NovelToon NovelToon
Suami Pengganti Sensasional

Suami Pengganti Sensasional

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Cintapertama
Popularitas:325.2k
Nilai: 5
Nama Author: Rifan

Entah suatu kemalangan atau permainan takdir untuk Faranisha Gayatri, menjelang hitungan jam pelaksanaan akad nikah dengan sang kekasih yang telah menjalin kasih selama 3 tahun dengannya, pihak mempelai pria malah membatalkan pernikahan tanpa alasan. Sebagai gantinya, hadirlah sesosok pria yang bersedia menjadi pengganti mempelai pria.

Ialah Naufal Kenan, sosok pria yang sangat sensasional. Seorang dokter spesialis bedah dan penyakit dalam dengan segudang prestasi dan pencapaian. Berparas tampan, kaya raya nan dermawan. Dan ternyata, ialah sosok pria yang menjadi cinta pertama Fara. Cinta yang dulu hanya bisa dipendamnya dalam diam tanpa dapat tersampaikan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rifan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Gabela Menyerah?

Seperti biasa, Kenan dan Fara pulang dari bekerja pukul 8 malam. Tiba di apartemen, keduanya langsung menuju kamar masing-masing untuk segera membersihkan diri dari peluh akibat aktivitas seharian.

Memasuki kamarnya, Fara langsung menuju kamar mandi dan tak lupa meletakan tas kerjanya di atas meja rias yang ia lewati. Usai dengan ritual mandinya, Fara keluar dari kamar mandi hanya dengan mengenakan jubah mandi tanpa pakaian dalam di baliknya seperti biasa. Langkahnya langsung tertuju ke meja rias, tepatnya ke arah tas kerjanya. Dibukanya tas tersebut dan mengeluarkan sebuah paper bag dari dalam sana.

Fara tak langsung membuka dan mengeluarkan isi dalam paper bag. Sejenak ia terdiam sembari memandang paper bag itu dengan tatapan menimbang-nimbang. "Ayo Fara, kamu pasti bisa!" gadis itu menggigit bibir bawahnya sebelum dengan segenap tekad membuka dan mengeluarkan isi dalam paper bag.

Dan tampaklah selembar lingerie berwarna hitam. Tapi Fara tidak langsung memakainya. Terlebih dahulu ia mencoba mencocokan lingerie tersebut pada tubuhnya dari luar jubah mandi.

Glek...

Fara menelan saliva susah paya saat membayangkan pakaian yang sangat kekurangan bahan itu melekat di tubuhnya dan menampakan hampir 3/4 tubuh telanjangnya.

"Oh Tuhan, benarkah aku harus memakai ini?" tekad Fara yang tadinya sudah melambung tinggi, mendadak turun secara dramatis. "Harus bisa Fara. Nabila pasti akan kecewa padamu, kalau kamu menyerah begitu aja." gadis itu terus bermonolog berperang melawan batinnya.

Akhirnya, entah sejak kapan, lingerie itu sudah melekat di tubuh Fara lengkap dengan piyama tidur tipis transparannya satu paket dengan lingerie itu. Jubah mandi yang ia kenakan tadi sudah tergeletak di kursi depan meja rias.

Sejenak Fara linglung mengamati tampilan dirinya di pantulan cermin. Ia sampai tak ingat jelas bagaimana bisa tampilannya tiba-tiba saja berubah. Masa bodoh lah, yang jelas sekarang ia sudah melewati tahap awal rencananya, tinggal mengeksekusi rencana intinya. Diiringi detak jantung berdebar-debar, ia melangkahkan kakinya keluar dari kamarnya. Kemana lagi tujuannya kalau bukan kamar Kenan?

Tiba di depan pintu kamar Kenan, sekali lagi Fara dilanda kebimbangan. Keraguan kembali menyeruak dalam hatinya hingga sampai detik ini ia hanya berdiri diam tanpa berani mengetuk pintu kamar tersebut.

'Aku harus menjawab apa kalau Kak Kenan menanyakan maksud kedatanganku ke kamarnya? Dan lagi dengan tampilan seperti ini, bagaimana aku harus menjelaskan?' Fara membatin 'Aarrgghh... Sudahlah, masalah itu nanti saja dipikirkan. Tiba masa, tiba akal, hehe...' gadis itu cengengesan.

Tok tok tok...

Dengan segenap keberanian, Fara mengetuk pintu.

Tok tok tok...

Namun setelah ketukan kesekian, Fara tak juga mendapat respon apapun dari dalam.

Tok tok tok...

"Kak Kenan!"

Fara tak menyerah, kali ini bukan hanya mengetuk, ia juga berseru memanggil nama Kenan. Namun sayang, setelah sekian ketukan serta seruan, ia masih juga tak mendapat respon apapun dari dalam sana. Ia mencoba menempelkan telinganya di daun pintu berniat mencari tahu keadaan di dalam melalui pendengarannya.

Sunyi...

Fara mendapati, seolah tidak ada tanda-tanda kehidupan di dalam sana. Entah indra pendengarannya yang kurang baik, atau memang tidak ada aktivitas apapun di dalam kamar Kenan. "Apakah Kak Kenan udah tidur?" gadis itu menepuk jidatnya sendiri "Ah, ya, pasti Kak Kenan udah tidur. Kenapa aku bisa lupa kalau sejak pagi tadi Kak Kenan terus menguap? Ditambah dengan semua aktivitas hari ini, ya, wajarlah kalau Kak Kenan langsung tepar." tebaknya sangat yakin.

"Hufh..." Fara mendesah kecewa bercampur lega. Ia kecewa karena rencananya harus tertunda, dan lega karena nyatanya belum benar-benar siap.

Tak ingin terus berusaha yang ia sendiri tak yakin dengan hasilnya, Fara bergegas kembali ke kamarnya. Sedangkan di dalam kamar Kenan, benar seperti yang Fara pikirkan, pria itu sudah terlelap nyenyak ke alam mimpi, bahkan masih hanya dengan jubah mandi yang membalut tubuh polosnya.

Keesokan paginya...

Kenan yang bugar dan fresh di kala pagi telah kembali. Bahkan pria itu terlihat lebih bugar dan fresh dari biasanya. Auranya begitu kontras, seolah ada bohlam yang berpijar dari dalam tubuhnya, membuatnya tampak bercahaya dan semakin tampan. Mendapati itu, Fara semakin yakin dengan tebakannya semalam bahwa Kenan tidur lebih awal.

"Selamat pagi, sayang!" Kenan tersenyum cerah, secerah mentari, menyambut kedatangan Fara yang baru tiba di ruang makan "Ayo sarapan!"

Fara tersentak pada langkahnya sesaat, terkesima oleh senyuman Kenan yang sangat menawan, menurutnya. "Pa-pagi juga, Kak. Iya." balasnya dan kembali melanjutkan langkah menuju meja makan, bergabung dengan Kenan.

Sepanjang sesi sarapan, Fara tak bosan-bosan mencuri pandang mengamati wajah tampan Kenan yang seperti magnet, selalu menarik perhatiannya.

"Ada apa, sayang?" ternyata Kenan menyadari gelagat Fara.

"Eh..." Fara gelagapan "G-gak ada apa-apa kok."

"Hmm?" Kenan menaikan sebelah alisnya "Terus, kenapa sejak tadi kamu terus liatin Kakak? Sampai-sampai, kamu memasukan sendok yang gak ada makanannya ke dalam mulutmu."

Blush...

Wajah Fara seketika memerah seperti kepiting rebus. Dalam hati ia merutuki dirinya sendiri yang tanpa sadar melakukan hal yang sangat memalukan. Ingin sekali rasanya ia masuk ke dalam inti bumi, bersembunyi di sana menghilang dari pandangan Kenan. "Ma-masa sih Kak?" tanyanya balik mencoba berkelit.

Kenan menyunggingkan senyum simpul di sudut bibirnya. Ia tahu betul, saat ini Fara tengah menahan malu. "Iya, liat aja tuh makanan di piring mu, belum berkurang sedikitpun."

Fara hanya menyengir tak tahu harus berkata apa dengan wajah yang semakin memerah kontras. Benar saja, makanan di atas piringnya masih utuh, bahkan tak ada jejak sendok yang tercetak di atas permukaannya. Padahal sejak tadi, Fara terus mengayunkan sendok di genggamannya ke dalam mulutnya.

Kenan geleng-geleng kepala sembari terkekeh pelan "Hadeh... Udahlah, gak usah dipikirin. Ayo lanjut makan! Kali ini makan yang benar, kamu gak bakal kenyang kalo makannya angin." sindirnya menggoda.

"I-iya, Kak." Fara menunduk, tak lagi berani bertemu tatap dengan Kenan.

Usai sarapan, Kenan dan Fara segera bersiap berangkat kerja. Keluar dari apartemen, Fara merasa seperti ada yang kurang hingga berhenti mematung di depan pintu luar apartemen.

Kenan yang sudah beberapa langkah berjalan menuju lift, menghentikan langkahnya dan berbalik menatap Fara "Ada apa? Ada yang ketinggalan?"

Fara menggeleng "Gak. Tapi, kok Fara ngerasa seperti ada yang kurang?" gadis itu menggaruk-garuk pelipisnya bingung sendiri dengan dirinya.

"Hmm?" sebelah alis Kenan terangkat tinggi.

"Ah, ya." Fara menumbukan kepalan tangannya ke permukaan telapak tangan satunya "Gaby ke mana? Tumben jam segini belom nongol?"

"Ooh..." Kenan manggut-manggut "Gaby gak bakal bareng kita lagi berangkat kerja. Tadi dia ngechat aku, katanya mulai hari ini dia bakal naik taksi aja, sebelum dapetin jasa supir."

"Oh?" Fara cukup terkejut "Benarkah?"

Kenan melangkah menghampiri Fara sembari merogoh saku celananya, mengeluarkan benda pipih kesayangan sejuta umat miliknya dan diserahkan pada Fara.

Fara langsung memeriksa pesan Gabela di menu inbox. Dan benar, seperti yang dikatakan Kenan bahwa Gabela mengirimkan pesan yang berisi seperti yang Kenan tuturkan. Dari waktu masuknya pesan itu, Fara mendapati pukul setengah 7 tadi. Fara termenung sejenak 'Apakah Gabela udah nyerah dapetin Kak Kenan? Moga ajalah.' batinnya penuh harap.

"Udah?" tanya Kenan saat Fara mengembalikan ponselnya.

"Hm." Fara mengangguk.

"Ya udah, ayo!"

Kenan dan Fara pun meneruskan langkah mereka untuk berangkat kerja.

Sepanjang perjalanan, Fara hanya diam dengan pikiran berkelana kemana-mana. Di satu sisi ia merasa lega, berharap Gabela telah benar-benar menyerah untuk mendapatkan Kenan. Namun di sisi lain, entah datang dari mana, keresahan melandanya. Rasanya seperti berada di fase tenang sebelum badai. Entahlah, mungkin perasaanya saja, pikir Fara mencoba menepis keresahan tak jelas yang tiba-tiba melanda.

Di sampingnya, Kenan seperti merasakan dejavu. Kecemburuan buta tiba-tiba melandanya seperti terakhir kali saat mendapati Fara tengah melamun seperti ini. Namun kali ini, Kenan berusaha mengendalikan emosinya sebaik mungkin. Ia tak ingin berakhir seperti terakhir kali, dimana Fara harus jatuh sakit akibat perang dingin mereka. Namun entah mengapa, kecemburuan yang dirasakannya kali ini lebih besar dari sebelumnya.

'Ada apa denganku?' batin Kenan bertanya-tanya.

1
Sri Lestari
critanya kog jadi ken gak berwibawa gitu sih...kn awalnya kesannya kenan itu bijaksana ya berwibawalah...
ini kog ketus...
Amin Srgfoo
sayang banget ngak dilanjutin
Dhina ♑
itu adalah hal paling tragis dan memalukan

batal
pernikahan barat
Dhina ♑
Astaga dibatalkan
why
Amin Srgfoo
udah kangen pingin baca kelanjutannya
cew_geminy
berhenti tengah jalan
NOTOXIC: maaf kak, akunnya kebajak, jdi gk bsa dilanjutin nulisnya🙏
total 1 replies
Giralexta
Yes bener,,,,jodoh itu namanya sayang, mau berapa lama kalian pacaran kalo bukan jodoh pasti pisah😍😍
Nur Hidayah
jagan ada pelakaor dong thooor
Maryati
koq ngak ada kelanjutannya lagi
apa sdh selesai ceritanya 😊
NOTOXIC: maaf kak, akunnya kebajak, jdi gk bsa lnjutin nulisnya🙏
total 1 replies
Neng Win
visualnya
Rini Kusmiyanti
sedikit ke gak nyambung alur ceritanya setelah ganti bab
Amin Srgfoo
udah selesai ya
Mok Tudan
kenapa tak Ada update nya
Ima Yuliantina Tony
banyak banget kata huft🤣
say BYE 👁️👄👁️
nopal kenan w tandain namamu si eps lnjt 🧐
Nur Hidayah
kena Fara takjujur sih thooor tentang perasaanya
Nur Hidayah
buat Farah sadar dengan perasaanya thooor terhadap suaminya jg sampae menyesal buat percaya diri Fara
Kartika Dewi
ok like,vote n bunga
bunga
dalangya si andre ni..
Ika
biar Kenan gantian cemburu Thor biar ngerasa🤭🙏💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!