"Aku jual diri demi 1 Miliar Emas, tapi aku TIDAK JUAL HARGADIRI!"
Lin Qingyan menerima pernikahan kontrak dengan pria lumpuh tak berdaya demi menyelamatkan keluarganya. Semua orang menertawakan dia, mengira dia akan hidup menderita selamanya.
Tapi siapa sangka? Di balik tubuh lemah itu tersembunyi sosok Raja Dunia yang paling ditakuti! Dan dia hanya tunduk pada satu wanita: Lin Qingyan!
Siapa berani meremehkan istri kontrak ini? Bersiaplah digilas habis! Karena aku bukan wanita biasa, aku adalah Ratu yang akan menguasai segalanya!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon wiwi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
## BAB 28: Labirin Kebohongan
## 📖 BAB 28: Labirin Kebohongan
Lampu neon yang berkedip di lorong bawah tanah Distrik Sembilan menciptakan bayangan panjang yang tampak menari di dinding beton yang lembap. Gu Beichen bergerak tanpa suara, tubuhnya melekat pada kegelapan bagaikan predator yang telah menyatu dengan malam. Di depannya berdiri sebuah pintu baja berat dengan pemindai retina—pintu masuk menuju "Vault 0", fasilitas riset terlarang milik Klan Tua yang tidak pernah tercatat dalam peta mana pun.
Luka di bahunya berdenyut seirama dengan detak jantungnya, namun fokus Beichen tidak tergoyahkan. Ia mengeluarkan sebuah perangkat kecil hasil rampasan dari kediaman Mo Ran, menempelkannya pada panel sirkuit, dan dalam hitungan detik, lampu indikator berubah menjadi hijau.
*Sshhh...* Pintu terbuka dengan suara desisan udara yang pelan.
### 🧪 Proyek Genesi
Beichen melangkah masuk, dan pemandangan di depannya membuat darahnya terasa membeku. Ruangan itu bukan berisi tumpukan emas atau senjata, melainkan deretan tabung inkubasi besar yang berisi cairan biru bercahaya. Di dalam tabung-tabung itu, sosok-sosok janin manusia terlihat mengapung, masing-masing ditandai dengan kode numerik.
"Jadi ini yang kalian lakukan selama tiga puluh tahun?" bisik Beichen dengan nada penuh muak.
Ia melangkah menuju konsol komputer utama di tengah ruangan. Jari-jarinya bergerak cepat di atas papan ketik, meretas masuk ke dalam arsip terdalam klan. Sebuah dokumen berjudul
**"Proyek Genesis: Rekayasa Darah Naga"** muncul di layar.dianggap Mata Beichen membelalak saat membaca data tersebut. Klan Tua ternyata tidak hanya menunggu kelahiran alami seorang "Anak Takdir".
Selama puluhan tahun, mereka telah mencoba menciptakan Anak Takdir melalui rekayasa genetika. Dan namanya, Gu Longwei, berada di urutan teratas sebagai subjek pertama yang dianggap "berhasil sepenuhnya secara mental", sementara subjek lain dinyatakan
"gagal secara emosional".
Namun, ada satu nama lagi yang baru saja ditambahkan di bagian bawah dokumen itu, ditandai dengan tinta merah yang mencolok: **Gu Qingyu.**
"Mereka tidak hanya menginginkan kekuatannya," gumam Beichen, giginya bergeletuk menahan amarah. "Mereka ingin membedah putriku untuk menyempurnakan kegilaan ini."
### 👤 Sosok dari Masa Lalu
"Kau selalu memiliki bakat untuk menemukan tempat yang seharusnya tidak kau datangi, Longwei."
Sebuah suara wanita yang tenang namun berwibawa menggema dari sudut ruangan yang gelap. Beichen segera berbalik, menodongkan pistolnya ke arah sumber suara. Dari balik bayangan, seorang wanita paruh baya melangkah maju. Ia mengenakan jubah putih panjang, wajahnya terlihat pucat namun memiliki garis kecantikan yang sangat mirip dengan Beichen.
Beichen tertegun. Tangannya yang memegang senjata sedikit gemetar.
"Ibu...?"
Wanita itu tersenyum sedih.
"Ibu adalah kata yang terlalu suci untuk seseorang yang membiarkan anaknya menjadi monster, Nak."
"Mereka bilang kau sudah mati! Ayah bilang kau meninggal saat melahirkanku!" raung Beichen, amarah dan rasa rindu bercampur aduk dalam suaranya.
"Itu adalah bagian dari kesepakatan agar kau bisa tetap hidup sebagai manusia, meski hanya sementara," jawab ibunya, Lin Shuyu.
"Aku adalah kepala ilmuwan di sini. Aku tinggal untuk memastikan mereka tidak menghancurkanmu sepenuhnya. Tapi sekarang, dengan lahirnya Qingyu, kesepakatan itu telah berakhir. Tetua Agung tidak lagi membutuhkanmu karena mereka sudah memiliki versi yang lebih murni dalam diri putrimu."
"Aku akan membakar tempat ini sampai rata dengan tanah!" ancam Beichen.
"Jangan bodoh, Longwei. Jika kau menghancurkan tempat ini sekarang, kau tidak akan pernah tahu cara menghentikan proses pelacakan pada mata Qingyu. Di dalam matanya terdapat *nanobots* organik yang diturunkan dari garis keturunanku. Selama itu ada, klan bisa melacaknya bahkan hingga ke ujung dunia."
### 🚨 Perangkap yang Terbuka
Tiba-tiba, suara sirene meraung keras di seluruh fasilitas. Lampu merah darurat berputar-putar, menciptakan suasana yang mencekam.
"Mereka tahu kau di sini," kata Lin Shuyu dengan tenang.
"Tetua Agung sengaja membiarkanmu masuk agar kau bisa melihat kebenaran ini... dan agar bisa menangkapmu kembali bersama rahasia yang kau bawa."
Pintu masuk yang tadi dilewati Beichen tiba-tiba tertutup rapat dengan lapisan baja tambahan. Di layar monitor besar di dinding, wajah Tetua Agung muncul dengan senyum kemenangan yang menjijikkan.
"Selamat datang di rumah, anakku yang hilang," suara Tetua Agung menggema.
"Kau pikir kau bisa mengalahkan kami dengan peledak dan senjata api? Kau adalah ciptaan kami, dan hari ini, ciptaan itu akan kembali ke dalam sangkarnya."
Gas syaraf berwarna hijau mulai keluar dari ventilasi udara. Beichen segera menahan napas, namun ia tahu ia tidak akan bertahan lama.
"Ambil ini!" Lin Shuyu melemparkan sebuah *flash drive* dan sebuah suntikan kecil kepada Beichen.
"Suntikan itu akan menetralkan gas untuk sementara. *Flash drive* itu berisi kode untuk mematikan pelacak pada mata Qingyu. Pergilah lewat jalur pembuangan limbah, Longwei! Selamatkan keluargamu!"
"Ibu, ikutlah denganku!" seru Beichen sambil menarik tangan ibunya.
Lin Shuyu menggeleng pelan, air mata mengalir di pipinya.
"Tugas ibu berakhir di sini. Ibu harus menghancurkan semua data penelitian ini agar mereka tidak bisa memulai lagi. Larilah, Naga Kecilku... Berlarilah dan jangan pernah menoleh ke belakang."
### 🌊 Melawan Maut
Beichen menyuntikkan cairan itu ke lehernya, merasakan aliran energi dingin yang seketika menjernihkan pikirannya. Dengan satu tendangan kuat, ia menjebol jeruji besi saluran pembuangan.
Tepat saat ia melompat masuk, ledakan kecil terdengar dari arah konsol komputer. Ibunya telah memulai proses penghancuran data secara mandiri. Beichen merangkak di dalam pipa yang sempit dan berbau tajam, sementara di belakangnya, suara langkah kaki pasukan elit klan terdengar mendekat.
Ia keluar dari pipa pembuangan dan jatuh terjerembap ke dalam sungai bawah tanah yang arusnya sangat deras. Tubuhnya terombang-ambing, menghantam bebatuan tajam, namun tangannya tetap menggenggam erat *flash drive* dari ibunya.
Di atas sana, fasilitas Vault 0 mulai meledak satu per satu. Beichen terseret arus hingga akhirnya ia terdampar di tepian sungai di pinggiran kota yang sunyi. Ia terengah-engah, tubuhnya penuh memar dan luka baru, namun matanya memancarkan tekad yang lebih mengerikan dari sebelumnya.
Ia merogoh ponsel satelitnya yang masih berfungsi. Hanya ada satu pesan masuk dari Commander Phoenix:
**"Target telah sampai di Alpen. Namun, kami mendeteksi ada penyusup di dalam tim kami sendiri. Hati-hati."**
Jantung Beichen berdegup kencang. Pengkhianat? Di dalam tim Phoenix yang paling ia percayai?
"Siapa pun kau," desis Beichen sambil bangkit berdiri dengan sisa tenaganya,
"jika kau menyentuh keluargaku, aku akan memastikan kematianmu menjadi legenda paling berdarah di dunia ini."
Beichen menatap ke arah utara, ke arah pegunungan Alpen yang dingin. Perang ini belum berakhir. Justru, babak paling mematikan baru saja dimulai.
**BERSAMBUNG KE BAB 29**
Lanjut gak nih😀😀