NovelToon NovelToon
Dicampakan Suami Gila Harta, Diratukan Oleh Mafia Jahat

Dicampakan Suami Gila Harta, Diratukan Oleh Mafia Jahat

Status: sedang berlangsung
Genre:One Night Stand / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Romantis / Cintamanis / Mafia / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:5.7k
Nilai: 5
Nama Author: de banyantree

Ternyata di belahan dunia ini masih tersisa seorang pria berhati malaikat. Meski semua orang tak mempercayai itu. Sebab yang mencintaiku itu adalah seorang mafia jahat

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon de banyantree, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menyiapkan

Malam yang tenang di kediaman Malik sangat kontras dengan badai yang mengamuk di ruang tamu keluarga Gion. Jika di rumah Zayn aromanya adalah wagyu dan teh melati, di rumah Gion aromanya adalah kopi pahit yang mendingin dan kepulan asap rokok yang menyesakkan.

​Gion membanting ponselnya ke sofa kulit yang sudah mulai mengelupas di beberapa bagian. Wajahnya merah padam. "Sialan! Siapa sebenarnya Zayn Malik itu? Dia pikir dengan uangnya dia bisa mengatur seluruh vendor di kota ini?"

​Mama Ratih, yang sedang memakai daster sutra imitasi, muncul dari arah dapur dengan wajah tak kalah keruh. "Kenapa lagi, Gion? Kamu ini pulang-pulang bukannya bawa kabar baik soal Laila, malah marah-marah!"

​"Gimana mau bawa kabar baik, Ma? Proyek renovasi kantor Gion dibatalkan sepihak. Katanya materialnya tiba-tiba kosong untuk 'klien bermasalah'. Dan tadi di mal, Gion lihat Laila... dia seperti orang yang berbeda. Dia belanja di tempat yang biasanya cuma bisa kita lihat dari luar kacanya saja!"

​Mama Ratih terbelalak, ia duduk di samping putranya. "Maksudmu, Laila benar-benar sudah tidak mau menoleh padamu lagi? Ah, tidak mungkin! Laila itu dulu seperti kerbau dicocok hidung. Kamu suruh jemput, dia jemput. Kamu minta bayarin cicilan motor, dia usahakan. Dia itu bucin setengah mati sama kamu, Gion!"

​"Itu dulu, Ma! Sekarang ada Zayn Malik di sampingnya. Cowok itu... dia punya aura yang bikin orang segan. Dan yang paling parah, dia tahu semua gerak-gerik bisnis Gion. Dia seolah-olah punya mata di mana-mana," keluh Gion frustrasi.

​Mama Ratih memukul meja dengan keras. "TIDAK BISA! Mama tidak terima! Laila itu aset kita. Tanpa dia, siapa yang mau membiayai gaya hidup kita dan membayar hutang-hutang lamamu? Kamu harus dapatkan dia kembali, Gion. Titik!"

​"Gimana caranya, Ma? Dia bahkan sudah tidak mau mengangkat teleponku," sahut Gion lesu.

​"Ya kamu samperin! Pakai cara lama. Kamu tahu kan Laila itu hatinya lembut seperti kapas? Sedikit drama, sedikit air mata, dia pasti luluh. Bilang kamu khilaf, bilang kamu sakit, atau pakai alasan Mama sedang sekarat kalau perlu!" perintah Mama Ratih dengan nada memerintah yang tak terbantahkan. "Pokoknya, bagaimana pun caranya, kamu harus mendapatkan kembali hati Laila. Jangan sampai si 'kutu loncat' itu—siapa tadi namanya? Zayn?—benar-benar menikahinya!"

​Sementara itu, di teras belakang rumah keluarga Malik yang asri, Zayn dan Laila sedang duduk santai menikmati semilir angin malam. Zayn menyelonjorkan kakinya di atas ottoman, sementara Laila asyik melihat-lihat katalog perhiasan yang tadi dipinjamkan Madame Claire.

​"Zayn," panggil Laila pelan.

​"Hmm?" Zayn menoleh, matanya yang tajam melembut saat menatap Laila.

​"Kamu beneran sengaja mematikan pasokan material ke kantor Gion?"

​Zayn terkekeh, suara tawanya rendah dan maskulin. "Aku tidak mematikan, Sayang. Aku hanya menyarankan vendor-vendor itu untuk lebih memprioritaskan klien yang punya integritas. Bisnis itu soal kepercayaan, dan Gion? Dia bahkan tidak bisa dipercaya untuk menjaga hati satu wanita. Bagaimana mau dipercaya menjaga proyek besar?"

​Laila menutup katalognya. "Kamu licik juga ya."

​"Bukan licik. Ini namanya 'edukasi pasar'. Aku sedang mengajarinya bahwa setiap tindakan punya konsekuensi. Termasuk tindakan meremehkanmu selama bertahun-tahun," ujar Zayn santai sambil meraih jemari Laila. "Lagipula, dia tadi pagi sudah membuatmu menangis. Itu pelanggaran berat di buku peraturanku."

​"Tapi bagaimana kalau dia makin nekat? Tadi sore dia sempat mengirim pesan singkat. Isinya sangat... dramatis. Katanya ibunya jatuh sakit karena memikirkan hubungan kami yang sudah pisah," Laila menggigit bibirnya, ada secercah rasa tidak enak yang tersisa di hatinya.

​Zayn menarik napas panjang, lalu tersenyum tipis. "Laila, lihat aku."

​Laila menoleh.

​"Dulu, kamu terbiasa menjadi 'penyelamat' bagi mereka. Kamu merasa bertanggung jawab atas kebahagiaan Mama Ratih dan kegagalan Gion. Tapi sadarlah, itu bukan tugasmu. Itu manipulasi. Kamu bukan dokter, kamu bukan bank, dan kamu bukan malaikat pelindung mereka lagi."

​"Tapi kalau Mama Ratih beneran sakit..."

​"Kalau dia beneran sakit, dia harusnya ke rumah sakit, bukan mengirim pesan padamu," potong Zayn cepat namun lembut. "Dengar, aku sudah menyuruh orang untuk mengawasi mereka. Kalau ada sesuatu yang benar-benar darurat, aku yang akan tahu duluan. Untuk sekarang, fokusmu adalah dirimu sendiri. Dan pernikahan kita."

​Laila menghela napas lega. Rasanya beban di pundaknya seperti diangkat satu per satu oleh pria di hadapannya ini. "Kenapa kamu baik banget sih sama aku? Maksudku... kita baru benar-benar dekat belakangan ini."

​Zayn mengedikkan bahu, gayanya kembali angkuh tapi menggemaskan. "Mungkin karena aku bosan melihat berlian sepertimu diperlakukan seperti kerikil oleh orang yang tidak tahu nilai barang mewah. Anggap saja aku sedang melakukan restorasi pada karya seni yang sempat terlantar."

​"Dasar sombong," celetuk Laila sambil mencubit lengan Zayn.

​"Aduh! Nah, gitu dong. Cubitannya sudah mulai berasa energinya. Berarti perawatan emas tadi siang sukses besar," canda Zayn sambil mengusap lengannya.

​Tiba-tiba, ponsel Zayn bergetar di atas meja. Ia melirik layarnya sebentar. Sebuah laporan masuk dari asistennya tentang keberadaan Gion yang mulai mencari tahu jadwal harian Laila. Senyum Zayn berubah menjadi seringai dingin yang hanya muncul sekejap sebelum ia kembali menatap Laila dengan hangat.

​"Besok kita ada janji dengan katering, kan?" tanya Zayn mengalihkan pembicaraan.

​"Iya, jam sepuluh pagi di hotel. Kenapa?"

​"Tidak apa-apa. Aku hanya ingin memastikan besok kamu memakai sepatu baru yang kita beli tadi. Aku ingin dunia tahu bahwa langkahmu sekarang jauh lebih berkelas daripada masa lalumu," ucap Zayn sambil mengecup punggung tangan Laila.

​Laila tertawa kecil. "Zayn, kamu benar-benar tipe pria yang suka pamer ya?"

​"Hanya jika yang dipamerkan adalah kamu. Karena kamu adalah pencapaian terbaikku, jauh lebih hebat dari sekadar merger perusahaan atau akuisisi bank," jawab Zayn dengan nada tulus yang membuat jantung Laila kembali berdegup kencang.

​Di balik kemewahan dan sikap protektif Zayn, Laila mulai memahami bahwa ia tidak hanya mendapatkan calon suami yang kaya, tapi seorang pelindung yang siap menjadi perisai dari segala drama yang dilemparkan dunia kepadanya. Dan jauh di dalam hatinya, Laila tahu, ia tidak akan pernah membiarkan Gion atau siapa pun menariknya kembali ke lubang gelap yang baru saja ia tinggalkan.

​"Zayn," panggil Laila lagi sebelum mereka masuk ke dalam rumah.

​"Ya?"

​"Terima kasih sudah membelikanku 'amunisi' yang banyak hari ini."

​Zayn mengedipkan mata. "Gunakan dengan bijak, Sayang. Karena besok, pertunjukan yang sebenarnya baru akan dimulai."

​Zayn tahu benar, Gion pasti akan datang memohon-mohon besok. Dan Zayn sudah menyiapkan "kejutan" yang akan membuat Gion menyadari bahwa mengejar Laila sekarang adalah misi bunuh diri bagi karier dan harga dirinya.

1
merry
bagi lh satu tas mu lai🤣🤣🤣🤣🤭🤭🤭kn bnykk tuu
de banyantree: boleh kk🤭🥰🥰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!