NovelToon NovelToon
Istri Tuan Amnesia

Istri Tuan Amnesia

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Cintamanis / Konflik Rumah Tangga- Terpaksa Nikah / Identitas Tersembunyi / Tamat
Popularitas:11.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: Erna Surliandari

Ia tengah lari dari perjodohannya. Nur Aida Rindayani tak pernah menyangka, Ia justru menemukan seorang pria yang tergeletak di pantai dan membawanya pulang. Sebuah fitnah keji, lalu memaksa mereka menikah dalam sekejap.

Arrayan Bima Hartono , adalah seorang pewaris dari perusahaan besar di kotanya. Suatu hari, Ia diculik secara dramatis oleh beberapa musuhnya. Ia sempat kabur, namun justru terjatuh ke dalam jurang yang menghubungkannya dengan lautan yang dalam.

Apakah akan tumbuh cinta diantara mereka? Bagaimana, jika ketika itu Gibran ingat akan semua masa lalunya? Bagaimana, nasib Aida selanjutya?.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Erna Surliandari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tolong belikan aku sesuatu ya, Nur?

"Yah... Andai Aida tahu, jika Ayah menyimpan uang itu untuk Aida. Aida pasti akan meminta hak Aida dari awal. Aida akan kuliah yang jauh dan pergi dari sini sementara. Mengghindari kejamnya Tante Arum. Aida sakit, Yah. Sakit Aida di perlakukan seperti ini. Semua serba di atur, harus kesana dan harus kemari. Bahkan, kuliah pun harus menuruti maunya. Dan sayangnya, hanya bisa kuliah disini saja karena biaya dan sebagainya. Aida tertekan, Yah." lamun Aida, memikirkan semua nasib buruk yang telah Ia alami.

Cita-cita seorang Aida adalah menjadi Designer. Ia ingin berkeliling indonesia untuk memperkenalkan semua karyanya. Tapi harus pupus, ketika di paksa masuk kebidanan oleh Tantenya.

" Ngga pantes jadi Designer. Bidan aja, udah. Bisa jadi pegawai kontrak disini." hina Tantenya kala itu.

Sebuah motor matic berhenti tepat di depan warung. Tono turun, dan Om Edo langsung saja tanpa mau menyapa Ibunya terlebih dulu. Aida langsung berdiri, menyambut dan mencium tangan suaminya.

"Gimana kerjanya?"

"Capek, Nur. Apa aku yang lemah, apa memang ini bukan basic ku. Tapi lumayan, buat tambah-tambah bayar hutang cincin ke Tante Rum." jawab Tono.

"Ada sih, uangnya....."

"Jangan, Nur. Itu kan maskawin ku. Masa iya, kamu yang bayar. Biarin aja, aku udah ngomong sama Om Edo. Tunggu beberapa hari." balas Tono.

Nek Mis pun ikut keluar, setelah shalat Ashar. Ia melihat ke halaman, dan kembali tertunduk ketika yang Ia cari tak ditemukan. Ya, siapa lagi kalau bukan anak kesayangannya. Ia sangat berharap, untuk dapat bertegur sapa dan bahkan memeluk putranya itu.

"Katanya, Om lagi banyak kerjaan, Nek." ucap Tono, yang memperhatikan air muka Nek Mis saat itu.

"Ya, selalu saja itu alasan yang Ia berikan." jawab Nek Mis, kembali ke dalam dengan wajah sedihnya.

Aida keluar ketika Nek Mis masuk. Ia membawa secangkir teh untuk Tono dan memberikannya. Tanpa bertanya, Ia tahu apa yang terjadi pada sang Nenek. Memaklumi, meski tetap kesal pada Om Edo yang belum juga berubah sejak dulu.

"Mas, pergi yuk?" ajak Aida.

"Kemana?"

"Kan Aida mau beliin baju. Biar pantesan dikit, kalau mau kerja."

"Semua pantes, Nur. Aku juga cuma kuli. Jadi ngga perlu bagus-bagus banget. Tapi....." Tono menoleh ke sekitar, dan berbisik pada istrinya dengan begitu pelan. "Belikan aku ****** *****, Nur. Dari kemarin ngga pakai."

Aida melotot dengan begitu lebar. Nyaris saja tersedak, meski tak sedang memakan apapun.

"Ya Allah, Mas. Aida ngga kepikiran sampai kesana. Maaf, Mas. Maaf banget," sesalnya, dengan wajah merah seperti tomat yang kematangan. "Kasihan, pasti ngga nyaman."

Ia kemudian berlari, meminjam kunci motor Mei dan memberikannya pada Tono untuk menyetir.

"Kepasar, ya? Aida tunjukin jalan nya. Nanti, pilih aja apa yang Mas perlu."

"Iya, terimakasih," jawab Tono, yang mulai start.

Sore hari yang indah untuk dinikmati berdua. Berjalan menyusuri pinggiran pantai, dengan cahaya matahari yang berwarna ke emasan. Hangat diterpa deburan ombak yang tinggi mengiringi perjalanan keduanya.

Mereka telah tiba di pasar tradisional, tempat Nek Mis biasa berbelanja. Banyak baju murah di sana, dengan kualitas yang lumayan bagus. Sesuai dengan ekonomi masyarakatnya.

"Kita, belanja disini?"

"Iya, Mas. Kenapa? Ngga cocok?"

"Ngga tahu, Nur. Serasa asing ketika diajak masuk ke pasar."

"Apa, Mas biasanya belanja di Mall besar?"

"Enggg,  ngga tahu, Nur. Ngga inget juga." garuk Tono di kepalanya.

1
Lisa Halik
happy ending thor..suka sama ceritanya
Lisa Halik
banyak typo thor...apakah mama lia itu mama nur
Lisa Halik
jadi lelaki malah takut isteri
Lisa Halik
menarik
Lisa Halik
saya mampir thor,ini cerita lama dalam library tapi baru ada kesmepatan baca...macam menarik ni cerita
Shifa Burhan
pemikiran munafik pria
melaknat pebinor dan memuja pelakor

pemikiran munafik wanita
melaknat pelakor dan memuja pebinor

dan novel ini menunjukan dirimu dengan cara kau memperlakukan pelakor dan pebinor
Shifa Burhan
begitu banyak novel pebinor menculik, memaksa istri orang untuk tinggal dengan nya, dan itu semua dibenarkan oleh author nya

bahkan ada novel istri diculik, tinggal bersama, bahkan tidur bersama dengan pebinor penculiknya dan ketika suami datang menyelamatkan nya dan menghajar pebinor itu istrinya malah membela pebinor karena dia bilang dia diperlakukan dengan baik, dan novel itu membenarkan

cari satu saja novel yang bertema pebinor menculik atau memaksa istri orang tinggal bersamanya, dan novel itu anggap itu sebuah kesalahan
kalian tidak akan dapat novel kayak gitu, karena faktanya semua novel akan membenarkan itu
Firma Firma
bagus banget Thor... 💪💪💪💪
Iis Sumarni
Luar biasa
Siskaa Ummu Yahya Fiona
kocaksss /Grin/
Tina Akbar
Luar biasa
WaTea Sp
good
herself_22
Luar biasa
L A
Biasa
Meimawati
Kecewa
Meimawati
Buruk
Najwa Naj
cerita bagus
Najwa Naj
bagus
Mili magaya
iya,memang jauh, jauh lebih kaya maksudnya
Mili magaya
tante gambreng gak tuh🙃🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!