NovelToon NovelToon
TAKDIR CINTA SI GENDUT CUPU

TAKDIR CINTA SI GENDUT CUPU

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Action / Tamat
Popularitas:9.8M
Nilai: 4.8
Nama Author: Alfian Rosyadi

Nifa(19 tahun) adalah seorang gadis yang kelahiranya dianggap sial oleh keluarganya. Nifa memiliki postur tubuh yang pendek dan gemuk. Serta penampilan Nifa dengan kaca mata tebalnya membuatnya juga sering di bully oleh teman temanya.

Saat duduk di bangku kuliah, Nifa masih saja mendapatkan bully dari temanya karena fisik dan penampilanya. Hingga puncaknya, Nifa dijadikan taruhan oleh Ardian(22 tahun) dan teman temanya yang populer di kampus.

Ardian(22 tahun) adalah seorang laki laki tampan yang terkenal playboy dan sering berganti pasangan. Ardian yang kalah dalam taruhan terpaksa harus menjalankan tantanganya memacari Nifa selama satu bulan.

Bagaimana kisah kehidupan Nifa dan Ardian kedepanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alfian Rosyadi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 28 - CIUMAN PERTAMA

"Ya Allah, Nifa..." batin Ardian

Ardian melihat Nifa tanganya di cengkram kasar oleh Pak Hamzah. Tanpa berpikir panjang Ardian dengan tegas meminta Pak Hamzah melepaskan tanganya.

"Lepaskan tangan anda !!!" bentak Ardian

Pak Hamzah sontak melepaskan cengkraman tanganya terhadap Nifa. Pak Hamzah saat itu ketakutan karena seseorang itu adalah Ardian.

"Tuan Ardian, ini tidak seperti yang anda lihat. saya tahu anak saya ini pasti memanfaatkan Tuan. jadi saya memberikanya pelajaran agar tidak menganggu kehidupan Tuan," ucap Pak Hamzah

"Saya yang mengajaknya menikah. dia sama sekali tidak mengangguku," jawab Ardian

"Tapi Tuan, bukanya Tuan pacaran kontrak denganya? sekarang tiba tiba Tuan mau menikahinya.saya yakin pasti dia memanfaakan Tuan," saut Pak Hamzah

Ardian terkejut Pak Hamzah mengetahui rencana pacar kontraknya dengan Nifa. Ardian saat itu ingin memarahi Nifa karena keluarga Nifa tahu rencana pacar kontraknya. Tapi melihat keadaan Nifa yang habis tersiksa oleh keluarganya membuatnya tidak tega memarahinya. Justru tanpa diduga Ardian mendekati Nifa kemudian mengecek keadaan Nifa.

"Kamu baik baik saja?" tanya Ardian mengangguk

Nifa hanya mengangguk dengan penampilanya yang urak urakan.

Ardian paham kalau Nifa dalam keadaan tak baik baik saja. Tanpa tagu Ardian mencium tangan Nifa yang memerah dan menanyai keadaanya.

"Cup" (Ardian mencium pergelangan tangan Nifa)

"Mas," ucap Nifa lirih

"Apa ini sakit?" tanya Ardian lembut

"Aku gak apa apa Mas," jawab Nifa gugup

"Ada aku, tidak apa apa jangan takut," jawab Ardian

Ardian kemudian menatap Pak Hamzah yang sepertinya terkejut dengan perlakuanya terhadap Nifa. Melihat keterkejutan Pak Hamzah, justru Ardian malah mencium pipi dan bibir Nifa dengan sengaja.

"Cup Cup" (Ardian mencium Nifa)

"Ini adalah bukti kalau Nifa tidak memanfaatkan hidup saya. dan saya disini meminta restu pada bapak agar besok saya akan menikahi Nifa dan membawa Nifa ke rumah saya," ucap Ardian

"Tuan, apakah ini serius? bagaimana dengan keluarga Tuan? ini sungguh mendadak," tanya Pak Hamzah

"Saya tidak ingin membiarkan Nifa berlama lama disini. sebaiknya lebih cepat lebih baik. bagi saya yang penting sah," jawab Ardian

"Tapi bukanya Elsa masih kekasihmu? apa kamu tidak memikirkan Elsa? bagaimana perasaan Elsa saat tahu ini?" saut Della

Ardian saat itu hanya tersenyum sinis mengetahui Della adalah keluaraga Nifa.

"Aku tidak menyangka kalau Nifa adalah saudaramu. jangan sampai kamu menyesal jika aku menyelidikinya," ucap Ardian

"Menyesal? untuk apa? aku hanya membela adiku yang akan kamu permainkan," jawab Della

"Benarkah? bukanya sorot matamu lebih memikirkan sahabatmu daripada adikmu ini? kamu tak perlu tahu, aku tetap akan menyelidikinya," saut Ardian

"Maaf Tuan, ada apa dengan anaku Della?" tanya Pak Hamzah

"Bapak coba tanya saja sebelum saya menyelidikinya lebih lanjut. saya akan mengatarkan Nifa ke kamarnya," jawab Ardian

Ardian kemudian mengantarkan Nifa masuk kedalam kamarnya tak mempedulikan semua orang yang ada di meja makan. Sementara di meja makan Della terlihat gugup karena takut jika Ardian mengetahui black card milik Nifa masih ada di dompetnya.

"Ini tak bisa dibiarkan, Elsa harus tahu ini," batin Della

Della saat itu langsung beranjak pergi dari meja makan tapi dicegah oleh Pak Hamzah.

"Apa maksud Ardian tadi Della?" tanya Pak Hamzah

"Aku tidak tahu ayah, aku juga bingung. aku buru buru nih, aku pergi dulu..." jawab Della

-------------------

Di kamar Nifa, Ardian saat itu ikut membantu mengobati tangan Nifa. Nifa yang merasa terbantu sungguh tidak menyangka kalau Ardian melakukan ciuman tadi. Nifa menganggap ciuman Ardian adalah karena Ardian hanya ingin melindunginya. Tapi tetap saja Nifa merasa tidak enak Ardian rela melakukan hal itu demi melindunginya.

"Mas," ucap Nifa

"Hmm..." jawab Ardian

"Mas, terima kasih tadi telah melindungiku. aku minta maaf ya Mas atas perlakuan keluargaku tadi sama Mas. gara gara aku juga, Mas jadi terpaksa melakukan ciuman tadi," ucap Nifa

Mendengar ucapan Nifa, Ardian saat itu sadar kalau sebenarnya dirinya melakukan ciuman itu karena memang tulus dan spontan. Tapi Ardian hanya bisa mengiyakan ucapan Nifa agar apa yang terjadi dalam dirinya sekarang tak menjatuhkan harga dirinya.

"Hmm..." jawab Ardian

"Mas, tapi aku mohon lain waktu jangan gitu lagi ya Mas," saut Nifa

"Ada apa? jangan munafik deh kamu menolak ciuman orang tampan," tanya Ardian

"Mas, kita belum muhrim. tadi itu ciuman pertamaku," jawab Nifa

Ardian saat itu merasa senang mendengar dirinya pria pertama yang mencium bibir Nifa. Tanpa ragu Ardian justru menggoda Nifa

"Jadi kalau sudah sah boleh sering ya?" tanya Ardian

"Gak apa apa Mas, tapi bukanya kita akan menikah kontrak seperti keinginan Mas. kalau boleh jujur aku ingin menikah sekali seumur hidupku. tapi untuk pernikahan sama Mas ini aku sadar diri kok Mas, walaupun aku seperti ini aku berharap suatu saat nanti jika iya setelah kontrak selesai kita berpisah, aku akan dipertemukan dengan seorang laki laki siapa pun itu dia tulus menyanyangiku dan menerimaku apa adanya," jawab Nifa

Mendengar ucapan Nifa hati Ardian mulai tersentak. Entah mengapa Ardian tidak suka mendengar kata perpisahan. Ardian saat itu hanya diam kemudian mengalihkan pembicaraan.

"Kita belum juga menikah kamu sudah mengatakan perpisahan. sudahlah jangan banyak bicara. sekarang bersiaplah aku akan mengajakmu bertemu orangtuaku," ucap Ardian kesal

"Baik Mas," jawab Nifa

--------------

@@@@@

Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!

Rate, Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga

1
Emi Sudiarni
ada 2 aja Adrian emang ad yg sebutin itu
Emi Sudiarni
lucu bangat ardian. anak orang kaya ikut tingal di pengusian😄
Emi Sudiarni
ngemesin bangat ardian... 🤣🤣
RIMAWATI
keluarga kandung sejahat itu..
xie_baek
rasa kemanusiaan kok bisa sampe nekat nikah.. semisal dlm 5th dia nemuin 2 cwe lagi kaya Nifa, apa iya tu 2 cwe dijadiin madunya si Nifa? ada² aj emg si gengsian akut ini 🤣
xie_baek
muli a bgt hatimu Nifa 🥺
Dini Mariani s
keras kepala,tp bukan polos lebih ke kurng cerdas
Dini Mariani s
sebegitu besarnya sayang Ardian ke istri.Perjuangan nya tanpa jeda sedikit pun.Suami yg hebat,
Dini Mariani s
lama2 gemes jg ma nifa.Merasa baik seolah2 JD pencitraan
Dini Mariani s
kasian juga ya.
Dini Mariani s
lama2 gemes jg ma Adrian..laki2 koq gak tegas
Dini Mariani s
/Joyful//Joyful//Joyful//Joyful/
Dini Mariani s
Iiih gemesss
Wayan Sucani
Luar biasa
Noor hidayati
up nya 1th sekali ,syukurlah sudah tamat dari pada digantung mulu
Saras Wati Candra
akhirnya tamat juga wlw di gantung ber tahun tahun 😁😁
terimakasih ya tor 🙏🙏🙏
Firdha Widyaningsih
jujur thor cerita nya berbelit" jd gemes karna masalahnya ga beres"
Nunik Noviyani
oke
Nurhayati Juwandi
ini kapan up lgi?
Novia Ayu Apriani
gntung bnget ceritanya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!