Sebuah kisah yang menceritakan perjalanan seorang anak yang harus menghadapi kepahitan dalam hidup, berjuang dan di asingkan oleh keluarga kandungnya demi menyelamatkan dan mempertahankan identitas dirinya.
Dia adalah Griffin, seorang anak yang harus merasakan sakitnya hidup dalam pembullyan orang-orang sekitar, serta perjuangan yang mengharuskanya hidup di tengah kondisi yang sangat menyedihkan.
Dia hanya tinggal bersama dengan kakeknya, Jesper. Bahkan, dia tidak di perbolehkan untuk mengetahui wajah orang tua kandungnya.
"Kakek, mengapa aku tidak boleh mengenal orang tua ku ?" tanyanya setiap kali merasa sesak ketika melihat teman-temannya berjalan dengan orang tua mereka.
"Suatu saat nanti kamu akan mengetahuinya Griffin, berjuanglah," balas Jesper dengan tersenyum lebar.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Andrieta rendra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pertualangan 1
🌊 KISAH INI HANYALAH KHAYALAN BELAKA, AKAN ADA ADEGAN - ADEGAN YANG MEMBUAT EMOSI DAN MENAMBAH TENSI, JADI MOHON TINGKAT KESABARANNYA DI TAMBAH YA GENGS 🌊❤️🌹
💐 HAPPY READING 💐
Sesampainya di Markas, anak-anak tidak di biarkan istirrahat. Kali ini mereka mendapatkan misi menyelinap masuk di subuah Markas besar musuh keluarga ini untuk mendapatkan sebuah Cip yang katanya sangat penting.
Griffin,Lyla dan Derry langsung masuk ke dalam sebuah pesawat yang memang sudah ada Yang menunggu mereka di dalam.
Dengan keberanian melompat dari pesawat satu ke pesawat yang lainya, mereka berhasil menyelinap masuk ke dalam pesawat musuh dan mulai menembak lawan-lawanya.
Dorr,,doorr,,dorr.
Ketiganya membunuh siap saja yang menghalangi jalan mereka, benar-benar terlihat seperti pembunuh profesional. Padahal siapa saja tidak akan menyangka jika usia sekecil itu sudaj bisa menyelesaikan banyak misi. Dan bahkan sudah membunuh banyak lawan dan melewati tantangan yang ada.
“Sampai pada di mana mereka menemukan musuh utama yang memegang Cip, Griffin langsung mengarahkan pistolnya ke kepala pria tua itu.
“Tangan di kepala atau tembak!” Ancamnya mengarahkan tanganya pada pria tua yang di yakinini adalah pemimpin pasukan ini.
Namun di saat Griffin menodongkan senjatanya pada pria ini, tiba-tiba saja anak buahnya kembali menyerang, dan membuat perlawanan mereka tidak seimbang.
Bugghh,,bugghhh,,bugghhh,,dorrr,,dooor.
Aksi saling beradu kekuatan dan tembakan pun terjadi, mereka benar-benar meragukan keahlian dari anak-anak kecil itu.
“Hey kalian menyerahlah, mana mungkin di usia kalian bisa mengalahkan kami semua ini.” Seru salah satu anak buah musuh tersebut.
“Haahaha, iya masih anak kecil saja mereka sudah beraninya mengusik ketenangan kita, benar gak sih,” sahut salah satunya lagi.
Mendengar ejekan itu, sontak saja Griffin dan Lyla tersenyum iblis pada mereka, dan kembali ingin menyerang.
Sebenarnya Zein sudah mengetahui bahwa ketiga anak-anak itu tengah di kepung oleh musuh, hanya saja dia mau lihat terlebih dahulu apa yang akan di lakukan oleh anak-anak itu jika berada di kondisi terjebak saat ini.
Griffin menatap ke arah Derry untuk memberikan kode agar menyerang musuh yang berada di depanya, dengan menembak pas di dadanya.
Namun karna merasa sangat lama, Lyla yang membawa sebuah panah di tubuhnya, langsung melesatkan tiga anak panah sekaligus dalam waktu bersamaan, dan sreekk,sreekk,sreek.
Ketiga anak panah itu berhasil menembus jantung musuh secara bersamaan, dan itu membuat Griffin dan Derry tersenyum puas.
“Memang kamu yang terbaik,” puji Derry pada Lyla.
“Jangan terlalu memuji, ini semua adalah hal yang sangat biasa,” balas Lyla yang paling tidak suka mendapatkan sebuah pujian.
Griffin yang tidak ingin membuang waktu, kini kembali melepaskan pelurunya secara bertahap namun secepat kilat, membuat musuh-musuh mati seketika, dan kini hanya menyisahkan satu pria yang merupakan pemimpin mereka tadi.
Bahkan terlihat dari raut wajah tidak percaya dari pria itu yang melihat aksi Lyla dan Griffin yang mampu melakukan adegan tadi, mengingat mereka yang baru saja berusia belia.
“Aku sudah bilang Paman, menyerahlah jika tidak ingin hidup mu mati dengan sia-sia.” Ucap Griffin dengan suara yang lembut, yang sudah menjadi ciri khasnya.
Sikap lembut dan penyayang adalah sebuah topeng yang menutupi kelakuan bejadnya.
Sungguh siapapun yang belum mengenal Griffim, pasti hanya berpikir jika dia adalah anak baik yang menggemaskan, tanpa tahu jika dia adalah seorang malaikat kematian.
Karna merasa lebih menyayangi nyawanya dan berpikir jika anak-anak ini akan melepaskanya, pria tua itu berlutut dan meletakan tanganya di kepala, sebagai tanda dia menyerah.
“Kalian menang, katakan apa yang kalian mau,” seru pria itu.
“Kita hanya mau cip yang berada dengammu sekarang, berikan itu pada kami!” Perintah Lyla dengan tegas.
Lagi dan lagi pria itu memandang mereka tidak percaya dengan apa yang baru saja dia dengar, “bagaimana bisa kalian mengetahui jika aku menyimpan Cip berharga itu?” tanya pelan, dan tiba-tiba saja dia teringat akan sosok seseorang yang pernah meminta Cip itu denganya beberapa hari lalu.
“Astaga apa kalian?” Tanyanya terputus ketika memperhatikan wajah Lyla yang begitu meirip dengan sosok yang mendatanginya kemarin.
Griffin menatap pria itu dengan tajam, agar tidak bertele-tele bertanya hal yang tidak penting.
Mendapatkan tatapan yang seperti itu, langsung saja pria tua itu mengeluarkan dua Cip terpenting di dalam hidupnya, kini harus dia serahkan akibat kekalahan telaknya dari seorang anak-anak.
Griffin mengambil Cip itu dan memberikan kode pada Lyla agar segera pergi dari pesawat yang sudah nyaris jatuh ini.
Sedangkan Derry yang mengerti tugas terakhirnya kini melangkah mendekat ke arah pria itu, dan segera menodongkan pistolnya di kepala pria itu.
“Ucapkan kalimat terkahir Paman!” Lirih Derry dengan pelan di telinga pria itu.
Pria itu menatap ke arah Griffin, seakan-akan dia mengenal sosok itu, pria itu terus menatap Griffin lebih dalam, dan meningat bagaimana perjuangan Griffin sedari bayi hidup tanpa orang tua.
“Griffin Berjuanglah,” teriaknya berasamaan dengan suara tembakan yang di lepaskan oleh Derry di kepalanya yang membuatnya mati seketika.
Griffin yang mendengar teriakan pria tua tadi langsung memandang ke arah Lyla dan Derry yang baru saja datang, “apakah pria tadi mengenal ku? Mengapa dia meneriakin namaku?” Tanya Griffin bingung.
“I dont know, mungkin dia adalah salah satu musuh, atau dia adalah mantan anak buah Papah aku yang berkhianat atau apalah aku juga gak ngerti,” sahut Lyla menjawabnya dengan asal.
Ini semakin membuat Griffin bingung, dia sedang merangkaikan peristiwa-peristiwa yang sudah lewat dengan kejadian baru saja yang dia alami.
“Siapa sebenarnya aku? Siapa orang tuaku? Mengapa orang kaya seperti mereka-meraka bisa mengenalku dan juga orang tuaku,” batin Griffin yang terus menatap keluar jendela dengan pandangan yang kosong.
Zein terus mengarahkan Jet pribadi mereka menuju lapangan terbang keluarga Lesham, dan terus mendaratkanya dengan sempurna.
Aiden yang sedari tadi sudah menunggu kehadiran mereka kini tersenyum puas melihat mereka semua turun dengan selamat dari pesawat itu.
Lyla yang melihat Papahnya tengah bediri menunggunya, kini langsung berlari masuk ke dalam pelukan Papahnya.
"Papah," teriak Lyla langsung mendekap Papahnya.
"Oh My Girl," balas Aiden dengan membalas pelukan anaknya dengan penuh kasih sayang.
*To Be Continue. **
**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***🙏🏻🙏🏻* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.
*Dan Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.*
*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**😎*
Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘
**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***😭😭😭*
*Terima kasih**🙏🏻🙏🏻*