Yulia adalah seorang gadis yang lahir dan dibesarkan di panti asuhan bersama ibu kandungnya , yang mempunyai saudara kembar seorang artis.
Yulia yang hidup tanpa kasih sayang seorang ayah, tapi cinta dari ibu dan keluarganya di pantilah penyemangat hidupnya.
Yulia tumbuh menjadi gadis primadona dengan segudang prestasi.
Yulia menolak Raihan,yang sebenarnya cinta pertamanya. Hal itu menjadi dendam di hati Raihan.
Dengan menjadi penyanyi kafe di Cafe Retro milik ayahnya, Yulia mencoba mengingatkan ayahnya dengan kenangan bersama Ibundanya.
Bagaimanakah caranya Yulia meyakinkan ayah kandung dan cinta sejatinya?
Ada cinta segitiga, antara Yusuf dan Raihan siapa yang di pilih Yulia?
Yuk ikuti ceritanya...
Catatan : Novel ini penuh lirik lagu Nostalgia.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yuli kiranawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ternyata...
Diah masih belum percaya apa yang di katakan Bu Amir, kalau Yulia punya pacar.
Karena setahu Diah, Yulia itu Cinta pada Raihan. Tapi tak mau menerima cinta Raihan karena perbedaan status Yulia.
Diah berbaring di tempat tidur yang tidak begitu empuk sih bagi dia, tapi begitu nyaman.
Gadis itu pun mengotak-atik ponselnya, dia tersenyum-senyum membaca komentar teman-temannya.
Semua teman-temannya menyuruh Diah agar Yulia masuk group chat.
Diah pun membalas kalau Yulia masih sibuk,
kemudian dikirimnya video Yulia yang tadi siang menyanyi.
Tiba-tiba ada yang mengechat Diah dengan nomor luar negeri.
"Eh..! nomor siapa ini?" kata dalam hati Diyah.
...📩📩📩📩...
Raihan : "Assalamu'alaikum... ini Diah ya?"
Diah: Wa'alaikumsalam.. iya, ini siapa ya?"
Raihan :" Raihan, gimana kabarmu?"
Diah :"Alhamdulillah baik. Apa kabarmu disana?"
Raihan : "Alhamdulillah juga baik, kamu... apa bersama Yulia?"
Diah :" Kami sekamar, he..he..! apa ada yang bisa saya bantu?"
Raihan :"Aku ingin tahu kabar Yulia"
Diah :" Oh..!kabar Yulia Alhamdulillah baik!'
Raihan : "itu saja? yang lainnya?"
Diah :"Eh..! kalau mau lebih, ya harus ada faktor pendukungnya.."
Raihan :" Maksud kamu?"
Diah :"Hadeuh...! fulus tuan Muda Raihan..!"
Raihan :" Apaa..!! sejak kapan kamu jadi matrealistis..?"
Diah :" emm.. sejak kabur dari rumah, jadi ceritanya dompet ku saat ini jadi tipis karena tak berpenghuni...!"
Raihan :"Kenapa kamu kabur dari rumah..?!"
Diah :"Ah..! ceritanya panjang! setuju tidak dengan usulku tadi?"
Raihan :" Ok, asal kamu memberi informasi yang tepat ya.."
Diah :" Oh beres itu..!!"
Raihan :" Nanti kirim nomor rekeningmu ya, maaf aku mau mandi. Karena di sini waktunya pagi hari.
Diah :" Ok tuan muda... see ya!"
...📩📩📩📩...
"Asyiiik..! akhirnya dompetku akan menebal kembali, maaf ya Yulia dan Raihan. Bukan maksudku memanfaatkan situasi kalian, habisnya aku kan butuh uang sebelum dapat pekerjaan...!!" gumam Diah dalam hati sambil tersenyum.
Diah pun memutar lagu-lagu di ponselnya, uang tak lama kemudian terlelap dalam mimpinya.
...***...
Sementara itu Yulia yang di antar Yusuf ke Cafe Retro Wijaya, merasa sedikit gugup.
"Yulia kamu kenapa dari tadi diam saja? tak seperti biasanya?" tanya Yusuf saat sudah sampai di parkiran Cafe.
"Gugup aja mas, pengunjung Cafe Retro bukannya seumuran bunda ya?" tanya Yulia.
"Kalau begitu nanti mas Yusuf temani dulu ya?" usul Yusuf.
"Ah nggak usah mas. Maaf Yulia nggak mau mas Yusuf kerepotan..." balas Yulia.
"Ah.. nggak apa-apa. Lagian Aku kan dah janji sama bunda mau menjagamu..!!" seru Yusuf.
"Makasih mas..!!" balas Yulia sambil tersenyum.
Dan mereka berdua pun segera masuk ke dalam Cafe yang bernuansa kalem itu.
"Hai Yusuf, Yulia...!! aku kira kalian tidak datang!" seru seorang pemuda yang selesai berinteraksi sama pengunjung Cafe, yang tak lain Rama.
"Ya datanglah..! kan Yulia butuh pekerjaan ini." balas Yusuf. Dan Yulia pun mengangguk.
"Tapi Ram, Yulia sedikit gugup. Mungkin karena baru pertama kalinya masuk kafe yang isinya orang-otang seumuran Bundanya." kata Yusuf.
"Oh..! nggak apa-apa, wajar itu. Kamu demam panggung ya..! nanti aku temani nyanyi dulu sampai kamu benar-benar sudah sembuh dari demam panggungnya..!" jelas Raihan.
"Terima kasih ya mas Rama..!" balas Yulia sambil tersenyum.
Dan mereka segera ke panggung dan Yusuf duduk di kursi pelanggan yang masih kosong.
Sebelum naik ke panggung, Rama fiberi selembat kertas oleh asistennya.
Kertas itu berisi daftar lagu yang di request pengunjung.
Rama pun memperlihatkan catatan itu pada Yulia.
"Kamu tahu kan lagu-lagunya?" tanya Rama.
"Dua lagu kak yang Yulia tidak bisa¿" jawab Yulia yang gugup.
"Yang mana?" tanya Rama penasaran.
"Yang lagu barat Mas, Yulia selama ini tidak pernah menyanyikan lagu-barat." jawab Yulia yang masih gugup.
"Nanti biar saya saja yang nyanyi. Ayo kita naik, semua sudah menanti..!!" seru Rama sambil menarik tangan Yulia.
"Ternyata kamu benar-benar demam panggung ya! Tangan kamu begitu dingin, aku jadi ragu, apa kamu benar-benar Yulia yang viral di medsos kemarin.
...~¥~...
Yuk dukung terus novel Cinta untuk Yulia
dengan memberi like,komen, favorite, bintang dan votenya ya..
Terima kasih
...Berambung...