Mendorong Azwa untuk mencari Azwar lewat sebuah mimpi yang penuh teka-teki. Awalnya Azwa tidak mengerti akan maksud mimpi yang menghampirinya setiap hari, hingga seorang tafsir mimpi menemukan petunjuk itu.
Menuntun Azwa mengunjungi salah satu kota penghasil minyak bumi, mencari serpihan hati yang telah lama hilang. dapatkah Azwa menemui Azwar? sang pria yang dijodohkan dengannya sejak lahir...
Jodoh dan cinta tau kemana ia harus pulang, perasaan batin yang begitu kuat pasti akan mempertemukan dua insan yang telah terpisah.
Azwa[r], aku jatuh cinta!
pada pandangan pertama 😍
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cece Virgo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
29. Menjelaskan
🍃🍃
"Dia berlebihan" Ibu itu terkekeh.
"Ibu ke dapur dulu yaa," pamitnya
"Baik, Bu"
Bu Ratna pun beranjak berdiri, meninggalkan tiga anak muda itu agar bisa leluasa untuk mengobrol. melihat Ibunya yang sudah pergi, Azwar langsung membuka mulutnya yang tidak selembut apa dikatakan sang Ibu.
"Hei kau! darimana tau nama Ibuku, haa!" tanyanya, nada suara yang mengecil namun terdengar tegas
"Kepo!" tukas Azwa,, enggan menjawab. Ia pun mengambil segelas juice miliknya, menyeruputnya sedikit hingga tenggorokan yang mengering akhirnya terbasahkan oleh segarnya juice ini. Diikuti pula oleh Keysha.
"Siapa sih kalian ini sebenarnya??" Azwar heran, menyipitkan matanya menatap lekat pada Azwa yang begitu ngotot untuk mendekatinya.
Azwa beranjak berdiri, berpindah tempat duduk di sisi pria itu. membuatnya heran dan meringsek ke samping. alih-alih memberi jarak pada wanita asing itu.
"Aku Azwa, anaknya sahabat orang tua kandung kamu" Azwa mulai menjelaskan, mengambil sebuah figura foto dari dalam tas selempangnya lalu menunjukkannya pada Azwar.
"Ini orang tuaku, dan ini orang tua kandungmu. entah kenapa aku merasa yakin kalau kamu yang aku cari. mengingat wajahmu sangat mirip dengan Om Gilang, ayah kandungmu" tutur Azwa menjelaskan. memberikan foto itu pada pria ini
Pria itu tertegun mendengar ceritanya, apalagi melihat sosok lelaki yang cukup mirip dengannya. Ia tatap foto itu dengan seksama.
"Bisa saja yang kamu cari bukan aku, banyak kok lelaki yang mirip dengan pria ini" sanggah Azwar.
"Iya, tapi nama kamu Azwar, nama seseorang yang diberikan langsung oleh kedua orang tua kandungnya. bukan suatu kebetulan"
Azwar kembali tertegun, menatap lekat wanita di sampingnya
"Kita bisa berteman dulu kan? sampai kamu benar-benar yakin"
"Hah??"
"Apa kita bisa berteman? sambil kamu mencari bukti yang lebih kuat" tanya Azwa
"Hmmm," Azwar tak menjawab
"Kasihan sekali dia, tampak bingung walaupun mungkin hatinya cukup percaya akan om Gilang. tapi aku lebih kasihan pada Bu Ratna. apakah aku harus menyelesaikan masalah ini dengan cepat?? tidak tidak! jangan dulu. biarlah pria ini mencari bukti kuat. aku juga tak tega pada Bu Ratna, akan merasakan sakit seperti yang dialami tante sekar. biarlah ini seperti air mengalir, yang jelas aku ingin lebih dekat bersama pria ini" batin Azwa bermonolog
"Saya rasa kamu salah orang" ucap Azwar, kembali memberikan foto itu pada Azwa
"Hah??"
"Hallo Tuan Azwar yang terhormat, kami sudah jeli akan hal ini. dan kami yakin kalau kau orangnya. okelah, itu hakmu percaya atau enggak, setidaknya kamu bisa cari bukti dulu" sahut Keysha yang sedari tadi menyimak percakapan mereka
Hening, saling hening,
Hingga tiba-tiba dari balik sekat, Bu Ratna muncul, melihat pemandangan di ruang tamu yang tampak hening. Keysha yang sedang melahap kue, Azwa yang tengah memasukkan foto tersebut kedalam tasnya, hingga Azwar yang tampak membalas pesan masuk dari ponselnya.
"Makan siang dulu yuk, Ibu udah masak banyak lho" ajak Bu Ratna, semuanya menoleh menatap Ibu itu
"Kami pulang aja, Bu" tukas Azwa menolak
"Eh kok gitu? gak boleh. makan dulu aja disini" Ibu Ratna memaksa. Azwa menatap Keysha seolah meminta pendapat. Keysha mengangguk cepat, lagi pula ia juga sudah lapar walau hampir seluruhnya cake itu ia lahap.
"Makan disini aja," suara bariton itu menimpali, dengan nada yang mulai lembut. membuat kedua gadis itu sedikit kaget.
"Tumben baik" batin Keysha
"Baiklah, Bu" Azwa menurut, mengangguki kepalanya.
Ibu itu tersenyum senang, segera mengajak mereka semua untuk ke ruang makan. melahap makan siang yang sudah tercium semerbak aroma mewangi dari sana.
Mereka semua menduduki bangku masing-masing yang tersediakan, Azwa dan Keysha membiarkan si Tuan rumah untuk mengambil nasinya terlebih dahulu.
"Azwa aja, Bu!" tukas Azwa saat Bu Ratna ingin menuangkan nasi ke atas piringnya. Ia langsung merebut sendok itu.
**
Selesai makan siang dan sedikit bercengkerama dengan Bu Ratna, kedua gadis cantik itu telah pergi meninggalkan kediaman itu. Sepulang mereka, Azwar tampak termenung diatas ranjang miliknya, menatap langit-langit yang menampilkan foto kedua orang tua menjadi objek lamunannya.
"Apa benar??" gumamnya, bingung
"Apa aku harus menanyakan ini sama Ibu?"
"Jangan! sebaiknya aku mencari bukti yang kuat dulu"
"Oh Tuhan, kenapa dengan gampangnya aku percaya sama mereka!" Ia berdesah frustasi, menduduki tubuhnya seraya menyugar rambutnya ke belakang.
Frustasi, tak mengerti akan hal ini. sungguh wanita itu menjadi beban pikirannya.
"Aaaarrgh!!"
Ting,
Pesan masuk di ponsel milik Azwar, ia pun langsung melihat siapa yang mengganggunya saat ini.
💬Bro, ntar malam nonton yuk .. ada film action terbaru
🍃🍃
Buruan beri Like yuk kakak 🙏 juga poinnya di kolom hadiah
p Padang
D Dharmasraya Yo otor??
semangat kakak untuk sllu berkarya