NovelToon NovelToon
Pengantin Pengganti Duda Diktator

Pengantin Pengganti Duda Diktator

Status: tamat
Genre:Konflik Rumah Tangga-Pernikahan Angst / Masokisme / Pengantin Pengganti / Tamat
Popularitas:3.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: Ridz

[NAMA KARAKTER DALAM NOVEL INI SEDANG DALAM TAHAP REVISI, HARAP MEMAKLUMI NAMA NYELENEH DAN TERKESAN TIDAK BAGUS INI, TERIMAKASIH]

"Kau benar-benar wanita sampah!" bentak Zac yang membuat Markisa menatap Zac dari posisinya yang kini duduk diranjang.

"Oh iya satu lagi, kau sepertinya harus belajar tata krama sebelum memulai berbicara dengan istrimu ini yang memiliki kecerdasan jauh diatasmu, jangan berbicara sampah denganku, disaat kau sendiri yang merebut kehormatan ku, jadi jika aku tanya padamu, diantara kita berdua siapa yang sampah?" tanya Markisa yang membuat Zac bungkam.

Bagaimanakah perasaanmu jika kamu, melihat kekasih dan kakakmu sendiri yang akan menikah besok pagi tengah bercinta didalam kamarmu sendiri.

Dikhianati oleh Kekasih, Kakak dan Adik sendiri, itulah yang dirasakan Markisa Adena Mourt, seorang Dokter Kandungan, yang melihat Kakak dan Kekasihnya tengah bercinta sehari sebelum pernikahan kakaknya sendiri, dan yang lebih buruk dari itu, dia dijebak oleh Kek

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ridz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 29 | Mertuaku Berwatak Sampah

"Jam lima-"

"Jam lima sore, aku jemput," potong Markisa menghentikan ucapan Zac. "Pasti Tuan mau ngomong itu kan,"

"Tuan lagi, Mas, Mas Zac," ralat Zac pada Markiss.

Markisa membuang wajahnya, dia lupa bahwa dia harus membiasakan dirinya memanggil nama Zac dengan sebutan Mas bukan Tuan.

"Iya Mas," jawab Markisa tersenyum manis dihadapan Zac.

Zac tersenyum dan mengusap kepala Markisa, kini mereka berdua sudah ada didepan rumah sakit tempat Markisa bekerja, Zac mulai hari ini dan seterusnya akan menjadi sopir pribadi bagi istrinya itu sebelum pergi bekerja.

"Kamu hati-hati yah kerjanya," ujar Zac saat Markisa merapikan tasnya dan hendak turun.

"Aku tahu itu, harusnya Mas yang hati-hati, jangan tergoda dengan wanita lain, karena aku masih serius dengan kalimatku dulu," jawab Markisa yang membuat Zac menautkan kedua alisnya.

"Apa?" tanya Zac pada Markisa.

"Aku akan memotong benda berhargamu," jawab Markisa meremas area sensitif Zac dan membuka pintu mobil dan hendak keluar.

Zac menarik tangan Markisa sehingga Markisa kembali terduduk, Zac kemudian menutup pintu mobil tersebut dan menatap Markisa dalam. "Kau sudah membangunkannya,"

"Jadi batangan Mas mau apa kalau sudah bangun?" tanya Markisa menatap balik Zac.

"Kau harus menidurkannya," jawab Zac mencium Markisa dengan cepat sehingga Markisa tidak ada kesempatan untuk menolak. "Bagaimana kalau kita bermain sebentar,"

"Mas gila! Kita ada dimobil," tolak Markisa menjauhkan badannya dari Zac.

Zac tersenyum sinis kemudian mendekatkan wajahnya ke telinga Markisa dan menjilatnya pelan. "Bagaimana kalau menggunakan bibirmu?"

Markisa membulatkan mata sempurna, sementara Zac masih tersenyum sinis disana dengan wajah penuh rasa cinta kepada istrinya itu.

"*******?" tanya Markisa bingung.

"Benar sekali," jawab Zac menarik kepala istrinya dan mendaratkan satu ciuman lagi disana.

Zac kemudian membuka resleting celananya dan mengeluarkan rudalnya yang sudah menegang, Markisa menatap rudal itu, Markisa tidak menyangka ukurannya sebesar itu, padahal semalam Markisa rasa ukurannya tak sebesar ini.

"Okeylah, kau yang memulai, lihatlah bagaimana istri agresif ini memperlakukanmu, dan kalau sampai waktunya nanti, aku akan benar-benar memotong rudalmu, Tuan Suami," jawab Markisa mengocok pelan rudal Zac.

Zac melenguh perlahan dan meraih wajah Markisa menciumnya dengan beringas sembari rudalnya diperlukan dengan indah oleh Markisa.

Markisa menundukkan kepalanya dan mendekatkan wajahnya ke rudal milik Zac kemudian memulai merimming dengan menjilat kepala rudal tersebut. Zac kembali melenguh sesaat saat Markisa mulai memasukkan semua itu kedalam mulutnya.

"Hentikan!" teriak Zac menarik kepala Markisa sehingga rudal tersebut terlepas dari Markisa.

Zac kembali menciumi Markisa dengan brutal, Markisa yang sudah ikut terangsan membalas ciuman Zac dengan sama brutalnya.

Setelahnya Zac melepas ciumannya dan menatap Markisa. "Kita lanjutkan nanti malam. Lebih baik kau pergi bekerja, akan banyak ibu hamil yang akan kau periksa,"

"Bagaimana dengan rudalmu?" tanya Markisa merapikan pakaiannya.

"Akan aku tahan sampai nanti malam, lagipula kau benar ini di mobil," jawab Zac yang membuat Markisa tersenyum.

Markisa kemudian mengecup pipi Zac dan turun dari mobil berjalan masuk ke rumah sakit tersebut, sementara itu Zac hanya tersenyum dan menjalankan mobilnya meninggalkan area rumah sakit itu.

"Markisa!" teriak seseorang yang membuat Markisa membalikkan badannya.

Dia adalah Nyonya Baygoninda Rich, mertua dari Markisa dan ibu dari Zac, Nyonya Bay dari awal memang tidak menyukai Markisa karena menginginkan Dove yang menjadi menantunya.

Markisa hendak menyalami Nyonya Bay namun segera ditepis oleh Nyonya Bay. "Kau tidak perlu sok baik kepadaku, apa yang kau lakukan pada Zac?"

"Memangnya apa yang kulakukan?" tanya Markisa balik.

"Kau menjadikannya supir pribadi! Kau benar-benar istri yang tidak tahu malu," jawab Nyonya Bay yang membuat Markisa tersenyum sinis.

"Aku bahkan bisa menjadikannya pembantuku jika aku mau, suami hanyalah statusnya, tapi karena dia suamiku, aku mencintainya maka apapun yang terjadi itu urusan kami, ada kredibilitas apa nyonya mengurusi rumah tanggaku?" Markisa melipat kedua tangannya.

"Sopan kamu!" teriak Nyonya Bay dengan nada tinggi.

"Sampai detik ini aku masih sopan. Apakah ada dari kalimatku menyebut Nyonya binatang, atau Nyonya mau dipanggil Mama? Bukankah aku menantu yang tidak kau inginkan? Kenapa meminta pengakuan padaku?" jawab Markisa.

"Aku tidak ingin berdebat, aku ingin bekerja, kenapa harus memprotes ketika suami memanjakan istrinya? Apakah Tuan Ryzam tidak pernah memanjakan Nyonya? Sungguh menyedihkan pernikahan Nyonya, maka dari itu aku akan membuat pernikahan anakmu jauh lebih indah," lanjut Markisa.

Nyonya Bay memgemggam tas jinjingnya erat dan mengatup kedua bibirnya keras, Markisa mengambil tangan Nyonya Bay dan menggenggamnya keras.

"Kau mertuaku, tapi aku menantumu? Hargai aku, jika kau ingin kuhargai, aku bukan menantu yang bisa kau tindas," Markisa kemudian menyalami Nyonya Bay dan berjalan pergi masuk kedalam rumah sakit.

TBC

1
Memyr 67
𝗆𝖺𝗌𝗂𝗁 𝗆𝖾𝗇𝗒𝗂𝗆𝖺𝗄
Marini Suhendar
habis baca..satu troli belanjaan penuh😅😅
Santhi Agung
agak laen author nya sampai pembalut pun jadi nama tokoh novel kenapa ga pake Laurier aja🤣
Heny
Nm nya aneh2 y thor ketawa baca nya
Heny
Pantesan ny. Bay seperti itu ternyata gangguan jiwa kwkw
Heny
Lucu y nm mrk pake merk shampo
Ririn Nursisminingsih
kereen markisa
Ririn Nursisminingsih
setelah bodrex nanti paramax thor
Ririn Nursisminingsih
baguss ceritanya
Ririn Nursisminingsih
cantiiknya markisa terang aja zack klepek2 ganti dong panggilanya yg mesra
Ririn Nursisminingsih
semua nama2 nya produk2 yg di alfamart/Facepalm//Facepalm/
Ririn Nursisminingsih
seksoy zacknya
Sanjaria Abubakar
😘😘😘😘😘😘😘marisa
Sanjaria Abubakar
👍👍👍👍👍 keren markisa
Khairul Azam
ceritanya bagus tp nama pemain nya bukin gimana ya bacanya geli aja 🤭🤭
Anisa Fitria
baru sasar klo nama dove adalah nama shampoo semenjak ada nama pantine
Surati
bagus
Dwi Vella
Luar biasa
Violita Sari
ceritanya seru...tapi baca namanya jadi ketawa...kenapa isi minimarket semua pindah kemari 😂😂
Fi Fin
iiih aku geli sama visualnya zak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!