deleted
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon wiwik arfiani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
NIKAH SMA 29
Nikah SMA 29
Sesampainya nya di asrama Widya beserta teman teman nya sudah di sambut oleh peserta lain nya.
Tentu nya dari mancanegara.
"Sawatdikha.." sapa Widya.
"Sawatdikha
Sawatdikharp"
"Lah, boleh berbahasa Thailand pulak tak boleh jadi ni." Ucap salah satu peserta asal Malaysia.
"Silahkan." Ucap pak Wai mempersilahkan Widya dan yang lain nya masuk.
"Di ruangan ini ada 3 kamar silahkan kalian bebas memilih teman kamar kalian." Ucap pak Wai.
"Hima sama Nada kalian tidur di kamar atas, Verdino sama Vernan tidur di kamar bawah. Saya tidur di kamar atas ya." Ucap Widya.
"Ya sudah kalau begitu."
"Silahkan ke kamar nya setelah ini kalian bisa mulai berlatih kembali." Ucap Widya.
"Eh Bu Ning di mana?." Tanya Hima.
"Bu Ning tidur di kamar khusus panitia." Ucap Widya.
Widya dan yang lain nya pun pergi ke kamar nya masing masing.
Widya ke kamar yang kecil yang hanya muat untuk 1 orang.
Ruangan tersebut minimalis namun 2 lantai. Jadi, sangat bagus untuk para peserta.
"Hasan udah sampai di Malaysia belum ya?." Gumam Widya.
"Ish ngapain sih mikirin tuh bocah." Ucap Widya kesal.
...
Sore hari nya
Widya terbangun karena ia merasa lapar.
Ia melihat ke kamar teman teman nya yang tengah tertidur pulas.
"Lebih baik aku masak." Gumam Widya.
Namun, ketika Widya melihat ke kulkas tak ada bahan yang dia akan gunakan.
Widya pun memutuskan untuk pergi keluar sebentar membeli beberapa bahan.
Setelah 30 menit berbelanja Widya kembali ke asrama.
Widya membuat beberapa makanan ya itu ada Tom yum, Nam pla (maaf kalau typo makanan ya) dan membuat makanan penutup nya yaitu look choup.
Setelah bergulat lama dengan dapur semua makanan nya pun jadi.
Widya pergi ke kamar atas dulu untuk membangun kedua adik nya.
Lalu pergi ke kamar bawah untuk membangun kan 2 teman laki laki nya.
Mereka ber 5 pun duduk bersama di meja makan untuk makan.
"Kalau masih ngantuk cuci muka dulu." Ucap Widya.
"Heumm ga jadi ngantuk cuy bau masakan mu enak banget." Ucap Vernan.
"Ya sudah silahkan di makan." Ucap Widya mempersilahkan teman teman nya makan.
Teman teman nya makan begitu lahap hingga tak tersisa.
Hal itu tentu saja membuat Widya senang karena teman teman nya menyukai masakan yang ia buat.
"Wahh Gilak sih ini enak banget. Besok pagi buatin lagi ya." Ucap Verdino.
"Insyaallah kalau ada waktu ya." Ucap Widya.
Tiba tiba
Tok tok tok
"Sawatdikharp.."
"Ni khanom kharp." Ucap salah satu staf.
"Heuih, Koopkhun kha.." ucap Widya setelah menerima makanan dari staf.
Ia pun membawa nya ke meja makan. Aroma nya begitu menggoda.
Ketika Widya membuka nya.
"Stop!."
"Jangan ada yang makan!." Ucap Widya spontan.
"Kenapa teh?." Tanya Hima.
"Ini daging babi." Ucap Widya.
"Gimana kamu bisa tau?." Tanya Vernan.
"Dari bau dan juga bentuk nya sudah terlihat." Ucap Widya.
"Wah keren padahal aku baru mau bilang kalau itu daging babi." Ucap Verdino.
"Terus ini gimana? Kalau misal ga di makan nanti di kira nya kita gak menghargai makanan yang mereka buat." Ucap Nada.
"Kalian tunggu di sini aku akan berbicara dengan staf."
Tak lama setelah Widya berbicara dengan staf yang membawakan makanan tadi. Staf pun datang untuk mengambil makanan itu kembali.
Staf juga memohon maaf karena tidak tau kalau mereka tidak bisa memakan daging babi.
"Kalian mau temenin aku jalan jalan? Kita belanja bahan makanan buat stok di kulkas gimana?." Tawar Widya.
"Wah boleh tu lagian aku bosen di sini." Ucap Verdino.
"Oke aku izin dulu ke panitia." Ucap Widya.
Setelah di izinkan mereka pun pergi jalan jalan di sekitar asrama.
Mereka membeli banyak sekali bahan masakan dan juga jajan jalanan.
"Wah, enak banget makanan nya." Ucap Vernan.
"Eum enak kan." Ucap Widya.
"Btw ini apa?." Tanya Nada.
"Ini tu parutan kelapa. Enak banget sumpah" ucap Widya yang langsung mencomot crape yang ada di tangan nya.
"Kamu doyan ya Wid?." Tanya Vernan.
"Euhm enak banget." Ucap Widya.
"Euhm aku boleh tanya sesuatu?." Tanya Vernan.
"Apa hubungan mu dengan Hasan?." Tanya Vernan.
"Uhuk uhuk.." Widya tersedak. Nada pun memberikan air mineral kepada Widya.
Widya dengan cepat meneguk minuman nya.
"M-maaf." Ucap Widya.
"Jadi..?"
"Aku punya hubungan khusus dengan Hasan." Ucap Widya.
"Hubungan apa?." Tanya Vernan kembali.
"Euhm kami berdua saudara an." Ucap Widya.
"Teteh.." ucap Hima dan Nada bersamaan.
"Memang benar aku dan Hasan hanya bersaudara." Ucap Widya.
"Kau tidak sedang membohongi ku kan?." Tanya Vernan.
"Tentu saja kenapa aku harus berbohong kepada mu." Ucap Widya gugup.
"Maafkan aku ya Allah." Gumam Widya.