuku pulih?"

"Apa mungkin itu karena aku terlalu sering memainkan game? seharusnya aku harus lebih banyak belajar untuk menyeimbangkan hidup dan melakukan aktivitas lain di luar sekolah. Ada sistem yang bisa membawaku ke manapun aku mau."

"Ya, benar. Seharusnya seperti itu. Aku harus mengurangi akun game dan memanfaatkannya untuk keperluan yang lebih bermanfaat juga. Ada saatnya aku perlu berkumpul dengan teman-temanku dan tidak terjebak lagi dengan dunia game."

Sekarang Reo memiliki rencana untuk menambah akun yang kemarin dia gunakan untuk usaha sahamnya sebesar 100 akun akan ditambah pada saat mengurangi akun game itu sendiri. Dia tidak mau menyia-nyiakan Sistem Akun Seribu untuk kesenangan game saja.

"Betul. Aku telah mempelajari banyak hal dari game tersebut. Tapi aku harus ingat bahwa hidup ini tidak hanya tentang game. Aku juga harus fokus pada tujuan hidup dan menjaga keseimbangan dalam hidup ini dengan baik, memanfaatkan kemudahan sistem yang ada."

"Chuki?"

Reo terkejut melihat ada boneka mirip seperti bola, karena hanya bulat saja, tapi bergambar kepala kucing.

Puk puk puk

"Apa Chuki jadi boneka?" tanya Reo dengan menepuk-nepuk pipinya sendiri.

Namun, semakin lama sulit bagi Reo untuk membedakan antara dunia nyata dan dunia game. Ia merasa seperti dunia game telah menjadi kenyataan baginya dan ia merasa seperti dia sedang benar-benar berada di dalam dunia game tersebut. Apalagi dia melihat keberadaan Chuki yang berbentuk boneka bola.

"Aku haus."

Setelah beberapa saat, Reo memutuskan untuk bangkit dan pergi ke dapur untuk mengambil minum. Ketika ia melintasi ruang tamu, ia melihat sejumlah barang yang berantakan di sekitar. Reo teringat bahwa ia telah menyerang monster.

"Apa aku menyerang monster di dapur seperti yang berada di labirin?" Reo bertanya-tanya dengan kebingungannya.

Saat ia duduk di ruang tamu dan makan keripik kentang, Reo mulai memikirkan apakah dirinya terlalu banyak berpikir. Ia merasa seperti ia terlalu sering memainkan game tersebut dan kehilangan kendali atas hidupnya. Ia merasa seperti ia kehilangan fokus pada tujuan hidupnya dan terlalu terobsesi dengan game tersebut.

Namun, pada saat yang sama, Reo juga merasa bahwa game tersebut memberinya pengalaman yang sangat berharga. Ia merasa seperti ia telah mempelajari banyak hal tentang ketekunan, kerja keras, dan kemampuan untuk beradaptasi. Ia juga merasa bahwa ia telah mengembangkan kemampuan strategi dan memecahkan masalah.

Reo mulai berpikir tentang cara untuk menyeimbangkan kehidupannya dan menjaga agar game tidak mengambil alih hidupnya.

"Sepertinya akun game memang harus dikurangi. Lebih baik aku menambah akun untuk investasi saham yang sudah pasti menghasilkan."

Akhirnya Reo kembali ke dalam kamar untuk mengecek ponsel pintarnya. Dia akan melihat bagaimana kinerja akun-akun yang sudah dia bagi-bagi sesuai dengan tugasnya.

Reo melihat ponsel pintarnya dan menemukan bahwa akun yang beroperasi dengan akun-akun saham masih bekerja. Dia mulai mengerjakan tugas dan misi yang ada pada akun-akun tersebut.

Reo terlihat sibuk dengan ponsel pintarnya dan tampak terfokus pada layar perangkatnya. Setelah memeriksa beberapa aplikasi, dia menemukan bahwa akun-akun saham yang dia operasikan masih aktif. Wajahnya mulai berseri-seri dan tangan kanannya mulai bergerak dengan cepat saat dia memulai untuk menyelesaikan tugas dan misi yang ada pada akun-akun tersebut.

Reo tampak serius dan fokus dalam menyelesaikan tugas dan misi yang ada pada akun-akun saham tersebut. Dia terlihat memeriksa dan membandingkan data-data yang ada di layar ponselnya, melakukan analisis pasar, dan menentukan strategi untuk memaksimalkan keuntungan dari investasi yang dia lakukan.

Waktu terus berjalan dan Reo masih terlihat sibuk dengan ponsel pintarnya. Terkadang dia mengangkat kepalanya dan menatap ke arah jendela dengan tatapan kosong, mungkin saat dia sedang memikirkan strategi yang lebih baik atau mungkin sedang memantau perkembangan pasar saham yang dia investasikan.

Tapi meskipun terlihat sangat sibuk, Reo tidak tampak tegang atau cemas. Sebaliknya, dia terlihat sangat bersemangat dan antusias dalam mengambil keputusan investasi dan mengejar keuntungan dari investasi yang dia lakukan.

Meskipun terkadang terlihat seperti sedang dalam dunia sendiri, Reo tampak sangat profesional dan terorganisir dalam mengelola akun-akun sahamnya. Dia tampak sangat serius dan bertanggung jawab dalam menjalankan investasi tersebut, dan sangat terampil dalam mengelola risiko dan mengambil keputusan investasi yang tepat.

Reo sebagai seorang individu, tapi dia sangat terampil dan terorganisir dalam mengelola investasi sahamnya dengan bantuan sistem. Dia sangat fokus dan bersemangat dalam mengejar keuntungan dari investasi tersebut, dan tampak sangat ahli dalam menganalisis pasar dan mengambil keputusan investasi yang tepat. Meskipun terkadang terlihat sangat sibuk dan tertutup dalam dunia sendiri, Reo tetap tampak profesional dan bertanggung jawab dalam menjalankan investasi sahamnya.

Setalah itu Reo mulai membagi tugas yang diberikan pada akun-akun yang lain. Tapi sebelum itu dia mengatur jadwal Akun yang bekerja sesuai dengan kebutuhan.

[Ding]

Bip bip bip

100 akun untuk usaha saham.

10 akun untuk yayasan.

100 akun untuk judi online.

50 akun untuk game yang dia inginkan.

"Masih ada sisa banyak."

[Ding]

[Mr mau memberikan tugas lain untuk akun yang belum bekerja?]

"Ya, aku mau memanfaatkan akun-akun yang lainnya. Semuanya harus digunakan sehingga bermanfaat untuk bisa mendapatkan keuntungan."

Reo mulai mengatur beberapa akun, yang dia gunakan untuk jasa iklan dan promosi online. Akun ini akan membantu para pencari jasa iklan untuk memasang iklan produk mereka.

"Sepertinya 100 akun cukup."

[Mr mau memberi tiga 100 akun untuk jasa iklan? atau ada yang lainnya lagi?]

"Sepertinya itu dulu. Nanti dari iklan-iklan yang masuk, mungkin saja ada kebutuhan lain yang memerlukan akun. Nantinya akan diaktifkan akun-akun yang lainnya juga untuk keperluan itu."

[Ding]

[Mengaktifkan 100 akun untuk iklan]

Klik

Bip bip bip

[10%]

[20%]

[40%]

[60%]

[80%]

[100%]

[Ding]

[Pengelolaan 100 akun untuk iklan berhasil. Masih ada 140 akun yang belum memilliki tugas yang harus dilakukan]

"Baiklah. Aku akan memikirkannya lagi nanti sebaiknya aku bersalah terlebih dahulu."

1
strivee
kntlisklsusfmuehs
strivee
satu sipon 1 ronda 1 hondajes 1 lambegoni
Jasmin Melor
Luar biasa
Edy Sulaiman
menarik juga...hhh
Seven8
kalimatnya bertele-tele. utk maksud & tujuan yg sama sering diulang2.
William Shakespeare
satu indo satu Inggris 🗿
Emil Djibran
penjelasan soal uangnya kurang jelas,ceritanya pun terasa loncat-loncat jadi kesannya kurang nyambung,,jadi para reader di suruh mikir sendiri jadinya
Emil Djibran
apa ini thor?
4 milyar atau 4 ribu milyar ?
AitchAre
teteh
TK: telah 🤦🤦🤦
terima kasih
total 1 replies
AitchAre
bang digital
TK: Bank 😀😀✌️
total 1 replies
Vincent Da Vinci
ayat terlalu banyak memperjelaskan sesuatu hal... jangan buat cerita bertele-tele. menjadi hilang minat bila baca cerita bertele-tele
TK: ok thanks, bos
total 1 replies
Eros Hariyadi
Miskin boleh² saja, tapi jangan bodoh.... nampaknya pemilik warnet juga ketularan koplaakk.... undang pihak yang berwenang/polisi...itu jelas delik penipuan dan kriminal, namanya Pelunasan/Paid-off dimana pun di dunia ini seluruh kuwajiban/hutang, bunga dan denda keterlambatan bayar telah dihitung....gak ada sisa bunga yang masih harus ditagihkan, gw yakin authornya kurang paham soal ini...gw orang kerja di Bank jelas memahami soal remeh seperti ini, mengusir orang dari rumahnya ga semudah seperti itu...apalagi dengan kekerasan, ndak bisa dilakukan...Hak Mutlak tidak berlaku di negara ini, semua harus via pengadilan itupun tahapannya banyak yang musti dilalui....gw mah termasuk ahli di bidang ini, kerjaan sehari-hari... wkwkwk 😝😄🤣
TK: nah itu, Pinjol akhirnya bertebaran. padahal sama aja targetnya dan 🤷
total 8 replies
Eros Hariyadi
katanya udah pelunasan kok masih ada hutang bunga, napa waktu pelunasan kemarin ga bawa Pengacara dari LSM...?? khan ada bantuan hukum gratis untuk golongan gak mampu...ini yang gw bilang gak masuk akal, kayak hutang recehan ajaahh....ini negara hukum, bukannya negara halu...😝😄🤣😫
TK: aku buat di negara halu gimana dong 🤷
total 1 replies
Eros Hariyadi
Namanya Bocil ada saatnya kumpul dan ber-senang² dengan temen²nya... namun juga dipaksa untuk berpikir dewasa yang bukan untuk seusianya... kasihan juga...🤔🙄😢😫😭😭💪👍
TK: huwaaa 😭
total 1 replies
Eros Hariyadi
Tetap Semangat yaaa... Thor, Sukses selalu 😝😄💪👍👍🙏
TK: very tengyu gan.
matur suwun 🙏
total 1 replies
Eros Hariyadi
hadeeehh.... akhirnya author mewariskan ilmu pamungkasnya kepada Reo, Ilmu bersandiwara... wkwkwk...banyakan nonton sinetron neehh... authornya, asalkan jangan ilmu Bokep yaaa...😝😄💪👍👍👍
TK: waduh 😲
total 1 replies
Eros Hariyadi
Lanjutkan Thor 😝😄💪👍👍👍
TK: sippp 👍
total 1 replies
Eros Hariyadi
Namanya juga Bocil... dengan melihat usianya jelas belum layak untuk melakukan perbuatan hukum, KTP ajaahh...pasti lom punya, lom memenuhi syarat disebut dewasa....🤔🙄😠😡😢
TK: haahhh 😲
total 1 replies
Eros Hariyadi
Lanjutkan Thor 😝😄💪👍👍😢
TK: Ok 👍👏👏
total 1 replies
Eros Hariyadi
Mang waktu pelunasan hutang kepada rentenir, gak ada tanda bukti pelunasan yang berkekuatan hukum pasti/akta, soalnya hutangnya udah diatas 1 milyar dan penyerahan bukti sertifikat tanah dan bangunan, khan harus ada...,.?? masa hutang sebesar itu dianggap sama dengan hutang Rp 15.000,- seehh...🤔🙄😝😄🤣
TK: namanya lintah darat itu pasti gak resmi, kan ya?
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!