Hidup Intan seketika berubah saat ia tiba-tiba harus menjadi seorang perawat bagi pria buta yang arogan.
Meskipun ia sudah melakukan cara agar pria itu memecatnya, namun pria itu justru mempertahankannya.
Kedekatan keduanya pun mulai menumbuhkan benih-benih cinta.
Apakah hubungan percintaan mereka akan berjalan mulus??, baca kisahnya di sini...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Its Zahra CHAN Gacha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab. 29
Hari itu Kenzo tampak tak bersemangat, baru dua hari ia harus bekerja tanpa bantuan Intan membuatnya begitu kesusahan.
Tak ada lagi yang membantunya menyelesaikan semua pekerjaannya dengan cepat. Meskipun ia memiliki seorang sekretaris tetap saja ia merasa Intan lebih gesit dalam menyelesaikan semua pekerjaannya.
"Berapa lama lagi kamu dirawat Intan, padahal kamu yang sakit tapi aku yang merasakan sakitnya," gerutu Kenzo
Saat melirik jarum jam sudah menunjukkan pukul lima sore, Ken kemudian bersiap-siap untuk pulang.
Setibanya di rumah pria itu terkejut melihat rumahnya tampak rapi dan bersih, padahal ia masih ingat benar jika ia meninggalkan rumah tersebut dalam keadaan kotor dan berantakan.
Wangi aroma makanan membuat ia segera bergegas menuju ke meja makan. Seketika senyumnya mengembang saat melihat aneka makanan terhidang di sana.
"Apa di rumah ini kedatangan putri Candra Kirana yang datang diam-diam membersihkan rumah ku dan memasakkan makanan lezat untukku!" seru pemuda itu kemudian segera duduk dan menuangkan nasi ke piringnya.
"Bukan Putri Candra Kirana yang melakukan semua ini tapi Lisa Alexandra yang mengerjakannya," ucap Lisa kemudian menghampiri Kenzo dan duduk di sampingnya
"Ternyata kau," jawab Ken dengan nada malas
"Kau pasti berharap Intan yang melakukan semua ini bukan, sayang sekali asal kau tahu jika akulah yang melakukan semua ini. Aku sangat khawatir sekaligus kasian padamu saat sekretaris mu mengatakan padaku jika dua hari ini pekerjaan mu tampak berantakan, itulah sebabnya aku ingin membuat kejutan untukmu agar kau bisa lebih semangat lagi untuk bekerja," ujar Lisa
"Kau pikir kau bisa membuatku bersemangat kerja gitu?"
Lisa mengangguk dengan wajah berseri-seri.
"Kamu salah Lisa, justru kedatangan mu ke sini bukan membuat aku menjadi bersemangat tapi justru membuat ku semakin muak dengan sikap munafik mu itu!"
Seketika wajah Lisa merah mendengar cibiran Kenzo.
"Sebenarnya apa yang kau inginkan dariku hingga kau mampu menipu perasaan mu sendiri. Kalau kau tak menyukaiku Sebaiknya kau tinggalkan saja aku, karena bukan kebahagiaan Bukan kebahagiaan yang akan kau dapatkan dariku, tapi sebuah penderitaan." jawab Kenzo
Ia segera beranjak dari duduknya dan meninggalkan meja makan. Seketika rasa laparnya tiba-tiba menghilang saat mengetahui Lisa yang menyiapkan makanan untuknya.
"Apa kau begitu benci padaku hingga tak mau memaafkan kesalahan ku?" tanya Lisa
"Apa kai masih belum mengerti juga jika aku sudah memutuskan pertunangan kita, jadi sekarang kau bukan lagi tunanganku ataupun kekasih ku, hubungan kita sudah berakhir sekarang jadi silakan pergi dari sini!" seru Kenzo membuat Lisa langsung berkaca-kaca dan pergi meninggalkan tempat itu
Tidak lama sebuah mobil berhenti di depan halaman rumah Kenzo membuat pria itu segera keluar untuk melihat siapa yang datang.
Senyumannya seketika menghiasi wajahnya saat melihat Intan sudah kembali ke rumahnya
Lisa kemudian mengambil tas kecilnya dan bergegas meninggalkan kediaman Kenzo.
Melihat kedatangan Intan 'membuat Lisa semakin membenci gadis itu.
Awas saja aku pastikan akan merebut kembali hati Kenzo darimu.
Sementara itu Kenzo segera menggandeng lengannya daan membawa Intan masuk ke dalam.
Ia kemudian menunjukkan kepada Intan saat ia sedang memasak Indomie.
" Pantas saja kau terlihat kurus tanpa aku, tenyata kau selalu makan mie instan?"
"Btw kenapa kamu gak beli makan saja di restoran pasti lebih enak bukan?" imbuh Intan
"Kau tahu kan jika aku sangat pemilih. Dan aku hanya cocok dengan makanan buatan mu, so jangan pernah tinggalkan aku lagi," ucap Kenzo kemudian memeluknya erat
"Hmm, pasti ada maunya ini?" ucap Intan
"Tidak ada apa-apa kok sumpah!" sahut Ken
"Yaudah kalau gitu aku istirahat dulu,"
"Iya selamat istirahat Intan?" jawab Kenzo memasang wajah manis,
Namun Intan baru membalikkan badannya tiba-tiba terdengar suara perut kelaparan Kenzo membuat Intan tak sampai hati melihatnya.
Ia kemudian menaruh barang-barang di kamar dan segera menuju ke dapur untuk memasakkan makanan untuknya.
Melihat Intan memasakkan makanan untuknya membuat pria itu langsung menghampirinya dan memeluk gadis itu dari belakang.
"Sayang banget sama Intan,"