NovelToon NovelToon
Now I Will Be A Villain

Now I Will Be A Villain

Status: tamat
Genre:Romantis / Fantasi / Chicklit / Tamat
Popularitas:160.9k
Nilai: 5
Nama Author: Penunggu Bumi

Kehidupan sebelumnya mereka sudah membuatku dan orang-orang yang aku sayangi menderita dan mendapatkan akhir yang mengerikan, jangan harap kalian bisa bebas. Dendam ini akan aku balaskan ribuan kali lipat hingga titik darah penghabisan. Ingin kabur dariku? Mimpi saja sana! Akankah dendam ini terbalaskan? Ataukah dendam yang menghancurkanku?

Genre : Romansa Istana, Fantasi, Reinkarnasi, Balas Dendam, Slow Plot, Misteri, Action, Magic, Sword, Romantis, Pemeran Utama Tangguh.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Penunggu Bumi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Detektif Reinya

"Ti, tidak yang mulia. Ini semua fitnah!" teriaknya.

"Fitnah kau bilang? Bagaimana mungkin kau menuduh seorang putri Grand Duke Fransisco sekaligus tunangan Yang Mulia Pangeran Artemis Ivander The Theoden sebagai pemfitnah? Apalagi aku memiliki buktinya disini," Aku menunjukkan sebuah bunga berwarna merah, bunga yang sangat indah di pandang mata.

"Apa maksudnya?"

"Bukankah itu hanya bunga?"

"Bunga yang indah itu apa yang bisa terjadi?"

"Kau tahu bunga apa ini?" Aku kembali menanyakan kepada pelayan ini.

"Hamba tidak tahu Putri, hamba berani bersumpah tidak tahu."

"Sepertinya dia tidak berbohong,"

Aku mengangkat bunga itu tinggi-tinggi dengan menggunakan penjepit tentu saja harus berhati-hati karena bunga ini racunnya sangat kuat.

"Namanya adalah Ranunculus. Ranunculus menjadi bunga liar yang umum ditemukan, di beberapa daerah, biasanya Ranunculus dikenal dengan nama buttercup."

"Sekarang kalian sudah tahu bukan?"

"Lalu apa yang menjadi masalah dengan bunga itu putri?" para bangsawan kini mulai angkat suara.

"Diam!" bentakkan dari Artemis berhasil menghentikan mereka.

"Bunga yang indah namun mematikan," perkataan singkatku berhasil membuat seisi ruangan menjadi syok.

"Ranunculus (Buttercup, Spearworts)

Bunga ini memiliki banyak warna, mulai dari merah, orange, kuning dan putih. Karena kecantikannya, ranunculus sering dipakai sebagai bunga hias. Namun jangan salah, bunga juga mengandung racun mematikan bagi hewan dan manusia. Jika nekat memakan bunga ini, maka akan terjadi gejala kerusakan pencernaan akibat racunnya. Diare disertai darah, air liur berlebih, sakit perut parah dan rusaknya selaput lendir pada sistem pencernaan adalah gejala keracunan ranunculus. Dalam beberapa kasus, kematian menjadi efek paling buruk dari bunga ini." jelas ku panjang lebar.

Setelah penjelasan itu aku beralih kepada tersangka tadi.

"Jadi, apa kau masih bilang aku berbohong dan sembarangan memfitnah mu?"

Tentu saja si pelayan hanya diam, jika ia berani maka akan langsung dipenggal ditempat karena mencemarkan nama baik seorang bangsawan dengan bukti di depan mata.

"Dan lagi, sepertinya kau bukanlah pelayan dari sini."

"Benar juga,"

"Bukankah tidak ada pelayan yang boleh masuk ketika pesta sedang berjalan?"

"Hanya dayang-dayang atau Butler lah yang boleh masuk ke aula pesta itupun harus ada izin dari kepala keluarga,"

"Katakan! Siapa kau sebenarnya?"

Pelayan itu hanya diam membisu dengan kepala yang sudah menunduk.

"Baiklah jika kau tidak mau menjawab,"

"Biar aku tebak, kau pasti akan memberikan wine ini kepada target. Ketika target bertanya kenapa ada bunga diatasnya kau bilang bunga ini sebagai penghias dan untuk menambah kelezatan wine seperti yang terdapat pada teh atau makanan dengan fungsi bunga sebagai pemanisnya. Setelah target meminumnya, racun dari bunga akan terkontaminasi bercampur dalam wine. Namun karena wine ini adalah wine yang kira-kira berumur ratusan tahun, bisa dilihat dari warna dan aromanya yang kuat. Mampu menutupi racun dari bunga Ranunculus sampai sang target pulang ke kediamannya dan jatuh sakit, setelah tugasmu selesai kau akan pergi ke tempat yang sangat jauh dengan uang yang kau dapatkan dari pembunuhan berencana ini. Benar bukan?"

Pelayan itu gemetar ketakutan, namun beberapa saat kemudian.

Tiba-tiba pelayan itu tertawa keras dan auranya menjadi menyeramkan.

"Hahaha! Tak ku sangka ternyata kau sepintar itu, rencanaku sudah hancur semua. Tapi tenang saja, aku akan datang lagi."

Pelayan itu langsung bergerak tanpa arah. Ayah langsung menarik ku dengan sihir, beruntung Ayah cekatan. Jika tidak aku akan tertabrak olehnya.

...Jleb...

Darah segar memuncrat kesegala arah.

Pelayan itu bunuh diri menggunakan pisau dessert, ia menusuk kepalanya dan menarik pisau sekuat tenaga hingga darahnya memuncrat.

"Dia benar-benar gila,"

"Grand Duchess, antar reinya ke kamarnya. Disini biar aku yang mengurusnya," kata Ayah.

"Ayo sayang!" ajak Ibu.

Aku, Ibu, Nenek dan Permaisuri meninggalkan ruangan ini.

Setelah kepergian Aku, Ibu, Nenek, dan Permaisuri.

"Ini benar-benar aneh, pertama Reinya yang menghilang karena ada sihir jahat. Sekarang kejadian yang hampir membuat Reinya celaka lagi, apa yang sebenarnya terjadi? Siapa yang mengincar putriku?" batin Ayah.

Ayah sekuat tenaga memecahkan otaknya mencari tahu apa penyebab ini semua.

"Pengawal! Bawa sempel ini, satu ke menara dan satu lagi ke istana." titah Artemis dan segera dilaksanakan.

"Masalah ini tidak sesederhana itu,"

•••

"Tidurlah dulu sayang, kau pasti syok dengan kejadian tadi." Ibu membantuku berbaring di tempat tidur.

"Maafkan putra-ku karena tidak bisa melindungi mu," ujar Permaisuri angkat suara.

Aku tersenyum berharap bisa menenangkan mereka.

"Reinya baik-baik saja, terima kasih atas perhatian dari Yang Mulia Permaisuri, Ibu, Nenek dan semuanya."

"Reinya bisa sendiri disini, kalian juga pasti syok." kataku sembari menggenggam tangan ketiganya.

Mereka hanya tersenyum.

"Anak yang sangat kuat, tidak salah memilihnya menjadi tunangan putraku."

"Bagaimana bisa anak yang baru berumur 5 tahun ini lebih memperhatikan orang lain daripada dirinya sendiri? Aku memang Ibu yang buruk untuk Reinya,"

"Sebuah keberuntungan di umurku yang sudah menua ini bisa memiliki cucu perempuan yang begitu tangguh, bahkan lebih tangguh dari semuanya."

Tanpa sadar air mata Ibu menetes.

Permaisuri merengkuh Ibu.

"Kau tenang saja Grand Duchess, aku yakin tidak akan ada apapun yang terjadi kepada Reinya," ucap Permaisuri mencoba menghibur Ibu.

"Lebih baik kita mengobrol di luar,"

Mereka berdua menengok ke arah Nenek yang berbicara dengan suara kecil.

"Ssssttt... " Nenek meletakkan jari telunjuknya di bibir yang sedikit keriput.

Alhasil Ibu dan Permaisuri mengerti, mereka bertiga berlalu pergi keluar kamar.

"10... 9...8...7...6...5...4...3...2...1..."

Aku membuka mata dan duduk dengan cepat.

"Fyuh~ akhirnya mereka keluar juga,"

"Yah tidak ada salahnya juga aku menjadi detektif untuk kasus ini, kasusnya juga terlihat sangat menarik dan banyak sekali masalah didalamnya. Tapi jika terlalu rumit aku akan menyerah. Masalah kali ini sebaiknya aku harus turun tangan secara langsung," Aku beranjak dari tempat tidur dan menuju dress room.

•••

Setelah mengganti dress tadi dengan yang lebih nyaman aku menyelinap mencoba pergi keluar.

"Keadaan ini lebih gawat dari perkiraan ku, tidak mudah melewati banyak prajurit ini." Aku mengintip di sela-sela celah pintu.

Sebuah ide terlintas di kepalaku.

Tanpa buang waktu aku membuka pintu kamar ini.

"Kakak perajurit," panggil ku.

Salah seorang prajurit menengok.

"Iya Nona, apa Nona memanggil saya?"

Aku menganggukan kepala.

"Apakah kakak tahu Kakek ada dimana?"

"Yang Mulia Grand Duke terdahulu maksudnya,"

"Iya,"

"Em... " prajurit itu terlihat ragu-ragu.

"Tidak apa jika kakak tidak tahu," mimik wajahku berubah menjadi sedih.

Prajurit itu berubah menjadi panik.

"Bagaimana?" tanyaku dengan mata berbinar.

1
Dede Mila
baca
_cloetffny
Masi aja dilakuin gosah sosoan geli
_cloetffny
kalo udah ada kata winter gosah ditambahin kata musim lagi, soalnya cukup dg winter udah mengartikan musim dingin
_cloetffny
tolol, apasih mau lo
_cloetffny
kalo ngomong dalam hati bisa di garis miring,
supaya ga aneh pas dibaca
_cloetffny
harus bgt pura-pura baik?
_cloetffny
Kenapa tulisannya malah jadi miring sih?
Dia kan ga lagi ngebatin
_cloetffny
katanya pinterr, cih
_cloetffny
karakter nya terlalu bodoh anjir🤣, mikir dong siapa lagi kalo bukan Artemis yg mandang lo iri, sedangkan tadi aja lo udah denger percakapan dia sama kaisar
_cloetffny
ngapain masi disenyunyim
Saeful Anwar
rambut blonde hair hahaha kenapa yang 1 nya lagi g di tulis rambut biru laut hair sekalian
nado0ng_
tak fak
Cellestria
uhh sadis
Cellestria
ih bikin kesal saja
Thr!b!
Namanya sulit diingat karena panjang ". Masih berusaha memahami alur cerita.
Sylvia
next thor, fighting
Hasan
ditunggu up selanjutnya thor🤗
Sylvia
Gpp thor, tetap semangat ya. Aku selalu menantikan kehadiran novel ini
Penunggu Bumi: terima kasih banyak ❤
total 1 replies
Hasan
woke thor ditunggu kelanjutannya
Penunggu Bumi: siap, makasih ya atas kesetiaannya 🥰
total 1 replies
Sylvia
next thor, fighting, and minal aidzin wal faidzin
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!