NovelToon NovelToon
Warisan Dewa Elemen

Warisan Dewa Elemen

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Sistem / Reinkarnasi
Popularitas:2.6k
Nilai: 5
Nama Author: LaQuin

Wen Yu sedang berpetualangan dengan mendaki bukit seorang diri di sebuah tempat wisata alam. Lalu sebuah kebetulan, ia bertemu seekor kucing yang memiliki sepasang sayap. Tanpa rasa takut dan hanya memiliki rasa penasaran yang tinggi, Wen Yu mengikuti kucing itu dan berusaha menangkapnya. Alih-alih berhasil, ia malah terperosok pada sebuah goa di dalam tanah yang ternyata sedang mengalami peristiwa aneh. Cahaya kebiruan bersinar melingkar seperti sebuah pintu lorong waktu yang sering ia tonton di film-film fantasi. Tak lagi bisa mengelak, Wen Yu jatuh ke dalam lingkaran biru itu dan menghilang seketika. Dan tiba-tiba terbangun di dunia antah berantah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LaQuin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Musibah Yang Melanda Desa

Musibah Yang Melanda Desa

Di sebuah kamar kecil di penginapan sederhana yang mereka tempati, Ze Kai dan guru Gao duduk bersila di sekitar meja kayu yang kecil. Peta kuno yang mereka dapatkan dari lelang terbentang di atasnya, bersinar dengan cahaya keemasan yang lembut setiap kali jari menyentuh bagian tertentu dari gambar.

"Lihat sini, Ze Kai," ujar guru Gao sambil menunjuk ke sebuah titik di peta yang ditandai dengan simbol gunung tertutup salju. "Menurut catatan yang tertulis di sudut kanan bawah, Bunga Langit Emas tumbuh di Puncak Gunung Abadi. Ini adalah sebuah tempat yang hanya bisa dicapai setelah melewati jalur yang sangat berbahaya. Kita harus melewati hutan belantara, sungai deras, dan lembah yang penuh dengan makhluk spiritual liar."

Ze Kai mengangguk perlahan, matanya tetap fokus pada peta.

"Jaraknya cukup jauh jika kita berjalan kaki, Guru. Berapa lama kira-kira waktu yang dibutuhkan jika kita melakukan perjalanan dengan cara biasa?"

"Kurang lebih satu bulan atau bahkan lebih lama," jawab guru Gao dengan menghela napas. "Dan itu tanpa menghitung waktu yang akan kita habiskan untuk menghadapi bahaya di jalan. Kita membutuhkan cara yang lebih cepat agar bisa sampai sebelum musim penghujan datang. Jika tidak, jalur menuju puncak akan tertutup oleh salju dan longsoran."

Kemudian guru Gao terdiam sejenak, dan melihat Ze Kai. "Aku punya sebuah ide. Di hutan yang terletak tiga hari perjalanan dari sini, ada wilayah yang dikenal sebagai Hutan Elang Raksaa, tempat tinggal berbagai jenis burung spiritual yang kuat dan cepat. Jika kita bisa menjinakkan salah satunya sebagai kendaraan, perjalanan kita akan jauh lebih cepat dan aman."

Mata Ze Kai berbinar mendengarnya.

"Itu adalah ide yang bagus, Guru! Aku pernah mendengar bahwa burung elang spiritual bisa terbang dengan kecepatan luar biasa dan mampu membawa muatan yang berat. Jika kita bisa mendapatkan salah satunya, perjalanan kita akan jauh lebih mudah."

Setelah membicarakan strategi dan mempersiapkan segala perlengkapan yang dibutuhkan, mereka memutuskan untuk berangkat keesokan harinya. Sebelum tidur, Ze Kai keluar ke balkon kamar untuk melihat pemandangan kota. Pikirannya kembali ke desa lamanya, dan harapannya untuk bisa segera menemukan Bunga Langit Emas agar bisa membantu lebih banyak orang.

-

-

Keesokan harinya, mereka segera memulai perjalanan menuju Hutan Elang Raksasa. Dengan menggunakan pengetahuan guru Gao tentang jalan-jalan tersembunyi, mereka bisa mencapai hutan dalam waktu lebih cepat dari yang mereka pikirkan. Hutan yang luas dan rimbun itu dipenuhi dengan suara burung dan aroma tanah lembap yang menyegarkan.

"Kita harus berhati-hati," bisik guru Gao dengan suara rendah saat mereka memasuki bagian dalam hutan. "Burung Elang spiritual sangat peka terhadap energi asing. Kita tidak bisa menggunakan kekuatan kita secara sembarangan, harus mendekati mereka dengan rasa hormat."

Setelah berjalan beberapa saat, mereka mendengar suara sayap yang kuat berdesir di atas kepala mereka. Saat mendongak ke atas, mereka melihat sekelompok burung elang dengan bulu berwarna kecoklatan. Salah satunya memiliki ukuran yang jauh lebih besar dari yang lain, sayapnya membentang hampir lima meter dan mata yang menyala seperti bara api.

"Itu dia – Elang Raja!" bisik Gao Feng dengan penuh kagum. "Hanya satu atau dua ekor yang ada di setiap generasi. Jika kita bisa menjinakkannya, dia akan menjadi kendaraan yang sangat sempurna."

Tanpa berlama-lama, guru Gao mulai bergerak dengan langkah yang lambat dan hati-hati. Ia mengeluarkan energi api yang lembut dan hangat dari telapak tangannya. Bukan untuk menyerang, melainkan untuk menunjukkan niat baiknya. Burung Elang Raja itu mendarat di batang pohon besar di depan mereka, menatap mereka dengan mata yang penuh waspada namun tidak menunjukkan tanda-tanda ingin menyerang.

"Kau adalah makhluk yang kuat dan mulia," ujar Gao Feng dengan suara yang tenang dan penuh rasa hormat. "Kami tidak datang untuk menyakiti mu atau mengambilmu dengan paksa. Kami membutuhkan bantuanmu untuk mencapai tempat yang jauh untuk mencari sesuatu yang bisa membantu banyak orang. Jika kamu bersedia membantu kami, kami akan selalu menghargaimu dan tidak akan pernah menyalahgunakan kekuatanmu."

Elang Raja mengeluarkan suara yang menggema di seluruh hutan. Guru Gao mendekat perlahan, mencoba menyentuh dengan hati-hati. Elang Raja sempat terlihat ragu, sebelum akhirnya mengangguk perlahan. Sebuah tanda bahwa ia bersedia membantu mereka.

Ikatan kontrak pun terjadi di antara mereka. Sebuah tanda dengan warna keemasan muncul di kepala Elang Raja juga di dahi guru Gao.

-

-

Mereka sangat bersyukur bisa naik ke punggung burung elang raja yang besar dan kokoh. Dengan satu suara jeritan yang kuat, burung itu melesat ke udara dengan kecepatan yang luar biasa, membuat tanah semakin jauh di bawah mereka.

Perjalanan udara menjadi begitu cepat dan menyenangkan. Ze Kai menikmati pemandangan alam yang indah dari ketinggian. Gunung yang menjulang tinggi, sungai yang mengalir seperti ular emas, dan desa-desa kecil yang tersebar di lereng bukit. Namun ketika mereka melintas di atas sebuah desa yang terletak di lembah sempit, wajah Ze Kai tiba-tiba menjadi serius.

"Guru, lihatlah desa itu," ujar Ze Kai dengan suara penuh kekhawatiran. "Sepertinya, ada sesuatu yang tidak beres dengan keadaan mereka."

Guru Gao melihat ke bawah dan wajahnya juga menjadi serius. Desa itu terlihat kumuh dan suram. Rumah -rumahnya sebagian besar rusak juga terlihat bekas terbakar. Kebun-kebunnya tandus, dan tidak ada tanda-tanda aktivitas yang ramai seperti desa pada umumnya. Bahkan dari ketinggian, mereka bisa melihat beberapa orang yang tergeletak lemah di jalan dan halaman rumah.

"Ze Kai, aku melihat aura energi yang tidak baik di sana," ujar Genesis tiba-tiba muncul di samping Ze Kai.

"Ada sesuatu yang salah. Kita harus menyelidiki apa yang terjadi di sana," ujar guru Gao.

Ia kemudian memberikan sinyal kepada Elang Raja untuk mendarat di tempat terbuka di pinggir desa. Setelah mereka turun dengan aman, guru Gao menyentuh kepala burung itu dengan lembut. "Silakan pergi dan bersembunyi di tempat yang aman. Kau bisa datang kembali ketika kami memanggilmu nanti."

Elang Raja mengeluarkan suara mendengus lembut sebelum terbang ke arah pepohonan tinggi dan menghilang dari pandangan mereka.

Ze Kai dan guru Gao berjalan dengan hati-hati menuju desa. Udara di sekitarnya terasa berat dan penuh dengan kesedihan. Mereka bertemu seorang wanita muda yang sedang menangis sambil merawat seorang pria tua yang terluka di depan rumah yang rusak.

"Nona, apa yang terjadi di desa ini?" tanya Ze Kai dengan suara lembut, mendekat dengan hati-hati agar tidak membuatnya takut.

Wanita itu melihat mereka dengan air mata mengalir, penuh ketakutan dan kesedihan.

"Tu...Tuan... tolong, tolonglah kami. Setiap bulan, sekelompok pria kasar datang ke desa kami. Mereka mengambil semua hasil panen kami, merampok harta kami, dan menyakiti siapa saja yang berani menentang mereka. Mereka bilang bahwa desa ini berada di bawah kekuasaan mereka dan kami harus membayar pajak yang sangat besar setiap bulannya."

Ia menunjuk ke arah beberapa rumah yang lebih rusak dari yang lain.

"Yang berani menolak akan mendapatkan rumahnya dihancurkan dan keluarganya disiksa. Banyak orang di desa ini sakit karena tidak ada makanan dan obat-obatan. Kami tidak punya apa-apa lagi untuk diberikan kepada mereka. Bagaimana jika mereka nanti datang lagi?"

Ze Kai merasa darahnya membeku mendengarnya. Ia melihat ke sekitar dan melihat banyak wajah pucat dan lemah. Anak-anak yang kelaparan, orang tua yang terluka, dan orang-orang yang kehilangan harapan di mata mereka.

"Guru, kita tidak bisa pergi begitu saja dan membiarkan mereka seperti ini," ujar Ze Kai. Hatinya sedih melihat pemandangan yang ada. "Kita harus melakukan sesuatu untuk membantu mereka."

Guru Gao Feng mengangguk perlahan, wajahnya juga diliputi kesedihan.

"Kau benar, Ze Kai. Kita tidak bisa menyebut diri kita kultivator jika tidak bisa membantu orang-orang yang lemah dan tertindas. Mari kita cari tahu, siapa yang melakukan kekerasan ini dan mengapa mereka tega menyakiti orang-orang tidak bersalah seperti ini."

Mereka mulai mengelilingi desa, membantu beberapa orang yang terluka dengan kemampuan pengobatan Ze Kai dan memberikan makanan serta air dari persediaan mereka. Semakin banyak informasi yang mereka dapatkan, semakin besar rasa kemarahan yang tumbuh di hati mereka.

Ternyata kelompok yang melakukan penindasan itu adalah bagian dari pasukan bawahan aliran Naga Hitam, yang menggunakan desa ini sebagai sumber pendapatan ilegal.

"Kita tidak bisa membiarkan hal ini terus berlanjut," ujar guru Gao dengan suara tegas.

"Benar guru. Kita akan membantu desa ini untuk bangkit kembali dan melindungi diri mereka sendiri. Dan setelah itu, kita akan melanjutkan perjalanan kita untuk mencari Bunga Langit Emas."

-

-

Bersambung...

1
Ahmad Supri Aji
hadeh. mending jangan jadi sistem. lebih baik kau ubah jadi roh pendamping atau apalah. kurang enak sekali rasanya liat sistem punya perasaan manusia. 🤦
Ahmad Supri Aji: masa iya sistem takut di tinggalin pemilik sendirian. yang ada ya pemilik mati sistem ikut mati atau cari tuan baru. 🤣
total 1 replies
🏘⃝Aⁿᵘ Yu
kalau nguasai earth bending mahh, jadi gampang untuk ngubah gua jadi rumah...


btw, jadi pengin bunga langit, biar bisa konsentrasi penuh
🏘⃝Aⁿᵘ Yu
agak anuuu, pake kata opotik
🏘⃝Aⁿᵘ Yu
earth Bending
🏘⃝Aⁿᵘ Yu
kenapa harus tampan sih
🏘⃝Aⁿᵘ Yu
mungkin dia Didi Elemen
🏘⃝Aⁿᵘ Yu
lewat shoppee ajaaaah
༄༅⃟𝐐.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_𝓶𝓪
orang dewasa tau resikonya memilih lari, kalo anak2 pantang pulang sebelum menang
༄༅⃟𝐐.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_𝓶𝓪
apa senjata leluhur?
🏘⃝Aⁿᵘ Yu: kepo si mumun
total 1 replies
༄༅⃟𝐐.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_𝓶𝓪
nih biar yu sdar yg suka petualang itu anak kecil 😂
༄༅⃟𝐐.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_𝓶𝓪
namanya sekarang jadi kai yu
🔔 M A S R I L
tjakeup
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!