lima tahun pernikahan Alia dan Reyhan belum memiliki anak. Suaminya menyalahkannya dan menceraikannya demi wanita lain. resmi bercerai Alia baru menyadari bahwa dirinya hamil. perjuangan Alia sebagai seorang ibu dan perjuangannya sebagai seorang wanita.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anggun Lestari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Perpisahan
Selamat Membaca 😊😊
Rey sudah bisa pulang ke apartemennya. Selama dia di rumah sakit, Rey banyak berfikir dan sudah memutuskan. Keputusan yang sangat sulit dan menyakitkan. Rey akan kembali ke kotanya. Dia sudah terlalu lama disini. Sudah saatnya dia menyerah. Dia merelakan siapapun pilihan Alia.
"Farhan, bereskan semua pekerjaan disini. Aku ingin 2 hari kedepan kau sudah menyelesaikannya."
"Baik tuan."
Rey mengemudikan mobilnya ke rumah Alia. Hari ini dia berencana mengajak Alia dan Darren pergi. Menikmati sebentar waktu seperti keluarga normal pada umumnya.
Mobil Rey berhenti di depan toko. Tapi tumben hari ini toko nya tutup. Rey naik ke lantai 2 rumah Alia dan menekan bel. Agak lama Rey menunggu, akhirnya pintu dibuka.
"Hai." Sapa Alia. Wajahnya sangat cantik di pagi hari. "Ada apa sepagi ini kau datang? ayo masuklah."
Rey masuk ke dalam. Alia sedang menemani Darren bermain. Mata Rey menatap sofa dimana Darren dan Alia sedang duduk. Dia jadi teringat ciuman pertama mereka. Lalu matanya beralih ke kamar yang pintunya sedikit terbuka. Di sanalah dia dan Alia menghabiskan malam bersama. Bercinta sepanjang malam. Saat itu rasanya Alia menjadi miliknya. Hanya miliknya.
Sedih rasanya kenangan yang seharusnya manis, menjadi sakit rasanya kalau diingat.
"Rey..Rey.. Ada apa denganmu?"
Rey tersentak dari lamunannya saat Alia memanggil manggil namanya.
"Oh maaf, aku teringat sesuatu tadi."
"Ada apa kau kesini? Ingin bertemu Darren?"
"Oh ya. Sebenarnya aku ingin mengajak kalian pergi."
"Kemana?"
"Kemanapun kau mau. Aku ingin menghabiskan waktu dengan kalian."
Rey tersenyum dan menggendong Darren. Mengangkat badannya tinggi tinggi sampai anak itu tertawa kencang.
"Aku mau saja Rey, kebetulan aku juga menutup toko ku hari ini."
Alia tersenyum melihat anaknya menarik narik kerah sweater yang Rey pakai. Meminta perhatian ayahnya.
"Tapi bagaimana kalau kita dirumah saja. Sepertinya seru menghabiskan waktu dirumah."
Rey menurunkan Darren, ketika kakinya menyentuh lantai dia langsung berlarian kesana kemari.
"Tidak masalah. Kita bermain saja dirumah."
Rey mengejar Darren dan menangkapnya. Mereka berdua berguling guling di lantai. Alia tersenyum melihatnya. Hatinya berdesir melihat pemandangan itu.
Mungkin begini rasanya andai saja mereka tidak bercerai.
Alia mengerjapkan matanya. Mengusir air mata yang hampir jatuh.
Untuk apa bersedih. Ini sudah takdir. Jalani saja.
Alia ikut bergabung bersama mereka.
...💖💖💖💖...
Hari ini benar benar quality time mereka. Alia membuat makanan dan cemilan untuk meraka bertiga. Nonton tv bersama. Sampai Darren tertidur di pelukan Rey.
"Dia mencintaimu."
Alia mengelus kepala Darren. Rey tersenyum dan mengecup kepala anaknya. Rey menidurkan Darren di kamar dan menutup pintu kamarnya pelan.
Rey membantu Alia membereskan mainan yang berserakan. Keduanya saling diam dan sibuk dengan pikiran masing masing. Entah kenapa Alia merasa ada hal yang ingin Rey sampaikan.
"Aku akan kembali ke rumah."
Alia tertegun mendengar ucapan Rey. Matanya menatap Rey yang sedang terduduk menatap mainan Darren ditangannya.
"Kau akan pergi dari kota ini?"
"Ya."
Alia terdiam. Kenapa seperti ini rasanya. Hei hatiku yang disana, kenapa rasanya sakit.
"Ka..kau akan kembali lagi nanti?"
Rey meletakkan mainan Darren di tempatnya. Lalu wajahnya mendongak menatap sedih wanita yang sangat dia cintai ini.
"Aku tidak tahu Al. Aku ingin kau bahagia disini. Bersama siapapun pilihanmu. Kalau aku tetap disini, aku tidak yakin akan bisa menahan emosiku melihatmu dengan pria lain." Suara Rey serak menahan sakit di hatinya.
Alia mengerjapkan matanya. Berusaha membendung air mata yang hampir keluar.
"Bagaimana dengan Darren?" Suara Alia tercekat.
"Aku yakin kau akan menjadi ibu yang hebat. Setiap bulan akan kuberi tunjangan untuk anakku. Dan satu pesanku."
Air mata mulai menetes di pipinya, Alia mengusapnya cepat.
"Carilah ayah yang bisa menyayangi anakku juga. Dan yang mencintaimu melebihi aku."
Alia tidak kuasa menahan air matanya. Tangisnya pecah mendengar kata kata Rey. Dia menangis sesenggukan.
"Carilah pria baik baik yang tidak mudah melepaskanmu seperti aku dulu."
"Kau harus bahagia. Mengerti?"
Kenapa rasa sakitnya melebihi rasa sakit dari perpisahannya yang dulu.
Rey memeluk Alia erat. Mengusap rambut panjangnya. Alia menangis di pelukan Rey.
Sebisa mungkin Rey menahan tangisnya. Ini adalah pelukan terakhirnya.
...~○•○~...
alia yang masih blm bisa move on sepenuhnya ma leo kembali tergoda akan kehadiran leo 😂 CLBK cinta lama belum kelar