NovelToon NovelToon
Miss Jomblo (Almira)

Miss Jomblo (Almira)

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Cintapertama / Tamat
Popularitas:582.5k
Nilai: 5
Nama Author: Kaka July

Kalau biasanya tokoh utama itu cewek yang cantik dan cerdas, maka Almira berbeda. Dia memiliki wajah yang pas-pasan, dan kepintaran yang pas-pasan juga. Hidupnya hanya sebagai bayangan yang tak berarti.

cerita komedi anak SMA.

Kisah perjalanan hidup Almira, dari itik buruk rupa menjadi itik biasa aja.

...

Seharusnya ada gitu pangeran yang tetiba lewat buat nolongin Mira dalam keadaan kayak gini..

Tapi..

wussshhhhh..

cuma angin.

huhh

nasib!

"Neng," sapa seorang laki-laki yang langsung membuat hati Mira cerah seketika.

'apakah dia malaikatMu, Tuhan?' bathin Mira bahagia.

tapi,

"Ayo, Neng! Ragunan! Ragunan!"

'sial, itu cuma kernet bus yang lagi cari penumpang. Dikira gue monyet mau ke Ragunan?'

....

ig : kakajuly_3674

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kaka July, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

29. Mira bukan bidadari

Happy reading!

"Miraaaaa!! Banguuunnn!!"

Mama yang tak sabar setelah berkali-kali membangunkan anak tengahnya itu, akhirnya mendatangi Mira yang masih bersembunyi di balik selimut.

"Bangun, Mir!! Ini udah jam setengah enam. Mau tidur sampai kapan kamu?"

"Aku izin, Ma. Gak sekolah."

"Lah, kenapa izin? Sakit?"

Mira membuka selimut. Lalu dia menampakkan wajah sembabnya pada sang Mama.

"Ya Alloh, kamu kenapa? Muka sampe lecek begitu?"

Antara khawatir dan lucu, Mama menghampiri dan mengusap wajah Mira. "Kamu abis kena badai dimana, hah? Rambut awut-awutan begini. Ya ampun, jauuuuhhh banget dari kata cantik."

"Huaaaaa ...." Mira meraung. Lalu dia memutuskan untuk bercerita pada sang Mama pada apa yang terjadi, hingga dirinya tak lagi berminat untuk pergi sekolah hari ini.

"Mama sudah tau." ucap Mama di akhir cerita.

Mira melongo. "Kok bisa?"

Mama mengangguk. "Bisalah."

Lalu Mira menyadari sesuatu, "Ah ya pasti bisalah. Kan ada si bawang merah."

"Kamu merasa jadi bawang putih gitu?"

"Ya iyalah."

"Heleh ..."

"Trus menurut Mama gimana?"

"Menurut Mama sih, kamu sekolah aja hari ini dan seterusnya. Biasa aja, Mir. Ngapain dipusingin? Kan kamu udah punya tiga orang teman tuh, ya udah cukuplah. Ngapain peduli sama yang lainnya, yang bahkan gak kenal kamu secara dekat."

"Susah, Ma. Aku gak sekuat itu buat anggap semua serba biasa aja, aku kan bukan bidadari, Ma, aku cuma manusia biasa yang bisa sakit hati juga,"

Mama mentoyor kepala Mira pelan, "Mama kok jadi pengen tabok kamu ya! Memangnya siapa yang fitnah kamu seperti bidadari? Kejauhan, Mir ... terlalu fitnah keji buat bidadari,"

"Mama ih!"

"Lagian kamu nya,"

"Ya maksud aku tuh, aku gak sekuat itu, Ma. Emang sih selama ini kalian semua sudah berupaya mendidik aku dengan bully-an, tapi bukan berarti aku sekuat itu. Aku juga masih perempuan biasa-"

"Iya-iya, Mama ngerti. Jangan fitnah bidadari lagi. Tapi maksud Mama tuh ya, kamu nggak boleh kalah, Mir, sama masalah dalam hidup ini. Karena Mama yakin kalau kamu pasti mampu menghadapinya. Dengan kekuatan dari dalam diri kamu sendiri, dan dari kenyataan yang Mama lihat selama ini, kamu itu anak Mama yang paling tangguh."

"Gitu, Ma?"

"Iya. Kamu itu sangat sangat tangguh dalam menghadapi bully-an. Kamu sekuat itu, Mir,"

kok, agak gimana gitu ya

"Makanya, Mama percaya, apapun masalah yang sedang kamu hadapi, kamu pasti dapat melaluinya. Sekalipun masalah itu datangnya dari Diva, yang orang tuanya amat berjasa untuk kita."

Mira terdiam. Fikirannya melayang kemana-mana, dengan segala kemungkinan yang akan dia hadapi jika dia pergi ke sekolah hari ini.

"Hari ini aja ya, Ma, aku izin ...."

"Kalau kamu gak masuk sekolah, itu berarti kamu dianggap takut. Dan kamu dianggap membenarkan yang terjadi dalam foto itu."

Mira mengusap air matanya yang meleleh lagi. "Jadi aku tetap harus sekolah?"

"Saran Mama sih, iya. Kamu datang ke sekolah. Sekuat kamu, semampu kamu. Kalau nanti kamu gak kuat juga, kamu bisa izin sama guru dan Mama bakalan ngerti."

"Beneran, Ma?"

Mama mengangguk mantap.

"Duileh, kayak mau pergi jihad aja!" suara itu berasal dari sang adik tercinta, Ghani. Dia melongok di celah pintu yang terbuka sebagian. Di dekatnya juga ada Papa dan Shelia.

Refleks Mira dan sang Mama menoleh pada sumber suara.

"Kalian ngapain di situ?" tanya Mama jengah.

"Nonton sinetron, Ma. Persis deh kayak di tv ikan terbang." sahut Papa sambil nyengir.

"Mira sama Mama bakalan dapet piala Oscar." tambah Shelia sambil manggut-manggut.

"Ngapain ikan dijadiin piala, Shel? Papa gak setuju ya kalo Oscar Papa kamu kasih ke Mama buat dimasak. NO!" balas Papa sewot.

Ghani memutar bola matanya, lalu pergi. Sedangkan Shelia menepuk jidatnya.

"Mama gak doyan ikan Oscar, Shel!" seru Mama.

Papa menjauh sambil menggerutu, "Enak aja Oscar kesayangan Papa dijadiin tumbal ...."

Shelia beranjak juga. Tapi sebelum itu, "Lo mau bareng gue apa Papa, Mir? Ah tapi lo belum mandi gitu. Mending bareng Papa aja deh. Gue males nungguin lo!" katanya sambil pergi.

"Udah, kamu mandi sana! Sekolah aja ya! Mama bantu doa dari rumah."

🍈🍈🍈

Bisik-bisik tetangga sana sini Mira abaikan. Serius, Mira berjalan dengan telinga yang harus ditulikan. Bahasa jelasnya, Mira budeg pada semua omongan penghuni sekolah.

Sampai di kelas, Mira langsung di sambut ketiga sahabatnya dengan ... biasa aja. Nggak ada pelukan kepedulian, care, atau apalah itu. Pramitha, Rizka, dan Solichati menyambutnya dengan biasa saja. Seperti tidak pernah terjadi apa-apa. Padahal, semalam di grup chat mereka, ketiganya tampak menunjukkan dukungannya.

"Ihh, lo pake bedak gak sih, Mir?" tanya Pram jutek.

"Dikit."

"Lo jangan depresi gitu dong,"

"Menurut lo?"

"Cup ... cup ... cup ..." Soli mengelus pelan kepala Mira. "Genks, temen kita yang satu ini tuh lagi terpuruk banget, kita hibur kuy!"

"Hibur Mira tuh gimana caranya ya?" sahut Riz. "Apa kita kasih makan aja yang banyak? Biar nanti dia hepi lagi, trus bisa bertelor banyak deh!"

"Lo kira gue Ayam?!" sungut Mira. "Gue kan masih keturunan bidadari-"

Pram mentoyor kepala Mira dengan gemasnya. "Biarpun lagi dapet masalah gini, tetep ya otak gila lo jalan terus."

Mira membuat ekspresi sedih yang berlebihan dengan bibir yang digoyang-goyang seolah sedang mewek.

"Stop! Lo makin jelek!" ujar Riz.

Mira murung lagi.

"Lagian, Diva kok bisa sejahat itu sih sama lo, Mir?" tanya Soli polos. "Gue gak pernah nyangka. Kan dia asik juga tuh orangnya."

"Trus gue penasaran nih," ucap Pram serius. "Kayaknya bukan Diva yang ambil foto lo waktu di depan tempat les. Ya, gak? Emang dia segitunya ya ngikutin lo sampe ke tempat les buat ambil foto moment lo bareng si Ryo?"

Riz mengangguk setuju. "Iya kalo foto yang depan rumah lo ya wajar, kan kalian emang tetanggaan."

Mira jadi berfikir ulang mengenai tiga foto yang terlihat akrab antara dirinya dengan Ryo di depan tempat les sebanyak dua buah, dan dua buah lagi fotonya dengan Ryo yaitu saat motor Ryo telah sampai di depan rumah Mira. Keempat foto itu telah membuat dirinya semakin famous di grup chat semalam. Dan tentu saja semakin menjadi-jadilah dirinya dicap sebagai penjahat.

Yang membuat Mira menangis semalaman adalah kata-kata jahat dari banyak orang satu sekolahan.

"Berarti Diva punya mata-mata gitu?" tebak Soli ketertarikan.

"Gak perlu mata-mata, kali," tukas Mira langsung. "Satu sekolahan kan udah benci gue banget."

"Gue percaya kok sama lo, Mir," sahut Dina teman sekelasnya.

"Iya, gue juga. Udah cuekin aja, gak perlu dengerin omongan mereka!" kata yang bernama Dwi.

"Makasih ya, udah percaya sama gue." ucap Mira tulus.

"Lo tenang aja, Mir, gak semua orang terhasud si Diva." Pram menegaskan. Wajah juteknya tak bisa disembunyikan saat menyebut nama Diva. "Awas lo ngadu sama Diva, Sol!" katanya pada Soli.

"Kok gue?"

"Ya lo kan lumayan deket juga sama Diva, Sol." kata Riz sambil mengunyah chiki. "Awas aja jadi ember bocor, pecat lo dari kelas ini!"

Soli mencebik, "Siapa juga yang berpihak sama dia. Kan yang temen gue si Mira,"

"Iya-iya, Sol, gue percaya." Mira menepuk-nepuk bahu Soli. "Gimana, hebat gak gue hari ini bisa duduk di kelas ini?"

"Iya, gue kira lo bakalan gak masuk."

"Niatnya sih gitu, tapi nyokap gue melarang."

"Kenapa?" tanya Pram.

"Yah, intinya nyokap gue pengen gue itu tabah dalam menghadapi masalah. Kan selama ini gue udah biasa sama yang namanya cibiran orang, dan gue yang biasanya adalah gue yang cuek dan tahan banting. Tapi entah kenapa kali ini hati gue selembut bida-"

"Ngomong bidadari, gue tampol lo ya!" ancam. Pram.

"Iya, nggak. Nggak jadi."

🍈🍈🍈

Mir, gue udah maafin lo. Gue sekarang tambah deket kok sama Donny. hehe..

jangan marah atas sikap gue kemaren-kemaren ya, nanti malem ke rumah gue aja. Gue punya komik baru-baru loh.

Mir, besok temenin gue ke mall yo, gue mau cari kado buat Donny. Dia ultah seminggu lagi.

Mira melempar hpnya ke kasur tanpa membalas apapun chat yang telah dibacanya. Mira gak sepolos dan sebodoh itu kok, dia juga masih bisa sakit hati. Mungkin selama ini dia boleh terbiasa dengan derita nasibnya, tapi kali ini ... dia menyerah dan tak mampu menahan rasa pedihnya dibenci manusia satu sekolahan.

🐱bersambung🐱

Note:

Tengkyu yang masih nyimak kisah Almira. Aku lagi diambang kegalauan ini. Masih mau lanjut di NT apa nggak. Eh, perasaan galau mulu ya?! 😂

ya gitu deh. Susah di sini aku dapet readers. Kadang aku tetap semangat, tapi sering kali aku mau nyerah aja. haha.. apa sih?

Nah, plis like, komen, or vote ya.

Makasih.

1
anna
kok aku baru ketemu novel sekeren ini ya😍👍
xiara
keren banget novel nya lucu, sedih, drama semua ngalir walau agak dipaksa cerita selsai t p novel nya bagus bangeetttt☺☺☺
Kaka July 💜: jangan lupa baca lanjutannya 🥰
total 1 replies
Marhaban ya Nur17
tuh kan ahire g jd tunangan tp lansung ijab
Marhaban ya Nur17
kadang polos ama oon beda tipis kali yyyy
Marhaban ya Nur17
glowing
Marhaban ya Nur17
g ada lawannya se mira wkwkkw
Marhaban ya Nur17
kebiasaan deh klo lg serius pas ahir kalimate ngwkwk wkkwkw
Marhaban ya Nur17
gw ngakak mele
Marhaban ya Nur17
cieee mira
Marhaban ya Nur17
Dennis berarti musuh dalam kain lap wkwkwk
Marhaban ya Nur17
wkwkwk gw mau serius baca tp pas ahir kalimat selalu ae berubah jalur wkwkkw
Marhaban ya Nur17
jeng jeng
Marhaban ya Nur17
kocak 😀 keren bahasa e thor 👏👏👏
Marhaban ya Nur17
farnoooo wooiiii
Marhaban ya Nur17
yg metong kaya e bukan athar deh 🙄
Marhaban ya Nur17
muka e gesran bang wkwkwk
Marhaban ya Nur17
sapa se itu ???
Marhaban ya Nur17
wkwkwkw
Marhaban ya Nur17
belvita wkwkwkkw Buah vita kali
Marhaban ya Nur17
wkwkwk
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!