tidak ada yang terlahir lemah, namun juga tidak ada yang terlahir kuat, semua di bentuk oleh kerja keras.
buku ini akan menceritakan tentang bagaimana hidup sang berbakat sebelum menjadi yang terkuat
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nayla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 28
Racun milik Ryan mampu melelehkan apa pun yang di telah oleh nya, jika pemuda itu membuat rawa racun, tingkat keselamatan saat memasuki nya hanya 20℅.
dia dengan kemampuan seperti itu kini melawan Zelka dengan pedang api dan pelindung baja nya.
"apa hanya segini kemampuan mu? tanya Zelka menaikkan satu alis nya, pemuda itu menambah tenaga nya saat menekan Ryan.
" kau memiliki pemikiran yang dangkal! Ryan melelehkan bilah Pedang Zelka hingga berubah menjadi carian.
"bugh! tendangan kuat ia layangkan pada Zelka hingga membuat nya terdorong ke belakang.
pemuda itu lalu bangkit dan membersihkan pakaian nya.
" jangan karena aku tidak membawa pedang kau berpikir bisa mengalahkan ku dengan bilah tumpul mu itu!
"uhuk!
" aku juga tidak berpikir bisa menebas mu!
"prang! Zelka melemparkan pedang nya.
ia lalu mengaktifkan kekuatan nya dan membuat pedang dari sihir api.
" bersyukur lah aku seorang pendekar sekaligus penyihir, jadi kau tidak merasa malu di kalahkan oleh orang biasa!
"kuterima tantangan mu!
" rawa penghisap!!
"pelindung baja!!
Ryan mengaktifkan rawa racun milik nya, pemuda itu menjebak Zelka agar dia tetap berada di sana.
namun zelka mengaktifkan pelindung baja milik nya, pemuda itu mampu menembus rawa racun milik Ryan dan terus maju menghampiri pemuda itu.
" lelehan jiwa" gumam Ryan, bola mata pemuda itu menghilang berganti menjadi cairan hitam yang terus mengalir keluar.
ia melelehkan pelindung baja milik Zelka dan menenggelamkan pemuda itu.
"srakh!!
" srakh!!
"srakh!!
Zelka menebas racun milik Ryan agar tidak membawa nya masuk semakin dalam, namun seperti nya pedang api nya kurang kuat jadi ia menciptakan senjata baru.
" cangkul berapi"
Zelka kembali mengaktifkan pelindung baja nya dengan tingkat yang lebih tinggi, pemuda itu mencangkul racun Ryan seperti mencangkul tanah agar bisa terbebas dari lautan racun.
udara di sekitar Arena menjadi berbahaya, jadi beberapa penyihir Kekaisaran membuat pelindung kuat agar penonton dan peserta lain tidak keracunan.
"apa kau pikir kau bisa keluar dari sana??....
"!!!!!
di belakang Zelka bola besar Racun raksasa siap menimpa tubuh pemuda itu.
" sial!....... pemuda itu memusatkan pelindung nya di atas agar bisa meminimalisir,ia membiarkan udara beracun masuk ke dalam paru-paru nya.
"lagi pula setelah pertarungan selesai aku pasti di obati......! gumam pemuda itu membiarkan bola racun raksasa menimpa diri nya.
" BRUKH!!
"Boom!
" Zelka! teriak Zender, ia takut kembaran nya itu tidak bisa bertahan.
Ryan tersenyum tipis, ia bermeditasi semalaman penuh semata-mata agar bisa menyempurnakan rawa racun ini, seperti nya usaha nya tidak sia-sia.
pemuda itu diam di tempat menunggu Zelka, namun seperti nya lawan nya itu sudah tumbang jadi ia berbalik siap kembali sebagai pemenang.
"kau mau kemana dasar sialan!!......
" Deg!
"apa?!
" hah!!!....
Zelka tiba-tiba saja muncul dari bawah kaki Ryan, pemuda itu memegang pedang api milik nya dan menusuk Ryan tepat di perut pemuda itu sebelum ia sempat menghindar.
"Jleb!!..
" uhuk!! Ryan memuntahkan darah segar dari mulut nya, ia memegangi perut nya yang terus mengalir kan darah.
"bagaimana bisa kau!!!!
" bagaimana?!....
"tentu saja dengan kemampuan ku bodoh!!
" kau pikir aku tidak punya otak?!!
"kau pikir aku hanya bisa pasrah menerima bola busuk mu itu?!!!
" dasar bodoh!!
"mati saja sana!! Zelka mengatakan banyak omong kosong dengan wajah menyebalkan yang ingin sekali Ryan tampar.
" ck! pemuda itu berdecak lidah kesal sambil mencoba mencari celah di pergerakan Zelka.
"aaarrrgghh!!
" Sialan!!!
"Aku menyerah!!!!!! teriak Ryan frustasi, dengan kesal pemuda itu menuruni arena dan pergi ke ruang medis tertatih-tatih.
" kenapa dia menyerah??
"ada apa dengan nya??
" memang nya tusukan pedang api milik Zelka sefatal itu ya??
"itu bukan serangan biasa" ucap Arthur.
"apa maksud mu bukan serangan biasa? tanya Arsene, ia tidak memperhatikan dengan jelas pertarungan Zelka karena sibuk dengan cincin hanbin milik nya.
" Zelka tidak hanya menusuk perut Ryan menggunakan pedang api, tapi dia juga menanamkan sihir nya di perut pemuda itu'
"memang perlahan-lahan namun fatal, api milik Zelka membakar organ dalam Ryan hingga sebagian mungkin saat ini sudah hangus"
"apa?!!
" sejak kapan dia memiliki otak??? gumam Arsene keheranan memandangi Zelka yang saat ini sedang di pandu ke ruang medis.
memang tidak terlalu parah namun sekujur tubuh pemuda itu sudah di penuhi racun yang bisa membunuh nya kapan pun.
"sekarang jadi berat sebelah" gumam Estevan memijit pelipis nya pelan.
apakah kekalahan akan menghantui mereka?
" tanpa pelindung, dia hanya lah orang biasa yang tak punya bakat" ucap seseorang dari balik tribun penonton.
"memang nya kau pikir dia bisa seperti itu karena pelindung?
" jika ingatan ku sesuai,,,di hari pertama dan kedua dia lebih banyak menggunakan pedang" sahut orang di sebelah nya.
"mungkin itu hanya perasaan mu"
"aku akan maju" Elerik bangkit dari duduk nya.
"tumben sekali kau bersemangat kak? tanya Ian heran karena tak biasa nya kakak nya itu tertarik pada pertarungan.
" aku ingin bertarung dengan si mata merah itu! tunjuk nya pada Arthur.
"maksud mu Arthur?
" benar!
"dia menarik!
" dia seperti nya menandai mu" ucap Damien berbisik pada Arthur.
"kau benar"
"aku akan maju" ia lalu mengambil pedang nya dan naik ke atas Arena.
"ini adalah pertama kali nya kita akan bertarung"
"bisakah kau memberitahu nama mu?
" aku Arthur "
"aku Elerik, seperti nya kau jauh lebih muda dari ku?
" aku masih berusia 18 tahun" Arthur tersenyum menanggapi Elerik.
"tepat sekali tebakan ku"
"harus kah kita mulai?