Siapa yang tidak mengenal Rayna Almahyra Farobi. Putri satu-satunya tuan Ardhi Al Farobi dan Tsurayya Ednika Frederick
Rayna, alias Ina memiliki seorang kakak lelaki bernama Rayhan Putra Farobi dan dua orang adik lelaki bernama Rayyan Alvarendra Farobi dan Rayendra Putra Farobi
Kebayang ya.. satu anak perempuan dikelilingi bodyguard-bodyguard kesayangan
Ina, gadis yang lembut, berwibawa, cerdas dengan segudang prestasi.
Lean, putra dari Leon (baca Love Story yaa) yang jatuh cinta pada Ina sejak pandangan pertama
Bagaimana kisah mereka?
Akankah Lean menjadi generasi ke 3 yang kandas percintaannya dengan satu keturunan yang sama?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Qnoy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PART 27
Ray menatap tajam ke arah Zalynda. Gadis itu mengenakan jaket hitam dengan topi yang menggelung rambutnya ke atas
"Ray…" Zalynda mencoba mendekati Ray namun Ray menghindarinya
"Bilang Za.. ngapain elo kesini, dengan pakaian begitu dan ngacak-ngacak tas."
"Ray..gue cuma mau bantu amanin barang bukti aja kok." Zalynda membela diri, gadis itu menatap tajam kearah Ero dan Lean.
"Mereka mau mencuri jaket Marvin. Mereka nggak mau diperiksa polisi karena mereka sendirilah yang bakar cafe Gengs!" Zalynda menunjuk
Lean menyipit
"Elo nggak tahu kronologis kejadiannya. Darimana elo tahu barang bukti itu jaketnya Marvin?"
Wajah Zalynda seketika pucat.
"Yang tahu barang bukti itu cuma kami-kami. Kalau elo tahu mungkin elo pelakunya kan?" Tuding Lean
"Gue…" Zalynda panik melihat sekeliling. Gadis itu segera meraih tas yang tadi diperiksanya
"Kalian nggak bakal bawa barang bukti ini ke polisi." Zalynda memeluk erat tas itu
"Silakan, yang jelas barang bukti tidak ada di situ." Kata Lean
"Apa…"
"Elo pikir kita dengan gampangnya ninggalin barang bukti di markaz yang jelas-jelas diragukan keamanannya?"
Agus sempat mendelik mendengar kata-kata Lean
Tiba-tiba Ghea dan Farris masuk ke ruangan. Ghea memberikan secarik kertas ke Ray. Ray membacanya dan menatap tajam ke arah Zalynda
"Elo juga yang nyebarin brosur black campaign?"
Zalynda menatap mata Ray dengan sendu
"Ray, gue nggak salah. Gue nggak pernah sentuh kertas itu.." Zalynda masih berusaha membela diri
"Kertasnya ada sidik jari elo Za..gue minta tolong Farris buat neliti. Jujur Za.. please..." Kata Ray tajam
Mata Zalynda yang semula sendu berubah berkilat
"Ya! Emang gue yang ngelakuin itu semua. Kaget lo pada? Perempuan juga bisa melakukan hal diluar nalar lelaki!"
Ray menatap Zalynda. Tidak menyangka gadis lembut seperti Zalynda berubah garang seperti ini
"Za.."
"Berhenti panggil gue. Gue muak!" Kata Zalynda keras
Zalynda mendekati Ray
"Elo tahu, rencana gue Iron Eagle dan Phoenix akan bertengkar. Kalian akan ribut besar, lalu di diskualifikasi dari pemilihan senat. Elo tahu siapa yang diuntungkan? Gue! Sebagai kelompok terbesar ke tiga di kampus. Saatnya para gadis menguasai kampus dan senat." Kata Zalynda lalu menatap tajam kearah Ghea
"Kami akan ubah kelompok hippie mu menjadi gadis modern atau kami musnahkan bila tidak ikut aturan."
Marvin maju melindungi Ghea
"Lalu..kertas berbau partitur itu.." tanya Ghea
Zalynda tertawa
"The Overtune kelompok terlemah. Kadang kita menjadi besar harus memberikan tumbal bukan?" Kata Zalynda
Ray menggeleng-gelengkan kepalanya
"Nggak..nggak mungkin cuma karena elo terobsesi jadi ketua senat.."
"Benar Ray.."
Ray menoleh ke arah suara. Beno sudah berada di pintu
Beno berjalan mendekati Zalynda yang kembali memandangnya dengan garang
"Om Beno.." desis Ray
"Dana senat mahasiswa universitas gemilang bisa mencapai ratusan juta, dan hanya tanda tangan ketua senat yang bisa mencairkan dana tersebut. Kau akan gunakan untuk membalaskan dendam pamanmu bukan?" Kata Beno
Kening Ray berkenyit, apa maksud om Beno?
"Siapa kau?" Tanya Zalynda
"Tidak penting siapa aku.. nona Wijaya.."
Mata Zalynda terbelalak. Bagaimana Beno tahu keluarganya setelah bertahun-tahun ia sembunyikan dalam penyamaran yang sempurna
"Ray..gadis ini adalah cucu keponakan tuan Wijaya dari Wijaya Group. Mereka punya dendam pribadi ke Frederick Groups Company, terutama ke tuan Ardhi. Kau ingin mencairkan dana senat untuk membuat hancur perusahaan Frederick Groups Company bukan?" Kata Beno tajam
Zalynda menyeringai. Gadis itu terbahak
"Kurang satu...gue juga harus membuat putra Ardhi jatuh cinta. Lalu akan gue patahkan hatinya seperti Ardhi mematahkan hati bibi gue!! Karena bokap dan nyokap elo Ray..bibi gue dikurung di Rumah Sakit Jiwa bertahun-tahun!!"
Ray menatap Zalynda. Pemuda itu tidak menyangka arah pikiran gadis itu. Di sudut hatinya terasa sakit dengan pengakuan Zalynda. Ray memegangi dadanya
"Well.. kita sudahi saja percakapan hari ini. Tidak ada bukti kuat yang bisa menjatuhkan gue. Gue tetap Zalynda Navulia, ketua Fabulous Sorority yang dipuja banyak orang." Kata Zalynda sambil mengibaskan rambutnya
Lean terkekeh sambil menggeleng
"No..no.. kalau elo cermati, elo tuh sebetulnya sedang live nona. Tersambung ke layar yang dipasang di kantor rektor dan lapangan. Lagipula microphone yang elo pegang selama ini cukup bikin suara elo jelas."
Mata Zalynda membola. Segera ia mengacak tas yang sedari tadi dipeluknya. Benar, ada microphone mini di dalamnya
Zalynda menatap marah kearah Lean dan Ray
"Liat! Gue bakal bales kalian!"
Lean mengangkat kedua tangannya
"Terserah..tapi yang jelas, elo harus berurusan dulu dengan polisi." Kata Lean menyeringai
Lutut Zalynda lemas seketika. Gadis itu jatuh terduduk. Ray mendekati Zalynda
"Biar elo senang, gue kasih tahu. Rencana elo berhasil dalam satu hal.." kata Ray sambil menepuk dadanya
Zalynda menatap Ray dengan pandangan yang sulit diartikan. Ray segera berbalik dan keluar ruangan untuk meredakan sesak di dadanya
Ghea menatap iba ke arah Zalynda. Terlihat gadis itu menitikkan air mata melihat punggung Ray yang menghilang di balik pintu
"Za..elo juga jatuh cinta sama dia kan?" Tanya Ghea
Zalynda mengusap kasar airmatanya
"Nggak.. gue nggak jatuh cinta dan nggak akan pernah jatuh cinta sama dia"
***
Zalynda sudah di skorsing oleh kampus. Pemeriksaan kepolisian dalam upaya pembakaran cafe tetap berjalan. Gadis itu kini menjadi tahanan rumah. Walau Lean tidak memperpanjang masalah tersebut namun pihak kampus tetap menginginkan proses hukum berjalan semestinya
Dalam dua hari keadaan kampus mulai kondusif. Kampanye kedua kubu tetap berjalan namun menyisakan kesedihan di mata para gadis Sorority. Semuanya juga melihat Ray yang seakan hilang gairah. Ia lebih banyak menghabiskan waktu di perpustakaan
"Ray…" panggil Lean
Pemuda itu menoleh menatap Lean. Lalu kembali menekuni diktatnya. Lean menghela nafas panjang
"Kalo elo begini, gue juga jadi nggak semangat berebut kursi ketua senat." Lean mengetuk-ngetuk jemarinya di meja
Ray tersenyum kecil.
"Gue berencana mengundurkan diri, Ndre.."
Lean menghentikan ketukannya dan menatap lurus ke arah Ray
"Gue udah persiapkan surat pengunduran diri menjadi calon ketua senat. Iron Eagle sementara ini bakal dipegang sama Marvin. Akan sangat bagus kalau Phoenix bisa bergabung kembali bersama Iron Eagle." Ray tersenyum. Kelihatan sekali senyumnya dipaksakan
"Apa rencana elo?" Tanya Lean
"Gue mau lulus cepat. Gue nggak mau lagi ngurusin politik kampus. Gue pengen cepet-cepet ninggalin kampus ini. Semakin lama gue disini, semakin sering gue inget Za.." Ray menghentikan ucapannya menyebut nama gadis itu. Pemuda itu menghela nafas berat
Keduanya saling terdiam
"Andre.." panggil Ray
"Ya?"
"Kalo elo nggak serius sama Ina, tolong elo jauhin dia. Gue nggak mau dia ngerasain seperti yang gue rasa sekarang."
Lean terkekeh
"Gue serius, dua rius bahkan. Gue jatuh cinta sama adek lo, Ray." Kata Lean
Ray menggeleng
"Ina pernah bilang elo ada hubungan dengan Mariska. Gue juga lihat betapa cewek itu perhatian banget sama elo. Sikap elo juga nggak tegas. Harusnya kalo elo nggak ada apa-apa sama Mariska elo kudu tegas. Inget, gue gak bakal tinggal diam kalau elo mainin adek gue." Ancam Ray
Pemuda itu berdiri dan meninggalkan Lean sendiri yang termangu
ga seru klo ga baca novel sebelumnya..
cerita ini sebenarnya sangat bagus
ayo bantu ramaikan
sedih tapi Yo pingin ketawa
mati aku 🤣🤣🤣
ternyata kisahnya sambung menyambung...
aku jadi fans mu sekarang Thor...
cerita mu keren keren...