NovelToon NovelToon
TEMPTATION

TEMPTATION

Status: tamat
Genre:Romantis / Fantasi / Nikahmuda / Nikahkontrak / Tamat
Popularitas:180.8k
Nilai: 4.9
Nama Author: Little Peony

Evander Aldebaran, seorang anak konglomerat kaya raya yang memiliki berbagai macam perusahaan dengan beraneka jenis bisnis.

Evander dipercaya mengemban tugas istimewa sebagai Wakil Presiden Direktur dari Aludra Entertaiment yang merupakan perusahaan agency artis.

Namun sayangnya dimasa kepemimpinan Evander justru Aludra mengalami kemunduran dan membuat Ayah Evander meragukan kapabilitas putra tunggalnya itu.

Bahkan banyak anggota direksi yang mengajukan mosi pemecatan bagi Evander yang tidak kompeten itu.

Hingga pada akhirnya Evander dipertemukan dengan seseorang yang mampu membangkitkan keterpurukannya dimasa - masa suram itu.

Sampai pada akhirnya Evander bangkit dan dapat menguasai segalanya, namun harus dengan bayaran yang setimpal.

Bagaimana kisahnya? Dan siapakah orang yang melepaskan Evander dari keterpurukan?

Akan kah Evander mampu melawan segala godaan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Little Peony, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MALAM PERTAMA

Setelah upacara dan pesta pernikahan usai Agnetha dan Evander langsung masuk kedalam sebuah kamar hotel yang sudah didekor dengan sangat indah sebagai kamar pengantin. Agnetha segera masuk kedalam kamar dan membersihkan dirinya di kamar mandi dibantu oleh dua orang staf.

Sementara Evander masih berbicang – bincang bersama Jason dan juga Deandra dikursi sofa dalam ruangan kamar yang akan ditempati Evander dan Agnetha. Jason tampak menjelaskan mengenai pesan yang disampaikan oleh beberapa petinggi perusahaan yang ingin bekerja sama dengan Aludra.

Deandra juga menyampaikan bahwa Presiden memberikan undangan jamuan makan malam di Istana Negara pada Evander dan Istrinya. Bahkan Evander juga dikabarkan masuk kedalam nominasi pria muda paling berpengaruh versi majalah keuangan seperti yang disampaikan oleh bos majalah New Times tadi.

“ Terima kasih untuk kerja keras kalian hari ini, besok pagi minta Chris untuk menjemputku. Ingatkan juga Pak Lim agar segera memindahkan barang – barang Agnetha ke kamarku “ Pesan Evander seraya meneguk air putih yang ada diatas meja.

“ Baik Pak, untuk barang – barang Nyonya sudah dipindahkan sejak tadi pagi. Akan kami aturkan kembali jadwal Bapak agar Pak Evander bisa mengambil cuti  “ Tukas Deandra seraya menyiapkan ponselnya untuk menuliskan hal – hal yang mungkin diperintahkan oleh Evander.

“ Aku hanya akan mengambil cuti tiga hari saja, jadi kalian tidak perlu terlalu pusing mengatur jadwal. Jason jangan lupa pembaruan kontrak kerja Erico serahkan padaku besok “ Sambung Evander kemudian.

“ Baik Pak, jika begitu silahkan Bapak beristriahat kami undur dahulu “ Jason dan Deandra bersamaan pamit dan keluar dari kamar pengantin Evander.

Selagi masih meregangkan tubuhnya diatas sofa terdengar suara dua orang staff yang baru saja membantu Agnetha membersihkan diri berpamitan. Keduanya segera keluar dari dalam kamar, dan menutup pintunya dengan hati – hati.

Dengan perasaan yang tidak menentu Agnetha segera keluar dari kamar mandi dan langsung naik keatas ranjang. Ia mengenakan setelan baju dan celana tidur pendek polos berwarna biru tua, segera ia menyusupkan tubuhnya yang lelah keatas ranjang.

Melihat Agnetha selesai berberes, Evander bergantian masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan diri. Terdengar suara gemericik air shower mengguyur sekujur tubuh Evander, tidak lama kemudian dengan rambutnya yang basah Evander keluar dari dalam kamar mandi.

Lelaki itu hanya membungkus bagian bawah tubuhnya dengan handuk putih polos sementara dadanya yang bidang dibiarkan telanjang tanpa tertutup dengan selembar kain pun. Ia mengeringkan rambutnya dengan handuk berukuran kecil kemudian berjalan kearah ranjang mendekati Agnetha yang sedang menonton televisi.

“ Sayang ambilkan bajuku. “ Suara Evander membuat seluruh bulu kuduk Agnetha berdiri, bukan hanya dengan nada yang lembut tetapi ia juga memanggil Agnetha dengan sebutan sayang.

“ Oke “ Agnetha dengan singkat menjawab kemudian melenggang mendekati sebuah koper berwarna cokelat yang berada didekat meja rias.

Agnetha kemudian mengambil baju dalam milik Evander juga sepasang baju tidur milik Evander yang berwarna senada dengan baju yang sudah ia kenakan. Pria itu meraih pakaian yang baru saja diulurkan oleh Agnetha kepadanya, segera ia mengenakan pakaiannya didepan wanita itu tanpa malu - malu.

Seketika wajah Agnetha memerah melihat Evander menyibakkan handuknya didepannya tanpa permisi ataupun mengatakan sesuatu. Sekelebat Agnetha memutar tubuhnya agar tidak melihat tubuh polos Evander yang sedang berpakaian.

“ Apa ini mengganggu mu Agnetha? Bukankah aku suamimu sekarang? “ Suara Evander kini berubah menjadi kaku membuat Agnetha terbayang – bayang dengan kejadian tempo lalu di ranjang kamar bercat merah.

“ Ah tidak Evander, aku hanya belum terbiasa “ Agnetha berkilah menutupi kegusaran dan ketakutan dalam hatinya.

“ Kemarilah “ Perintah Evander pada Agentha seraya melempar handuk mandinya dengan asal ke lantai.

Agnetha tampak mendekat ke arah Evander meski ia sedikit ragu – ragu, gadis itu berdiri tepat didepan Evander yang jauh lebih tinggi dari padanya. Ia mendongakkan kepalanya memandang wajah Evander yang kini miliknya, meskipun hatinya tidak Agnetha miliki.

“ Ada apa? “ Ucap Agnetha pelan.

Tangan Evander tampak meraih pinggang mungil Agnetha agar gadis itu semakin dekat dengan jangkauannya. Dengan lembut Evander menyibakkan rambut panjang Agnetha dan menyelipkannya kebelakang telinga.

“ Terima kasih karena kerja kerasmu kita bisa menikah, dan kau kini milik ku seutuhnya Agnetha “ Ucap Evander tanpa melepaskan tatapan matanya dan juga pelukan tangannya pada pinggang Agentha.

“ Iya Evander aku tahu, aku milik mu  “ Suara Agnetha terdengar pasrah dengan apapun yang akan Evander lakukann terhadapnya.

Perlahan pria itu mendekatkan wajahnya pada wajah Agentha lalu menghadiahkan sebuah kecupan pada bibir Agnetha yang merona. Mendapat perlakuan yang demikian hati Agnetha berdebar dengan sangat kencang bahkan ia sendiri pun dapat mendengarkan suaranya.

Sambil memagut bibir atas dan bibir bawah Agnetha secara bergantian, lelaki itu sedikit mendorong badan Agnetha agar perlahan ia berjalan mundur mendekati ranjang tidur mereka. Saat tepat berada disisi ranjang, Evander mendorong pelan tubuh Agnetha sehingga membuat gadis itu terjatuh dengan tubuh terlentang diatas tempat tidur dengan kaki yang masih menggantung disisi ranjang.

Sementara Evander dengan sebelah kaki yang masih bertumpu diatas lantai ia berada tepat diatas Agnetha yang sedang ia hujani dengan ciuman. Sekali lagi Evander menyentuh deretan gigi Agnetha yang rapi dengan lidahnya. Ciumannya sangat dalam hingga lidah mereka berdua bersama – sama saling memeluk didalam rongga mulut Agnetha.

Evander menarik kembali lidahnya kemudian mengecup dengan lembut kedua bibir istrinya itu. Masih dengan memejamkan kedua matanya, Agnetha memberikan ciuman – ciuman balasan pada Evander. Setelah merasa cukup, Evander menarik bibirnya dari bibir Agnetha dan menarik badannya untuk duduk diatas kasur.

“ Tidurlah, aku tidak akan melakukan lebih ditempat ini “ Ucap Evander sambil mengelap bibirnya yang basah dan memerintah Agnetha agar tidur.

Gadis itu bernafas dengan sangat lega, sekali lagi ia terselamatkan dari rasa takut dan gugupnya yang bercampur menjadi satu. Agnetha kembali mengatur nafasnya yang sempat tersengal – sengal karena Evander yang selalu menggodanya dengan ciuman pada bibirnya yang tak terlupakan bagi Agnetha.

Agentha tampak beranjak dari tempat tidur dan berlari menuju kamar mandi untuk membasuh wajahnya yang semerah kepiting rebus. Tidak dapat dipungkiri apa yang di lakukan Evander padanya baru saja membuat sekujur tubuhnya terasa bergetar. Ia belum pernah melakukan hal – hal yang sedemikian intens dengan laki – laki manapun sepanjang hidupnya.

Berbeda dengan Evander yang terlihat lebih mahir dalam menggoda dan membuat Agnetha begitu lemah diatas tempat tidur. Setiap sentuhan Evander nyatanya mampu meluruhkan kekuatan Agnetha dan membuat gadis itu pasrah dengan setiap tindakan suaminya.

“ Ciuman mu lebih baik dari sebelumnya Agnetha. “ Ucap Evander dengan sangat ringan saat melihat Agnetha naik ke atas ranjang, sementara Evander duduk pada sofa didalam kamar itu seraya menyesap anggur yang ada ditangannya.

“ Hmm, aku belajar dari mu. “ Agnetha sebenarnya sangat malu saat mendengar hal itu, namun sekarang ia akan mengesampingkan segala perasaannya agar dia bisa benar – benar melakukan tugasnya sebagi istri dengan baik.

“ Tidurlah, akan aku susul sebentar lagi “ Lagi – lagi ucapan Evander membuatnya bergidik ngeri. Meski sebenanrnya maksud Evander adalah mengatakan bahwa mereka akan tidur pada ranjang yang sama, nyatanya membuat Agnetha berpikiran yang bukan – bukan.

1
Ucy (ig. ucynovel)
baru mampir di sini kak

keren 👍
dyve
agnetha*
dyve
pingsan*
R_armylove ❤❤❤❤
lanjut.... masih penasaran 🤭🥰
Sis Fauzi
Evander ge er tuh
Sis Fauzi
banyak aturan untuk hal yg baik, ya tdk masalah Agnetha 😀
Sis Fauzi
semangat Agnetha
Sis Fauzi
Agnetha sdh jadi isteri Evander, kok masih dibilang gadis tersebut Thor?
A_young
Takdir cinta CEO hadir thor
A_young
takdir cinta CEO hadir
A_young
takdir cinta CEO hadir thor


suka banget sama ceritanya thor ❤️
Sis Fauzi
jangan menyesali pernikahan mu Agnetha 🔥
Sis Fauzi
super protektif Evander, tapi gayanya sok abai sama Agnetha 🔥
Sis Fauzi
udah nyesek, eh gak jadi 😂🔥
Sis Fauzi
cemburu tuh Evander 😂
Sis Fauzi
Evan jangan nakutin ya🔥
Sis Fauzi
mantap Agnetha
Imas Aisha Raya
iih ngeri, thor keidean dari mana py cerita seperti ini, kaya kembali ke jaman film Suzana hihihi
Imas Aisha Raya
ini emang pesugihan ada siluman ular minta wadal( korban), bahaya ini ke syirikan auzubillah
Imas Aisha Raya
visual Jason lebih pas buat jadi Evander thor ....itu mah pendapat ku ☺
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!