Karena suatu kesalahan, Anastasia Lambert terpaksa menikah dengan Paman angkatnya, Henry Theodor, di usianya yang masih delapan belas tahun.
Semua bermula karena kebaikan dan perhatian Paman angkatnya, membuat Anastasia, yatim piatu yang diadopsi Henry, diam-diam jatuh cinta pada Henry, hingga hubungan mereka yang tadinya baik-baik saja menjadi dingin.
Dan, sampai datangnya orang ke tiga dalam kehidupan mereka, membuat hubungan mereka menjadi sangat jauh, seperti jarak antara terbitnya matahari dari timur, hingga matahari terbenam di barat.
Saat Anastasia menyadari telah salah mencintai Paman angkatnya, dan membuka hati untuk mengenal pria lain, sikap Henry tiba-tiba berubah menjadi hangat padanya.
Apakah hubungan mereka yang tadinya baik-baik saja, akan kembali seperti dulu lagi?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KGDan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 28.
Ivana diam-diam menyunggingkan senyuman puas di sudut bibirnya, mendengar perbincangan tamu membicarakan tentang Anastasia, sangat sesuai dengan yang ia harapkan.
"Betul sekali! Nona Ivana dan Tuan Theodor pasangan yang sangat pantas! berani sekali dia menyukai Tuan Theodor, yang sangat tidak pantas dia sukai!!"
"Kalau aku jadi dia, aku tidak akan menunjukkan wajahku di depan umum! memalukan sekali!!"
Tubuh Anastasia membeku mendengar perbincangan tamu, yang katanya orang terpandang dan kalangan elite tersebut.
Ia pun memahami maksud baik Ivana mengajaknya ke pesta kalangan konglomerat.
Ivana ingin mempermalukannya, dan memberi peringatan padanya, untuk tidak memiliki perasaan pada Henry.
Jonathan sebagai pasangan Anastasia, menyadari perbincangan tamu yang terdengar sedang menyindir Anastasia.
Dan ia dapat merasakan tubuh Anastasia yang tiba-tiba menegang mendengar perbincangan itu, yang sangat jelas sekali tidak menyukai kehadirannya di pesta itu.
Sementara Henry, ia tidak tahan lagi ingin segera menegur mereka, karena sudah begitu lancang membicarakan hal yang mereka tidak tahu sama sekali.
Ia memutar tubuhnya ke arah tamu, yang sudah berani membicarakan Anastasia tepat di depan matanya.
Ivana menyadari apa yang ingin dilakukan Henry, membuatnya seketika panik, dan ia dengan cepat mencari cara untuk mencegah Henry.
"Aduh!" Ivana membuat tubuhnya tidak seimbang di atas sepatu hak tingginya, dan berpura-pura hampir jatuh.
Tangan Henry reflek memegang Ivana, dan ia yang ingin menegur tamu yang membicarakan Anastasia, ternyata telah didahului Jonathan.
"Apa yang kalian bicarakan! jangan asal sembarang menyindir kalian!!" sentak Jonathan menyembur tamu yang membicarakan Anastasia.
"Siapa dia? kenapa dia bersama anak asuh Tuan Theodor?!"
"Aku tidak tahu! kenapa dia terlihat seperti familiar?"
"Bukankah katanya, anak pungut Tuan Theodor menyukai Tuan Theodor? kenapa dia terlihat mesra dengan pria lain?!"
Jonathan menjadi tersulut emosi mendengar apa yang mereka perbincangkan.
Bukannya mereka merasa bersalah, tapi semakin tidak perduli ikut membicarakan dirinya.
Henry mengepalkan tangannya melihat Jonathan, yang begitu perduli pada Anastasia.
Seharusnya ia yang lebih perduli pada Anastasia, dan yang lebih tanggap melindungi Anastasia, dari siapa pun yang menindasnya.
Ia seperti pelindung sampah, yang tidak dapat menjaga dengan baik putri penolongnya.
Apa yang telah kulakukan? bisik hati Henry terpaku di tempatnya.
Melihat raut wajah Henry yang terlihat begitu dingin, Ivana dapat merasakan Henry tidak suka melihat Jonathan sangat peduli pada Anastasia.
"Henry, putri grup Percy menyapa kita!" Ivana memegang lengan Henry.
Mata Henry berkedip.
Mendengar apa yang baru dikatakan Ivana, Henry pun berpikir, kalau ia sudah mengenalkan Jonathan kepada Anastasia, dan sudah sepantasnya Jonathan melindungi Anastasia.
Henry menarik tangannya dari pegangan tangan Ivana, lalu berbalik untuk pergi menyapa putri grup Percy.
Sementara Jonathan, yang kembali mendengar apa yang dikatakan mereka membicarakan dirinya, tetap saja pembicaraan itu menyindir Anastasia.
"Jangan dengarkan mereka! jadilah dirimu sendiri, kamu anggap saja mereka itu iri padamu!" Jonathan menenangkan perasaan sakit hati Anastasia.
Anastasia melirik Henry bersama Ivana, yang tampak biasa saja menyesap minumannya, tidak memperdulikan perbincangan tamu yang membicarakannya.
"Kamu benar, aku tidak perduli apa yang mereka bicarakan!" Anastasia menjawab apa yang dikatakan Jonathan.
Jonathan tersenyum, "Bagus! Ayo, ku ambilkan minuman untukmu!"
Jonathan membawa Anastasia ke meja tempat minuman, yang telah disediakan untuk tamu undangan.
Jonathan meraih satu gelas cocktail dari atas meja, "Ini hanya memiliki sedikit kadar alkohol!" Jonathan memberikan gelas cocktail itu kepada Anastasia.
"Terimakasih!"
Setelah Anastasia menerima gelas cocktail yang ia berikan, Jonathan meraih gelas sampanye untuk dirinya sendiri.
Henry di tempatnya berdiri, diam-diam melirik ke arah Anastasia, yang tampak sudah semakin akrab dengan Jonathan.
Ada rasa yang semakin tidak nyaman dalam hatinya, melihat keakraban Anastasia dengan Jonathan.
Bersambung.........
lma2 up thor tk inak menunggu n klau up yg buanyk n hrs tiap hri
nie malah berbeilit²🙄🙄🙄🙄
kalo ragu, untuk apa minta ketemuan sama henry🙄🙄🙄