" Gue jadi pembantu .... arrrrrrrrrr "
Gimana jadinya seorang anak sultan jadi ART⁉ Penasarankan,Ikuti terus kisahnya,bagai mana ribetnya mengurus dua bayi besar sekaligus padahal dirinya bukanlah babysister.
Dan bagai mana pula kisah cinta mereka akan berjalan jika mereka dipertemukana dengan keadaan sedemikian membingungkan.
Akan kah Diandra bisamenerima perasaan cinta itu dan akan kah Dimittriv benar - benar membuka hatinya untuk wanita lain jika dihati terkecilnya masih ada sosok Isbel mantan istrinya.
Lalu bisakah Diandra meluluhkan hatinya disaat dirinya tak yakin cintanya bersambut.
🐼🐼 Pantengin terus ya mentemen ceritanya 🐼🐼
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cipand, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 28
...REUNI 2...
" Hai sory lama " ucap Ken yang membuat semua orang melihat kearahnya.
" Udah berapa jam gue nunggu ni " dengus Mahesa kesal sendiri.
" Ya udah sih kan kita juga dateng ini " ucap Dimittriv langsung duduk tanpa dipersilahkan.
" Ehhh.... Cewe loe mana ?" tanya Aldo
" Ini cewe gue .. Namanya Nindi " ucap Ken sembari memperkenalkan Nindi ke Aldo dan juga Nahesa serta kepada cewe disamping Aldo.
" Ini Gressya " jelas Dimittriv simpel dan Gressya menjabat tangan semua yang ada disitu.
" Ok juga cewe loe nemu dimana ?" bisik Mahesa pada Dimittriv.
" Loe pikir dia kucing liar nemu " cicit Dimittriv tak kalah berbisik membuat Mahesa terkekeh.
" Ehhh .... Liat deh ada Dimi Cs tu.. 4Fnya SMA Nusbang " ucap salah seorang cewe yang berada tak jauh dari meja Dimittriv dan kawan - kawannya.
"Mana - mana ?" beberapa cewe dihadapan cewe yang berucap tadi mulai ricuh bertanya.
" Itu disana " tunjuk sicewe dengan busana yang lumayan cukup untuk membuatnya masuk angin malam ini.
" Woww...Selalu menjadi pusat perhatian ya mereka,dan kenapa makin pada ganteng si " timpap salah satu cewe yang mengenakan hijab kekinian itu.
" Ya... So handsome I like It " ucap seorang wanita yang ikut bergabung.
" Sesilia " teriak ke empat wanita dimeja itu.
" Hay guys " ucap wanita yang dipanggil Sesilia itu.
" Really miss you guys " tambah Sesilia sembari bercipa cipiki ria kepada keempat sahabatnya.
" How are you Sil ?" tanya salah satu dari keempat sahabatnya.
" Seperti yang kalian lihat " jawab Sesilia sembari duduk disamping wanita berhijab.
" Semakin muslimah aja loe Syah.. Tapi so beautifull girl " ucap Sesilia yang membuat sang sahabat tersipu malu.
" Tapi ya Sil yang ga kalah wah itu mereka " tunjuk siwanita dengan dagunya masih memandang kearah meja Dimi Cs.
" Kalau mereka kan dari dulu sudah begitu.Malah kelitan makin tampan deh " jelas Sesilia.
" Uhhhh.... Andai gue belum punya suami udah gue gae tu mereka dapetin yang mana aja ga ada yang kecewa deh " celetuk si wanita berambut panjang sebahu.
" Mau loe itu Biyan " ucap yang lainnya meyuraki Biyanca,yang membuat dirinya terkekek saja.Padahal suaminya tak kalah tampan dengan 4F KW itu.
" Ohh ya Sil bukannya loe pernah dekat ya dengan mereka ?" tanya Aisya si gadis manis berhijab itu.
" Pernah dulu gue sempet deket dengan Dimi." jawab Sesilia santai
" Iya sempet semua anak - anak bilang cocok juga tapi ko bisa ga ampe terus si Sil ?" tanya si wanita yang busananya kekurangan bahan itu.
" Ya loe tau lah Dimi tu kaya apa Dis " ucap Sesilia
Yang dijawab oleh anggukan keempat wanita itu,Dimittriv memang terkesan cuek terhadap cewe walau dia tak pernah menolak cewe disekitar dirinya,tidak seperti Mahesa yang selalu saja kabur jika didekati cewe.
Dan dimeja Dimittriv juga tengah asik mengobrolkan semuannya.
" Ehhh ... Hes cewe loe mana ?" tanya Ken membuyarkan obrolan yang lain
" Cewe gue ga bisa dateng banyak urusan katanya " jelas Mahesa santai.
" Alah bilang aja loe ga ada cewe ya kan " tebak Dimittriv penuh ejekan.
" Enak aja ... Ya engga lah . " ucap Mahesa menyangkalnya.
" Ahh ... Pake acara kaga ngaku lagi ni anak " ucap Ken
" Loe kaya ga tau aja Mahesa kaya apa kecewe, paling tu cewe bosen deketin dia gara - gara dia kabur mulu " ucap Aldo yang membuat semua yang ada disana tertawa.
" Ketawa aja terus,nanti kalau gue kenalin baru kalian ga bakalan berkedip tu mata gara - gara pandangin cewe gue " dengus Mahesa kesal.
Yang malah semakin membuat ke enam manusia dihadapanny tertawa,mendengar ucapan Mahesa.
" Ahhh... Udah serah loe pada aja lah.. Oh iya sebagai ganti karna gue ga bawa cewe gue gue bawa adek gue. Tapi kayanya dia bakal patah hati dah " ucap Mahesa dibuat selesu mungkin.
" Kenapa ?" tanya Ken bingung,yang diangguki yang lainnya.
" Ya kan adek gue penggemar Dimi. Bahkan dia menyebut loe kakak tampannya ... Issss setiap kali dia bertanya atau menyebut kakak tampat ... Ngebuat gue pengen mencak - mencak saking keselnya" tukas Mahesa tapi tidak seserius itu ko.
" Ya adek loe aja tau yang mana yang tampan " ucap Dimittriv menyombongkan dirinya.
" Adek sepupu loe yang unyu itu yang imutnya ga ketulungan itu ?" tanya Ken
" Iya si Diandra " jawab Aldo
" Widih waktu kecilnya kan imut gimana udah gedenya ya ... Terus kemana orangnya ?" tanya Ken yang langsung mendapat tatapan tajam dari Nindi.
" Anak bocah loh sayang " ucap Ken yang membuat semua orang tertawa karna tingkah Ken yang tak ingin Nindi marah.
" Dari dulu ampe sekarang leboynya ga ketulungan " tutur Aldo yang kompak diangguki semuanya.
" Dimana adek loe ?" tanya Dimittriv kembali mengingatkan.
" Tadi sih minta ijin ke gue mau ke kamar kecil katanya tapi ampe sekarang belum balik juga. " jawab Mahes
" Kesasar jangan - jangan " ucap Sandra istri Aldo
" Ga mungkin lah yang " ucap Aldo.
" Ya udah gue susulin dia dulu deh " Mahes.
Saat hendak bangkit telpon genggang Maheaa yang berada dimeja berdering dan terlihat dilayar ponselnya ' Gadis keci ' Is calling.
Segera Mahesa menggeser aikon warna biru itu lantas menjawab telpon dari sang adik.
" Kamu dimana ? masih lama ?" tanya Mahesa.
" ..... ..... "
" Loh ko gitu.. Sekarang kamu dimana ?" tanya Mahesa sedikit panik membuat yang lainnya melirik kearahnya.
" ....... ...... .... "
" Kenapa ga bilang kakak si Di ... Kakak kesana sekarang deh " kembali Mahesa berucap.
" ..... ..... ..... "
" Tapi ... "
" ..... ..... .... "
" Diiii " bentak Mahesa tiba - tiba yang membuat teman - temannya langsung fokus kepada Mahesa.
Mahesa tidak pernah seperti ini jika bukan karna dirinya sedang hawati.
" Ada apa Hes ?" tanya Dimittriv.
" .......... ..... ..... "
" 10 menit lagi kakal sampe " tandas Mahesa sembari mematikan telponnya.
" Kenapa Hes ?" kembali Dimittriv bertanya.
" Ada .. Ssdikit masalah,gue harus pergi soryy gue tinggal " ucap Mahesa sambil berjalan terburu - buru.
Bahkan Mahesa tak mendengarkan panggilan dari para sahabatnya itu.
" Kenapa sih tu anak ?" tanya Ken
" Fa ngeri deh gue, kayanya ada hubungannya sama Diandra deh tadi soalnya Hesa nyebut Di gitu " ucap Aldo.
" Ya mudah - mudahan aja bukan masalah besar " ucap Dimittriv yang diangguki yang lainnya.
*
" Ya ampun Di " gumam Mahesa terus menerus,Mahesa mempercepat laju mobilnya agar segera sampai ketempat yang dituju olehnya,namun sayang jalan Jakarta bukan lah trek yang pas buat kebut - kebutan karna ramainya pengendara malam ini dikarnakan malam minggu.
Jadilah Mahesa menggerutuh karna tidak bisa mempercepat laju mobilnya.