Menceritakan tentang dua orang asing.Yang tidak saling mengenal.Memiliki karakter yang berbeda.Yang laki - laki memiliki sifat yang dingin,kaku dan cuek.Tapi sangat tampan dan kaya.Dan digilai banyak wanita.
Sedangkan yang perempuan,memiliki sifat yang lembut dan ceria.Perbedaan mereka dipersatukan dalam sebuah pernikahan.Karena perjodohan dari orang tua mereka,yang sudah berteman sejak masih muda.
Bagaimana kisah rumah tangga yang mereka sembunyikan itu??
Ini adalah karya Perdana saya.Jangan lupa like dan dukungannya ya.
Terimakasih.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Flora Caem, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 29
"Selesai membersihkan diri dan keluar dari kamar mandi,bertepatan dengan pintu kamar diketuk".Allea membuka pintu.Bibi Sumi udah berdiri dihadapannya, dengan membawa nampan berisi sarapan dan segelas susu dan segelas air putih.
"Sarapannya non!!!". Allea pun mengambil nampan tersebut,dari tangan bibi Sumi.
"Terimakasih ya bi,maaf merepotkan bibi".
"Sudah tugas bibi non,jadi non Allea tak usah sungkan".
" Oh iya bi,yang itu ambil aja,kata Allea menunjuk segelas susu yang ada di nampan.Bibi Sumi mengerutkan keningnya,bingung dengan ucapan nona mudanya.
"Allea mau air putihnya aja bi,susunya buat bibi aja,kata Allea menjelaskan.Bibi Sumi pun mengangguk.
"Kalau gitu,bibi tinggal ya non,kata bibi Sumi".Dan berlalu meninggalkan Allea,tak lupa membawa segelas susu tadi.
"Allea pun masuk kedalam kamar.Lalu ia duduk disofa dan mulai memakan sarapannya,entah itu sarapan atau apa.Karena udah lewat jam sepuluh pagi.Yang penting perutnya kenyang".
***
"Siang hari Allea duduk bersantai,diruang keluarga".Sibuk mencari - cari siaran yang enak untuk ia tonton.Karena tak juga menemukan siarannya,Allea beralih pada hpnya. "Kok aku pengen makan yang segar - segar ya!!!". Makan rujak kayanya enak,gumamnya.Ia pun beranjak dan berjalan menuju dapur.Tiba di dapur ia melihat bibi Sumi dan seorang pelayan lainnya,lagi menyusun makanan dikulkas.
"Non butuh sesuatu,tanya bibi Sumi.Karena melihat nona mudanya mendekat kearahnya".
"Ada buah dikulkas ngak bi???",, Allea pengen rujak bi.Bisa tolong buatkan untuk Allea".Bibi Sumi semakin mengerutkan keningnya,tadi nona mudanya,tiba - tiba tidak mau susu.Sekarang minta rujak,tapi meskipun heran dengan sikap Allea,ia tetap menurutinya.
"Bisa non,kebetulan ada beberapa buah dikulkas.Karena bibi habis belanja.Tunggu sebentar ya non,biar bibi buatkan.
"Makasih ya bi.Allea tunggu dimeja makan aja ya bi". Kata Allea.
"Iya non!!!".
"Tidak butuh waktu lama,rujak buatan bibi Sumi pun sudah jadi".Bibi pun segera memberikannya pada Allea.
"Ini rujaknya non",sambil meletakkan diatas meja.Melihat tampilannya aja,udah membuat Allea hampir meneteskan air liurnya.
"Wahhh,,udah jadi ya,makasih ya bi!!!". Kata Allea dengan senang,seperti baru menemukan harta karun aja.
"Bibi tidak mau cicip???".
"Tidak non,sambil berlalu meninggalkan Allea".Membiarkan Allea menikmati rujaknya.
"Allea segera mencicipinya,,,. "Emmm enakkkk".Dalam 10 menit,Allea sudah menghabiskan semua irisan buah yang ada dipiring. "Segar bangettt",gumamnya.Sesaat setelah irisan buah yang ada dipiring,habis ia makan.Setelah itu Allea naik keatas,untuk tidur siang.
***
"Disebuah bandara, seseorang baru aja tiba dari luar negeri.Ia pulang ketanah air,dengan punya suatu tujuan.Ia ingin balikan pada mantan pacarnya.Dulu ia selingkuh dengan bosnya,demi menjadi seorang model terkenal.Sekarang ia tidak dibutuhkan lagi,saat ada pendatang baru.Ia dicampakkan begitu saja.
"Pada hal kalau ia mau,ia bisa meminta pada sang mantan dulu.Karena sewaktu mereka pacaran,apa pun yang ia minta akan diberikan sang pacar.Tapi ia memilih jalan yang salah,dan ia pun menyesal.Tapi sekarang ia akan minta balikan pada sang mantan.Ia yakin sang mantan masih mencintainya,terbukti sampai sekarang sang mantan masih sendiri.Ia hanya perlu merayu dengan jurus andalannya.Ia keluar dari bandara,sambil menarik kopernya.Ia akan naik taxi keapartemen temannya,sebelum ia menemui sang mantan dikantornya.
"Ke apartemen *** ya pak".
"Baik non".