NovelToon NovelToon
SECRET LOVE

SECRET LOVE

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Nikahkontrak / Tamat
Popularitas:389.4k
Nilai: 5
Nama Author: Minsecret03

"Pernikahan kontrak perjanjian, tapi pernikahan satu kali seumur hidup antara aku dan kamu.

~Alterio Mahendra


Alterio Mahendra, terpaksa menikah dengan Gabriela key Angelin. Yang berawal dari kesalahpahaman, dan untuk kebahagiaan orangtuanya.

Tak disangka, Al terpesona dengan istri kontaknya, dan berusaha mendapatkan hati nya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Minsecret03, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

29. DIA MILIKKU

"Cuci muka dulu, baru masuk ke mobil."

"Cuci pakke apaan? tanah? oli?"

Al langsung menarik tubuh kecil Istrinya, membuka pintu belakang mengambil botol mineral.

"Ini air key, bukan tanah apalagi oli."

"Gak usah dijelasin."

"Biar tau."

Key hanya diam, menjulurkan tangannya kearah Al.

"Bocil."

"Gak papa mas, daripada tua."

"Pasti tua, orang kita menua bersama."

"Makin kepedean."

Al hanya tertawa kecil, sembari ikut membasuh wajahnya. Orang gak boleh tau dia dan istrinya baru menangis, yang boleh orang tau Key selalu bahagia bersamanya.

Mungkin sifatnya kadang membuat Key kurang nyaman, tapi tanpa Key sadari Al selalu berusaha membuatnya bahagia dengan caranya sendiri.

"Al, gak ada tissue?" Tanya Key, sembari sibuk mengeluarkan isi tasnya.

"Habis, pakke ini aja."

"Apaan?"

Key melangkah mendekat kearahnya, mencari sesuatu yang dapat ia gunakan dari balik kemudi. Tapi sayangnya, Key tidak menemukan apa-apa. Dikursi belakang juga kosong.

"Cari apa?"

"Tissue."

"Siapa bilang pakke tissue."

"Jadi?"

Key berbalik menghadap kearahnya, sembari menaikkan alisnya. Dengan cepat Al menarik kemejanya keatas, menampakkan tubuh atletis nya.

Sontak Key melototkan matanya, menatap perut kotak-kotak suaminya tepat didepan matanya. Key memang pernah melihat tubuh dibalik kemeja itu, tapi Key belum terbiasa.

Apalagi tubuh kekar Al menarik perhatian. Jarang-jarang Key melihat tubuh seindah itu.

"Ngapain Al?"

Siempunya hanya diam, dengan telaten melap wajah Key tanpa ada penolakan. Merasa wajah Key sudah kering, Al kembali membalikkan tubuh kecil Istrinya. Membuka ikatan rambut Key, dan mengikatnya kembali dengan rapi.

"Udah."

Key diam seribu bahasa, masuk kedalam mobil dengan wajah binggung nya. Key rasa barusan kenyataan, tapi sejak kapan suaminya seperti itu. Perubahan drastis.

"Al, ke cafe ujung jalan itu kayaknya seru."

"Cafe?"

"Iya," Key menganggukan kepalanya antusias, berharap Al mengerti maksudnya. Bahkan Key menunjukkan puppy eyes nya, agar kemauannya menjadi kenyataan.

"Ngidam?"

"Mulai lagi."

Key menghela napas, memilih bersandar sembari memejamkan matanya. Lebih baik diam, daripada wajah tampan itu hancur gara-gara ulahnya.

Takutnya emosi Key kelepasan, malah mencabik-cabik wajah tampan suaminya. Menyebalkan.

Al hanya mengulum senyumnya, perlahan melajukan mobilnya meninggalkan pekarangan makam. Dengan wajah serius, Al mencari letak cafe yang dimaksud Key. Sembari fokus menyetir.

Sesuai perkataan nyonya besar, Al memarkirkan mobilnya didepan cafe. Dengan cepat turun, membuka pintu untuk Key.

"Ayo."

Sontak Key membuka matanya, menatap lurus kedepan. Seketika wajahnya berubah, senyuman manis terukir indah dibibirnya dengan mata yang berbinar.

"Baik banget sih Al."

Key bergegas turun, dengan langkah lebar masuk kedalam cafe. Al hanya bisa mengelengkan kepala, mengikuti langkah kaki Istrinya dan duduk disampingnya.

"Pesan apa Al?"

"Samain aja."

Key menganggukan kepalanya, mencatat pesanannya dan menyerahkannya kepelayan cafe.

"Cafe anak muda Al." Ucap Key, sembari menyelusuri cafe dengan maniknya.

"Emang kita udah tua?"

"Gue sih gak, kalo anda lumayan."

"Jahat banget sih Key."

"Maaf-maaf."

Key terkekeh, kembali mengarahkan tatapannya kearah Al dan ikut menatap layar ponsel suaminya.

"Sejak kapan suka main game?"

"Kepo!"

"Cuman nanya Al, malah nyolot."

Key memilih melipat kedua tangannya, menatap lurus kedepan.

"Permisi kak, pesanannya."

"Makasih."

Key membalas senyuman pelayan, dan mulai menyantap makanannya. Berhubung Key sendiri yang menawarkan kesini, jadi biar dia sendiri yang menghabiskan semuanya.

Biarkan saja Al kelaparan, siapa suruh mendiaminya. Dengan mata berbinar, Key menghabiskan makanannya satu persatu. Bahkan senyuman manis terukir indah dibibirnya.

Tapi sayangnya, itu semua hanya bertahan sementara. Senyuman manis Key perlahan luntur, tergantikan dengan wajah datarnya. Kenapa saat hatinya membaik, malah kembali hancur.

"Eh, Gabriela."

"Iya." Key hanya tersenyum tipis, sembari menganggukan kepalanya.

"Boleh gabung?"

"Silahkan."

Sontak Al melototkan matanya, dengan cepat mematikan ponselnya. Beralih menatap pria yang berani mendekati gadisnya.

"Bara?"

Pria itu yang awalnya sibuk dengan putranya, menoleh kearah Al.

"Pak Alterio?"

"Iya."

"Maaf pak mengangu."

"Gak."

Al tersenyum tipis, beralih kearah Key yang sedari tadi diam membisu.

"Kenapa?" Bisik Al tepat ditelinganya.

"Gak papa kok."

Al hanya menganggukkan kepalanya, menganti gelasnya dengan bekas Key dan meminumnya. Dan semua perlakuan Al tidak hilang dari pandangan Bara.

"Kalian berdua pacaran?"

"Kita–"

"Dia istri saya." Al memotong ucapannya, sembari meletakkan lengannya dibahu Key.

"Sejak kapan? Kok kita gak diundang Key."

"Kita?"

"Iya, saya sama istri saya. Tasya, sahabat istri bapak."

Sontak Al melototkan matanya, dan dengan cepat Al mengembalikan ekspresinya. Orang yang dicari-cari akhirnya ketemu, Al tidak perlu keliling Indonesia mencari pria ini. Malah datang sendiri.

"Kebetulan saya sendiri yang turun tangan."

"Cuman bercanda pak. Selamat atas pernikahan nya."

Al hanya menganggukkan kepalanya, sembari menoleh kearah Key. Pantasan wajah istrinya berubah drastis, nyatanya pria ini dalangnya.

"Semoga cepat nyusul,"

"Maksudnya?"

"Punya anak pak."

"Kalo masalah itu tergantung istri saya, apa yang istri saya katakan saya ikut saja. Apalagi dia masih muda, jadi kita nikmati aja."

Key tersenyum tipis, dengan gemas mencubit paha suaminya. Tumben pintar, biasanya gak benar dalam berucap.

"Kenapa?"

"Gak."

Al hanya mengakat bahunya acuh, sembari merapatkan tubuhnya dengan tubuh kecil Istrinya. Tidak ada yang boleh menatap Key selain dia, terutama pria dihadapannya.

Mulai dari tadi Bara melirik kearah Key, dan Al tidak suka hal itu.

"Kenalin Key, putra saya Azka."

Key baru menyadarinya, dengan cepat bangkit dari tempatnya mengambil alih Azka dari pangkuan Bara. Putranya tampan, sama seperti bapaknya.

'Mantan anak dimasa depan' Batin Key dan tersenyum kecut, sembari mencium pipi gembul itu. Rasanya sakit melihat Azka, apalagi dulu Key berharap Bara menjadi suaminya. Nyatanya, kenyataan berbeda.

"Azka ganteng banget sih."

"Gantengan saya Key." Al memotong ucapannya, sembari menarik ujung bajunya. Seakan mengerti, Key kembali duduk disampingnya dengan Azka digendongnya.

"Katanya Om Al lebih ganteng, padahal Azka yang lebih ganteng."

"Key."

"Iya-iya, suami Key lebih tampan gak ada tandingannya."

"Good."

"Kepedean."

Sontak Bara tertawa kecil, melihat tingkah laku Al. Bisa-bisanya seorang Alterio Mahendra, CEO dingin, arongan, bisa berperilaku seperti itu. Langka.

"Key."

"Azka lihat tuh Om Al, gak malu padahal udah gede. Masih aja manja."

"Sama istri sendiri juga."

"Tau, gak usah dijelasin."

Al mendengus kesal, memilih bersandar pada sandaran kursi dengan tatapan tajam kearah Bara.

Al tau maksud dari tatapan itu, bisa-bisanya Bara menatap miliknya dengan tatapan kagum. Gak bisa dibiarin.

Dengan cepat, Al kembali menegakkan tubuhnya. Dengan lengan yang melilit dipinggang Key.

"Pulang!" Bisik Al tepat ditelinga Key.

"Kenapa?"

"Pulang!"

"5 menit lagi."

"Key."

"Marah-marahnya dipending dulu."

"Gak."

Dengan cepat Key memindahkan Azka kepangkuan Bara, dan kembali duduk disamping Al.

"Saya traktir."

Al meletakkan lima uang seratus ribu diatas meja, dengan cepat melilitkan lengan nya kepinggang ramping Key.

"Kita duluan." Pamit Al, dengan wajah datarnya

"Iya pak hati-hati."

Key hanya diam, mengikuti langkah kaki Al meninggalkan cafe. Entah apa yang terjadi, Key juga binggung. Tadi baik-baik aja, sekarang mode on wajah datar.

Kalo begini ceritanya, lebih baik diam. Takutnya kena marah. Walau sebenarnya, Al gak pernah memarahinya. Mulutnya saja yang pedas dalam berucap, dan tingkat kemesumanya yang tinggi.

1
༻♛A̷͙ͭͫ̕ḑ̴̞͛̒ỉ͔͖̜͌r̴̨̦͕̝a̤♛༺
🙂
karina apriyanti
ceritanya bagus
Nurrahmi Siagian
bagus
Ida Rubaedah
seruu deh cerita nya..
💪💪💪💪
Dwi Surya
menarik
Lia Fitri
wow
🌷mamix um@mi 🏚🅠🅛
goodjob thour pertahankan karyamu
Deissy Yusuf
Ceritanya saya suka👍🏼
Lin Halu
lucu banget sihh 😂😅😅
Lin Halu
aku suka karyamu kak ❤💪💪
Lin Halu
❤💪
Nanda Khusuma
semangat thor
Nanda Khusuma
mampir thor ☺👍
Elina Yo
jadi gemes sama Raka 😁
Putri Lubiis
sama²thor
Putri Lubiis
ya dh tamat 🙂🙂
Shela Nasution
aduh ikut penasaran kisahnya
Putri Lubiis
wih ganteng nya menggoda iman ya bund
Putri Lubiis
kok aku kasihan ama raka ya😂😂
UmytaShoop
marathon bacanya sampai end,GG tau ini novel pertama author TPI bgusnya minta ampun buanguus bngett ceritanya GG berbelit2 GG bnyk drama,dr cerita Gavin kenzi n Raiden Tasya n alkey Suka semau sukses berkarya author GA sehat selalu kryamu lain dr yg lain aku suka sekali GG bosan2 bcanya hebat banget bisa buat cerita sebagus n GG berbelit2 kyak novel laen
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!