Menceritakan seorang gadis yang berusia 22 tahun yang bernama ASKIA PUTRI HUMAIRA, seorang muslimah cantik yang hidup dengan kesederhanaannya, memiliki sifat yang ceria dan ramah pada setiap orang.
Kehidupannya berubah saat dirinya dijodohkan dengan seorang pria yang tak pernah menganggap dirinya sebagai tempatnya pulang.
Berharap Cinta setelah menikah, malah poligami yang ia dapatkan.
Tiada hari tanpa Air mata.
Akankah dirinya bisa bertahan dengan pernikahan ini?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yurnalis Lidar0306, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter-28
Dua bulan sudah aku menjalin hubungan dengan mas Dimas dan sejak sebulan yang lalu aku telah di lamar oleh nya. dan tiap hari nya aku merasa sangat bahagia, dan sejak saat itu ia sering kerumah, tapi aku melum pernah di ajak kerumah nya, bukan dia yang tidak mau, tapi aku yang memang belum siap bertemu dengan keluarga besar mas Dimas.
Pagi ini aku dan kak Nor pergi ke mall untuk membeli keperluan memasak, aku ingin mencoba membuatkan menu baru, siapa tahu jika nanti enak aku akan menambahkan nya kedalam menu resto ku.
Sejenak setelah aku membayar belanjaan ku, aku melihat seorang ibu ibu yang mungkin masih seumuran dengan Ummi yang di tabrak oleh pengunjung yang lain hingga membuat ia terjatuh terduduk.
"Kak, Kia kesana dulu ya, mau bantu ibu itu dulu, kasian ngak ada yang nolongin" ucapku pada kak Nor dan berlalu pergi.
Aku berlari menuju kearah ibu itu berada tanpa menunggu kak Nor menjawab dan barang melanjaanku, aku berikan pada kak Nor.
"Tante ngakpapa?? ada yang sakit?? yuk kita kerumah sakit jika ada yang sakit biar saya yang antar tante" kataku cemas.
"Tante ngak papa nak, terimakasih sudah membantu tante"
"Tante kesini sama siapa??" aku melihat ke sekeliling tak ada yang peduli dengan tante ini.
"Tante sama bibik tante tadi, tapi bik Nah lagi belik sayur"
"Ayo sini dulu tante, kita duduk dulu sekalian nunggu bik Nah"
Aku mengajak tante yang belum ku tau namanya itu untuk duduk di sebuah cafe yang ada, aku memesan segelas minuman untuk nya.
"Umur kamu berapa nak?" tanya tante itu padaku.
"Umur saya 23 tahun tan, oh iya kenalin nama saya Askia, tants bisa panggil Kia"
"Iya, jangan panggil tante, panggil saja mama Dinda"
"Baik Mah.."
"Kamu udah punya pacar sayang??"
Aku tersenyum kearah nya "Iya Kia udah punya pacar Mah" ucapku.
Ku lihat wajahnya sedikit memasam," Ah ternyata kamu sudah punya pacar, mama pikir mama bisa mengenalkanmu dengan putra mama"
Aku kembali tersenyum, lalu kami mengobrol ringan dan tak berapa lama bik Nah datang menghampiri mama Dinda,
dan kak Nor juga mengampiriku lalu kami berpisah karna kami tidak searah.
_________
Seminggu setelah pertemuan ku dengan mama Dinda, aku di ajak bertemu dengan nya, jadi aku menunggu nya di restaourant ku sekalian aku akan mentraktirnya makan siang dan mama Dinda sangat senang akan hal itu.
Jadilah aku mengajak mama Dinda ketempat biasa nya aku istirahat jika sedang lelah di sebuah kursi di pojokan untuk makan siang, mama terlihat sangat senang sekali dan menikmati suasa di sini.
Aku merasa senang saat melihat mama Dinda juga senang, entahlah rasanya aku sudah memiliki ikatan yang kuat dengan mama Dinda, aku sudah menganggap mama Dinda sebagai ibuku sendiri.
Aku sering menceritakan mama Dinda pada Ummi dan yang lainnya, bahkan mama Dinda mulai sering datang kerumah selama seminggu ini, dan keluarga ku menyambutnya dengan senang hati.
Mama Dinda juga sudah tahu status ku yang sekarang.
Lama kami berbincang bincang, sampai telpon dari Dimas ku abaikan. entah sudah berapa panggilan sudah ku abaikan, dan sudah keberapa baru aku menganggkatnya ketika aku pamit untuk menganggkat telpon.
"Assalamu'alaikum, kenapa lama sekali menjawab telpon nya sayang,"
"Wa'alaikumsalam, maaf mas, Kia lagi ada tamu penting di restourant jadi tidak bisa menjawab panggilan mas"
"Oh, ya sudah, mas mau ngabarin kalau hari ini mas mau berangkat ke jerman untuk mengurus beberapa pekerjaan yang mendadak,"
"Iya... kamu hati hati di sana ya mas... ingat jika mas itu punya nona cantik ini,"
"Iya sayang, kamu adalah prioritasku... baikalah kalau begitu mas berangkat dulu ya, Assalamu'alaikum"
"Wa'alaikumsalam"
Setelah selesai aku kembali menuju kedalam di mana mama Dinda berada.
"Sudah sayang" tanya nya.
"Iya mah"
"Sayang sekali ya, Kia udah punya pacar, dan anak mama juga udah punya tunangannya, ya.. walaupun dia belum mengenalkan nya sama mama sih, padahal mama pengen banget punya menantu seperti Kia " ujar nya memegang tanganku.
"Kalau mama mau, mama boleh kok anggap Kia sebagai putri mama" ujar ku.
"Benarkah??" tanya nya senang.
Aku mangangguk," terimakasih ya sayang" ia memeluk ku.
"Tidak apa apa kamu tidak jadi menantu mama, yang penting kamu udah jadi putri mama, nanti biar mama kenalkan Kia dengan anak mama dan kalian bisa bertaman saja, bagaimana Kia mau kan?" tanya mama Dinda.
"Iya Kia mau mah kalau hanya berteman" ucap ku.
"Baikalah tunggu nanti saat dia sudah kembali kesini ya, karna hari ini dia akan ke luar negri" aku mengangguk.
Kami kembali mengobrol dan sesekali kami tertawa, mama Dinda banyak menceritan tentang anaknya di saat masih kecil.
Askia POV OFF
malam hari
Di kediaman Al-Briansyah
"Sayang benaran kamu akan ke korea??" Tanya Wina pada putranya.
"Iya mama, Al akan memulai hidup baru Al diSana" jawab Farhan seraya memasuk kan beberapa baju kedalam koper.
"Apa kamu tidak mau membujuk Kia untuk kembali bersama kamu nak??" tanya Wina lagi.
Farhan menghentikan kegiatannya, "Mah, Al tidak mau memaksanya, biarkan dia hidup dengan bahagia bersama orang pilihan nya dan Al juga akan berusaha hidup bahagia" ucap Farhan.
Wina menghela nafas nya, kalau ini memang keputusan anaknya dan bisa membuat kebahagian untuk anaknya maka dia akan ikut bahagia.
"Baiklah nak, mama setuju dengan keputusanmu"
"Al apa kamu sudah siap nak?!" tanya papa Alex.
"Iya pa, Al udah siap kok" jawab Farhan.
Setelah selesai mereka keluar untuk mengantar Farhan sampai ke bandara, malam ini Farhan akan berangkat ke negeri ginseng untuk menata hidup baru nya di sana.
"Pa, Ma Al berangkat ya? jaga diri kalian baik baik di sini" ucap Farhan memeluk mamanya.
"Iya, kamu juga harus jaga diri baik baik disana, jangan sibukkan dirimu dengan pekerjaan, jangan sampai kelelahan, jaga pola makan, dan ingat tetap memberi kabar pada mama" ucap Wina panjang lebar.
"Iya mama, Al akan mengingat semua itu" ujar Farhan.
"Kalau bisa bawalah menantu untuk papa dan mama secepat nya" ujar papa mengedipka matanya.
Farhan hanya tersenyum menanggapi ucapan papa nya, setelah acara berpelukan Farhan langsung memasuki kabin pesawat, sesekali ia menoleh kebelakang dan melihat oeang tuanya masih di sana.
Aku akan meninggalkan tanah kelahiran ku hanya untuk melupakan mu Kia , aku tau sekarang kamu telah bahagia dengan pria pilihanmu, maka aku juga akan berusaha bahagia seperti harapan mu, selamat tinggal semuanya...
BERSAMBUNG.........
jangan lupa tinggalkan jejak kalian sayang sayangku 😘 😘 😘 TERIMAKASIH
Humaira yg Sabar yah...
Lanjuuut Thooor..