Faizal,,, ada lah seorang dokter yang bekerja di rumah sakit yang terkenal di kota itu. Di balik sukses nya dia, tanpa di sadari oleh siapa pun, kehidupan keluarga yang ia miliki sangat lah kelam dan suram.
Ia pun tidak ingin membawa cerita hidup nya yang kejam itu pada siapa pun, sampai suatu hari semua nya berubah.
Apa kah berubah makin parah atau makin membaik, ikuti lanjutan cerita nya jika ingin tahu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
#28
Mela mengirim pesan pada Fitri, ia mengata kan jika ia tidak kembali ketoko. Dan sepeda akan di antar oleh Doni teman nya.
Setelqh mengirim pesan pada Fitri, ia pun menyimpan kembali hp nya. Faizal yang menyetir mobil nya, hanya diam melihat Mela dari tadi.
Tak ada sepatah kata pun yang keluar dari kedua nya. Hanya keheningan yang ada di sana. Mobil terus melaju, tak ada yang mau memulai pembicaraan.
Akhir nya, mobil mereka pun sampai di depan rumah mereka. Faizal bergegas turun duluan untuk membuka kan pintu mobil Mela. Dan kemudian membantu Mela untuk turun dari mobil.
"Aku gak papa kak, bisa sendiri kok". Kata Mela menolak.
"Mel, kamu yakin bisa. Dari tadi jangan kan berjalan, berdiri tegak aja kamu gak bisa kan." kata Mela.
"Aku gak mau mama khawatir kak". Kata nya.
"Mel, gak bisa kamu sok kuat untuk membuat orang lain itu tidak khawatir pada mu." kata Faizal.
Akhir nya, Mela pun kalah dengan Faizal. Ia menurut saja dengan Faizal. Bahkan ia di gendong sama Faizal untuk naik ketangga rumah nya.
"Amel,,,,, kamu kenapa nak". Kata mama ketika melihat anak nya yang di bantu Faizal untuk berjalan.
"Aku gak papa mah, hanya lecet sedikit aja kok". Kata nya.
"Lecet apa seperti ini. Kenapa bisa kamu terluka sayang. Faizal kenapa ini". Kata mama heboh sendiri. Dia sanagt khawatir pada anak nya.
"Mama, Mela gak papa kok. Mama gak perlu khawatir seperti ini". Kata Mela.
"Iya,,, mah. Mela gak papa kok sekarang. Ini cuma luka luar kok, udah Faizal obati ini. Mama tenang aja ya". Kata Faizal menenang kan mama.
"Beneran ini Mela, Faizal." kata mama mulai merasa tenang.
"Iya ma, mama gak perlu khawatir. Kan Faizal ini dokter ma". Kata Faizal.
"Tapi kenapa kamu bisa terluka Amel mama". Kata mama.
"Mela jatuh tadi ma, dari sepeda. Jatuh sendiri, karna tergelincir". Kata Mela.
"Kenapa kamu malah naik sepeda, mau kemana kamu." kata mama.
"Mah.... Nanti aja tanya lagi yah. Biar kan Mela istirahat dulu di kamar nya. Karna jika lama berdiri, luka nya akan semakin tegang." kata Faizal yang masih memapah Mela.
"Oh.... Iya. Iya... Maaf kan mama, karna mama khawatir jadi banyak tanya deh." kata mama.
Lalu Faizal pun memapah Mela berjalan menuju tangga. Tanpa ada aba aba lagi, sampai di tangga ia langsung menggendong Mela.
"Kak, aku masih bisa jalan kok. Jangan gini dong." kata Mela.
"Gak papa, kamu gak baik jika jalan naik tangga. Aku kan dokter, jadi aku tahu mana yang baik dan ngak". Kata nya.
"Jangan modus dong kak, kakak alasan nya itu terus". Kata Mela.
Mama yang melihat nya dari belakang, hanya tersenyum bahagia. Ia senang melihat anak nya dan anak tiri nya begutu mesra.
"Modus yang bikin senang kan gak papa ya Zal," kata mama dari belakang.
"Eh, mama". Kata Faizal kaget.
Mama sengaja tidak bicara, setelah sampai di depan kamar baru ia bicara. Dari tadi ia hanya menjadi pendengar dan senyum senyum sendiri.
"Sejak kapan mama ada di belakang ku". Kata nya malu. Ia tidak tahu, bahwa mama mendengar kan semua yang mereka bicara kan.
"Mama mengikuti kalian dari tadi, hanya saja kalian berdua terlalu asik. Gak tahu deh mama ada di belakang kalian". Kata mama sambil tersenyum.
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya Caraku Menemukanmu
sesekali bolehlah di tegasin biar gak ngelunjak
👍👍👍👍👍👍👍
👍👍👍👍
tp sayang akhir cerita kurang mantap
lebih semanhat
lebih bagus lagi
🙏🙏🙏🌹
sabar Faisal smg papamu cpt sadar
🙏🙏🙏
mksih byk