Warning 21+
Terusan dari Kesucian Wanita Malam. Yang menceritakan kisah MASAL.
Memiliki buah hati adalah impian semua pasangan yang sudah menikah, tidak terkecuali dengan Malik dan juga Sabila.
Disaat keduanya sudah saling mencintai, karena menikah dengan perjodohan.
Tapi disaat itu pula keduanya harus menghadapi kenyataan, jika Sabila sulit untuk mendapat momongan, saat dokter mengatakan jika Sabila mengalami gangguan ovulasi.
Bagaimana keduanya menghadapi kenyataan tersebut?
Masih adakah cinta diantara keduanya?
Apa mungkin keajaiban akan menghampiri Sabila? Disaat ibu mertuanya selalu menghinanya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon HaruMini, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
MASAL 28 Mode Pasrah
Malik menghapus peluh yang berada di kening Sabila saat keduanya baru selesai melakukan senam ranjang yang begitu panas. Saat Malik menghujami Sabila dengan kenikmatan yang membuat keduanya melupakan sesaat dunia yang begitu fatamorgana.
"Apa anak kita baik-baik saja? Aku tidak menyakitimu bukan?" tanya Malik sambil mengelus perut Sabila yang masih polos dan hanya tertutup selimut. "Setelah ini kita pergi mengunjungi dokter Fitri. Aku takut terjadi sesuatu kepada anak kita. Saat juniorku bermain nakal tadi," ucap Malik sambil membelai wajah Sabila.
"Aku baru mengunjungi dokter Fitri kemarin, asalkan mas Malik tahu, calon anak kita baik-baik saja dan sekarang tidak perlu khawatir lagi, karena anak kita begitu kuat," terang sambil membuat Malik langsung menatap intens wajah istrinya.
"Terima kasih ya Allah," ucap Malik yang langsung mel*mat bibir Sabila. "Kalau begitu boleh aku bermain lagi dengan nya?"
"Mas,"
"Maaf aku hanya bercanda istriku,"
"Oh ya mas kita belum memberi tahu bapak dan juga ibu dengan kehadiran calon anak kita, apa aku boleh menelepon ibu?"
"Aku saja yang memberi tahu mereka, kamu urus saja surat pengunduran diri dari sekolah tempatmu mengajar,"
"Tapi mas…"
"Sabila aku mohon untuk sekarang kamu ikuti saran aku, aku tidak ingin terjadi sesuatu kepadamu dan juga calon anak kita. Aku mohon mengertilah," ucap Malik memotong perkataan Sabila dan Malik langsung memeluk tubuh Sabila dengan erat.
Satu minggu kemudian.
Hari-hari dijalani Sabila hanya berada dirumah dan tidak melakukan apapun. Saat Malik sudah menyewa asisten rumah tangga yang sudah profesional untuk bekerja di rumahnya.
"Maaf bu, pak Malik tidak mengijinkan ibu untuk melakukan apapun, biar saya saja yang melakukanya," ucap asisten rumah tangga Sabila yang langsung mengambil alih apa yang akan di kerjakan oleh Sabila.
"Mbak aku hanya ingin membuat teh untuk suamiku yang sebentar lagi pulang, jangan berlebihan seperti ini mbak,"
"Tapi perintah pak Malik harus saya ikuti bu, maaf sebelumnya," ucap asisten rumah tangga tersebut yang langsung membuat teh untuk Malik.
"Kenapa jadi menyebalkan seperti ini," ucap Sabila yang langsung keluar dari dapur menuju ke ruang keluarga. "Aku bukan sedang sakit aku sehat, sungguh terlalu dan menyebalkan,"
"Siapa yang menyebalkan?" tanya Malik yang baru masuk kedalam rumah sambil memeluk tubuh Sabila dari belakang.
"Kamu,"
"Kenapa jadi aku?" tanya Malik yang langsung melepas pelukannya beralih membalik tubuh Sabila untuk menghadap ke arahnya.
"Karena mas Malik membuat aku jadi tidak bersemangat, melakukan ini tidak boleh itu tidak boleh menyebalkan sekali," ucap Sabila sambil melipat kedua tangannya dan menatap tajam kearah Malik.
"Siapa bilang, ada yang harus kamu lakukan dan itu harus kamu kerjakan, ingat itu harus!"
"Apa?"
"Melayaniku diatas ranjang," ucap Malik yang langsung mengangkat tubuh Sabila menuju kamarnya. "Diam dan jangan bicara atau aku akan menghukummu, tidak boleh selangkahpun keluar dari kamar,"
"Terserah mas Malik, pemilik peraturan yang maha benar," ucap Sabila membuat Malik langsung mencium bibir Sabila.
"Mengganggu saja," ucap Malik saat dirinya akan naik keatas ranjang. Dan disaat itu juga ada yang mengetuk pintu kamarnya. "Ada apa mba?"
"Ada tamu dibawah," ucap asisten rumah tangganya membuat Malik langsung mengenakan pakaiannya kembali. "Kamu tunggu disini," larang Malik saat Sabila juga mengenakan pakaiannya.
"Mas siapa tahu itu ibu,"
"Ya sudah ayo turun. Tapi setelah itu jangan harap kamu bisa turun dari tempat tidur mengerti!" ucap Malik yang langsung memeluk pinggang Sabila.
"Terserah mas Malik aku mode pasrah saja,"
"Nah begitu dong,"
"Au ah gelap,"
*
*
*
Bersambung...........
UP lagi, ayo dong like dan komennya biar otor semangat dan selalu kasih double UP seperti ini. #lagi rajin 😂😂😂😂😂😂😂 tak tahu besok wkwkwkwkwkwk
maap asal nebak.😆
jodoh leno...
pantesan lea benci ibu nya krn ini to...
tp mlah para tetangga yg julid bgt cucuk e ..😄😄😄
sabar.....3x.