"Ternyata benar ya, kata orang orang mencintai seseorang yang belum selesai dengan masa lalunya itu sulit." Citra.
"Maaf kan aku,, Aku akan membahagiakan kamu dengan caraku meski aku belum bisa lepas dari masa laluku, bantu aku keluar dari masa laluku dan berjan bersama menuju masa depan" Tomi
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon jero rina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Makan Malam....
Saat Citra di bawa ke kamar Citra merasa seperti ada yang menggendongnya, Citra pun terusik tidurnya saat mendengar detak jantung yang tepat berada di kupingnya, namun entah mengapa Citra malah menikmati detak jantung itu yang sangat membuatnya nyaman Citra pun semakin menelusup kan kepalanya di dada bidang Tomi.
Tapi Citra terbangun saat dirinya merasa jauh dari datang jantung itu dengan perlahan Citra membuka matanya dan terlihatlah Tomi yang sedang membuka jasnya berdiri di samping sofa.
"Kamu sudah datang..?" tanya Citra dan bangun dari tidurnya bersandar pada sandaran tempat tidur.
"Hem..." jawab Tomi.
"Kenapa malam sekali?" tanya Citra saat m lihat jam dinding yang menunjukan pukul setengah sebelas malam.
"Tadi aku lembur, banyak pekerjaan yang harus aku selesaikan, dan besok aku akan pergi ke luar kota untuk beberapa hari." ucap Tomi dan setelah itu ia berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.
"Kenapa mendadak sekali bilangnya" ucap Citra lirih.
Dengan perlahan Citra bangun m menuju lemari pakaian untuk mengambilkan satu stel baju tidur dan meletakkannya di atas tepat tidur setelah itu ia pergi ke balkon, rasa lapar yang sedari ia tahan agar bisa makan malam berdua seakan menguap begitu saja saat mendengar Tomi akan pergi ke luar kota, entah mengapa Citra tak ingin Tomi pergi, memikirkan berjauhan dari Tomi saja sudah membuatnya sedih padahal dulu dia biasa hidup sendiri tanpa Tomi atau pun keluarganya, kini berjauhan dengan Tomi seakan sangat berat buat Citra.
Setelah selesai berganti pakaian, Tomi keluar kamar karna ingin mengambil air minum sedari tadi Tomi sudah menahan hausnya dan betapa kagetnya Tomi saat melihat lauk pauk yang masih lengkap di meja makan, dan dua piring nasi juga sudah ada disana.
"apa kah dia belum makan? kenapa masih utuh semua makanan nya? apa dia menunggu ku makan malam?" tanya Tomi pada dirinya sendiri membuatnya merasa bersalah.
Tomi masuk dalam kamar dan melihat pintu balkon yang terbuka membuatnya langsung berjalan ke sana dan benar Citra ada di sana sedang berdiri di pembatas balkon dengan memejamkan matanya.
"Kamu masak? aku laper nih." ucap Tomi berbohong karna sebenarnya ia sudah makan malam di kantor bareng Diki.
"Kamu belum makan?" tanya Citra.
"Tadi sudah di kantor, tapi sedikit karna banyak pekerjaan membuat aku gak bisa makan banyak." ucapnya lagi dengan wajah memelas.
"Aku masak, ya udah aku panasin dulu masakannya nanti aku panggil setelah makanannya sudah siap." ucap Citra, dan berbalik badan baru melangkah tapi tangannya di tahan Tomi.
"Kenapa?" tanya Citra.
"Aku ikut, tapi buatin minum ya haus banget dari tadi." ucap Tomi membuat Citra merasa bersalah karna seharusnya ia membuatkan Tomi minum saat Tomi baru pulang kerja
"Maaf.., tadi aku ketiduran makanya aku tidak tau kalo kamu pulang." ucap Citra dengan rasa bersalah.
"Gak apa, tapi lain kali gak usah tungguin aku ya, kalo ngantuk tidur aja di kamar kamu lagi hamil jaga kesehatan kamu biar kalian terus sehat sampai nanti lahiran." ucap Tomi lembut dan di jawab anggukan sama Citra, setelah itu keduanya keluar dari kamar dan menuju meja makan.
"Ini kok sudah ada nasi, apa kamu sudah menyiapkan makan malam berdua?" tanya Tomi membuat wajah Citra merah padam karna ketahuan ingin makan malam berdua.
.
.
Bersambung....
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya (Siapa) Aku Tanpamu wajib searchnya pakek tanda kurung dan satu novel lagi judulnya Caraku Menemukanmu
aku selalu kasih like, kadang komen dan udah subscribe juga.
lebih semangat lagi nulisnya. sukses selalu Thor 👍💪🙏
saran aku, lebih diperhatiin lagi setelah menulis.
sayang, padahal ceritanya bagus, tapi karena banyak typo jadi sedikit terganggu dan kurang enak saat dibaca🙏🙏
knapa harus berkorban sebesar itu untuk laki-laki yang bahkan gak tau kalo kamu ada