"Yang namanya di kampus, pasti banyak dong, mahasiswi-mahasiswi yang cantik, kan gampang tinggal pilih. Tapi kenapa kamu masih jomlo juga sampai kamu jamuran?
Jeff langsung menoleh, menatap Kayla dengan sorot mata tajam.
"Kamu pikir mencari istri itu mudah? Semudah mencari cabai dalam tumis kangkung? Enggak La?"
"Lagian siapa juga yang mau sama kamu. Galak. Palingan cuma aku doang" celetuk Kayla yang lagi-lagi membuat Jeff semakin geram.
"Aku juga kepaksa nikah sama kamu, siapa juga yang mau sama kamu. Janda dua kali dan gagal nikah tiga kali."
***
Jeff merasa apes. Sebab, ia dijodohkan oleh orang tuanya dengan Kayla yang sudah berkali-kali gagal berumah tangga. Bukan hanya itu saja, wanita itu juga galak dan sangat jutek.
Tapi, apa sebenarnya yang menyebabkan Kayla gagal berumah tangga berulang kali? Dan trauma apa yang pernah menjadi ketakutannya bila berdekatan dengan laki-laki?
Temukan jawabannya di sini~
Happy reading!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon meliani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Akan kupatahkan lehernya!
Mami dan Daddy duduk berhadapan dan masih saling berbisik tentang apa yang mereka lihat.
“Syukurlah, Dad, karena akhirnya ....” ujar Mami kepada suaminya. “Kelihatannya mereka selalu baik baik saja walaupun--”
“Walaupun gimana Mi?” tanya Kayla menyahut. Tapi begitu Kayla ikut nimbrung, semua terdiam tak melanjutkan pembicaraan lagi.
Meletakkan minuman ke meja, Kayla duduk di samping Maminya. Tapi wajah-wajah aneh yang sedang memperhatikannya membuat Kayla penasaran.
“Ada yang salah sama aku, Mi, Dad?” tanyanya sedikit meninggikan alis. Dan dengan santainya Kayla melepas gulungan rambutnya lalu mengeringkannya di depan mereka.
“Nggak ada,” jawab Mami setelah terdiam beberapa saat.
“Lalu, ada apa kalian ke sini pagi-pagi? Ada yang bisa dibantu?”
Tapi sepertinya pembicaraan harus terjeda ketika mendengar derap kaki Jeff sedang menuruni tangga.
“Eh, ada orang,” gumam Jeff pura-pura. Tak ingin mereka tahu kenapa lama sekali membuka pintu. Padahal mereka sangat paham apa yang sedang mereka lakukan.
“Pagi Mi, Dad.” Sapanya lalu menyalami mereka satu persatu.
Laki-laki yang tingginya hampir seratus delapan puluh senti meter itu lantas duduk tak jauh dari mereka. Di tangannya, sudah menggenggam kaus kaki hendak memakai benda itu.
“Sorry ya Mi, Dad, aku nggak bisa nemenin ngobrol soalnya waktunya dah mepet.” ucapnya sambil melihat jam di tangan kirinya.
“Iya nggak papa.” jawab Mami. “Maaf ya Jeff, pasti kamu perginya nggak sarapan.”
“Udah kok Mi.” jawab Jeff menutupi.
“Oh iya?” tanya Mami. Entah sengaja meledeknya atau apa. “Sarapan apa, bukannya Kayla belum bikin apa-apa ya? Dia aja baru mandi Mami liat.”
“Sarapan cinta!” seloroh Daddy membuat Jeff meringis malu.
“La, tolong ambilin tas ku di atas,” titahnya.
Beberapa menit berlalu~
“Pergi dulu ya, La.” pamit Jeff setelah perutnya sedikit terisi roti berisi selai kacang dan teh hangat. Kayla mengantarkannya sampai ke depan mobil. Sedikit terlambat sebenarnya. Tapi tidak masalah.
“Makasih yang semalam sama tadi.”
“Hem.”
“Hati-hati ya di rumah, kalau ke mana-mana kabari aku dulu, jangan kayak kemarin,” sambil mengusek rambut Kayla.
“Ya.”
Blam!
Kayla kembali setelah mobil menjauh, lalu kembali duduk bersama mereka yang sepertinya ada hal penting yang akan dibicarakan.
“Kembali ke laptop ya Mi, Dad, tadi kan sempat tertunda.”
“Kamu sakit apa?” tanya Daddy to the point.
“Sakit apa, siapa yang sakit? Daddy ini aneh-aneh aja. Nih liat, aku lagi sehat begini. Memangnya aku kelihatan sakit?” elaknya. Bukan tanpa alasan Kayla menutupi. Ia hanya ingin tak terjadi keributan besar setelah ini.
“Jangan bohongin orang tua, dosa loh.” sahut Mami.
“Nggak bohong.” Kayla menggigit bibir bawahnya apalagi saat melihat Daddy menatapnya dengan sorot mata mengintimidasi.
“Ada status pasien atas nama kamu di setiap rumah sakit besar di Jakarta ini.” jelas Daddy.
Mami langsung menyahut. “Dan parahnya, besan yang lebih tahu dulu daripada kita. Gimana orang tua nggak kesal sama kamu.”
Jadi, Ibu sama Ayah dah bilang ke Mami? Batin Kayla. Ia sudah mulai panik.
“Sakit apa?” tanya Daddy lagi memperjelas.
“Hem, sakit apa?” ulangnya karena Kayla tak lekas menjawab.
“Kayla jangan bohong! Mami nggak suka!” tukas Mami meninggi. “Mami nggak enak sama besan. Kemarin Mama yang di salahkan karena mereka mengira kita nggak jujur dari awal.”
“Kami bingung, bohong dalam hal apa. Sementara semua sudah terlihat jelas, bahwa kamu janda dua kali, gagal menikah tiga kali, Mami nggak menutupinya.”
“Dari awal memang kami dah curiga, karena kamu sering gagal. Tapi kami mengira mereka yang pergi itu karena-- mungkin sikap kamu yang buruk. Boros, kurang sopan, trus sama sekali nggak bisa ngapa-ngapain. Mami juga bingung kamu itu nggak tau kenapa jadi begini. Padahal kamu, kami didik baik-baik.”
“Ya sudah mungkin ini ujian Mami sama Daddy, punya anak sepertimu."
"Kita balik lagi. Sekarang, kamu jujur sama kita ....”
Kayla sudah mengatupkan bibirnya rapat-rapat, berusaha membendung tangis yang sebentar lagi akan pecah. Sepertinya, ia tidak bisa lagi menutup semua ini. Posisinya saat ini sudah sangat tersudut.
**
Flashback on.
Siang itu Farida mendapat telepon dari Ibu Rose, besannya. Mengatakan beliau akan ke rumah karena ada sesuatu hal yang harus di bicarakan.
Dengan perasaan tak menentu pada saat Mami menjemputnya di pelataran rumah pada saat taksi biru berhenti.
Mungkin-kah ada kesalahan yang telah putrinya perbuat?
Sesaat setelah itu mereka lantas duduk untuk membicarakan permasalahan yang terjadi. Tapi suasana memang begitu menegangkan. Perasaan Ibu memang tajam, mereka mempunyai feeling yang kuat tentang apa yang terjadi kepada anak-anaknya.
“Kayla sakit Jeng, saya kecewa sama kalian karena kalian nggak jujur sama saya.” jelasnya melihat Farida dengan tatapan kecewa.
Deg!
“Kami itu sudah menerima status Kayla apa adanya lho, Jeng. Tapi kami nggak masalah dan tetap sepakat untuk menikahkan mereka berdua. Walaupun Jeff masih bisa mendapatkan yang lebih.”
"Kenapa kalian bohong?" ulangnya sekali lagi.
“Bu Rose sa-saya minta maaf, Kayla nggak punya sakit apa-apa, kalau pun sakit pasti saya tau Bu.” ucap Mami terdengar gugup dan takut.
Tapi Rose menggeleng, “kamu salah besar Jeng. Kayla itu sakit, psikisnya terganggu, coba kamu tanyakan. Karena ini mungkin menyangkut kegagalannya yang sudah-sudah.”
Deg.
Farida termenung, ada bongkahan rasa kecewa di hatinya yang menguasai diri. Orang lain lebih tahu anaknya daripada dirinya.
Apa yang telah terjadi? Apa benar selama ini ia terlalu membiarkan Kayla hidup terlalu bebas?
“Saya tau kamu kecewa Jeng, apalagi saya. Saya sebetulnya ingin mempunyai menantu yang sehat. Kasihan sama Jeff ...,” lanjut Rose lagi. “Ini mungkin akibat saya terlalu buru-buru menjodohkannya. Ini salah saya dan saya merasa berdosa kepada anak sendiri."
"Tapi untuk sekarang, semua sudah terlanjur .... karena tampaknya Jeff sudah mencintai Kayla. Dia bersikukuh untuk tetap menemani Kayla sampai sembuh.”
“Bu Rose, tolong ...,” ucap Farida sambil menggenggam tangan besannya. Berkata dengan sangat memohon. Sakit hati seorang anak, adalah sakit hati seorang ibu juga. Dan Ia tidak mau hal yang buruk kembali terjadi. Pasti ada alasan yang besar sehingga Kayla menutup semua ini darinya.
“Tolong maafkan saya, saya akan membicarakan masalah ini baik-baik dengan anak saya.”
“Kalau Jeff memang sudah mencintai anak saya, pasti anak saya juga begitu. Anak perempuan lebih gampang jatuh cinta, Bu. Tolong jangan buat mereka pisah. Karena saya yakin mereka bisa menghadapi masalah mereka sama-sama.”
“Jeff menantu yang baik dan saya sudah terlanjur sayang sama dia. Saya yakin sama Jeff, dia bisa membantu kesembuhan Kayla.”
“Tolong Bu Rose, jangan pisahkan mereka ....”
"Beri putri saya kesempatan."
Beberapa detik mereka saling menatap dalam diam. Namun kata-kata Farida yang penuh dengan keyakinan itu ternyata mampu meluluhkan hati Rose sehingga keduanya berakhir saling memeluk.
Flashback off.
**
“Kenapa kamu nggak cerita dari dulu hah?” bentak Daddy saat semuanya sudah terungkap. “Kamu mau melindungi setann itu. Kamu membiarkan dia hidup senang sementara kamu sendiri tersiksa bertahun-tahun?!”
"Bolak-balik terapi, mau menanggung malu, jadi janda berkali-kali. Itu sama saja kamu-- aarrghh!"
"Apalagi kalau bukan namanya BO DOH!"
“Hiks ....” Kayla terisak-isak di pelukan Maminya. “Bukan gitu maksudnya, Dad. Aku nggak mau cerita karena takut Daddy sakit lagi kaya dulu. Aku ngga mau ....”
Daddy beranjak dan keluar rumah.
“Dad! Daddy!” seru Mami memanggil suaminya.
“Akan aku cari di mana dia sekarang! Akan kupatahkan lehernya!” ucapnya bersungut-sungut dan terdengar semakin menjauh.
“Ini yang nggak aku mau Mi, Daddy itu emosian. Aku takut Daddy kenapa-kenapa Mi .... Mami tau nggak sih maksud aku. Kalian sih, maksa-maksa buat aku cerita.”
Mami menggeleng. “Daddy bisa menjaga dirinya baik-baik, kamu nggak usah khawatir.”
"Tapi Mi, masalahnya Gunawan itu--"
"Sudah, Kayla!" selak Mami.
**
To be continued.
Mari kita mulai peperangan pemirsah!
Maaf ya guys aku upnya dikit, selain sibuk aku juga nulis judul di platfom lain. Aku nulis di lapak ijo dengan judul Dosa dibalik cadar. Minta pengertiannya ya. Tapi insyaallah aku usahain update setiap hari. Terkecuali hari minggu.
pertanyaan simple kenapa kalian tidak tanya pada diri kalian apakah kalian juga mengerti pada suami kalian, apakah kalian juga pengertian terhadap suami kalian
kenapa wanita dicap wanita egois ya ini
saat menuntut pengertian dia sendiri tidak mau mengerti keadaan suaminya
*jeff , hanya jeff berjuang untuk rumah tangganya, jeff sabar dengan segala kelakuan Kayla, jeff berkali memaafkan Kayla, jeff bersikap bodoh mempertahankan rumah tangganya, sampai jeff melawan ibunya untuk mempertahankan Kayla, jeff sabar menanti dan membujuk maaf dari Kayla,
*Kayla, pembangkang, melawan semua perintah suami, berkali2. melakukan kesalahan, yang gatal karena keras kepalanya yang menyebabkan nyawa janin keguguran, saat suami marah bukannya memujuk dan berjuang dan bersabar mendapatkan maaf suami, ini dia pergi dari rumah dan minta cerai (ini kesalahan fatal lagi) dia egois merasa dirinya yang tersakiti karena suami tidak mudah memaafkannya, nyatanya dia juga tidak mudah memaafkan suaminya,
sebutkan satu saja yang membuat jeff merasa beruntung dapat Kayla, kalau bagi aku tidak ada sama sekali
maaf aku bukan bilang novel tidak bagus, kalau mau jujur aku akui novelmu sangat bagus, dari sisi karya, ide cerita, penulisan dan jalan cerita yang mudah dimengerti dan moment penting juga dapat tapi hanya keadilan terhadap pemeran utama wanita dan pemeran utama pria yang kurang, karena author masih kurang adil terhadap pemeran utama pria
*coba kalau konflik awalnya istri yang salah buat istri yang menyesal, berjuang dapat maaf, berjuang meluluhkan hati suaminya, jangan kalian buat isu pengalihan yang istri buat salah kalian buat suami juga buat salah yang ujung suami yang meresa bersalah dan minta maaf dan berjuang
*coba kalian berani buat novel istri yang membuat salah istri juga yang menyelesaikan masalah itu tampa di beri pengalihan isu
*kayak konflik ini jelas2 Kayla yang salah, dia tidak menghargai suaminya, berbuat sesuka hatinya, tidak mau mendengar perintah suami, membangkang yang ujung mereka kehilangan janin yang jelas2 akibat kelalaian Kayla, memang ini musibah tapi kenyataannya kayla yang membuat musibah ini karena keegoisannya, tapi apa yang terjadi kalian tutupi kesalahan Kayla ini dengan membuat jeff juga buat salah yang ujung2 jeff yang dibuat bersalah, menyesal, dan berjuang
*aku secara pribadi akan salut ama author kalau author bisa berbesar hati buat Kayla yang berjuang mendapatkan maaf dan kesempatan dari suami sampai masalah ini selesai, buat Kayla jadi wanita tangguh yang berbuat salah dan berani menyelesaikan masalahnya tampa membuat pengalihan isu suami yang salah