Devano William seorang cowok yang mempunyai sifat dingin suatu hari karena sebuah kejadian dia bertemu dengan aluna khaina yang mempunyai sifat ceria, dan bawel .Mampukah Aluna mencairkan sifat dingin Devano?
Ini hanyalah sebuah cerita dengan konflik yang ringan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RJ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
-29- Nenek devano
"Lalu kemana mama kamu?" tanya nenek devano
"Nggak tau, tadi vano abis beli air mineral pas balik lagi ke tempat tadi udah nggak ada"
"Yaudah lebih baik kalian pulang aja, udah malam apalagi aluna, aluna itu nggak boleh pulang malam malam, jadi devano lebih baik kamu antar aluna pulang" ucap nenek devano
"Tapi nek nanti mama, pa... "
"Mama dan papa kamu nanti nenek kabarin kalau kalian pulang duluan, tenang aja nenek dan kakek bakalan cari mama dan papa kamu" ucap nenek devano yang memotong pembicaraan devano
"Aluna, kamu ke sini dulu nak, nenek mau bicara dulu" ucap nenek devano mengajak aluna meninggalkan kakek devano dan devano
"Iya nek"
Aluna mengikuti nenek devano yang mengajaknya berbicara. Aluna dan nenek devano meninggalkan devano dan kakeknya.
"Aluna, duduk sini" perintah nenek devano dan aluna hanya mengikuti perintahnya
"Dekat dekat dengan nenek sini" ucap nenek devano
"Iya nek" jawab aluna dan mendekat sesuai dengan perintah nenek devano
"Aluna, nenek mau nanya, tapi nenek boleh nanya sesuatu dengan kamu?"
"Boleh, nek. Nenek mah nanya apa?"
"Sifat devano ke kamu kayak gimana?"
"Bang vano tuh awalnya cuek nek dengan aluna, tapi dia perhatian juga dengan aluna, udah itu dia pernah ngikutin perintah aluna, menurut aluna bang vano tuh sebenarnya baik tapi hanya ketutup dengan sifat cuek"
"Tapi kamu salah sifat devano bukan seperti itu, devano itu orangnya paling cuek dengan sepupunya sendiri aja dia cuek, dia hanya nunjukin sifat aslinya itu dengan orang yang paling dia sayang"
"Jadi menurut nenek kamu itu salah satu orang terpenting di dalam hidupnya, kamu itu satu satunya perempuan yang bukan keluarga devano tapi bisa dekat dengan dia" sambung nenek devano
"Tapi kayaknya bukan hanya aluna deh nek" ucap aluna seperti tidak yakin dengan apa yang dikatakan oleh nenek devano
"Enggak, hanya kamu, mungkin dengar orang yang lebih tua dibanding dia, dia masih bisa sedikit ramah tapi untuk yang tua nya udah 5 tahun lebih tua dibanding dia, kalau hanya tua 1 tahun dia masih bersikap cuek"
"Kenapa bang vano cuek nek, dia pernah punya trauma nek?" tanya aluna sambil memelankan suaranya saat aluna menyebutkan kata 'trauma'
"Devano sama sekali nggak punya trauma, tapi menurutnya perempuan itu sangat mengganggu dia, makanya devano sangat cuek dengan orang asing terutama itu perempuan"
"Aluna kira bang vano punya trauma ternyata enggak" ucap aluna sambil ketawa
"Kamu kira ini seperti di novel, yang biasanya cowok itu cuek karena trauma dengan cinta pertamanya atau perempuan yang dia suka menghianati cintanya?" tanya nenek devano
"Iya nek, biasanya di novel seperti itu, nenek suka ya baca novel?" sekarang aluna merasa dia sudah lumayan dekat dengan nenek devano
Aluna mengira akan canggung saat berbicara dengan nenek devano tapi ternyata aluna salah, nenek devano aslinya adalah orang yang asik diajak berbicara walaupun nenek devano bukan orang yang sepantaran dengan aluna.
"Iya nenek sangat suka baca novel sampai sekarang" ucap nenek devano antusias
"Benaran nek?"
"Iya untuk apa nenek bohong, saat nenek masih gadis seperti kamu nenek sering berhayal kisah cinta nenek itu indah seperti di novel dan nenek selalu berhayal kisah cinta nenek akan happy ending dan ternyata kisah cinta yang nenek harapkan benaran terjadi" ucap nenek devano sambil mengingat masa mudanya dulu