NovelToon NovelToon
Istri Polos Untuk Sang Mafia Dingin

Istri Polos Untuk Sang Mafia Dingin

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:4.9k
Nilai: 5
Nama Author: Blueby Skyfly

Xavier Volkov, adalah seorang pemuda tampan yang dikenal dingin dan sangat sulit didekati. Namun ia memiliki sisi gelap sebagai seorang mafia yang ditakuti banyak orang. Meski banyak wanita yang mendekatinya, Xavier sama sekali tidak tertarik pada cinta ataupun hubungan serius. Namun hidupnya berubah saat sang ibu memaksanya untuk segera menikah. Karena tidak ingin dijodohkan dengan wanita hasil pilihan keluarganya, Xavier akhirnya memilih menikahi seorang mahasiswi polos yang bernama Lyko. Bagi Lyko, pernikahan itu bukan tentang cinta. Ia membutuhkan uang untuk bayar hutang dan pengobatan ibunya. Dengan terpaksa gadis itu menerima tawaran Xavier dan masuk ke dalam kehidupan pria yang sama sekali berbeda dari dunianya. Awalnya hubungan mereka hanya sebatas kesepakatan. Xavier tetap bersikap dingin dan cuek pada Lyko. Tetapi semakin lama tinggal bersama, Xavier mulai merasa ada sesuatu yang tumbuh dihati. Di saat perasaan itu mulai tumbuh, berbagai macam bahaya mulai datang menganggu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Blueby Skyfly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 28 : Terlalu baik

Lyko masih terdiam. Jari-jarinya menggenggam sendok kecil di tangan dengan pelan. Pandangannya tertuju pada kue coklatnya yang isinya mulai melumer.

Ia benar-benar bingung. Di satu sisi, hatinya mengatakan bahwa mengambil kesulitan orang lain adalah sesuatu yang tidak baik.

Namun di sisi lain Jenny bukan hanya sekali menyakitinya. Bukan hanya menghina dirinya. Bahkan Kelly dan Ruby juga terus-menerus direndahkan tanpa alasan.

Suasana di meja kembali sunyi.

Xavier sama sekali tidak meminta jawaban cepat dari Lyko. Ia hanya menunggu jawaban Lyko dengan wajah datar khasnya.

Kemudian Xavier akhirnya kembali membuka suara. Tatapan mata merah biru milik Xavier menatap lurus ke arahnya. "Jangan terlalu baik kepada orang yang bahkan tidak pernah memikirkan dirimu sama sekali."

Lyko langsung membeku ditempatnya.

Xavier melanjutkan dengan nada tenang. "Dan bersikap tegaslah kepada orang yang memang pantas diperlakukan seperti itu."

Ucapan itu membuat Lyko terdiam cukup lama. Gadis itu tidak membalas. Namun setiap kata yang diucapkan Xavier perlahan masuk ke dalam pikirannya.

Selama ini bukankah dirinya memang seperti itu? Terlalu mudah memaafkan, terlalu mudah percaya, bahkan setlah berkali-kali disakiti, ia tetap berusaha memahami perasaan orang lain mengapa mereka membenci dirinya.

Xavier kembali berbicara. "Menjadi orang baik bukanlah kesalahan, itu bagus. Tetapi jangan sampai kebaikanmu membuat orang berpikir bahwa kau mudah dipermainkan dan mudah ditindas."

Lyko perlahan menundukkan pandangannya.

"Kalau kau ingin berbuat baik, lakukan kepada orang yang memang layak menerimanya, berbuat baiklah kepada orang yang juga akan menghargai kebaikanmu...” kata Xavier sambil menatap intens kearah Lyko.

“Bukan kepada orang yang terus menginjak harga dirimu dan bahkan tidak menganggapmu ada,” lanjutnya.

Lyko menggigit bibir bawahnya pelan.

Entah mengapa... kalimat-kalimat sederhana itu justru terasa begitu berat. Selama ini ia memang terlalu lembut.

Terlalu memikirkan perasaan orang lain, sampai-sampai dirinya sendiri sering terluka dan bahkan banyak orang yang menganggap dirinya lemah.

Karena mudah ditipu, mudah dipermainkan, dan terlalu mudah dihina.

Perlahan Lyko mengangkat kepalanya. Tatapannya kini bertemu dengan Xavier. Di dalam benaknya tiba-tiba terlintas satu pemikiran.

‘Benar juga... sebentar lagi... aku juga akan menjadi istri Xavier, istri seseorang yang kini berdiri di puncak dunia bisnis dan dunia gelap, kalau aku tetap selemah ini... aku hanya akan menjadi beban untuknya,’ batin Lyko.

Ia menarik napas perlahan. Lalu menghembuskannya pelan. Setelah beberapa saat berpikir akhirnya Lyko menganggukkan kepalanya.

“Aku...” ucapnya terpotong. “Aku setuju,” suaranya pelan, dan bahkan sedikit seperti bisikan.

Untuk pertama kalinya dalam hidup, Lyko kini memilih memikirkan dirinya sendiri.

Melihat jawaban itu, sudut bibir Xavier perlahan terangkat sangat tipis. Senyuman kecil yang bahkan hampir tidak terlihat. Ia lalu mengangguk. "Baik."

Xavier mengambil ponselnya dari saku jas. "Aku akan menghubungi keluarga Agrasa."

Mata Lyko langsung membulat. "Se-Sekarang?"

Xavier hanya mengangguk singkat. "Semakin cepat akan semakin baik."

Ia segera mencari sebuah nomor.

Beberapa detik kemudian nada sambung terdengar.

TUT... TUT... TUT...

Tak sampai beberapa detik, telepon langsung terhubung.

"Selamat sore, Tuan Xavier!" suara Pak Arga terdengar begitu cepat dari seberang sana.

"Maaf lancang Tuan, tapi... apakah Anda sudah mempertimbangkan sewa mengenai ballroom itu? Saya mohon, Tuan."

Xavier menjawab tanpa basa-basi. "Keluarga Agrasa boleh menggunakan ballroom tersebut dengan yang saya beri.”

Di seberang telepon langsung terdengar keheningan.

Kemudian napas lega terdengar jelas.

Namun Xavier belum selesai berbicara. "Namun dengan satu syarat saya akan menerima seluruh saham perusahaan Agrasa sebagai jaminan apabila Anda gagal melunasi biaya penyewaan sesuai kesepakatan."

Pak Arga langsung menjawab tanpa ragu. "Baik, Tuan saya setuju!" nada suaranya bahkan terdengar jauh lebih bersemangat dibanding sebelumnya.

"Terima kasih banyak, Tuan Xavier! Saya benar-benar berterima kasih kepada Anda,” ucap Pak Arga. "Kontrak jaminan saham akan segera saya kirim kepada Anda, Tuan."

Xavier hanya mengangguk dari balik Telpon.

"Saya akan mengirimkannya hari ini juga, saya jamin semuanya akan cepat sampai aman ditangan Anda,” lanjut Pak Arga.

"Baik, kalau begitu, saya tutup teleponnya."

"Baik, Tuan. Sekali lagi... terima kasih banyak."

Telepon pun berakhir.

Xavier meletakkan kembali ponselnya di atas meja. Sementara Lyko masih menatapnya dengan sedikit tak percaya. Karena dengan sekejap, Xavier bisa mendapatkan apapun yang dia mau dalam sekejap.

***

Di waktu yang sama, tepatnya di kediaman keluarga Agrasa.

Pak Arga yang baru saja menutup telepon hampir tidak mampu menyembunyikan ekspresi leganya. Wajah lelahnya kini berubah menjadi penuh semangat.

Tanpa membuang waktu, ia langsung keluar dari ruang kerja. Langkahnya terdengar cepat menuruni anak tangga.

TAP! TAP! TAP!

Begitu tiba di ruang keluarga. Terlihat Jenny sedang tiduran di sofa sambil memainkan ponselnya.

Sedangkan Ibu Vina terlihat duduk di sampingnya sambil menikmati acara televisi dan tangannya sesekali mengambil cemilan dari dalam bungkus makanan.

"Semuanya... Ayah ada kabar baik untuk kalian," kata Pak Arga sambil terus tersenyum senang.

Suara Pak Arga itu sontak membuat anak dan istrinya langsung menoleh.

Ibu Vina yang sedang makan langsung menaruh makanannya. "Kabar baik apa? Apa itu tentang ballroom untuk acara pesta?”

Pak Arga tersenyum lebar dan mengangguk. "Ayah telah berhasil menyewa ballroom itu."

"Apa?!

Jenny dan Ibu Vina membelalakkan mata hampir bersamaan.

"Ayah serius?!” tanya Jenny yang sedang tiduran langsung bangun dan duduk di sofa.

Pak Arga mengangguk. "Tuan Xavier akhirnya sepakat menyewakan gedung itu untuk Jenny."

Kata-kata itu langsung membuat mereka berdua senang.

Jenny langsung berlari memeluk ayahnya. "Akhirnya! Terima kasih banyak Ayah, Ayah memang terbaik!”

Ibu Vina pun ikut memeluk suaminya dengan wajah penuh kebahagiaan. "Akhirnya kita dapat menyewa ballroom itu! Suamiku memang hebat!”

Ruangan itu seketika dipenuhi suasana gembira.

Namun di balik senyuman Jenny yang manis. Tersimpan pikiran yang sama sekali berbeda dan licik. Sudut bibirnya perlahan terangkat tipis. Tatapannya berubah menjadi licik.

‘Sekarang aku akan menunjukkan kepada seluruh orang di Rylance siapa murid yang paling kaya di sana. Aku akan membuat semua orang semakin kagum padaku,’ batinnya yang penuh kesombongan.

Lalu perlahan bayangan wajah Lyko mulai muncul di pikirannya. Senyum Jenny semakin dalam. ‘Dan kau, Lyko... lihat saja, akan aku pastikan semua orang kembali melihatmu sebagai gadis yang tidak pantas berada di Kampus lagi.’

‘Aku akan membuatmu dipermalukan di pesta ulang tahunku sendiri, dengan begitu... aku akan menjadi pusat perhatian di seluruh Kampus lagi, dan kau... hanya akan menjadi gadis miskin seperti dulu,’ batinnya lagi.

Namun yang sama sekali Jenny tak sadari, bahwa ballroom yang begitu ia banggakan justru perlahan akan menjadi awal dari runtuhnya keluarga Agrasa sendiri.

1
Raicy Starmoonix
bnr lgi/Facepalm/
It's me Sky: efek trlalu kaya bgtu tuh/Proud/
total 1 replies
Raicy Starmoonix
bohongnya nyambung lagi/Facepalm/
It's me Sky: bkn skrip dlu mrka/Slight/
total 1 replies
Raicy Starmoonix
gmna g terpesona Lykonya aja cantik gituu/Sly//Rose/
It's me Sky: //Chuckle//Chuckle/
total 1 replies
Raicy Starmoonix
tegang tor, aura mafianya ada bgt/Shame/
It's me Sky: bulu kudup aman?/Blush/
total 1 replies
Raicy Starmoonix
bagusss bgt ceritanyaa/Kiss//Kiss/
Raicy Starmoonix
si mc ganteng bgt tor/Drool/
It's me Sky: kiww🤭
total 1 replies
Raicy Starmoonix
Xavier tanggung jwb anak orng salting/Facepalm/
It's me Sky: xavier aja salting sendiri/Proud/
total 1 replies
Raicy Starmoonix
salting.... saltingg/Smirk/
It's me Sky: gengsi... gengsi/CoolGuy/
total 1 replies
Raicy Starmoonix
omak, terbakar cemburu dan posesif/Doubt/
It's me Sky: shhtt/Shhh/
total 1 replies
Raicy Starmoonix
astaga diksih black card.../Doubt/
It's me Sky: iya dong/Casual/
total 1 replies
Raicy Starmoonix
lyko nya polos bgt pilss/Proud/
It's me Sky: hu um, soalnya dya bukan batik/Tongue/
total 1 replies
Raicy Starmoonix
pingin punya cowok spek Xavier ihh, royal bgt😍/Rose/
It's me Sky: heii aku jg mau lohh/Proud/
total 1 replies
Raicy Starmoonix
wahh alurnya keren/Joyful/
Arditya
luar biasa mantap thor
It's me Sky: makasihh/Hey/
total 1 replies
Arditya
Mampir baca thor😍
It's me Sky: yuk¹ mampir/Proud/
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!